Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com
    Berita Video Update Data & Sponsorship Intermezzo Komentar

    Pelestari 'Dolanan' di Lereng Ungaran

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Pelestari 'Dolanan' di Lereng Ungaran
    e-ti | kompas-antony lee
    Pendiri Yoss Traditional Center
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    "Arum lan kuncaraning bangsa gumantung marang budi pekerti lan kabudayane" (Keharuman dan kemilau bangsa terletak pada budi pekerti dan kebudayaannya)

    QR Code Halaman Biografi Yossiady Bambang Singgih
    • biografi tokoh indonesia yossiady bambang singgih
    • dolanan pelepah pisang

    Sebagian kenalannya memberikan julukan "pendekar budaya" dari lereng Gunung Ungaran kepada Yossiady Bambang Jaksa Agung (1990-1998)
    Jaksa Agung (1990-1998)
    Singgih
    . Bukan karena ia ahli silat. Julukan itu muncul dari sepak terjangnya membangun Yoss Traditional Center, wadah pelestarian seni budaya dan aneka permainan anak. Modalnya hanya nekat dan secarik surat keputusan pengangkatan pegawai negeri sipil atau PNS.

    Yoss Traditional Center (YTC) terletak di lereng Gunung Ungaran, tepatnya di Dusun Suruhan, Desa Keji, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Sekitar 26 kilometer dari Kota Semarang. Udara di wilayah ini sejuk dengan nuansa khas pedesaan yang menyajikan harmoni gemerisik dedaunan yang diempas angin dan suara kicau burung.

    Di atas tanah kas Desa Keji seluas 1.000 meter persegi, YTC menampilkan seni budaya lokal masyarakat setempat, berikut aneka dolanan atau permainan anak. Di sini terdapat deretan pesanggrahan bambu, panggung utama yang dilengkapi seperangkat gamelan slendro, serta sejumlah warung yang juga dibalur konsep serba bambu.

    Pengunjung yang mendatangi YTC mendapat sajian aneka atraksi yang diawali pertunjukan kuda debog, sejenis kuda lumping yang terbuat dari pelepah pisang. Ada pula permainan bekelan, teklek, sprinto karet, egrang, dakon, gangsingan, serta gamelan. Sebagian besar penampil merupakan anak-anak dari Dusun Suruhan.

    "Kami mencoba mengadopsi konsep yang diusung di Bali Classic Center dan Saung Angklung Udjo di Bandung. Pengunjung ditawarkan atraksi budaya setempat," tutur Yossiady.

    Ia sengaja memilih dolanan anak sebagai fokus utama YTC karena tergelitik fenomena semakin langkanya permainan tradisional. Anak-anak masa kini lebih mengenal game, playstation, atau televisi yang banyak mengajarkan sifat individualis, bahkan sering kali pula menampilkan kekerasan.

    Padahal, permainan tradisional mengajarkan anak-anak nilai sosial sejak dini. Dakon, misalnya, menanamkan sifat tekun, kebersamaan, dan kejujuran. Sedangkan egrang melatih keseimbangan tubuh serta koordinasi otak kiri dan kanan anak. Di YTC, pengunjung tak sekadar melihat, tetapi juga diajak turut mencoba dan kembali "berdamai" dengan permainan masa kanak-kanak.

    Hal itu dilakukan Om Yossi, panggilannya di YTC, untuk memenuhi lima unsur yang harus dipunyai setiap tempat wisata. Kelima unsur itu adalah apa yang akan dilakukan wisatawan, apa yang dilihat, apa yang dirasakan, apa yang dibeli, serta kenangan mereka. Dia yakin, jika kelima unsur itu terpenuhi, pengunjung akan datang ke YTC.

    Mengagunkan SK pegawai

    Upaya Om Yossi membentuk YTC bukan tanpa kesulitan. Sebagai PNS di Kabupaten Semarang, kemampuan ekonominya relatif sedang saja. Rumah tinggalnya pun baru dua tahun terakhir ini bisa ia miliki. Sebelumnya ia menempati rumah dinas yang disediakan Pemerintah Kabupaten Semarang.

    Ia "hanya" mempunyai semangat, konsep, kenekatan, dukungan warga, dan surat keputusan (SK) pengangkatan dirinya sebagai pegawai negeri sipil.

    SK PNS itulah yang dijaminkannya pada salah satu bank untuk mendapatkan modal membeli seperangkat gamelan slendro bekas seharga Rp 8 juta. Setiap bulan gajinya dipotong untuk membayar pinjaman bank tersebut. Utang itu baru akan lunas menjelang masa pensiunnya setahun mendatang.

    Ketertarikan Om Yossi terhadap kesenian dolanan anak-anak itu muncul ketika ia ditugaskan sebagai staf pada Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang awal 2006. Selama dua bulan pertama ia memetakan potensi wisata Kabupaten Semarang. Dalam pencarian itu, ia sampai ke Dusun Suruhan, Desa Keji. Ia jatuh hati menyaksikan warga yang ramah dan memiliki akar tradisi kuda kepang sampai tiga generasi.

    Di desa itu terdapat kelompok seni kuda kepang yang dimainkan tiga generasi dalam keluarga, yakni sang kakek, ayah, hingga cucu. Kondisi itu di matanya "ibarat emas 24 karat yang kurang 1 karat, alias 'sekarat'", meskipun semangat warga desa itu begitu besar untuk melestarikan budaya lokal tersebut.

    Sejak itulah Om Yossi dan warga setempat mencoba menawarkan paket wisata sehari dengan titik berat atraksi kuda kepang tiga generasi dan permainan tradisional. Pertunjukan itu mendapat respons relatif baik.

    Sekali tampil, pengunjung yang berpartisipasi mencapai lebih dari 100 orang. Mulai tahun 2007 dia mencetuskan ide membentuk wadah berupa YTC. Belakangan YTC tidak lagi mengusung konsep wisata sehari, tetapi membuat atraksi tetap setiap hari Minggu mulai pukul 10.00.

    Berdayakan masyarakat

    Menurut Om Yossi, YTC dapat berjalan dengan baik karena memberdayakan masyarakat setempat. Sekitar 90 warga yang rumahnya berada di sekitar YTC memegang peranan penting.

    Sebagian dari mereka ada yang jadi penampil, ada pula yang menjual aneka suvenir maupun makanan khas, seperti getuk tetek melek dan pecel gablok. Pengamanan perangkat penampil dan pemeliharaan juga dilakukan warga setempat.

    "Biaya operasional YTC didapat dari saweran para pengunjung. Uang itu dipegang warga setempat dan dibagikan kepada mereka yang terlibat setiap dua bulan," tuturnya.

    Dengan model pemberdayaan seperti itu, selain melestarikan tradisi budaya lokal, warga juga bisa menikmati manfaat ekonomi sektor pariwisata. Om Yossi mengaku tak mendapat bagian dari bagi hasil saweran itu. Dia meyakini, masyarakat yang kehilangan kebudayaan mereka akan kehilangan jati diri sehingga perlu diberdayakan.

    Bagi dia, menyaksikan tradisi lokal bisa terus hidup, serta senyum ceria anak-anak yang tampil di YTC, merupakan bayaran paling tinggi nilainya.

    "Di sini sudah pasti saya enggak bisa kaya, tetapi saya memang tidak menghitung berapa banyak uang yang habis," ungkapnya sambil tertawa.

    Namun, dia mengaku beruntung karena istri dan anak tunggalnya bisa menerima kondisi tersebut karena mereka pun mencintai seni budaya. Upaya Om Yossi juga mendapat dukungan dari mereka yang mencintai seni tradisi. Ada orang yang menyumbangkan rumput dan pohon untuk menyejukkan YTC, ada pula seniman yang membuatkan patung Naga Baruklinting yang lekat dengan mitos pembentukan Rawapening di Kabupaten Semarang.

    Setelah kegiatan di YTC berjalan, Om Yossi ingin membuat museum dan perpustakaan mainan anak-anak di YTC. Sama seperti ketika mulai mendirikan YTC, ia yakin dengan semangat warga setempat, impian itu segera terwujud. e-ti

    Sumber: Kompas, Senin, 1 Juni 2009 | Antony Lee

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 11 Mar 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    "Semua orang memikirkan untuk merubah dunia dan tidak ada yang memikirkan merubah dirinya sendiri." ~ Leo Tolstoy

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Jejak rekam Letjen TNI Moeldoko terbilang cemerlang. Dia pernah ikut satuan teritorial, tempur, operasi di dalam dan luar negeri, berkecimpung di lembaga pendidikan termasuk

    Click to view full article

    Dosen senior FEUI yang dikenal sebagai ekonom, peneliti dan konsultan ini pernah menjadi staf khusus Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Keuangan dan berperan di G20, Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional,

    Click to view full article

    Setelah 10 tahun memimpin BTN, Iqbal Latanro didapuk menjadi Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero.

    Click to view full article

    Bernyanyi bagi Harvey Malaihollo tak sekadar profesi tapi bagian dari hidup. Ketika hati gembira atau sedih, ia akan tetap bernyanyi.


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Tokoh Monitor

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us