WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Bersenang-senang Itu Penting

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Bersenang-senang Itu Penting
e-ti | eef.org

Bersenang-senang adalah cara untuk menyeimbangkan hidup. Itu pandangan Melli Nuraini Darsa (43), pendiri firma hukum Melli Darsa & Co. "I know how to have fun," katanya.

Pemilik firma hukum Melli Darsa & co
Lihat Curriculum Vitae (CV) Melli Nuraini Darsa

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Melli Nuraini Darsa

QR Code Halaman Biografi Melli Nuraini Darsa
Bio Lain
Click to view full article
Maria Farida Indrati
Click to view full article
Anwar Nasution
Click to view full article
Kristiono
Click to view full article
Agus Suhartono
Click to view full article
Hadi Poernomo
Click to view full article
Putri Kuswisnuwardhani
Click to view full article
Bun Bunan Hutapea

Maka, jadilah Melli yang sehari-hari dikenal sebagai sosok yang pendiam, serius, dan tegas ketika sedang bergelut dengan pekerjaan. Namun, ia menjadi pribadi yang berbeda saat bersenang- senang. Ia tampil ceria ketika memainkan jemarinya di tuts piano mengiringi band MDC, di mana Melli menjadi salah satu anggotanya.

Pagi itu, Kamis (29/4/2010), Melli mengajak kami bertemu di kantornya, Lantai 19 Gedung Menara Standard Chartered Bank Jalan Prof Dr Satrio, Jakarta. Melli muncul dengan setelan blus putih dengan rok mini hitam. Tubuhnya mungil, tetapi lincah. Polesan wajahnya sederhana.

Ia mengaku agak grogi diwawancara karena mengaku tidak terbiasa bercerita panjang lebar tentang kisah hidupnya kepada orang yang baru dikenal. Kami mengawali pembicaraan tentang keterlibatan dia sebagai anggota American Bar Asociation, yaitu wadah para advokat di Amerika. Ia bergabung di asosiasi itu agar kualifikasi hukumnya diakui internasional.

"Lawyering adalah Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
kepercayaan. Karena, menurut kode etik, seorang pengacara dilarang beriklan untuk mempromosikan jasa, maka reputasi menjadi sangat penting bagi seorang pengacara," kata Melli.

Dari situ pembicaraan mengalir tentang kegiatan Melli di luar jam kantor. Termasuk tentang Band MDC yang dibentuk para pengacara muda di kantornya tahun 2008. "Mereka adalah anak-anak band ketika masih kuliah dulu," kata Melli.

Pembentukan band ini seperti membuka sisi lain Melli yang hobi bermusik. Sejak umur empat tahun Melli sudah bermain piano hingga ia dewasa dan punya dua anak. Ia senang membawakan lagu-lagu awet milik komposer Cole Porter yang dibawakan Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
Ella Fitzgerald atau Frank Sinatra.

Ketika ada acara di kantornya, Melli mencoba menjadi pemain piano di Band MDC. Kebetulan waktu itu band tersebut belum punya pemain piano. "Dari situ saya merasa main musik ramai-ramai itu menyenangkan. Rasanya seperti masuk ke dunia lain," kata Melli. Ia mengaku tidak merasa risi ngeband bareng anak-anak muda yang usianya jauh di bawahnya karena rasanya seperti bermain musik bareng anak-anaknya atau keponakannya yang juga doyan bermusik.

Sastra

Selain musik, Melli menyukai sastra. Sejak kecil ia sudah terbiasa membaca buku-buku Mark Twain, sastrawan Amerika penulis novel petualangan Tom Sawyer dan Huckleberry Finn atau Victor Hugo, sastrawan Perancis, penulis Les Misérables dan Notre-Dame de Paris. Kecintaannya pada sastra membuat ia tumbuh menjadi remaja yang gemar menulis dan hobinya itu diteruskan hingga ia menginjak dewasa. Ia menulis hal-hal yang menyentuh hatinya, seperti tentang ibunya yang sangat menginspirasi hidupnya atau menulis tentang dua anaknya Pradhana Abhimantra (17) dan Andhika Abhiyantara (10), yang menjadi sumber kekuatan hidupnya. Kumpulan tulisan karyanya kini sedang ia kumpulkan untuk diterbitkan menjadi sebuah buku dalam bahasa Inggris. Ia mengaku menulis dalam bahasa Inggris lebih mudah daripada bahasa Indonesia karena sejak kecil Melli memang sudah tinggal di luar negeri, mengikuti ayahnya yang bertugas menjadi seorang diplomat di Geneva, Swiss, dan New York, Amerika Serikat.

Dengan seni, Melli bersenang-senang untuk menyeimbangkan jiwanya. Ia merasa bidang hukum yang digelutinya adalah dunia yang kering. "Padahal, saya menyukai hal-hal yang berbau seni dan butuh penyaluran," kata Melli.

"Workaholic"

Keseharian Melli memang dikepung dengan jadwal yang padat. Sebagai pengacara korporat yang menjalankan usaha sendiri di bidang firma hukum sejak tahun 2002, ia memiliki klien- klien perusahaan besar di dalam maupun luar negeri, seperti perusahaan perbankan, pertambangan, dan telekomunikasi.

Ia juga harus terjun langsung menentukan visi, misi, dan juga pertumbuhan yang hendak dicapai firma hukumnya agar bisa terus menghidupi 35 pengacara dan 30 anggota staf yang bernaung di kantornya. Belum lagi kesibukannya menjadi pembicara di berbagai pertemuan di bidang hukum korporat berskala internasional.

Kegiatannya yang padat, ditambah dengan pekerjaan yang menuntut ketekunan dan ketelitian karena berkutat dengan banyak dokumen, membuat Melli dan anak buahnya mudah stres. Karena itu, ia berpegang pada prinsip work hard, play hard. "Pada saat kita dalam kondisi santai, nikmatilah. Lupakan semua jabatan dan pekerjaan," tutur Melli. Melihat kegiatannya yang seabrek, Melli sering dituding sebagai orang yang keranjingan kerja, workaholic. Ah... seandainya orang yang menuding itu melihat Melli bernyanyi atau bermain piano....

***

Ia Ikut Mendorong Karier Saya

Melli tertarik di bidang hukum korporat karena kebetulan semata. Setelah ayahnya meninggal dunia, anak bungsu dari lima bersaudara ini harus pulang ke Tanah Air dan meninggalkan kuliahnya di Georgetown University, Amerika Serikat. "Biayanya mahal," kata Melli.

Kembali ke Tanah Air, Melli harus memulai segalanya dari nol. Sebagai anak diplomat, ia biasa dengan kehidupan yang mapan. Begitu ayahnya meninggal dunia, ia harus menyesuaikan diri untuk hidup seadanya. "Saya beruntung karena orangtua memang mendidik saya dan kakak-kakak saya untuk hidup sederhana," kata Melli.

Dengan kemampuan berbahasa Inggris, Melli mencari pekerjaan dan akhirnya mendapat pekerjaan pertama sebagai editor suatu penerbitan yang diterbitkan bersama oleh Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) dan Yayasan LBH Indonesia. "Saya datang ke LP3ES naik bus umum," kenang Melli.

Dari situ Melli lalu kuliah lagi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan ke Harvard Law School, Cambridge, AS. Setelah bekerja di banyak kantor firma hukum di Jakarta dan Washington DC, AS, akhirnya keinginan Melli untuk memiliki kantor firma hukum sendiri terlaksana tahun 2002. Selama bekerja di firma hukum itulah Melli lebih banyak belajar tentang hukum korporat khususnya di bidang keuangan, pasar modal, merger, dan akuisisi perusahaan.

"Saya harus berterima kasih kepada mantan suami. Bagaimanapun dia pernah ikut berperan mendorong karier saya," kata Melli.

Membesarkan anak

Melli dan mantan suaminya memang terus menjaga hubungan baik demi anak-anak mereka. Ia berbagi peran dalam membesarkan kedua anak laki-lakinya. "Kehadiran ayah bagi anak-anak membuat tugas saya menjadi orangtua tunggal lebih mudah," tutur Melli yang membawa kedua anaknya setelah bercerai.

Sebagai orangtua tunggal, Melli bersyukur karena tinggal di Indonesia. Menurut dia, negara ini memiliki sistem pendukung yang memudahkan Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
tetap bekerja sambil membesarkan anak. Sistem pendukung yang dimaksud Melli adalah kemudahan untuk mencari pekerja rumah tangga yang bisa mengurus kedua anaknya ketika Melli sibuk bekerja. Orangtua Melli yang tinggal di lain rumah juga ikut membesarkan dan tidak keberatan bila sewaktu-waktu Melli menitipkan kedua anaknya saat ia harus bepergian ke luar kota atau ke luar negeri. e-ti

Sumber: Kompas, Minggu, 9 Mei 2010 "MELLI DARSA, Bersenang-senang Itu Penting" | Lusiana Indriasari

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 24 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Pencipta Aplikasi Piranti Gerak Panglima Perang Aceh

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Tito Karnavian

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Buku ini merangkum kisah-kisah seru orang-orang yang paling dimusuhi rakyat sepakbola dalam sejarah Piala Dunia. Maradona, sebagai pemain, pernah dibenci habis oleh mereka yang setia kepada fair play karena sukses mencetak gol dengan tangannya tanpa ketahuan wasit.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: