WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

'Bos Toprak' dan Seni Tradisi

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

'Bos Toprak' dan Seni Tradisi
e-ti | antaranews.com

Luluk Sumiarso bisa disebut sosok dengan dua identitas. Pada satu sisi, ia seorang birokrat dengan pengalaman aneka ragam, sebagai direktur jenderal, sekretaris jenderal, dan komisaris. Di sisi lain ia dikenal sebagai penggiat budaya, khususnya terkait dengan seni tradisi.

Dirjen Minyak dan Gas Bumi, 2006-Juli 2008
Lihat Curriculum Vitae (CV) Luluk Sumiarso

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Luluk Sumiarso

QR Code Halaman Biografi Luluk Sumiarso
Bio Lain
Click to view full article
Nurul Karimah
Click to view full article
Andi Abdul Muis
Click to view full article
Thomson Hutasoit
Click to view full article
Jefri Al Bukhori
Click to view full article
Dorodjatun Kuntjoro-Jakti
Click to view full article
Johannes Oentoro
Click to view full article
Achmad Rifai

Identitas kedua ini boleh jadi lebih kuat karena orang lebih ingat dia sebagai "Bos Toprak" (pimpinan grup ketoprak) daripada staf ahli Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
. Ia tampaknya lebih klop mengenakan kostum tradisional dengan baju katun dan belangkon daripada setelan jas.

Luluk dengan Paguyuban Puspo Budoyo, yang dibina bersama beberapa sahabat dekat dan diketuai istrinya, Lies, hingga Maret 2009 telah mementaskan 33 pergelaran, terdiri atas 26 ketoprak, 4 ludruk, 2 wayang orang, dan sekali lenong.

Komitmen pada seni budaya tradisional itu lahir dari keprihatinan, seni tradisi semakin kehilangan daya tarik. Menonton saja enggan, apalagi menjadi pemain atau membiayai pergelaran. Lihat apa yang terjadi pada Wayang Orang Sriwedari dan Wayang Orang Barata. Bisa dikatakan lebih banyak yang main daripada yang menonton, kata Luluk. Apalagi, yang diderita grup pertunjukan keliling (tobong) di berbagai daerah. Untuk bisa manggung saja mereka kerap kesulitan tempat.

Di tengah keprihatinan itu, pada tahun 2005, saat Luluk menjadi Sekjen Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, datang Aries Mukadi, mantan anggota/sutradara grup Ketoprak Humor. Ia menyampaikan, kelompok itu (setelah acaranya dihentikan salah satu stasiun televisi) tak punya penghasilan.

Luluk bersedia menolong dengan kiatnya sendiri. Ia pilih ketoprak banyolan karena ketoprak biasa sulit untuk mencari penonton. Ia lalu mengajak Komunitas Gnaro Ngalam (atau Orang Malang bila dibaca terbalik) di Jakarta. Pementasan pertama mengangkat lakon Ken Arok dan Ken Dedes, mBahe Gnaro Ngalam yang berlangsung sukses di Gedung Kesenian Jakarta.

Selain banyolan, ia juga mencoba memperluas basis dukungan dengan mengajak tokoh masyarakat dan artis ikut bermain. Mereka yang pernah ikut antara lain Ketua Mahkamah Konstitusi, Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
dan mantan Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
, Deputi Gubernur BI, gubernur, dirjen, komisaris, dirut, serta direksi BUMN. Pernah pula rektor, guru besar, para eksekutif perusahaan swasta, kalangan media, bahkan ekspatriat.

Dengan apa yang tampaknya dilakukan dalam suasana pertemanan itu, sesungguhnya Luluk berhasil mengatasi beberapa tantangan, terutama menyangkut dana dan penonton. Dengan mengajak dan melibatkan para tokoh ikut bermain dalam pertunjukannya, perusahaan atau kolega tokoh itu pun mau diajak mensponsori atau membiayai pergelaran, baik melalui dana corporate social responsibility (CSR) maupun dari kocek sendiri.

Lalu, dengan para tokoh ikut manggung, kolega dan keluarga mereka juga ikut menonton. Dengan cara ini, selain penontonnya ada, tontonan yang semula dicitrakan untuk kalangan menengah ke bawah secara bertahap diubah menjadi tontonan menengah ke atas.

Melalui Puspo Budoyo, masyarakat bisa menikmati seni tradisional di gedung pertunjukan, seperti Gedung Kesenian Jakarta, Graha Bhakti Budaya TIM, Balai Mendirikan sekolah wanita di Jepara dan Rembang
Mendirikan sekolah wanita di Jepara dan Rembang
Kartini
, juga Sabuga Bandung. Selain tampil di gedung, rekaman pertunjukan juga disiarkan TVRI setiap Sabtu malam sehingga wajah Luluk yang sering tampil pun dikenali sebagai pemain ketoprak.

Seperti halnya Luluk, pemain lain juga banyak yang jadi ketagihan tampil. Sebagian bisa dikatakan telah ketularan "virus ketoprak". Setelah terakhir mementaskan lakon Geger Gunung Tidar yang berlatar belakang Kerajaan Demak, pada April, bersama tokoh farmasi, Puspo Budoyo, akan mementaskan cerita Cheng Ho dalam Perang Paregreg.

Luluk yakin, dengan semakin banyak tokoh yang ikut bermain, semakin banyak seniman tradisional yang bisa dibantu Puspo Budoyo. Dalam kaitan ini pula dia berharap ada selebriti muda yang mau ikut main sehingga bisa mengilhami generasi muda lain untuk menerjuni seni tradisi.

Berbagai karakter

Selama memimpin Puspo Budoyo, Luluk juga bisa melihat berbagai karakter. Jadilah dia tidak berusaha memaksakan aturan terhadap seniman, tetapi justru menyesuaikan diri dengan kebiasaan mereka. Mengatur jadwal tokoh boleh jadi lebih sulit. Pernah satu kali ada beberapa tokoh yang tidak pernah bertemu selama latihan. Maka, mereka tampil mendadak berakting bareng di panggung.

Luluk juga melihat, para tokoh yang biasanya tampak formal ternyata bisa lepas dan mbanyol di panggung. Banyak pula dari mereka yang justru bangga dengan kostum kebesaran ketoprak atau wayang, lalu membuat foto dengan kostum tersebut untuk dipasang di kantor atau Facebook.

Ke depan, Luluk akan terus mencarikan dana bagi pengembangan seni tradisi agar seniman dan kegiatan mereka tetap berlangsung. Lalu, sebagai program, Luluk dan paguyubannya telah mengidentifikasi 89 lakon ketoprak yang eranya terentang dari Raja Kerajaan Mataram
Raja Kerajaan Mataram
Mataram
Kuno hingga Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

"Rekaman cerita yang telah dipentaskan akan kami susun urutannya hingga menjadi Serial Babad Nusantara yang menampilkan para Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
kita. Ini biar generasi mendatang bisa (terbantu) mengenal sejarah bangsanya," kata Luluk.

Di luar idealisme, seni tradisi selalu memunculkan pertanyaan klasik, yaitu bagaimana ia bisa tumbuh secara mandiri dan pertunjukannya menguntungkan. Menurut Luluk, profit masih belum bisa diharapkan karena untuk menutup biaya pergelaran saja masih perlu upaya keras.

Untunglah, belakangan ia menemukan jalan keluar dengan melibatkan tokoh yang dengan perusahaannya ramai-ramai membantu membiayai pergelaran. Hal itu bahkan sempat memunculkan canda, "Kalau seniman profesional setelah main dibayar, tapi kalau para tokoh setelah main malah membayar."

Dari sisi ini pula Luluk mencetuskan ide, sebagian dana CSR di perusahaan diperluas menjadi corporate social and cultural responsibility (CSCR) yang bisa digunakan untuk membantu membiayai berbagai kegiatan budaya oleh seniman di berbagai pelosok Tanah Air.

Di sini, sosok Luluk memainkan peranan penting, tidak saja sebagai seniman, tetapi juga manajer seniman dan keseniannya. Luluk, seorang insinyur dan mengaku tidak berlatar belakang seni, telah terpanggil untuk misi luhur itu. e-ti

p>Sumber: Kompas, Sabtu, 28 Maret 2009 " Luluk, "Bos Toprak" dan Seni Tradisi" | Ninok Leksono

 

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 03 Mar 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Advokat Politisi Hingga Hakim Mk Politisi Jujur Dan Berani

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Ahok-Djarot

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Buku ini memuat delapan cerita rakyat yang berasal dari negara-negara Arab. Cara penyajiannya menarik dan sederhana sehingga dinikmati tak hanya anak-anak tetapi guru dan orang tua.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: