WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Menyuluh adalah Mengabdi

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Menyuluh adalah Mengabdi
e-ti | kompas-doty damayanti

Ketika wilayah radius 17,5 kilometer dari Gunung Merapi harus dikosongkan, Frans Hero Making bertahan di Balai Besar Benih, Ngemplak, Sleman, DI Yogyakarta. Dia memilih menjaga benih ikan daripada lari menyelamatkan diri dari ancaman letusan gunung itu.

Penyuluh perikanan
Lihat Curriculum Vitae (CV) Frans Hero Making

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Frans Hero Making

QR Code Halaman Biografi Frans Hero Making
Bio Lain
Click to view full article
Firmanzah
Click to view full article
Andrew Darwis
Click to view full article
Aberson Marle Sihaloho
Click to view full article
Mira W
Click to view full article
Betti Alisjahbana
Click to view full article
Eddy Supangkat
Click to view full article
Probosutedjo

"Saya sampai dibilang gila oleh aparat keamanan yang bertugas mengevakuasi warga karena ngotot bertahan di kantor. Saya bertahan karena kalau sampai benih ikan habis dijarah, peternak ikan bakal tidak bisa makan. Tak apa-apa saya dibilang gila," ujar Frans mengisahkan pengalamannya itu.

Kegilaan penyuluh perikanan tersebut tak berhenti di situ. Ketika Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Kelautan dan Perikanan Menteri Kelautan dan Perikanan RI (2009-2011)
Menteri Kelautan dan Perikanan RI (2009-2011)
Fadel Muhammad
berkeliling melihat kondisi peternak ikan sehari setelah letusan besar Merapi, Frans nekat mengarahkan rombongan Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
berhenti di Dusun Bongasan, Desa Umbulmartani, Sleman, yang terkena dampak langsung.

"Waktu itu anggota rombongan sudah gelisah karena gemuruh dari arah gunung masih terdengar jelas. Tetapi, saya sudah memantau dari teman, situasinya cukup aman," katanya.

Di Dusun Bongasan, Frans memperlihatkan ribuan benih ikan yang mati karena kolam tertutup debu Merapi. Ia bersikeras bukan tanpa alasan. Ia merasa pemerintah harus melihat langsung kondisi peternak ikan dan mendengar kebutuhan mereka. Informasi itu tak bakal didapat jika rombongan Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
hanya melintas.

"Dampak erupsi Merapi masif sekali. Lebih dari 95 persen peternak ikan di Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
terkena. Bukan hanya yang lokasinya dekat Merapi, peternak ikan koi dan arwana di Kota Yogya juga terpukul karena kondisi air sungai berubah," katanya.

Peternak ikan di Sleman memasok sekitar 60 persen kebutuhan ikan konsumsi, seperti nila, gurami, dan bawal air tawar, di Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
. Selain itu, Sleman juga menjadi sumber benih ikan untuk daerah Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
dan Jawa Tengah.

Frans mengatakan, para peternak harus membuat sumur pantek untuk menggantikan air sungai dari hulu Merapi yang kualitasnya turun karena kadar sulfur tinggi.

Cinta menyuluh

Frans sudah lebih dari 10 tahun bertugas sebagai penyuluh perikanan di Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman. Ketika pergi meninggalkan tanah kelahirannya, Flores, Nusa Tenggara Timur, tahun 1982, Frans muda bercita-cita ikut tes masuk perguruan tinggi di Yogyakarta.

"Waktu itu orangtua menabung lama sekali dari hasil menjual kopra untuk bekal ongkos (saya) ke Yogyakarta," kenangnya.

Sayang, ia terlambat. Tes masuk sudah lewat. Ia mencoba melamar menjadi tentara, tetapi tak lolos seleksi.

Tak sengaja, Frans membaca pengumuman Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman yang mencari lulusan sekolah menengah atas jurusan ilmu pengetahuan alam. Ia pun kemudian mendaftar dan diterima.

"Saya dikursuskan budidaya ikan di Sidoarjo, Jawa Timur, selama enam bulan. Saya jadi penyuluh perikanan sejak itu," katanya.

Tahun 1993-1996 dia tugas belajar di akademi penyuluh perikanan di Bogor. Kembali ke Yogyakarta, Frans meneruskan mengabdi sebagai penyuluh perikanan sekaligus perekayasa benih di Balai Benih Ikan Kecamatan Ngemplak.

Frans yang suka bicara apa adanya itu menemukan kecintaan pada profesi sebagai penyuluh. Peternak ikan binaannya tersebar di Kecamatan Turi, Pakem, Cangkringan, dan Ngemplak, Sleman. Ia belajar dari pengalaman untuk menghadapi peternak ikan yang punya bermacam masalah, mulai dari masalah yang lucu, menggemaskan, sampai yang menyedihkan.

Ia mencontohkan, peternak lebih percaya bila penyuluh bisa membuktikan teorinya. "Makanya, saya juga praktik. Bikin kolam ikan pembenihan dan pembesaran di rumah supaya bisa bilang yang saya omongkan memang terbukti berhasil," ujarnya.

Hasil eksperimen di kolamnya sendiri berhasil mengantarkan Frans meraih Juara III Festival Karya Penyuluh Perikanan Tingkat Nasional 2009. Ia membuat pola pembenihan ikan nila dengan pendederan sistem Tanaman Jajar Legowo Mina Padi.

Dengan pola temuan Frans, petani mudah memisahkan benih ikan nila di sawah mereka. Untuk karyanya itu, ia mendapat hadiah seekor sapi dari Bupati Sleman. "Sapinya sedang bunting," ujarnya bangga.

Ada lagi pengalaman yang membuat ia gemas saat terlibat dalam program budidaya ikan dengan pola mina padi ratusan hektar di Kecamatan Cangkringan tahun 1998. Siang-malam bersama kelompok peternak binaannya, tenaga Frans tercurah mengerjakan program itu.

"Waktu itu lahan mina padi sudah siap semua, tetapi bantuan benih dari Dinas Pertanian Provinsi Yogyakarta tidak siap. Wah, habis saya dimaki-maki, bahkan diancam mau dimatikan para peternak," ceritanya.

Untunglah, kekesalan para peternak tak berlarut-larut karena masalah segera diselesaikan. Ketulusan Frans dalam memberi penyuluhan membuat peternak percaya niatnya semata mengabdi. Tak heran, ada peternak binaannya yang bersepeda ke rumah Frans membawa pisang, singkong, dan hasil kebun lain sebagai tanda terima kasih saat kolam mereka panen.

Tanpa pamrih

Kedekatan Frans dengan peternak bimbingannya terlihat ketika ia masuk-keluar kampung di Desa Sindumartani dan Desa Umbulmartani akhir Januari lalu. Tak ada warga yang tidak menyapanya. Ketika bertemu dengan salah satu bekas kelompok binaannya yang sibuk mengganjal tepian sungai dengan karung pasir, Frans dengan bersemangat membantu mereka.

"Peternak di sepanjang Kali Gendol ini banyak yang kolamnya hilang tersapu banjir lahar. Ada yang habis sampai 20 kolam," ujarnya.

Kebersamaan tanpa pamrih itu yang dijaganya. Ia anti menerima uang dari peternak binaannya. "Tidak sedikit peternak yang ke rumah memberi amplop. Tetapi, saya tolak. Saya katakan, bila mereka dapat program bantuan, itu karena memang mereka layak dapat, bukan karena saya," katanya.

Awalnya, banyak peternak kaget dengan prinsip Frans. Namun, penggemar sepak bola itu menanggapinya dengan bercanda. "Saya bilang, uangnya disimpan saja. Tetapi, tolong kalau saya meninggal, datang melayat. Akhirnya mereka ketawa lagi," katanya.

Prinsip pengabdian itu yang membuat Frans meminggirkan ego mendahulukan kepentingan peternaknya dengan memilih bertahan di Balai Besar Benih Ngemplak, Sleman. Frans pun tak keberatan disebut penyuluh gila.... e-ti

Sumber: Kompas, Sabtu, 12 Februari 2011 | Doty Damayanti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 28 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Lebih Fokus Jadi Psikolog Anggota Watimpres Sby

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Cameragenic atau Auragenic? Temukan jawabannya dalam Camera Branding!

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: