WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pelestari 'Dolanan' di Lereng Ungaran

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pelestari 'Dolanan' di Lereng Ungaran
e-ti | kompas-antony lee

"Arum lan kuncaraning bangsa gumantung marang budi pekerti lan kabudayane" (Keharuman dan kemilau bangsa terletak pada budi pekerti dan kebudayaannya)

Pendiri Yoss Traditional Center
Lihat Curriculum Vitae (CV) Yossiady Bambang Singgih

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Yossiady Bambang Singgih

QR Code Halaman Biografi Yossiady Bambang Singgih
Bio Lain
Click to view full article
Elisa Lumban Toruan
Click to view full article
Guruh Soekarnoputra
Click to view full article
Raam Punjabi
Click to view full article
Sarwata
Click to view full article
Zulkifli Nurdin
Click to view full article
Wahyudi
Click to view full article
Butet Kartaredjasa

Sebagian kenalannya memberikan julukan "pendekar budaya" dari lereng Gunung Ungaran kepada Yossiady Bambang Jaksa Agung (1990-1998)
Jaksa Agung (1990-1998)
Singgih
. Bukan karena ia ahli silat. Julukan itu muncul dari sepak terjangnya membangun Yoss Traditional Center, wadah pelestarian seni budaya dan aneka permainan anak. Modalnya hanya nekat dan secarik surat keputusan pengangkatan pegawai negeri sipil atau PNS.

Yoss Traditional Center (YTC) terletak di lereng Gunung Ungaran, tepatnya di Dusun Suruhan, Desa Keji, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Sekitar 26 kilometer dari Kota Semarang. Udara di wilayah ini sejuk dengan nuansa khas pedesaan yang menyajikan harmoni gemerisik dedaunan yang diempas angin dan suara kicau burung.

Di atas tanah kas Desa Keji seluas 1.000 meter persegi, YTC menampilkan seni budaya lokal masyarakat setempat, berikut aneka dolanan atau permainan anak. Di sini terdapat deretan pesanggrahan bambu, panggung utama yang dilengkapi seperangkat gamelan slendro, serta sejumlah warung yang juga dibalur konsep serba bambu.

Pengunjung yang mendatangi YTC mendapat sajian aneka atraksi yang diawali pertunjukan kuda debog, sejenis kuda lumping yang terbuat dari pelepah pisang. Ada pula permainan bekelan, teklek, sprinto karet, egrang, dakon, gangsingan, serta gamelan. Sebagian besar penampil merupakan anak-anak dari Dusun Suruhan.

"Kami mencoba mengadopsi konsep yang diusung di Bali Classic Center dan Saung Angklung Udjo di Bandung. Pengunjung ditawarkan atraksi budaya setempat," tutur Yossiady.

Ia sengaja memilih dolanan anak sebagai fokus utama YTC karena tergelitik fenomena semakin langkanya permainan tradisional. Anak-anak masa kini lebih mengenal game, playstation, atau televisi yang banyak mengajarkan sifat individualis, bahkan sering kali pula menampilkan kekerasan.

Padahal, permainan tradisional mengajarkan anak-anak nilai sosial sejak dini. Dakon, misalnya, menanamkan sifat tekun, kebersamaan, dan kejujuran. Sedangkan egrang melatih keseimbangan tubuh serta koordinasi otak kiri dan kanan anak. Di YTC, pengunjung tak sekadar melihat, tetapi juga diajak turut mencoba dan kembali "berdamai" dengan permainan masa kanak-kanak.

Hal itu dilakukan Om Yossi, panggilannya di YTC, untuk memenuhi lima unsur yang harus dipunyai setiap tempat wisata. Kelima unsur itu adalah apa yang akan dilakukan wisatawan, apa yang dilihat, apa yang dirasakan, apa yang dibeli, serta kenangan mereka. Dia yakin, jika kelima unsur itu terpenuhi, pengunjung akan datang ke YTC.

Mengagunkan SK pegawai

Upaya Om Yossi membentuk YTC bukan tanpa kesulitan. Sebagai PNS di Kabupaten Semarang, kemampuan ekonominya relatif sedang saja. Rumah tinggalnya pun baru dua tahun terakhir ini bisa ia miliki. Sebelumnya ia menempati rumah dinas yang disediakan Pemerintah Kabupaten Semarang.

Ia "hanya" mempunyai semangat, konsep, kenekatan, dukungan warga, dan surat keputusan (SK) pengangkatan dirinya sebagai pegawai negeri sipil.

SK PNS itulah yang dijaminkannya pada salah satu bank untuk mendapatkan modal membeli seperangkat gamelan slendro bekas seharga Rp 8 juta. Setiap bulan gajinya dipotong untuk membayar pinjaman bank tersebut. Utang itu baru akan lunas menjelang masa pensiunnya setahun mendatang.

Ketertarikan Om Yossi terhadap kesenian dolanan anak-anak itu muncul ketika ia ditugaskan sebagai staf pada Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang awal 2006. Selama dua bulan pertama ia memetakan potensi wisata Kabupaten Semarang. Dalam pencarian itu, ia sampai ke Dusun Suruhan, Desa Keji. Ia jatuh hati menyaksikan warga yang ramah dan memiliki akar tradisi kuda kepang sampai tiga generasi.

Di desa itu terdapat kelompok seni kuda kepang yang dimainkan tiga generasi dalam keluarga, yakni sang kakek, ayah, hingga cucu. Kondisi itu di matanya "ibarat emas 24 karat yang kurang 1 karat, alias 'sekarat'", meskipun semangat warga desa itu begitu besar untuk melestarikan budaya lokal tersebut.

Sejak itulah Om Yossi dan warga setempat mencoba menawarkan paket wisata sehari dengan titik berat atraksi kuda kepang tiga generasi dan permainan tradisional. Pertunjukan itu mendapat respons relatif baik.

Sekali tampil, pengunjung yang berpartisipasi mencapai lebih dari 100 orang. Mulai tahun 2007 dia mencetuskan ide membentuk wadah berupa YTC. Belakangan YTC tidak lagi mengusung konsep wisata sehari, tetapi membuat atraksi tetap setiap hari Minggu mulai pukul 10.00.

Berdayakan masyarakat

Menurut Om Yossi, YTC dapat berjalan dengan baik karena memberdayakan masyarakat setempat. Sekitar 90 warga yang rumahnya berada di sekitar YTC memegang peranan penting.

Sebagian dari mereka ada yang jadi penampil, ada pula yang menjual aneka suvenir maupun makanan khas, seperti getuk tetek melek dan pecel gablok. Pengamanan perangkat penampil dan pemeliharaan juga dilakukan warga setempat.

"Biaya operasional YTC didapat dari saweran para pengunjung. Uang itu dipegang warga setempat dan dibagikan kepada mereka yang terlibat setiap dua bulan," tuturnya.

Dengan model pemberdayaan seperti itu, selain melestarikan tradisi budaya lokal, warga juga bisa menikmati manfaat ekonomi sektor pariwisata. Om Yossi mengaku tak mendapat bagian dari bagi hasil saweran itu. Dia meyakini, masyarakat yang kehilangan kebudayaan mereka akan kehilangan jati diri sehingga perlu diberdayakan.

Bagi dia, menyaksikan tradisi lokal bisa terus hidup, serta senyum ceria anak-anak yang tampil di YTC, merupakan bayaran paling tinggi nilainya.

"Di sini sudah pasti saya enggak bisa kaya, tetapi saya memang tidak menghitung berapa banyak uang yang habis," ungkapnya sambil tertawa.

Namun, dia mengaku beruntung karena istri dan anak tunggalnya bisa menerima kondisi tersebut karena mereka pun mencintai seni budaya. Upaya Om Yossi juga mendapat dukungan dari mereka yang mencintai seni tradisi. Ada orang yang menyumbangkan rumput dan pohon untuk menyejukkan YTC, ada pula seniman yang membuatkan patung Naga Baruklinting yang lekat dengan mitos pembentukan Rawapening di Kabupaten Semarang.

Setelah kegiatan di YTC berjalan, Om Yossi ingin membuat museum dan perpustakaan mainan anak-anak di YTC. Sama seperti ketika mulai mendirikan YTC, ia yakin dengan semangat warga setempat, impian itu segera terwujud. e-ti

Sumber: Kompas, Senin, 1 Juni 2009 | Antony Lee

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 11 Mar 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Pekerja Keras Tanpa Pamrih Gitaris Rock Legendaris

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Sebagai seorang manajer, Anda bertanggung jawab untuk meraih hasil terbaik dari upaya-upaya mental, emosi, dan fisik yang telah diberikan karyawan Anda. Bukan hanya meraih keuntungan investasi... melainkan keuntungan energi.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: