WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pendidik Suku Hoaulu

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pendidik Suku Hoaulu
e-ti | kompas-a ponco anggoro

Saat tak ada yang peduli pendidikan bagi suku Hoaulu, Joris Lilimau tampil berperan. Ia mengenalkan sekolah bagi suku yang tinggal di kawasan hutan Taman Nasional Manusela, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, itu.

Guru
Lihat Curriculum Vitae (CV) Joris Lilimau

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Joris Lilimau

QR Code Halaman Biografi Joris Lilimau
Bio Lain
Click to view full article
Ali Wardhana
Click to view full article
Falk Archibald Kemur
Click to view full article
Yoyok Riyo Sudibyo
Click to view full article
Abdul Hafiz Anshary
Click to view full article
Pattimura
Click to view full article
Herman Prayitno
Click to view full article
Bu Kasur

Jumat (30/4/2010) pukul 06.30 waktu setempat, masih terluang waktu satu jam sebelum pelajaran di Sekolah Dasar Kecil Hoaulu dimulai. Namun, para murid sudah datang dan duduk di kelas. Saat sang guru datang, 30 murid di dua kelas itu mengikuti kegiatan belajar-mengajar, tanpa seorang pun berani mengobrol.

Dua tahun lalu, jangan membayangkan antusiasme anak-anak Hoaulu seperti itu. "Ketika sekolah darurat masih dirintis, tak ada siswa yang mau datang," kenang Joris.

Saat itu, bangunan sekolah beratap sirap, berdinding batang kayu. Ruang keras kerap kosong. Padahal, masyarakat Hoaulu secara gotong royong selama enam bulan telah membangunnya. "Kesadaran masyarakat untuk membangun sekolah ternyata tidak serta-merta dibarengi kesadaran para orangtua untuk menyekolahkan anak mereka," katanya.

Harap maklum, mereka sejak ratusan tahun lalu terbiasa menghabiskan hari-hari dengan berburu atau bekerja di ladang. Pendidikan sama sekali tak dikenal sehingga mereka tidak melihatnya sebagai hal penting. Jadi, meski pendidikan di sekolah itu gratis dan anak-anak tak perlu membawa alat tulis dan berseragam sekolah, tetap saja tidak satu pun anak Hoaulu yang mau sekolah.

Joris yang lahir dan dibesarkan di Kanike, desa pedalaman di Manusela, menyadari kondisi itu, tetapi ia tak patah arang. "Tahun 2008, saya minta dipindahkan ke Hoaulu untuk mengajar masyarakat pedalaman Hoaulu agar mereka tak terus tertinggal. Kasihan, mereka tidak pernah bisa membaca, menulis, atau menghitung. Sekolah yang ada jaraknya puluhan kilometer dari kampung mereka," katanya.

Untuk ke sekolah, warga Hoaulu harus berjalan kaki melintasi hutan dan Sungai Oni yang saat musim hujan aliran airnya amat deras. Perjalanan itu membutuhkan waktu sekitar tiga jam.

Kue dan permen

Joris mengakui, hanya tekad kuatlah yang membuatnya tetap sabar, mendatangi satu per satu warga Hoaulu untuk menjelaskan pentingnya pendidikan. Biar anak-anak mau bersekolah, ia memberi mereka kue atau permen. "Selama dua bulan, saya melakukan hal itu. Perlahan, mereka mulai mau belajar. Sekarang, justru murid yang datang ke sekolah jauh lebih cepat daripada gurunya, ha-ha-ha," katanya.

Belakangan, tak hanya anak-anak yang mau belajar. Para remaja berusia 14-16 tahun pun hadir di sekolah. Joris tak mempermasalahkan perbedaan usia tersebut. "Lebih penting membuat mereka bisa membaca dan menulis biar bisa mengejar ketertinggalan dengan dunia luar," katanya.

Joris mengajari mereka dengan modal 10 buku pelajaran pemberian murid dan guru dari SD di Rumah Sokat, Seram Utara, tempat dia mengajar sebelumnya.

Tak hanya mendekati warga dan anak-anak Hoaulu, Joris pun berupaya menyampaikan kondisi di Hoaulu kepada Dinas Pendidikan dan DPRD Kabupaten Mantan Sersan Militer Inggris
Mantan Sersan Militer Inggris
Maluku
Tengah.

Berulang kali dia mendatangi pejabat Dinas Pendidikan dan DPRD Kabupaten Mantan Sersan Militer Inggris
Mantan Sersan Militer Inggris
Maluku
Tengah agar mau memerhatikan warga Hoaulu. Padahal, untuk itu, Joris harus ke Masohi, ibu kota Kabupaten Mantan Sersan Militer Inggris
Mantan Sersan Militer Inggris
Maluku
Tengah yang jaraknya sekitar 140 kilometer dari Hoaulu. Perjalanan itu ditempuhnya dengan menumpang angkutan umum atau sepeda motor sekitar lima jam.

Sekitar setahun ia berjuang, pada April 2009 sekolah darurat di Hoaulu itu diakui pemerintah. September 2009, pemerintah memberikan bantuan berupa uang untuk pembangunan dua ruang kelas di Hoaulu.

Pemerintah juga menugaskan seorang guru honorer, Mike Lilimau (21), untuk membantunya mengajar. Namun, setelah sekolah selesai dibangun, perhatian pemerintah malah menghilang.

Alat tulis, buku pelajaran, dan keperluan lain penunjang kegiatan belajar-mengajar tidak pernah diberikan. "Saya sampai menangis meminta barang-barang itu, tetapi tidak pernah diberi," keluhnya.

Uang pribadi

Tak ingin semangat belajar anak-anak mengendur, Joris mengeluarkan uang dari kocek pribadi guna membeli barang penunjang kegiatan belajar. Dua papan tulis dengan spidol untuk keperluan dua kelas di SD Kecil Hoaulu itu dibelinya seharga Rp 300.000.

Meski dengan kondisi dan sarana penunjang amat terbatas, Joris tak ingin kegiatan belajar-mengajar yang sudah diperjuangkannya itu terhenti. Kini, sebagian warga Hoaulu mulai bisa membaca, menulis, dan menghitung.

Setamat sekolah pendidikan guru (SPG) di Ambon pada tahun 1982, Joris menjadi guru sejak tahun 1984. Dia senang saat ditugaskan mengajar di Kanike, kampung tempatnya dilahirkan. "Saya memang ingin mengabdi di kampung halaman," katanya.

Sama seperti Hoaulu, Kanike juga berada di tengah belantara hutan di Manusela. Untuk mencapai kampung itu, orang harus berjalan kaki selama satu hingga dua hari dari Hoaulu. Saat musim hujan, Kanike kerap kali tidak bisa dicapai karena derasnya aliran sungai yang melintas di antara Kanike dan Hoaulu.

Meski harus pindah dari Kanike, tekad Joris untuk membuat warga di kampung terpencil bisa melek huruf tetap membara. Tahun 1988, dia harus mengajar di SD Kobisonta, Seram Utara, kemudian pada tahun 1994 ia pindah mengajar di SD Rumah Sokat, Seram Utara.

Ketika itu, kedua tempat tersebut termasuk pelosok. Joris bercerita, sekitar tahun 2007 keterisolasian Desa Kobisonta dan Desa Rumah Sokat akhirnya terbuka. Ini dimungkinkan setelah pembangunan Jalan Trans Seram yang menghubungkan Kabupaten Maluku Tengah dan Seram bagian Timur selesai dibangun.

"Memang, menjadi guru ya harus seperti ini. Di mana pun guru ditugaskan harus siap. Jangan seperti guru yang waktu ditugaskan di daerah pelosok langsung minta pindah atau hanya mau gajinya. Tetapi, mereka (sebagian guru) hanya sesekali saja mengajar di sekolah itu. Kasihan anak murid," tuturnya.

Mengajar di daerah terpencil membuat dia merasa amat bahagia. "Ini sesuatu yang tak ternilai harganya," ujar Joris tentang anak-anak didiknya yang sebagian sudah menjadi Kapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
, bidan, juga guru seperti dia.

"Anak-anak pedalaman itu tak ada bedanya dengan anak-anak di perkotaan. Berilah mereka kesempatan mengenyam pendidikan, maka mereka akan membuktikan diri sama pintarnya dengan anak-anak di kota," tegasnya. e-ti

Sumber: Kompas, Senin, 31 Mei 2010 "Joris Lilimau, Pendidik Suku Hoaulu" | A Ponco Anggoro

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 24 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Maestro Keroncong Bengawan Solo Sebarkan Spirit Motivasi

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

KPK Observer

Buku Pilihan

thumb

Lewat buku ini, pembaca bisa lebih mengerti perihal silsilah yang berada di dalam kitab Kejadian.

Catatan Tuhor.com: Peluncuran buku ini dihadiri oleh beberapa petinggi Kristen terkemuka dan pimpinan gereja-gereja yang ikut merekomendasikan buku ini. Penulisnya, Pdt. Abraham Park mengaku sudah membaca Alkitab sebanyak 1800 kali.

 

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: