WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Berani Bersuara dan Berbuat

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Berani Bersuara dan Berbuat
Andri Irwanto | TI | Rpr

Ketua Umum PP Himpunan Mahasiswa & Sarjana Tridharma Indonesia 1996-2001, ini mengaku menjadi berani karena dididik di kampus yang memang berani. Di kampus itu, Institut Sains & Teknologi Nasional (ISTN) Jakarta, ia mengaku dididik memikirkan demokrasi, menjadi hebat dan berani bersuara. Aktivis yang kini Kandidat Program Doktor Bidang Ekonomi ini mengatakan bukan lagi waktunya untuk turun ke jalan, tetapi langkah perbaikan yang konkrit.

Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Pemuda Tridharma Indonesia (1996-2001)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Andri Irwanto

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Andri Irwanto

QR Code Halaman Biografi Andri Irwanto
Bio Lain
Click to view full article
Erastus Sabdono
Click to view full article
Katamso
Click to view full article
Idrus Tintin
Click to view full article
Soerjono
Click to view full article
Cornelia Agatha
Click to view full article
Biyan Wanaatmadja
Click to view full article
Marty Natalegawa

Setelah kerusuhan Mei, peserta Kongres I Bangsa Indonesia di Hotel Sahid (2001) ini melihat ada beberapa perubahan di negara ini. Perubahan itu berhubungan dengan politik. Ia beranggapan saat ini bukan lagi waktunya untuk turun ke jalan, tetapi sebaiknya melakukan langkah perbaikan yang konkrit. Karena salah satu poin yang sangat menyedihkan saat ini adalah banyaknya generasi muda yang menganggur. Sementara, di lain pihak, jika diamati saat ini sudah makin banyak tenaga-tenaga asing datang ke Indonesia.

Menurutnya, banyak pihak yang memanfaatkan negara ini, yang dengan jumlah penduduk yang banyak, memiliki potensi pasar yang besar. Negara ini dibilang miskin, tapi tidak. Sebab tahun lalu mobil berkelas seperti Jaguar saja bisa laku hingga 150 unit. Jika diihat dari sisi itu, terlihat perekonomian untuk kalangan tertentu sangat kuat. Selain itu, jika tiap minggu diperhatikan mal-mal selalu penuh, untuk parkir saja susah, makan saja juga mahal. Jadi berarti daya beli orang kuat. Tetapi, di lain pihak, pengangguran juga banyak. Terjadi ketimpangan sosial.

Maka, menurutnya, kita sebagai bangsa perlu mengintropeksi diri. Dimulai dari pimpinan bangsa, dari pemimpin yang tertinggi hingga terendah. Jangan saling mepersalahkan satu dengan yang lain. Harus melihat perkonomian ke depan. Di mana ketika ekonomi membaik, pengangguran hilang, sarjana mendapat pekerjaan. Otomatis tingkat kesejahteraan bangsa ini meningkat.

Mantan Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Pemuda Tridharma Indonesia, ini sangat menghargai kesadaran toleransi yang cukup bagus antara para pimpinan agama di negeri ini. "Sewaktu kami mengadakan acara hari waisak, semua perwakilan pimpinan agama datang," katanya. Di situ ia melihat ada kebersamaan. Kebersamaan itu yang perlu ditimbulkan.

Bangsa kita adalah bangsa yang majemuk dengan beranekaragaman latarbelakang. Kemajemukan ini sudah dimulai sejak awal berdirinya negara ini. Ia sendiri pernah datang ke pesantren dan masjid. Itulah yang harus terus digalakkan, bukan saja berbicara tetapi harus ada tindakan nyata.

Menurut pria kelahiran Bekasi, 28 Mei 1971, ini segenap bangsa ini seharusnya menerima kemajemukan itu. Dalam hal ini kepada setiap orang diberikan kebebasan berekspresi. Ia melihat permasalahan yang utama bukan tentang masalah agama, ras atau suku tetapi yang terutama adalah bagaimana kita dapat menerima anak-bangsa yang lain. Banyak anak-anak muda dari masyarakat Tionghoa yang juga rela mengantar jiwanya untuk mendukung demokrasi dan reformasi.

Mengenai pemberantasan korupsi, suami Fertea Koesnadi ini dalam percakapan dengan Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
Tokoh Indonesia DotCom mengatakan, di dalam masalah korupsi ini ternyata ada satu hal yang sangat signifikan untuk diatasi. Yaitu faktor income yang rendah. Itu yang membuat mereka berusaha mencari pemasukan dari yang lain.

Namun bila lebih dicermati lagi, kata penganut agama Budha ini, ternyata penyebabnya tidak semata-mata pendapatan yang rendah. Sebab kalau dilihat, camat, walikota atau bupati, mereka kaya raya. Lebih kaya dari Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
. Mungkin, memang sudah dari sananya begitu.

Menyinggung masalah kesulitan warga negara indonesia keturunan Tionghoa untuk mengurus identitas diri atau KTP, ia mengaku pernah mengalaminya. Saat itu ia bertanya, apa yang menjadi syarat bisa disebut putera daerah. Jika yang disebut putera daerah yaitu mereka yang tinggal selama 25 tahun di daerah tersebut, maka ia pun seharusnya berhak disebut putera daerah Bekasi. Sebab ia telah tinggal selama 32 tahun di daerah itu.

Perihal adanya sementara pihak yang cenderung apriori melihat etnis Tionghoa, menurutnya, hal itu karena ada aktor yang mendalangi. Contohnya, saat warga Tionghoa berjalan, ada anak-anak yang mengatakan: "Cina, Cina." Ia yakin ada yang mengajari anak tersebut. Sebab tidak mungkin anak-anak membenci dan berkata demikian.

Sementara itu, ia mengaku selalu mencoba untuk bergaul dan mengakrabkan diri dengan masyarakat. Ia sendiri sering bergaul dan duduk-duduk di Masjid Cut Mutiah. Bergaul dan bicara dengan baik. Ia juga menyebut nama Alvin Lie di DPR dan Kwiek Kian Gie menjadi Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
. Hendrawan, Legenda Bulutangkis Putri
Legenda Bulutangkis Putri
Susi Susanti
dan lain-lain, berjuang di lapangan olahraga mengharumkan nama bangsa.

Tapi masih saja Hendrawan mendapat kesulitan status warga negara. Itu bisa bikin bingung. Kenapa sih bangsa ini? Makanya ia banyak bicara mewakili masyarakat Budha. "Kita kan tidak ada pro dan kontra dengan agama lain, sangat netral sekali. Itu yang cukup baik ke depan," katanya.

Ditanya tentang pandangannya atas keadaan sekarang dibandingkan dengan zaman Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
, ia melihat pada era Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
, 32 tahun, orang Tionghoa tidak boleh bergerak di bidang lain, hanya di bidang ekonomi. Orang Tionghoa ditundukkan dan dididik selama 32 tahun hanya di bidang ekonomi. Jadi tentara dan pegawai negeri serta Lihat Daftar Tokoh Politisi
Lihat Daftar Tokoh Politisi
politisi
bisa dihitung dengan jari. Sehingga wajar saja jika orang Tionghoa menjadi Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
dan kaya. Karena memang dididik fokus di situ bertahun-tahun.

Saat Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
bangsa ini lebih difokuskan membangun ekonomi. Ada jaminan stabilitas. Sehingga tak heran bila sekarang orang mengidamkan seperti Orde Baru, stabil, bagus. Pada zaman itu memang Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
maunya ke situ. Sekarang dibuka kerannya, zaman reformasi. Setiap orang, baik orang Tionghoa, mau jadi camat, mau jadi bupati, boleh, sampai Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
boleh. Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Gus Dur
dan Megawati mengangkat Pak Kwiek menjadi Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
.

"Sekarang adalah zaman keterbukaan jadi tidak lagi kita merasa siapa-siapa, tapi kita merasa sebagai bangsa Indonesia, bagaimana kita memajukan bangsa kita," ucapnya. Ia melihat hal ini sudah cukup bagus.

Tetapi saat ini, ia berharap, mahasiswa ataupun Lihat Daftar Aktivis
Lihat Daftar Aktivis
Aktivis
partai jangan membuat keruh bangsa. Ekonomi nanti bisa mundur lagi.

Apalagi sekarang ada juga jeleknya. Partai timbul bagai jamur, sampai ratusan. Celakanya, jika ada partai itu cuma ingin cari uang. Namun di sisi lain, kehidupan berpolitik kita masih dalam proses pendewasaan. Sudah muncul beberapa tokoh yang memiliki hati yang besar dalam berpolitik, walapun berbeda pendapat, tetapi berbesar hati dalam event yang lain.

Ia berasal dari keluarga yang sederhana, bukan keluarga konglomerat, masyarakat biasa. Tidak punya latarbelakang dari masyarakat yang hebat. Jadi ketika mau masuk kuliah orangtuanya berpesan: "Ngga usah pikirkan yang lain yang penting kuliah, setelah kuliah jangan pikirkan Lihat Daftar Aktivis
Lihat Daftar Aktivis
Aktivis
, kerja dulu, nanti kalau ngga bisa dapet duit repot kan?"

Tetapi ia menjelaskan kepada orang tuanya, "Kalau hari ini saya meninggal, minimal itu saya punya arti bagi bangsa ini. Dibandingkan kalau yang mengubur hanya keluarga saya, tetapi kalau yang mengubur saya ratusan mungkin ribuan orang, dari berbagai kelompok dan daerah itu karena mereka simpati terhadap saya yang memberikan sumbangsih kepada bangsa". Sebab, semasa kuliah ia juga memilih ikut sebagai Lihat Daftar Aktivis
Lihat Daftar Aktivis
Aktivis
mahasiswa.

Dalam pikirannya, untuk apa mati tidak dikenal orang. Lebih baik hari ini mati tapi dikenal karena berbuat bagi banyak orang. "Saya selalu berpikir seperti itu, karena kita tidak tahu kapan meninggal kan?"

Ia bersyukur bisa kuliah di ISTN. Sebuah perguruan tinggi yang 98% adalah pribumi. Hanya 2% Tionghoa. Di sana masyarakat Tionghoa diterima dengan baik. Di ISTN itu banyak juga anak-anak jenderal. Pada saat itu, ketua yayasannya Jenderal Nasution, rektornya Ruseno.

Karena di UI tidak diterima, ia kemudian memang sengaja memilih kuliah di situ, bukan di Tarumenagara yang banyak Chinesenya atau di Trisakti yang banyak orang kayanya. Ia pikir kuliah di desa juga enak, kampusnya di Srengseng Sawah. Ia mengambil Fakultas Elektro. Ketika masa orientasi (Mapras), kepalanya dibotaki, kemudian diinjak-injak juga, disuruh minum air teh botol dengan rasa air kencing, kemudian diceburkan di jamban. Ia merasa di situ dididik sehingga metalitasnya kuat sekali.

Lalu teman-teman memperhatikan dan mengajaknya untuk menjadi salah satu pimpinan senat mewakili orang Tionghoa. Ia terima tawaran itu. Kendati memang gerakan anak-anak ISTN itu radikal, kalau bukan demo pasti kerjanya ribut. Itu juga yang mendorongnya tidak masuk ke dalam kampus yang stabil, tetapi bahkan kampus yang bergolak. Di mana-mana orang tahu kalau ISTN adalah kampus yang berani.

Sehingga dari situlah ia berani mengeluarkan pendapat, berdemokrasi. Hingga pernah ia melawan anggota DPRD. Akhirnya dipanggil ke Kodim, Kejaksaan. Tapi dari situ, ia bukan semakin takut tetapi makin berani. Tentara sampai berkata, "Kamu orang Cina, berani melawan…" Ia jawab: "Bukan masalah Cina atau bukan Cina."

Ia mengaku menjadi berani karena dididik di kampus yang memang berani. "Coba kalau saya kuliah di tempat lain, tidak bisa seperti ini. Kalau di tempat lain yang dipikirkan kuliah, kerja dan Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
. Mana ada memikirkan demokrasi, yang dipikirkan uang saja. Jadi ia merasa bangga dididik di kampusnya sehingga menjadi besar, hebat, berani dan bersuara.

Dalam usia 32 tahun saat ini (Mei 2003), pengalaman organisasinya sudah lebih dari 15 tahun. Sejak lulus SMA, ia sudah berkecimpung dalam dunia organisasi. Dalam generasi seusianya, ia tergolong sudah cukup dalam makan garam atau pengalaman dalam organisasi.
Waktu di SMA pun ia terjun dalam organisasi pramuka. Ketika itu ia sudah Bantara, Pimpinan kompi. Setelah dari SMA, mengambil insinyur di ISTN, lalu mengambil master dalam bidang manajen dari sekolah yang tidak mahal, karena di situ alumninya banyak dan pergaulannya luas, seperti Hari Sabarno dan Wakil Presiden Republik Indonesia Ketujuh (2001-2004)
Wakil Presiden Republik Indonesia Ketujuh (2001-2004)
Hamzah Haz
.

Belum lama ini ia disebut-sebut salah seorang calon Ketua Umum Gema Budhi (Generasi Muda-mudi Budha Indonesia). Tetapi ia tidak bisa menghadiri Munas Gema Budhi yang diadakan di Jawa Tengah, karena harus hadir di JHCC dalam perayaan Waisak. Banyak pihak memperkirakan, kalau ia hadir, mungkin ia bisa terpilih sebagai ketua umum.

Kini ia menjabat Ketua Umum Mahasiswa dan Sarjana Tridarma. (Tridarma itu adalah agama Budha yang meyakini ajaran Konghuchu, Tou-Tse).

Sebagai orang aktivis dan pemimpin massa, ia belum masuk ke salah satu partai. "Ssampai saat ini saya belum tahu kemana. Padahal pada zaman Orde Baru, saya melawan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Golkar
. Saya bukan orang Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Golkar
," ujarnya. Ia melawan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Golkar
agar tidak selalu mengajak orang Chinese masuk Golkar. Sampai-sampai saat itu ia dipanggil ke Kejaksaan. Ia jelaskan pendiriannya agar orang Chinese diberikan kebebasan untuk memilih apa yang menjadi pilihannya. Karena pada saat itu ada image atau penilaian di masyarakat kalau orang Cina itu adalah pasti Golkar. Sehingga ia menentang hal itu. Ia katakan, kalau Golkar seperti ini terus, nanti Golkar akan sama seperti PKI. Maka sekarang ia sangat senang, karena orang Chinese ada di mana-mana, sehingga tidak ada image yang buruk.

Kendati aktivitasnya di bidang organisasi kemasyarakatan yang demikian luas, ia masih mampu membagi waktu untuk bekerja di bidang Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
. Ia pernah bekerja sebagai seorang insinyur yang baik di Jaya Group. Salah satu hasil pekerjaannya adalah Plasa Senayan dan Pondok Indah Mal. Ia yang merancang bagian mekanikal elektroniknya.

Kinia, ia bekerja di asuransi. Koq insinyur bekerja di asuransi? Ceritanya, ketika di Jaya Grup, ia boleh dibilang cukup berpengaruh. Pada saat itu, Ciputra sempat menyekolahkannya ke Singapura. Tapi ia malah masuk di asuransi. Pada saat kerusuhan Mei, nilai dollar tinggi, banyak perusahaan-perusahaan yang ambruk dan bangkrut. Kemudian manajemen Jaya Group bilang, siapa yang mau keluar akan diberi pesangon, yang ngga mau keluar jika dipecat tiba-tiba tidak mendapat pesangon. Ia mengambil keputusan keluar saja, karena bisa saja perusahan berniat jahat seseorang dikeluarkan dan tidak mendapat pesangon.

Ia pun keluar sebagai manager termuda saat itu. Mendapat pesangon 6 bulan gaji. Ia pikir, masa dalam 6 bulan tidak bisa dapat pekerjaan. Dengan keadaan yang berantakan oleh karena krisis ekonomi, ia melihat kesempatan bagus di asuransi. Karena, setelah kerusuhan asuransi menjadi sangat laku. Jadi tahun 1998 ia masuk di Ing Group.

Perihal pandangannya tentang keadaan asuransi Indonesia saat ini, ia mengatakan kesadaran masyarakat akan asuransi semakin tahun semakin baik. Sekarang asuransi sangat penting ke depan. Kalau hari ini kita dapat bekerja, bagaimana jika kita nanti sudah pensiun masih bisa bekerja atau tidak. Ia memberi contoh seorang ibu Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
warteg yang mengikuti program asuransi. Ia masuk asuransi agar bisa naik haji.

Jadi, menurutnya, kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi perlu di tumbuhkan. Asuransi itu seperti ban serep, ketika di tengah malam ban bocor, kalau tidak ada ban serep bagaimana?

Salah satu hal yang membuatnya memilih asuransi adalah Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
asuransi memiliki prospek yang sangat baik. Selain itu, bekerja dalam dunia asuransi tidak mengenal kata pensiun. Salah satu agennya sudah berumur 70 tahun. e-ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 16 Mar 2003  -  Pembaharuan terakhir 22 May 2012
Futurolog Politik Indonesia Tiada Kata Terlambat

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Dalam catatan sejarah perang, kita dapat menemukan beberapa pertempuran klasik, yaitu kiprah militer yang dikagumi para pemimpin militer dan sejarawan selama berabad-abad. Cannae adalah salah satu pertempuran demikian. Dipimpin oleh Hannibal Barca, seorang pemimpin perang yang mampu mempersatukan berbagai suku bangsa, dan membuktikan kehebatan strateginya dengan memukul mundur pasukan Romawi.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: