WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Hidup Positif Yanti Nisro

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Hidup Positif Yanti Nisro
e-ti | yanti nisro-facebook.com

Setiap orang yang datang ke Yanti harus pulang menjadi lebih baik dan bahagia. Itulah moto hidup Yanti Nisro dan banyak orang telah membuktikan kebenarannya.

Direktur/Data Acquisition Leader untuk Wilayah SEA South (Indonesia,Singapura da...
Lihat Curriculum Vitae (CV) Yanti Nisro

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Yanti Nisro

QR Code Halaman Biografi Yanti Nisro
Bio Lain
Click to view full article
Teguh Karya
Click to view full article
Munawir Sjadzali
Click to view full article
Handoko Wibowo
Click to view full article
Midian Sirait
Click to view full article
Sarkasi Said
Click to view full article
Sinta Nuriyah Wahid
Click to view full article
Turino Djunaedi

"Saya ini seperti tempat sampah. Setiap orang ingin curhat, menumpahkan unek- unek dan masalahnya kepada saya," tutur Yanti. Bahkan saat facial di salon, ia pun setia mendengar curhatan mbak- mbak kapster yang melayani dia. "Saya bisa berkenalan dengan orang yang sama sekali baru di pesawat dan dalam waktu setengah jam, saya sudah tahu sejarah hidupnya dari A sampai Z."

Faktanya memang demikian. Hanya dalam waktu kurang dari lima menit sejak berkenalan, perbincangan dengan Yanti sudah terasa cair dan santai. Sama sekali tidak ada kesan jaga jarak atau jaga wibawa untuk menunjukkan bahwa dia adalah seseorang yang memegang jabatan tinggi.

Maka kami pun ngobrol dengan leluasa tentang hampir apa saja. Mulai dari kesibukannya sebagai data acquisition leader, jabatan setara Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
di perusahaan riset pasar Nielsen (dulu dikenal dengan AC Nielsen) untuk wilayah Asia Tenggara bagian selatan, yang meliputi Indonesia, Malaysia, dan Singapura, "Saya bertanggung jawab terhadap pengumpulan data dari lapangan untuk seluruh riset dan survei yang dikerjakan Nielsen di tiga negara itu," katanya.

Hingga cerita romantis bagaimana dia bertemu dengan Barry Corbett, pria asli Irlandia yang sudah sembilan tahun menjadi suami tercintanya. Atau tentang masa kecil Yanti saat masih tinggal di tepian Kali Garang di tengah Kota Semarang.

Manajemen kasih

Kehangatan dan keakraban Yanti ini tidak hanya muncul saat dia sedang kumpul bersama keluarga atau teman-teman dekatnya atau saat diwawancara media saja, melainkan juga ia terapkan di tempat kerja.

Sebagai Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
yang membawahkan operasional perusahaan di tiga negara sekaligus, Yanti tidak merasa canggung atau risi untuk jalan-jalan atau nonton bersama anak buahnya. "Saya pernah jalan ramai-ramai saat weekend dengan OB di kantor. Tidak masalah," tuturnya.

Dalam istilah Yanti, ia menerapkan love management alias "manajemen kasih" dengan tim kerjanya di kantor. Ia melakukan pendekatan pribadi kepada setiap anggota tim, tak ada batasan kaku antara atasan dan bawahan.

"Apa yang saya lakukan sekadar menularkan energi positif. Pada dasarnya semua orang butuh diakui, di-wong-ke. Saya percaya orang harus happy dulu, baru bisa produktif," ungkap Yanti, yang sudah 20 tahun lebih berkarier di institusi yang terkenal dengan survei rating pemirsa televisi ini.

Dengan pendekatan itulah, tim di bawah Yanti menjadi tim yang dipuji berkinerja terbaik di antara cabang-cabang Nielsen di kawasan Asia-Pasifik. "Anak buah saya sering diminta membantu tim-tim di negara lain. Saya memang ingin menunjukkan ke dunia luar bahwa orang Indonesia mampu berkiprah di dunia internasional," ujarnya.

Di luar kantor, anak sulung dari tiga bersaudara ini tak kalah aktifnya. Ia baru saja selesai menjabat sebagai Presiden Soroptimist International of Jakarta (SIJ), sebuah organisasi amal internasional yang beranggotakan Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
-Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
profesional dan berkiprah dalam bidang pemberdayaan Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
dan anak-anak.

"Anggota SIJ sampai saat ini hanya 15 orang. Bukan karena kami eksklusif, tetapi lebih karena sudah kebanyakan organisasi di Indonesia ini sehingga susah membangun organisasi baru," kata pehobi golf dan jalan-jalan ini.

Amal

Salah satu program SIJ yang paling monumental adalah rekonstruksi dan rehabilitasi Desa Lamreh di Krueng Jaya, Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
, yang hancur disapu tsunami 2004. Program senilai 800.000 dollar AS ini berhasil menghidupkan kembali desa yang luluh lantak itu.

"Tidak saja kami bangun kembali rumah-rumah penduduknya, tetapi juga kami lengkapi dengan gedung PKK sampai mobil ambulans," papar Yanti.

Dua tahun kemudian, gempa melanda Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
. Yanti, yang tidak mendapat tiket pesawat ke Yogya, nekat bermobil dari Jakarta ke Yogya bersama ibu dan adiknya untuk membagikan bantuan.

"Kami belanja dulu berbagai barang untuk bantuan dan saya telepon kantor di Semarang agar juga menyiapkan bantuan. Setelah itu kami berangkat. Setelah masuk tol, saya baru sadar tidak tahu jalan ke Yogya, ha-ha-ha," tuturnya.

Namun, dengan modal nekat, sampailah Yanti dan rombongan ke Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
dan sukses mengedrop bantuan darurat di salah satu desa. Ia berangkat dari Jakarta hari Sabtu malam, sampai di Yogya Minggu pagi dan harus segera kembali ke Jakarta sore harinya.

"Hari Senin siang saya harus berangkat ke Jepang untuk pertemuan Soroptimist. Tanpa saya duga sebelumnya, mereka langsung menanyakan bantuan apa yang paling dibutuhkan korban gempa Yogya. Saya langsung paparkan kondisi di Yogya dan pulang dari sana saya dititipi bantuan senilai 6.000 dollar AS. Saya percaya, tidak ada kebetulan dalam hidup ini," kenangnya.

Kini, Yanti sedang merintis sebuah organisasi baru yang bernama Orsin (kebalikan dari nama belakangnya, Nisro). Melalui organisasi ini, Yanti ingin memberdayakan dan memberi inspirasi kepada setiap masyarakat Indonesia agar segera bangkit dari keterpurukan. "Cita-citanya bisa menjadi seperti Oprah Winfrey. Untuk tahap awal ini, kami sedang membangun website www.orsinworld.com yang berisi artikel-artikel inspiratif," ungkapnya.

***

Belajar Keterbukaan Sejak Kecil

Yanti Nisro (42) lahir di sebuah keluarga sederhana. Ayahnya adalah seorang guru yang kemudian menjadi tentara. Yanti kecil sudah membantu ibunya menambah penghasilan keluarga. "Dari SD sampai SMP, saya dan adik selalu berangkat ke sekolah sambil membawa termos berisi es untuk dititipkan di kantin sekolah," tutur alumnus Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) Semarang (sekarang menjadi SMA 5 Semarang) ini.

Sejak awal, ayah Yanti selalu menekankan satu hal kepada anak-anaknya, yakni bahwa dalam hidup seseorang harus menjadi pintar. "Hidup harus pinter, demikian pesan Bapak. Itu sebabnya, sejak kecil Bapak dengan tekun mengajarkan matematika kepada saya. Akhirnya, saya selalu meraih nilai tertinggi di kelas untuk matematika, dan bahkan sampai sekarang saya paling kuat di matematika," ungkap Yanti.

Selain matematika, orangtua Yanti juga mengajarkan keterbukaan. Segala permasalahan yang dihadapi keluarga sebisa mungkin dibicarakan terbuka dengan semua anggota keluarga. "Saat saya diterima kuliah di IPB, saya memahami bahwa kiriman uang dari rumah sangat pas-pasan karena saya tahu betul berapa gaji Bapak waktu itu," kenang anak sulung ini.

Otak yang cemerlang membuat Yanti beberapa kali loncat kelas saat sekolah. Itu sebabnya, ia sudah lulus sekolah pada usia 17 tahun dan sudah bergelar sarjana pada usia 21 tahun. Sebagai sarjana yang masih segar, ia langsung melamar bekerja di AC Nielsen Indonesia. "Saya diterima sebagai anggota staf data processing, yang pekerjaannya membikin program komputer. Beda jauh sama ilmu statistik yang saya pelajari di kampus," tutur Yanti, yang masih setia di Nielsen hingga saat ini.

Di kantor Nielsen itu juga, Yanti bertemu jodohnya. Ada cerita unik di balik pertemuan ini. Saat itu Yanti sedang gelisah mengapa tidak kunjung menemukan pasangan hidup. "Waktu saya naik haji, saya berdoa kepada Allah minta jodoh. Saya yakin doa itu akan dikabulkan sehingga saya pulang dengan semangat tinggi," kenangnya.

Tidak lama setelah pulang ke Indonesia, ia bertemu dengan Barry Corbett, pria Irlandia yang baru saja masuk bekerja di AC Nielsen. Mereka saling jatuh cinta pada pandangan pertama. Namun, sebagai seorang Muslim taat (dan hampir-hampir fanatik menurut pengakuannya sendiri), Yanti harus menghadapi perang batin jatuh cinta dengan orang dari negeri seberang yang berbeda agama. "Saya sampai berangkat umrah untuk minta diberi petunjuk dan kekuatan hati," ungkap Yanti.

Ternyata terbukti, Corbett memang jodoh yang disiapkan Tuhan untuk dia. Mereka menikah sembilan tahun silam. "Saya waktu itu merasa sebagai orang paling agamis, religius. Tetapi, saya belajar nilai-nilai islami yang sesungguhnya justru dari suami saya yang waktu itu belum tahu apa-apa soal Islam. Saya belajar untuk jujur, mengasihi, dan menghormati sesama dari suami," tuturnya. e-ti

Sumber: Kompas, Minggu, 5 April 2009 | Dahono Fitrianto

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 02 Mar 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Pelopori Etika Pemerintahan Kisah Yatim Piatu Dari Narumonda

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 43

Tokoh Monitor

Jual Buku Sutiyoso Sang Pemimpin

Buku Pilihan

thumb
Warisan yang paling berharga dalam kehidupan ini adalah lahirnya seorang bayi. Selamat berjuang untuk cepat hamil.
KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: