Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

Berita Tokoh Monitor

KPK-Hukum

Bisnis-Entrepreneur

Internet-Social Media

Budaya-Sastra

Mancanegara

Olahraga

Gaya Hidup

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Seni Dayak Christian Mara

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Seni Dayak Christian Mara
e-ti | kompas-a handoko

Tradisi pembuatan alat musik etnis Dayak dan Melayu di Kalimantan Barat makin sepi peminat. Bahan baku yang mahal, pembuatan sulit, dan memakan waktu lama, serta rendahnya daya beli pelaku seni menjadi penyebab.

Seniman
Lihat Curriculum Vitae (CV) Christian Mara

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Christian Mara

QR Code Halaman Biografi Christian Mara
Bio Lain
Click to view full article
Freddy Numberi
Click to view full article
Irsan Tanjung
Click to view full article
Liem Tiang Gwan
Click to view full article
Ani Yudhoyono
Click to view full article
Joko Widodo
Click to view full article
Tutty Alawiyah
Click to view full article
Jacobus P Solossa

Christian Mara (43), lelaki Dayak Jangkang, tak peduli dengan segala kesulitan tersebut. Bahkan, Mara harus sering menombok karena pemesan alat musiknya tak bisa membayar penuh.

"Saya prihatin dengan perkembangan seni tradisi Dayak. Sekarang tak banyak lagi yang masih mau membuat alat musik Dayak secara lengkap. Kalau begini terus, alat musik Dayak akan punah," tuturnya.

Mara belajar membuat alat musik Dayak secara otodidak. Pada tahun 1985, seperti tahun-tahun sebelumnya, dia bersama keluarga dan kawan-kawan sekampungnya berbondong-bondong menonton pertunjukan seni dalam rangka memperingati hari Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Kemerdekaan RI
di Kecamatan Jangkang.

Mara dan orang-orang Kampung Rosak, Desa Pisang, Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, harus berjalan kaki lebih dari enam jam menuju kantor kecamatan. Maklum, ketika itu tak ada kendaraan dan memang tidak ada jalan yang bisa dilalui kendaraan.

Pertunjukan seni memang hanya ada sekali setahun di Jangkang. Itulah satu-satunya hiburan bagi masyarakat. Tak mengherankan kalau masyarakat rela berjalan kaki untuk menonton. "Kalau dari kampung kami belum seberapa, ada kampung lain yang warganya harus berjalan hingga dua hari untuk sampai ke kantor kecamatan," kata Mara.

Otodidak

Di pertunjukan seni itu, Mara mulai tertarik pada alat-alat musik yang dipakai selama pertunjukan. Sepulang dari menonton pertunjukan itu, dia mulai belajar membuat sape atau gitar khas Dayak, menggunakan kayu pelai atau jelutung. "Saya berhari-hari membelah kayu karena alat yang saya pakai hanya parang, bukan kapak," tutur Mara. Berbekal alat musik buatannya, Mara belajar musik bersama sejumlah kawannya.

Pelajaran otodidak membuat gitar Dayak terhenti ketika Mara berhenti sekolah pada kelas IV Sekolah Dasar Pisang karena kawan-kawannya sudah lulus dan melanjutkan ke sekolah menengah pertama di ibu kota kecamatan.

Berbekal tiga gantang gabah dan seekor ayam jantan, dengan jalan kaki selama dua hari karena beban yang terlalu banyak, Mara meminta kepala SMP di kecamatan agar menerimanya menjadi murid. Mara pun diterima menjadi murid SMP.

Namun, Mara yang menggebu-gebu sekolah karena bercita-cita ingin jadi tentara itu akhirnya menyerah setelah enam bulan masuk SMP dan tinggal di ibu kota kecamatan.

"Orangtua di kampung tak mampu membiayai. Saya juga sempat bekerja mengangkut kayu pada malam hari untuk ongkos sekolah, tetapi akhirnya putus asa juga, lalu saya memilih berhenti sekolah," ujarnya.

Mara kemudian bekerja di pabrik kayu lapis di Malaysia. Dia pernah juga terdampar di Hongkong selama dua tahun setelah ikut kapal milik seorang Kapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
Hongkong. Di Hongkong, dia terjebak dalam rantai mafia narkotika. Ketika itu, Mara yang masih seumuran anak SMP disuruh menjadi kurir obat-obatan yang disebut tengko.

Setelah sadar hidupnya ada di jalur maut, Mara berusaha keluar dan sampailah dia di kampung halamannya tahun 1980. Pada tahun 1982, dia merantau ke Kota Pontianak karena ada penerimaan calon pegawai negeri sipil di Bandara Supadio, Pontianak. Hanya berbekal surat lulus dari SD yang ditandatangani oleh gurunya, upayanya mencari pekerjaan di jalur birokrasi itu pun gagal.

Membuat sanggar

Mara bersama sejumlah kawan kemudian bermain musik di Pontianak dan membuat sanggar pada tahun 1986.
"Sanggar itu termasuk yang menjadi embrio lahirnya sanggar-sanggar seni lainnya di Pontianak. Ketika itu, kami masih pinjam alat musik dari mana saja untuk pentas," kata Mara. Sanggarnya diberi nama Bengkawan, mengambil nama gunung tertinggi di kampungnya.

Dari desakan ketiadaan alat musik itu, Mara kemudian kembali belajar membuat alat-alat musik etnis Dayak dan Melayu. Bakat membuat alat musik etnis itu rupanya memang salah satu kelebihan Mara. "Saya juga heran, tak terlalu sulit saya belajar membuat alat-alat musik yang kami butuhkan," ujarnya.

Sejak saat itu, Mara menjadi pembuat alat-alat musik Dayak, juga alat musik gambus khas melayu. Alat-alat musik Dayak yang dibuat Mara adalah ketobong (kendang panjang), sobang (bedug), sape, seruling, gong, kenong, saron, dan bansilabu (semacam seruling yang dibuat dari tangkai labu).

Tak hanya mahir membuat alat musik, dia yang memang memiliki bakat seni itu juga cekatan menciptakan tarian-tarian dari hasil kreasi tarian Dayak. Di sanggarnya, Mara juga sekaligus menjadi penari.

Dibajak

Selain itu, Mara juga menciptakan lagu-lagu daerah Dayak. Sudah delapan album Dayak yang dihasilkannya. Padahal, Mara mengaku tak mahir mengucapkan notasi solmisasi.

"Saya buat lagu dengan membuat ceritanya dahulu. Setelah itu baru saya kasih nadanya. Saya dengarkan lagi, kalau ada nada yang tidak tepat dengan ceritanya, baru saya perbaiki," ujarnya.

Mara yang masih menunggu proses penyelesaian album Dayak yang ke-9 mengaku kelelahan melawan pembajakan musik. "Saya hampir-hampir menyerah melawan pembajakan. Pernah suatu ketika saya bakar kaset-kaset saya. Bayangkan, saya yang punya album baru membawa 500 kaset dari album baru ketika pertunjukan, di pasaran sudah ribuan kaset bajakan yang beredar," tuturnya.

Berbekal kemahiran menari dan bermain musik, seniman Dayak itu sudah beberapa kali pentas di Malaysia dan Brunei. Beberapa bulan lalu, dia juga pentas di Australia dalam sebuah lawatan budaya.

Kini, Mara menghabiskan waktu untuk membuat alat musik dan mencipta lagu di rumahnya di Kampung Wonodadi, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Satu set alat musik Dayak yang dibuat Mara sebetulnya harus dihargai sekitar Rp 20 juta jika menghitung biaya bahan, waktu, kerumitan, dan tenaga yang dibutuhkan.

"Namun, kalaupun dijual Rp 10 juta, tak banyak yang bisa membeli. Ya, mau apa lagi, karena hanya dengan membuat alat musik inilah saya bisa melestarikan budaya Dayak. Saya rela menjual alat musik ini sesuai kemampuan pemesan," kata Mara. e-ti

Sumber: Kompas, Sabtu, 3 April 2010 | Agustinus Handoko

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 24 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Jun 2012

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
Beri Komentar

Facebook

TIKomen

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Sponsorship

Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

Sponsor Bronze
Sponsor Bronze: US$50
Sponsor Silver
Sponsor Silver: US$250
Sponsor Gold
Sponsor Gold: US$500


Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
 

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: