Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com
    Berita Video Update Data & Sponsorship Intermezzo Komentar

    Keseimbangan Hidup Junita

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Keseimbangan Hidup Junita
    e-ti | kompas-arbain rambey
    Direktur PT Sinar Bumi Perkasa
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Dalam acara pergelaran busana karya Biyan Wanaatmadja pada beberapa tahun terakhir selalu dipilih tamu undangan berbusana terbaik. Pada peragaan terakhir di Ritz Carlton Pacific Place Jakarta, Rabu (26/8), yang mendapat penghargaan adalah Widi Basuki dan Junita Liesar.

    QR Code Halaman Biografi Junita Liesar
    • biografi tokoh indonesia junita liesar
    • junita liesar

    Nama yang pertama tak asing lagi untuk publik Jakarta karena aktivitasnya dalam Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    bisnis
    maupun pergaulannya di kalangan sosialita Jakarta. Tentang nama yang kedua banyak orang bertanya-tanya karena dia bukan sosok yang rajin beredar dari satu function ke function lain di Tanah Air.

    Pasti bukan karena kuper alias kurang pergaulan bila Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    perempuan
    tinggi langsing ini jarang beredar di acara-acara sosial sekelumit orang Jakarta. "Aku tahu mereka biarpun jarang hadir dalam acara-acara itu," kata Junita (39) di tempat tinggalnya, penthouse Apartemen Da Vinci di Jalan Jenderal Panglima Besar TKR/TNI
    Panglima Besar TKR/TNI
    Sudirman
    , Jakarta.

    Dari tempatnya tinggal terpampang sebagian pemandangan Kota Jakarta tanpa kebisingan dan debu. Jakarta yang terik dan sering bikin frustrasi karena macet di mana-mana terasa jauh sekaligus dekat.

    Junita Liesar memang bukan orang yang suka memperlihatkan kegiatan yang dia lakukan.

    "Aku bukan socialite, aku bukan orang yang terlalu suka datang ke function atau pesta-pesta. Aku sangat menjaga kehidupan pribadiku supaya benar-benar tetap personal," kata Junita yang merasa dalam acara seperti itu tidak bisa menjadi diri sendiri. Karena itu, wajah dan namanya jarang muncul dalam kolom "apa dan siapa" majalah-majalah gaya hidup.

    Padahal, dia memiliki syarat untuk menjadi bagian dari komunitas orang yang itu-itu saja yang tampil di lembaran-lembaran majalah mengilat. Penampilan yang menarik, kehangatan dalam berkomunikasi, dan kemampuan ekonomi yang jauh di atas rata-rata sudah cukup untuk membuat seseorang diterima di dunia yang mengandaikan tampilan adalah segala-galanya.

    Sekitar separuh harinya dalam setahun habis untuk menemani perjalanan Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    bisnis
    suaminya yang bergerak dalam bidang properti dan pertambangan. Di antara waktu-waktu antara Jakarta, Singapura, Australia, dan Inggris itulah Junita membagi hidupnya antara membesarkan dua anaknya, kegiatan sosial, dan mengurus Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    bisnis
    nya sendiri.

    "Yang membuat aku merasa lebih senang kalau sedang di luar negeri karena kalau sedang di restoran atau bahkan ketika bertemu di jalan, mereka datang ke aku dan mengatakan hal yang aku percaya tulus dari hati mereka," tambah dia.

    Tahap kehidupan

    Bila sedang berada di Jakarta, Junita lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Kata dia, dia tidak menghabiskan waktu ke mal. Kalaupun ada acara ke luar rumah, itu antara lain makan siang dengan sahabat-sahabatnya.

    "Saya lebih menjadi a shoulder to cry on buat teman-teman dekat. Kalau mereka sedang ada masalah, mereka bisa bicara ke aku supaya tidak down. Saya kalau bisa menjadi orang yang selalu membangkitkan semangat untuk teman-teman. Dari kecil aku diajar orangtua untuk menjadi terang di mana pun aku berada," tutur Junita.

    Segala sesuatu dia kerjakan dari rumah. Penata rambut hingga pelatih khusus yoga dan pilates dia undang ke rumah dan semua dikerjakan di rumah. Juga bila dia memerlukan sesuatu. "Mereka biasanya akan mengirim barang-barang ke rumah. Misalnya, orang dari Roberto Cavalli datang ke sini membawakan baju-baju terbaru mereka," kata Junita.

    Begitu juga mengurus perusahaan biro perjalanan yang pelanggannya perusahaan, toko kue yang hanya melayani pesanan, atau usaha properti dan pertambangan. Semua dikendalikan dari rumah. Alasan Junita, perusahaan itu sudah berjalan sehingga sekali-sekali saja dia meminta orang dari kantor datang ke apartemennya.

    Kehidupan yang sangat privat itu dia jalani setelah menikah. Padahal, Junita yang kelahiran Ternate, Mantan Sersan Militer Inggris
    Mantan Sersan Militer Inggris
    Maluku
    , dan besar di Surabaya itu pernah menjadi model pada usia 15-18 tahun di Kota Buaya itu.

    Setelah itu, ibu dari Gabriella Lovisa Lyanto dan Gilvin Leonard Lyanto ini bersekolah ke Inggris dan menyelesaikan pendidikan sarjana bidang hospitality di Bournemouth University. Dia sempat bekerja di beberapa perusahaan sebelum akhirnya menikah 17 tahun lalu.

    "Setelah menikah aku menarik kehidupanku ke dunia yang sangat privat. Tentu aku pernah mengalami masa berasa sepi, tetapi aku menjalaninya dengan sukacita. Aku sudah melewati masa-masa itu dan menjalani kehidupan ini sebagai tahapan-tahapan yang harus aku lewati," kata Junita. Dia mengatakan, pilihan itu adalah penghargaan kepada suaminya yang memilih kehidupan yang lebih privat.

    Ketika berada di Jakarta, waktunya akan banyak dia habiskan untuk menunggu dua anaknya pulang sekolah. "Dengan anakku yang Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    perempuan
    aku seperti teman, kami mengobrol banyak hal. Aku juga bertanya, apakah mereka kehilangan mamanya kalau aku pergi," kata Junita yang mengatakan liburan Lebaran ini rencananya akan mereka habiskan bersama di Hawaii, menebus waktu bersama yang hilang.

    Perpindahan ke kehidupan yang sangat privat ini di sisi lain membuat dia tidak henti bersyukur. "Aku bersyukur hidupku seimbang, dalam perkawinan, dalam materi," tutur Junita.

    Dalam keseimbangan itulah, dia berusaha berbagi. Dia menjadi penyandang dana untuk yayasan sosial yang didirikan ayahnya, seorang pendeta. "Kalau seseorang sudah punya semua, harus berbagi lebih banyak lagi dengan yang lain. Tidak mungkin semuanya dia habiskan sendiri," kata Junita.

    Itu sebabnya juga dia mengaku merasa lebih bahagia ketika bisa menyapa dan mengusap pundak para janda miskin dan anak-anak yatim piatu yang disantuni yayasan tersebut. "Cinta, peduli, berbagi, itu tidak bisa hanya diomongin, tetapi harus dilakukan dengan tindakan. Aku mendapatkan ketulusan dari para ibu janda itu," kata Junita.

    ***

    Saya Tidak Suka Pesta

    Penthouse yang ditinggali Junita Liesar bersama suami dan dua anaknya adalah hadiah ulang tahun untuk dia dari suaminya saat perkawinan mereka berusia 15 tahun. Dia juga yang mendekorasi apartemen itu dalam gaya yang dia sebut "aristokrat" yang kata Junita mencerminkan seleranya.

    Penthouse di Apartemen Da Vinci ini bagi Junita adalah salah satu bukti keseimbangan kehidupan perkawinan yang sudah dia jalani 17 tahun. Meskipun harus menarik diri dari gemerlap dunia sosialita dan pesta—sesuatu yang juga dia tidak merasa keberatan karena kata dia, "I'm not a party goer"—dia mendapat imbangan di tempat lain. Suaminya menganggap dia sebagai sosok yang punya kepekaan bisnis sehingga selalu dimintai pendapat. Juga dengan dua anaknya dia merasa dekat meskipun separuh dari waktunya dalam setahun habis untuk menemani perjalanan bisnis suaminya.

    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    perempuan
    berdarah Manado dari ayahnya dan Ternate dari ibunya itu tidak pernah menyesal meninggalkan dunia model yang dia jalani hanya sekejap, saat usianya antara 15 dan 18 tahun, meskipun sampai sekarang dia menyukai mode. Setamat dari SMA Petra di Surabaya dia langsung terbang ke London untuk melanjutkan sekolah.

    "Karena tidak bisa jalan di catwalk lagi, sekarang jadi buyer, he-he-he…," kata perempuan bungsu dari empat bersaudara ini. Di antara koleksinya ada tas Hermes dan clutch dari Chanel, sepatu dari Jimmy Choo, Prada dan Manolo Blahnik minus Christian Laboutin yang katanya tidak cocok dengan bentuk kakinya. Untuk baju kasual ada merek Alexander McQueen dan Chanel, serta jaket untuk ke kantor dari Louis Vuitton. Sedangkan perancang Indonesia yang dia berteman lama adalah Desainer
    Desainer
    Biyan Wanaatmadja
    , Didi Budiardjo, dan Sebastian Gunawan. "Dengan Biyan saya berteman dari waktu menjadi model di Surabaya," papar Junita tentang perancang kelahiran Surabaya itu.

    Namun, Junita tidak ingin berhenti hanya sebagai pengonsumsi. Dia ikut membantu usaha pengembangan tenun di Nusa Tenggara Timur yang digagas Ny Hotmangaradja Panjaitan, istri Pangdam IX/Udayana.

    "Masih dalam tahap sangat awal, tetapi saya berkomitmen membantu program ini," tandas Junita. Meskipun jarang memakai kain Indonesia, Junita mengaku cukup rajin mengumpulkan kain tradisional, antara lain Desainer
    Lihat Daftar Desainer
    Lihat Daftar Desainer
    desainer
    batik lasem, cirebon, bantul, madura, jambi, dan indramayu. "Kebanyakan untuk suvenir kalau aku ke luar negeri," kata dia.

    Di antara upaya pengembangan adalah mengganti benang tenun dengan benang sutra agar hasil tenunan menjadi lebih lembut dan dalam pewarnaan, termasuk penggunaan bahan alami.

    "Aku harus benar-benar bisa bagi waktu, ya…," kata Junita. Ini juga bagian mencari keseimbangan hidup itu. e-ti

    Sumber: Kompas, 13 September 2009 | Penulis: Ninuk Mardiana Pambudy

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 23 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia yang dihuni sekitar 130 juta jiwa atau 60% dari total penduduk Indonesia tinggal di pulau yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah RI.

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Jejak rekam Letjen TNI Moeldoko terbilang cemerlang. Dia pernah ikut satuan teritorial, tempur, operasi di dalam dan luar negeri, berkecimpung di lembaga pendidikan termasuk

    Click to view full article

    Dosen senior FEUI yang dikenal sebagai ekonom, peneliti dan konsultan ini pernah menjadi staf khusus Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Keuangan dan berperan di G20, Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional,

    Click to view full article

    Setelah 10 tahun memimpin BTN, Iqbal Latanro didapuk menjadi Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero.

    Click to view full article

    Bernyanyi bagi Harvey Malaihollo tak sekadar profesi tapi bagian dari hidup. Ketika hati gembira atau sedih, ia akan tetap bernyanyi.


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Menurut Anda, Siapa Tokoh yang Layak Jadi Capres 2014?

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us