WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Ibu (Mantan) Penderita Kusta

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Ibu (Mantan) Penderita Kusta
e-ti | kompas-nina susilo

Ketika penderita kusta dimarjinalkan, dokter Diana Liben justru dengan telaten menghampiri orang-orang yang oleh sebagian masyarakat dinilai sebagai pembawa penyakit. Bahkan, dia tidak hanya merawat, tetapi juga memberdayakan para penderita kusta agar bisa hidup mandiri.

Dokter
Lihat Curriculum Vitae (CV) Diana Liben

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Diana Liben

QR Code Halaman Biografi Diana Liben
Bio Lain
Click to view full article
Artidjo Alkostar
Click to view full article
Dudung B Supardi
Click to view full article
Sapardi Djoko Damono
Click to view full article
Sutarman
Click to view full article
Toto Asmuni
Click to view full article
Julius Kardinal
Click to view full article
Anya Dwinov

Diana Liben bisa disebut sebagai ibu bagi penderita dan mantan penderita penyakit kusta. "Kusta itu relatif tidak berbahaya ketimbang tuberkulosis yang menular, dan bisa menyebabkan kematian. Tidak ada orang yang meninggal karena penyakit kusta. Tetapi, penderita kusta meninggal justru karena kemiskinan," tuturnya.

Kedekatan Diana dengan penderita kusta di Surabaya bisa dikatakan tak diragukan lagi. Suatu hari, ketika melihat mobil yang dikemudikan Diana, puluhan mantan penderita kusta di Pondok Sosial Eks Penderita Kusta Surabaya di kawasan Babat Jerawat, Kecamatan Pakal, langsung tersenyum. Mereka senang melihat Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
yang sudah sangat mereka kenal itu.

Dalam konteks sosial, penderita kusta memiliki segudang problem sosial. Ketika seseorang menderita kusta, dia pasti mengalami masalah sosial dan kemiskinan. Produktivitas mereka menurun.

Apalagi, sebagian masyarakat enggan menerima produk yang dihasilkan penderita maupun mantan penderita kusta. Trauma penolakan itu juga menimbulkan perasaan rendah diri yang membuat seorang mantan penderita kusta semakin terpuruk.

Akibatnya, mantan penderita kusta semakin sulit untuk menghidupi diri mereka. Kemiskinan terus membelit erat dan membuat mantan penderita harus menerima hidup di penampungan yang disediakan pemerintah di beberapa daerah, seperti Surabaya, Jombang, dan Kediri.

Bahkan, ketika mereka menderita sakit (bukan penyakit kusta) pun, tidak semua rumah sakit mau menerima mereka. Ini lantaran paramedis yang semestinya memahami mantan penderita kusta tidak menularkan penyakit kepada orang lain malah menggunakan dalih ketakutan pengunjung untuk menolak para mantan penderita kusta itu.

Diana merasa kesal melihat diskriminasi yang dialami para mantan penderita kusta. Seharusnya, ketidaktahuan masyarakat diatasi dengan pemberian informasi yang benar. Maka, dengan caranya sendiri, dia membantu para mantan penderita kusta.

Ketika mantan penderita kusta perlu operasi katarak, misalnya, ia mencarikan donor. Ibarat gayung bersambut, ada lembaga yang mau membantunya.

"Syukurlah, semua pasien terkait mata bisa ditangani CBM (Christopher Blind Mission)," kata istri Prof Dr Paulus Liben itu.

Menuju kemandirian

Bertugas sejak tahun 1980 di Puskesmas Sawahan, Surabaya, Diana kemudian bertugas dalam tim yang menangani penderita kusta di Kanwil Departemen Kesehatan Jatim. Ketika itu, ia melayani 133 pasien kusta dari Surabaya dan sekitarnya. Pasien asal Sidoarjo dan Lamongan, misalnya, berobat di tempat yang agak jauh agar tak diketahui warga sekitar tempat tinggalnya.

Saat itu belum ada multidrug treatment. Pengobatan itu baru dicoba tahun 1982 di Surabaya dan digunakan secara merata di Jatim pada 1994. Pengobatan waktu itu hanya menggunakan mono-DDS (diaminodiphenyl sulphone atau dapsone).

Ketika di lapangan, Diana menemukan penderita kusta yang mengalami "reaksi", peradangan akibat tubuh menolak sisa kuman kusta. Reaksi tak kunjung sembuh karena pasien tidur di lantai serta makanannya hanya nasi dan kerupuk.

Melihat kemiskinan dan kekurangan gizi yang membuat pasien kusta tidak membaik, Diana menitipkan uang kepada bidan setempat agar membelikan telur. Setelah diberikan sebutir telur setiap hari, pasien tersebut pulih. Dia juga kerap membantu dengan meminjamkan modal berupa ayam peliharaan. Telurnya bisa untuk menambah gizi mereka.

Bila ayam berkembang biak, tentunya bisa menambah penghasilan. Pasien yang masih memiliki lahan juga diberi pinjaman berupa kambing. Rupanya bantuan itu berkembang. Hasil ternak ayam atau kambing membuat para mantan penderita itu sedikit demi sedikit bisa mencicil pinjaman tersebut.

Hal serupa diterapkan untuk 29 becak atas pinjaman Gereja Algonz, yang kemudian bisa dimiliki mantan penderita kusta yang tinggal di Ponsos Babat Jerawat Surabaya.

"Saya hanya melihat masalah, lalu mencarikan jalan keluar. Kami juga tidak memberi supaya masyarakat lebih bertanggung jawab," ujar Diana.

Rehabilitasi

Kedekatannya dengan penderita kusta dimulai tahun 1997. Kala itu Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
dengan tiga anak ini berkonsentrasi pada masalah rehabilitasi dan pemberdayaan mantan penderita kusta. Perhatian tersebut membuat Diana yang pensiun pada tahun 2000 langsung diminta menjadi konsultan program penanganan kusta.

Program itu dilakukan atas kerja sama Departemen Kesehatan dan Netherland Leprocy Relief (NLR). Diana pun menjadi konsultan kusta pertama warga Indone sia.

Cakupan tugas yang semula hanya Jatim meluas menjadi Jatim dan Kalimantan Timur pada tahun 2003. Lalu, meluas lagi menjadi se-Indonesia tahun 2004-2008. Pada April 2009 NLR kembali meminta Diana menjadi konsultan program rehabilitasi mantan penderita kusta.

Rehabilitasi, menurut Diana, sangat diperlukan. Sebab, kendati sebagian mantan penderita kusta sudah tinggal bersama masyarakat, masih ada sebagian masyarakat yang meminggirkan mereka. Bahkan, ada pula mantan penderita kusta yang dilarang beribadah bersama warga lain.

Padahal, Jatim adalah wilayah endemik kusta dengan jumlah penderita dan mantan penderita sekitar 100.000 orang. Gresik, Lamongan, dan Tuban sejak tahun 1935 sudah tercatat dalam peta endemis kusta zaman penjajahan Belanda. Sepertiga kasus kusta di Indonesia terdapat di Jatim.

Penambahan penderita kusta di Jatim berkisar 5.000-6.000 orang per tahun. Ini merupakan 30 persen dari jumlah kasus kusta baru di Indonesia yang mencapai 16.000-17.000 orang.

Oleh karena itu, perhatian dan pemberdayaan penderita serta mantan penderita kusta perlu lebih kuat. Hal itulah yang mendorong Diana terus bekerja, membantu para mantan penderita kusta untuk bisa mandiri, sekaligus menghapus diskriminasi masyarakat. e-ti

Sumber: Kompas, Sabtu, 6 Juni 2009 dengan judul " Diana Liben, Ibu (Mantan) Penderita Kusta" | Ninas Susilo

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 11 Mar 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Pejuang Indo Yang Cinta Indonesia Merasa Reformis Tulen

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Belajar matematika bersama para Tales Runner di Tales World akan menjadi petualangan yang sangat seru! Ayo kita ikuti!

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: