WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Demi Korban Bencana

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Demi Korban Bencana
e-ti | perspektifbaru.com

Hidup Wawan Purwana identik dengan korban bencana. Setiap kali bencana datang, Wawan, instruktur Badan Search and Rescue Nasional atau Basarnas sejak tahun 1982 ini, hadir di tempat kejadian untuk membantu korban. ROBERT ADHI KSP.

Ketua Harian Federasi Arung Jeram Indonesia Jawa Barat, sejak 2000
Lihat Curriculum Vitae (CV) Wawan Purwana

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Wawan Purwana

QR Code Halaman Biografi Wawan Purwana
Bio Lain
Click to view full article
WS Rendra
Click to view full article
Nelson Tansu
Click to view full article
Arsyad Sanusi
Click to view full article
Berlian Hutauruk
Click to view full article
Princen
Click to view full article
Megawati Soekarnoputri
Click to view full article
I Made Gde Erata

Wawan yang juga Ketua Gadamusa Discovery ini bersama 110 anggotanya sejak hari pertama bencana Situ Gintung turut membantu pencarian korban dan kendaraan yang hanyut di Kali Pesanggrahan. Gadamusa singkatan dari Gabungan Pemuda Untukmu Bangsa, sedangkan Discovery singkatan dari Disaster Rescue and Recovery Activity.

"Kami memfokuskan diri pada pencarian dalam air karena sudah banyak tim relawan yang membantu di darat," kata Wawan saat ditemui di lokasi bencana Situ Gintung, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (1/4/2009).

Wawan tak mau tanggung-tanggung. Dia membawa serta tim arung jeram yang anggotanya adalah para juara arung jeram nasional. Dengan kedalaman sekitar 3 meter, medan Kali Pesanggrahan cukup berbahaya. Dia memperkirakan masih ada jenazah yang terjebak di bawah pohon tumbang di dasar sungai dan menyangkut di lubuk yang tertutup tumpukan lumpur.

Sejak bencana terjadi, setiap hari tim yang diketuainya itu melakukan pencarian korban. Mereka menyusuri Kali Pesanggrahan sejauh sekitar 10 kilometer hingga ke kawasan Cipulir, Jakarta Selatan.

Dibekali tujuh perahu yang biasa digunakan untuk arung jeram, tim Gadamusa bersama tim Ranita Mapala Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menemukan jenazah dan kendaraan yang tenggelam di dasar Kali Pesanggrahan.

Berawal dari Menwa

Sejak masih kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Bandung, Wawan sudah bergiat dan bergabung dengan Resimen Mahasiswa (Menwa).

"Waktu itu saya dan teman-teman bercanda, kelak bila sudah menjadi manajer atau Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
, kami harus bisa menyelamatkan diri kalau terjadi apa-apa. Karena itulah kami ikut Menwa," cerita Wawan.

Selain aktif di Menwa untuk melatih disiplin dan keterampilan penyelamatan, dia juga seorang pencinta alam. Tahun 1983 dia bergabung dengan Wanadri, kelompok pencinta alam di Bandung. Menyusuri sungai, mendaki gunung, dan menapaki lembah menjadi "makanan" sehari-harinya.

"Alam adalah sahabat saya sejak dulu. Saat berada di tengah laut dan di puncak gunung, saya dapat merasakan keagungan-Nya, merasakan betapa besar ciptaan-Nya," ungkap pemegang sertifikat SAR Mission Coordinat (SMC), sertifikat tertinggi dalam bidang SAR. SMC merupakan syarat yang harus dimiliki seorang koordinator lapangan tim SAR.

Sejak muda, Wawan aktif mengikuti pelatihan dan pendidikan selam di Komando Pasukan Katak TNI AL. Dia juga belajar combat pararescue di Kopasgat (kini Paskhas) TNI AU. Sedangkan arung jeram ditekuninya secara otodidak.

Maka tak heran, kalau sejak 1982 dia lalu menjadi instruktur Badan SAR Nasional. Wawan juga menjadi pelatih combat pararescue bagi para siswa Akademi KeKapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
an (Akpol), Kopassus, Paskhas, Brimob Polri, juga berbagai kelompok pencinta alam dari beberapa perguruan tinggi.

"Tetapi, yang membuat saya selalu bersemangat untuk terjun dalam bidang ini adalah dukungan dari teman-teman. Sahabat-sahabat militer dan keKapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
an, misalnya, mengizinkan saya menggunakan barak untuk para peserta latihan dengan hanya membayar uang cuci seprai," ungkapnya.

Masalah transportasi pun relatif tak menjadi masalah baginya. Jaringan pertemanan pula yang membantu Wawan. Ia bercerita, untuk mengangkut peserta latihan SAR di Jakarta, misalnya, dia menelepon seorang teman di keKapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
an guna meminjam truk.

"Teman polisi itu bertanya, untuk digunakan di mana truk itu, ketika saya bilang di Jakarta, dia malah menyarankan agar saya tidak menggunakan truk, tetapi bus saja. Jadilah saya dipinjami bus," lanjutnya.

Berbagai pelatihan

Bersama teman-temannya dari Wanadri, Mapala, dan kelompok pencinta alam lain, Wawan mendirikan Gadamusa Discovery sebagai kelanjutan dari Yayasan Kapinis yang bergerak di bidang pelatihan SAR sejak tahun 1995.

"Kami didukung Kang Iwan Abdulrahman (pencinta alam, pencipta lagu, dan Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
) yang menjadi penasihat Gadamusa Discovery," katanya.

Dalam setahun Gadamusa Discovery mendapat 20-30 kali permintaan untuk mengadakan berbagai jenis pelatihan, mulai dari menyelam sampai arung jeram.

Anggota Gadamusa Discovery adalah para penyelam profesional sampai juara arung jeram nasional.

Kata Wawan, kelompoknya itu relatif tidak komersial sebab mereka pun ingin menggiatkan masyarakat agar mencintai kegiatan alam. Ia mencontohkan kegiatan arung jeram.

"Kalau ada mahasiswa yang ingin latihan arung jeram tetapi tak punya cukup dana, mereka tetap bisa menyewa perahu kami dengan uang yang ada. Kalau biaya pelatihannya saja tak terjangkau, bagaimana mereka bisa terampil?" katanya.

Tak hanya jago di tingkat nasional, di arena internasional pun tim arung jeram pimpinan Wawan tampil memukau. Tahun 1997 misalnya, tim arung jeramnya mewakili Indonesia dan berhasil masuk peringkat ke-12 dunia. Pada 2008 dalam Kejuaraan Dunia Arung Jeram di Nagaragawa, Gifu, Jepang, tim arung jeram Indonesia berada di peringkat kedua dan ketiga setelah Jepang.

Wawan berharap semakin banyak kaum muda Indonesia yang mencintai arung jeram.

"Di Jawa Barat, sedikitnya ada 20 sungai yang cocok untuk berlatih arung jeram," katanya, seperti Cimandiri di Sukabumi, Ciliwung dan Cisadane di Bogor, Cisokam di Cianjur, Citanduy dan Ciwulan di Tasikmalaya, Cimanuk dan Cikandang di Garut, serta Cipunagara, Subang.

Banyak sahabat

Sebagian orang heran dengan aktivitas Wawan yang tak kenal lelah. Namun, ia justru merasa bahagia karena dari kegiatannya itu ia punya banyak sahabat.

"Beberapa teman di Unpad sudah menjadi Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
. Kalau saya datang ke Jakarta, saya telepon mereka. Biasanya mereka meminta saya untuk menginap di hotel ha-ha,"cerita pria yang tinggal di Bandung ini.

Dari melatih di berbagai tempat, Wawan bisa memiliki tiga rumah yang semuanya dikontrakkan. Ia juga punya 20 perahu arung jeram yang disewakan. "Bagi saya, semua ini sudah cukup membahagiakan."

Lalu lanjutnya, "Kebahagiaan tak bisa diukur dengan materi. Saya bahagia jika berhasil mendidik orang bisa terampil dalam SAR. Pada setiap bencana, seperti Situ Gintung ini, keterampilan dan keahlian SAR sangat dibutuhkan."

Untuk semua kegiatan itu, Wawan bisa berhari-hari meninggalkan rumah, tetapi keluarganya bisa menerima kondisi ini.

"Istri dan anak-anak sudah memahami kegiatan saya. Jika ditinggal berhari-hari seperti sekarang (membantu korban bencana Situ Gintung), tak masalah. Ini memang dunia saya. Anak-anak sejak usia tiga tahun pun sudah saya perkenalkan dengan alam, saya ajak berarung jeram," kata Wawan. e-ti

Sumber: Kompas, Jumat, 3 April 2009 "Wawan Purwana, demi Korban Bencana"

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 23 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Jenderal Pramuka Dan Pendidikan Bankir Pecinta Golf Dan Jazz

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Jual Buku-buku Pilihan

Buku Pilihan

thumb

Kontradiksi Radikal yang Memotori Kesuksesan di Pabrikan Terbaik Dunia.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: