Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com

    Buah Keuletan Los Antara

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Buah Keuletan Los Antara
    e-ti | kompas-dwi as setianingsih
    Pengusaha
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Sukses merintis usaha tak membuat I Ketut Los Antara lupa. Pria kelahiran Badung, Bali, ini sadar bahwa ada tanggung jawab sosial yang harus dipenuhi kepada komunitas. Secara sukarela dia menjadikan tempat usahanya sebagai kawah candradimuka bagi para calon perajin ukir. Dia memelopori lahirnya komunitas perajin ukir di kawasan Tangeb, Badung.

    QR Code Halaman Biografi I Ketut Los Antara
    • biografi tokoh indonesia i ketut los antara
    • profil dwi setyaningsih bank danamon
    • lagunya kla project tahun 1994-1995

    "Saya melakukan semuanya secara alami. Hidup di desa kalau sukses sendiri enggak ada gunanya. Ada teman yang enggak makan, ya, terketuk (hati saya)", ujar Los tentang kerelaannya berbagi dan menyebarkan ilmu.

    Atas jasanya itu, Los meraih penghargaan Upakarti Jasa Kepeloporan pada 2009. Foto dia bersalaman dengan Presiden Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Susilo Bambang Yudhoyono
    terpampang dalam ukuran sebesar baliho di depan tempat usahanya, UD P Jatayu di Jalan Raya Kapal, Munggu, Tangeb, Abianbase, Badung.

    Foto itu, katanya, bukan untuk menyombongkan diri. Itu lebih sebagai ungkapan rasa syukur karena kerja yang dirintisnya sejak 10 tahun lalu itu dihargai.

    Setelah 15 tahun menjadi pegawai negeri sipil, Los mengajukan pensiun dini karena ingin fokus mengembangkan usaha yang dia rintis sejak lama. Ia merasa ada panggilan kuat dalam dirinya untuk menjadi perajin ukir.

    Dengan bendera UD P Jatayu yang dia dirikan tahun 1990, Los mantap melebarkan sayap usahanya dari semula usaha jasa potong kayu menjadi usaha ukiran. Dia memulainya dengan membuat ukiran pada papan nama dan tempat sembahyang. Saat itu ia dibantu 8 pekerja.

    Ketika itu, dia memang bukan satu-satunya perajin ukir di Tangeb, tetapi tak banyak perajin yang mau membuka usaha. "Mereka khawatir tak ada yang beli", katanya.

    Oleh karena tak banyak saingan, usaha Los maju pesat. Tahun 1994-1995, pesanan ukiran papan nama dan tempat sembahyang membanjirinya. Pesanan datang dari Kuta, Jimbaran, hingga Kerobokan.

    Kiat yang diterapkan Los adalah memosisikan produknya di pasar kelas menengah-atas. Salah satunya melalui penggunaan material kelas satu, kayu jati. Umumnya perajin ukir memakai bahan baku kayu kalimantan atau kayu nangka.

    Kayu jati dia jadikan tiang, canggah, wang, dan lambang. Adapun untuk lisplang, usuk dan reng, dia menggunakan kayu kalimantan. "Dengan begitu, meski mahal, produk saya memiliki nilai investasi karena tahan lama".

    Los juga melakukan langkah berani dengan memodifikasi berbagai motif ukiran, seperti Patre Mesir, Welande (Belanda), Sari (India), dan Bangkok. Dia juga terus mengembangkan kreativitasnya melalui produk yang beragam, seperti stil bali, sanggah, pintu bali, katil, ram, tere, jineng, gebyok stil bali, hingga mebel ukiran, seperti lemari, meja-kursi, dan tempat tidur.

    Strategi itu cukup berhasil. Produk Los diburu orang meski di pasaran banyak produk sejenis dengan harga lebih murah.

    Keberhasilan itu membuat namanya lekat dengan dunia ukir. Kepakarannya makin diakui. Ia kerap diminta sebagai pembicara dalam kegiatan yang berkaitan dengan seni ukir. Ia juga menjadi anggota Dewan Kerajinan Nasional Badung.

    Menyadari rezeki setiap orang sudah diatur Yang Maha Kuasa, Los tak pelit membagi ilmu. "Saya tak perlu berebut lahan karena masing-masing sudah ada porsinya".

    Dia menerima para siswa SMK dan SMA yang ingin praktik kerja lapangan di tempat usahanya. Los memberikan keleluasaan kepada para calon perajin itu untuk menimba ilmu semaksimal mungkin. "Mereka yang berprestasi, lalu saya ajak bergabung", katanya.

    Los juga membentuk Kelompok Perajin Astha Gine untuk mewadahi para perajin ukir Tangeb yang tak berani unjuk gigi.

    "Saya dorong mereka (perajin) agar lebih siap berusaha. Misalnya, dengan mengajari bagaimana mengatur usaha ukiran dari sisi manajemen ataupun desain. Istilahnya, kalau kita naik motor, ya, harus pakai helm", ujar Los yang mempunyai perajin binaan 90 orang.

    Modal keuletan

    Los tertarik seni ukir sejak duduk di bangku SMP. Meski lahir dari pasangan petani dan setiap hari bergelut dengan pekerjaan, seperti membajak dan memelihara sapi untuk memenuhi kebutuhan hidup, diam-diam Los menyimpan hasrat besar untuk belajar seni ukir.

    Dia lalu belajar kepada seorang ahli ukir, Rayi Wedha. Kegiatan belajarnya itu dia lakukan di sela kegiatannya membantu orangtua di sawah dan memelihara sapi.

    "Pas ada waktu libur, saya baru ikut [Rayi Wedha] bekerja ke luar kota. Kami ke Tabanan, ke Denpasar", katanya.

    Tahun 1971, Los lulus sekolah guru. Ilmu ukir yang dia peroleh dari Rayi Wedha dimanfaatkan untuk merintis usaha kecil-kecilan. Bersama beberapa teman, ia membuat papan nama dengan ukiran khas Bali.

    "Modalnya hanya keuletan. Kami mengerjakan pesanan papan nama dari sebuah art shop di Sanur. Lumayan, kami dapat komisi dari pesanan yang dikerjakan", kata Los.

    Usaha itu hanya bertahan hingga tahun 1980. Kesibukannya sebagai pegawai negeri sipildia menjadi guru agama sebuah SMP di Petangmembuat usaha itu terbengkalai.

    Tahun 1990, Los memulai kembali usahanya. Dia memulainya dengan usaha jasa potong kayu. Namun, usaha itu tak berjalan mulus karena kayu sulit didapatkan. Untuk mendukung usaha itu, bersama istrinya, Ni Made Jata, Los kemudian menjajal usaha lain.

    "Saya berdagang pakaian", kata Los tentang usaha yang dia lakoni hingga Pasar Turi dan Pasar Kapasan di Surabaya, Jawa Timur, itu.

    Dia berangkat ke Surabaya setiap Sabtu sore. Hari Minggu, dia berbelanja dan Senin sudah berada kembali di Bali. Dengan demikian, usaha itu tak sampai mengganggu pekerjaannya sebagai guru.

    Melalui kakak iparnya, Los "berkenalan" dengan bank. Dia memberanikan diri untuk memanfaatkan pinjaman dari bank.

    "Setelah itu kami baru mampu mencari tempat usaha, meskipun harus mencicil utang", kata Los yang memanfaatkan kredit bank mulai Rp 4 juta sampai Rp 75 juta.

    Kini, jumlah karyawannya 60 orang. Berpegang pada keyakinan rezeki tak boleh berlebih, Los merasa puas dengan usahanya. Dia bangga, di Tangeb telah bertumbuhan perajin ukir dengan karya yang beragam. e-ti

    Sumber: Kompas, Kamis, 27 Mei 2010 | Penulis: Dwi As Setianingsih

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 23 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    "Kebahagiaan adalah ketika apa yang Anda pikir, apa yang Anda katakan, dan apa yang Anda lakukan bisa selaras." ~ Mahatma Gandhi

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Setelah 10 tahun memimpin BTN, Iqbal Latanro didapuk menjadi Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero.

    Click to view full article

    Bernyanyi bagi Harvey Malaihollo tak sekadar profesi tapi bagian dari hidup. Ketika hati gembira atau sedih, ia akan tetap bernyanyi.

    Click to view full article

    Leonowens SP dikenal sebagai sastrawan muda asal Indonesia yang dikenal dunia. Pria kelahiran Jakarta, Desember 1977 ini adalah seorang penulis solilokui, puisi, prosa liris,

    Click to view full article

    Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    BUMN Menteri BUMN (2011-2014)
    Menteri BUMN (2011-2014)
    Dahlan Iskan
    membuka momen untuk buka-bukaan memberantas korupsi. Dia menyerang balik DPR yang menudingnya salah urus PLN sehingga mengakibatkan inefisiensi Rp3,7


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Tokoh Monitor

    Bagi Sutiyoso, hidup adalah pertempuran.

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us