Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com

    Berkarya di Negeri Orang

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Berkarya di Negeri Orang
    e-ti | kompas-riza fathoni
    Editor pada Pustaka Bahasa Asing di Beijing, China
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Urusan hubungan diplomatik China dan Indonesia bukan terbatas pada hubungan antara pemerintahan kedua negara itu saja. Urusan tersebut juga menjadi soal dalam rumah tangga Mudiro. Keluarga ini terimbas langsung atas naik-turunnya hubungan diplomatik kedua negara di Asia ini.

    QR Code Halaman Biografi Mudiro
    • biografi tokoh indonesia mudiro
    • paspor indonesia 1965

    Gara-gara hubungan kedua negara yang sempat membeku, hubungan keluarga Mudiro di Beijing dengan keluarga besarnya di Tanah Air pun terputus. Bahkan, mereka sekeluarga sempat tak memiliki paspor Indonesia sejak tahun 1965 karena tidak ada Kedutaan Besar Indonesia di Beijing.

    Di tengah kekosongan dan putusnya hubungan dengan Tanah Air itu, tidak terlintas sedikit pun dalam pikiran keluarga Mudiro untuk mengganti kewarganegaraan mereka. Walaupun mungkin ia sekeluarga akan menerima fasilitas yang layak sebagai seorang ahli dari luar negeri.

    Ketika hubungan kedua negara mulai mencair pada 1990-an, paspor Indonesia belum juga berada di tangan Mudiro. Mereka baru mendapatkan dokumen penting itu tahun 2002, meskipun pada 2000 dia pernah pulang ke Indonesia dengan menggunakan paspor merah.

    "Kami mendapatkan paspor RI tahun 2002 pada masa pemerintahan Presiden Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
    Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
    Abdurrahman Wahid
    ," katanya.

    Tanpa paspor selama sekitar 36 tahun membuat Mudiro dan keluarga tidak dapat menjejakkan kaki di Tanah Air. "Ketika masa pembekuan hubungan itu, jika hendak berkirim surat, harus dititipkan pada orang di luar negeri, muter-muter dulu suratnya, sampai ke Belanda, baru surat itu sampai Indonesia," ujarnya.

    Mudiro menjejakkan kaki di China pada Desember 1963. "Ketika itu belum ada penerbangan langsung. Jadi, saya 'terbang' lewat Bangkok, ke Yangon, lalu ke Kunming, baru tiba di Beijing tahun 1964 setelah beberapa hari santai di Kunming," ceritanya, akhir Maret lalu di rumahnya di pusat kota Beijing.

    Dia berada di China berkat undangan Pemerintah China karena keahliannya sebagai penerjemah. Mudiro bekerja sebagai waiguo zhuanjia (tenaga ahli asing) di Penerbit Bahasa Asing (PBA) atau Foreign Language Press. Hal ini merupakan perusahaan milik Pemerintah China, anak perusahaan Distribusi Terbitan Bahasa Asing.

    Tugasnya tak mudah. Mudiro harus menerjemahkan dan mengedit bahan tulisan ke dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sebagian besar tulisan itu tentang Indonesia.

    Pada masa-masa sulit tersebut dia tetap bekerja dan menghabiskan masa kontraknya. "Ada perasaan tidak enak, kecewa, sedih, terasing dari keluarga dan masyarakat negeri sendiri," kenangnya.

    Tetap aktif

    Akan tetapi, dia tak tenggelam dalam kesedihan dan perasaan terasing. "Kesedihan dalam keterasingan segera hilang setelah saya menyadari ada pekerjaan, ada tugas dan kewajiban, ada panggilan, yang harus saya laksanakan. Tugas mengajarkan bahasa Indonesia dan memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada orang Tiongkok," ujar Mudiro.

    "Hubungan Indonesia-Tiongkok itu punya sejarah panjang dan bermanfaat. Ini tak boleh rusak. Sementara itu, Tanah Air, Jakarta, Surabaya, Trenggalek, Bukittinggi, istri saya orang Minang, terkenang terus siang-malam. Keadaan kami bagaikan pepatah, jauh di mata dekat di hati," ujarnya.

    Di tengah kesulitan itu, Mudiro dan keluarga terus membagi ilmu mengenai Indonesia di lembaga-lembaga lain di China. Ia sering diminta memberikan mata kuliah umum tentang berbagai aspek mengenai Indonesia, seperti ilmu bumi, kemasyarakatan, ekonomi, termasuk kebudayaan Indonesia di hadapan mahasiswa Universitas Bahasa-bahasa Asing Beijing.

    Pada awal 1980-an, Mudiro juga mulai mengumpulkan kata, istilah, ungkapan, dan peribahasa. Kumpulan kata-kata itulah yang menjadi Kamus Baru Bahasa Indonesia-Tionghoa. Kamus itu diterbitkan tahun 1988. Mudiro bekerja di bawah tim dari Universitas Peking pimpinan Profesor Liang Liji.

    Dia juga menyusun Kamus Besar Tionghoa-Indonesia bersama tim pada Penerbit Bahasa Asing. Kamus itu diterbitkan tahun 1995 untuk diedarkan di Indonesia dan pada 1997 untuk diedarkan di China.

    "Bagi saya ini penting. Saya bisa 'pulang' ke Indonesia karena nama saya tercantum dalam kamus itu. Meski (waktu itu) secara fisik saya tetap berada di Beijing karena belum diizinkan pulang," ujar bapak dua anak dan kakek dari tiga cucu ini. Pengalaman menyusun kamus selama 15 tahun itu sulit dilupakannya.

    Rajin berkeliling

    Mudiro pun rajin berkeliling daratan China. Ia banyak menulis tentang perjalanannya ketika berkunjung ke sejumlah daerah. Laporannya itu disiarkan China Radio International (CRI) Seksi Indonesia. Dia juga rajin menyunting artikel tentang seni dan budaya China, lalu disiarkan CRI.

    Selain itu, Mudiro dan istrinya juga aktif mengajar di Universitas Bahasa-bahasa Asing Beijing, khususnya mengajar pelafalan bahasa Indonesia.

    "Kadang kala para mahasiswa China saya ajak menonton Sutradara
    Sutradara
    film Indonesia
    di rumah, lalu kami berdiskusi atau berjalan-jalan di taman sambil praktik berbahasa Indonesia. Atau, saya membuat masakan Indonesia, seperti gado-gado, nasi kuning, dan mereka mencicipinya," ujarnya.

    Mudiro sangat aktif dalam berbagai diskusi dan mendengarkan kuliah yang disampaikan oleh para pengajar jurusan bahasa dan Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
    Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
    sastra Indonesia
    di Universitas Peking, seperti Profesor Liang Liji, Huang Shenfang, Kong Yuanzhi, dan Ju Sanyuan.

    Dia juga aktif diskusi dengan para Indonesianis dari negara lain, seperti A Teeuw dari Belanda, Denys Lombard dan Claudine Salmon dari Perancis, Stockhoff dari Belanda, dan Langenbergh dari Australia.

    "Walaupun saya tidak bisa pulang (ke Indonesia), atas kemurahan hati dan perhatian dari berbagai pihak di Tiongkok, saya memperoleh pengetahuan berharga tentang Indonesia justru dari orang luar Indonesia," ujar Mudiro yang bersyukur bisa mendapatkan perkembangan informasi tentang Indonesia dari para "ahli Indonesia" itu. e-ti

    Sumber: Kompas, Rabu, 26 Mei 2010 "Mudiro Berkarya di Negeri Orang | Penulis: Anastasia Joice Tauris Santi

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 23 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    "Semua yang saya pahami, saya pahami hanya karena saya mencintainya." ~ Leo Tolstoy

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Jejak rekam Letjen TNI Moeldoko terbilang cemerlang. Dia pernah ikut satuan teritorial, tempur, operasi di dalam dan luar negeri, berkecimpung di lembaga pendidikan termasuk

    Click to view full article

    Dosen senior FEUI yang dikenal sebagai ekonom, peneliti dan konsultan ini pernah menjadi staf khusus Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Keuangan dan berperan di G20, Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional,

    Click to view full article

    Setelah 10 tahun memimpin BTN, Iqbal Latanro didapuk menjadi Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero.

    Click to view full article

    Bernyanyi bagi Harvey Malaihollo tak sekadar profesi tapi bagian dari hidup. Ketika hati gembira atau sedih, ia akan tetap bernyanyi.


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Menurut Anda, Siapa Tokoh yang Layak Jadi Capres 2014?

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us