WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Menerobos Kebuntuan Penguatan Pertahanan

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Menerobos Kebuntuan Penguatan Pertahanan
e-ti | kompas-wisnu dewabrata

Ketika kecil Edy Prasetyono mengaku sering diceritai banyak kisah perjuangan heroik oleh sang bapak. Tidak hanya cerita pertempuran yang benar terjadi atau malah dialami sendiri oleh bapaknya, tetapi juga beberapa kisah pewayangan yang sarat nilai dan pesan moral.

Dosen
Lihat Curriculum Vitae (CV) Edy Prasetyono

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Edy Prasetyono

QR Code Halaman Biografi Edy Prasetyono
Bio Lain
Click to view full article
Endriartono Sutarto
Click to view full article
Basuki Tjahaja Purnama
Click to view full article
Hermawan Sulistyo
Click to view full article
Ahmad Albar
Click to view full article
Abdurrahman Wahid
Click to view full article
Djamaluddin Malik
Click to view full article
Novriantoni

Orangtua Edy seorang purnawirawan perwira Angkatan Darat yang memulai karier kemiliteran dari Tentara Republik Indonesia Pelajar dan terakhir berdinas di Komando Daerah Militer V Brawijaya.

Dari sekian banyak cerita, ada satu episode kisah pewayangan yang sangat menggugah dan terus diingat oleh dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia itu, bahkan sampai sekarang.

Cerita soal dilema tokoh pewayangan Kumbakarna sesaat sebelum maju ke medan pertempuran memerangi Raja Ayodhya, Rama, yang istrinya, Dewi Sita, diculik kakak Kumbakarna, seorang raja raksasa, Rahwana alias Dhasamuka.

Peperangan itu menjadi dilematis, terutama karena Kumbakarna sadar perang disebabkan alasan yang salah. Namun, di sisi lain, dia tetap harus membela dan mempertahankan bangsa serta tanah airnya dari serangan negara lain. Kumbakarna pun sempat memperingatkan Rahwana soal itu.

Menurut Edy, loyalitas dan heroisme Kumbakarna identik dengan prajurit TNI, termasuk bapaknya sendiri, yang semasa aktif juga terlibat dalam pertempuran membasmi pemberontakan di sejumlah wilayah RI.

Meski begitu, dilema yang dihadapi sekarang oleh para penjaga kedaulatan bangsa dan negara tentunya berbeda dan sangatlah kompleks dari sekadar dilema yang dipaparkan dalam kisah Kumbakarna di epik Ramayana tadi.

Sebagai seorang "anak kolong", Edy mengaku paham benar persoalan kesejahteraan menjadi masalah utama yang konkret dan dihadapi sehari-hari oleh prajurit TNI, terutama berpangkat rendah, beserta keluarganya.

Kendala yang terutama disebabkan minimnya kemampuan negara dalam mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk keperluan pertahanan dimafhumi menjadi akar persoalan masih rendahnya kesejahteraan prajurit TNI hingga saat ini.

Berikut petikan wawancara beberapa waktu yang lalu:

Bagaimana Anda melihat persoalan pertahanan saat ini?

Akar persoalannya masih sama sampai sekarang, kemampuan negara membiayai kebutuhan pertahanan masih terbilang rendah. Padahal, menurut saya masalah itu masih bisa dicarikan dan diupayakan terobosan solusinya.

Terobosan apa?

Terobosan dari sisi kebijakan anggaran. Saya bayangkan, anggaran untuk keperluan di luar kebutuhan pertahanan, seperti kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, dan perumahan, baik untuk prajurit TNI maupun keluarganya, bisa dititipkan ke pos belanja departemen terkait lain.

Jadi, misalnya, anggaran pendidikan, terutama bagi anak- anak prajurit TNI, bisa "dititipkan" ke pos alokasi anggaran di Departemen Pendidikan Nasional. Begitu juga untuk kebutuhan kesehatan dan perumahan yang bisa dititipkan lewat departemen terkait lainnya.

Dengan begitu, alokasi anggaran yang diberikan untuk pos Departemen Pertahanan benar-benar hanya akan dipakai membiayai masalah pertahanan seperti untuk kebutuhan operasional, pengadaan dan belanja senjata, atau terkait riset dan pengembangan.

Soal realisasinya, saya yakin tidak terlalu sulit menerapkan terobosan itu. Masak untuk mengurusi dan menitipkan anggaran buat sekitar 400.000 prajurit TNI saja pemerintah tidak mampu? Semua, kan, tergantung bagaimana kemauan politik dan faktor kepemimpinannya saja.

Jika tidak, pemerintah akan selalu kesulitan menjelaskan ke masyarakat kenapa setiap tahun harus selalu ada kenaikan anggaran pertahanan yang besar. Padahal, sekitar 60 persennya dipakai untuk urusan di luar kebutuhan pertahanan langsung.

Berapa uang yang bisa dihemat dengan cara itu?

Saya perkirakan terobosan itu dapat menaikkan alokasi anggaran untuk persenjataan setidaknya 30 persen dari yang didapat sekarang. Kenaikan itu bisa dipakai untuk pengadaan, perawatan, serta kebutuhan pengembangan dan riset.

Selain itu, baik Dephan maupun TNI juga tidak perlu lagi menghabiskan 60 persen anggarannya untuk belanja pegawai karena kebutuhan untuk kesejahteraan, macam pendidikan, kesehatan, dan perumahan, sudah dititipkan lewat departemen lain.

Penghematan anggaran juga bisa dilakukan dengan perampingan, dalam arti pekerjaan tertentu di Dephan maupun markas besar TNI dan angkatan, yang tidak menuntut adanya kerahasiaan, bisa di-outsourcing saja ke orang luar.

Dengan begitu, organisasi Dephan atau TNI-nya tidak perlu sampai terlalu gemuk. Baik Dephan maupun Markas Besar TNI dan ketiga matra angkatan tidak perlu menempatkan dan menggaji orang untuk satu pekerjaan, misalnya administrasi, sampai orang itu pensiun.

Lantas, bagaimana pertahanan kita seharusnya dengan berbagai keterbatasan itu?

Tidak bisa tidak, kita harus membangun sistem pertahanan nusantara yang bersifat semesta, mencakup seluruh wilayah RI yang terbuka. Dengan begitu, jangan dipilah-pilah antara aspek internal dan eksternal pertahanan Indonesia. Sistem pertahanan nusantara itu juga harus mampu menjalankan fungsi penangkalan pertahanan dan penindakan yang diwujudkan dalam strategi dan postur pertahanan yang integratif seluruh matra, udara, laut, dan darat.

Konkretnya bagaimana?

Upayakan untuk menciptakan satu jenis senjata, yang dari segi biaya bisa hemat, tetapi mampu menghasilkan efek deterrence (daya tangkal) tinggi. Saya membayangkan senjata itu jenis peluru kendali (rudal) pertahanan pantai yang mestinya tidak terlalu mahal. Nantinya rudal pertahanan pantai itu kita tempatkan di jalur-jalur selat yang sering dilewati kapal-kapal asing. Misalnya, di kawasan pantai timur Sumatera, di sepanjang Kalimantan Timur, dan Sulawesi, kan bisa seperti itu.

Meski begitu, kita juga harus mengupayakan cara lain untuk mengatasi lemahnya kemampuan deterrence kita. Caranya dengan sebanyak mungkin mengikatkan diri dengan sebanyak mungkin bentuk kerja sama dengan negara lain di kawasan. e-ti

Sumber: Kompas, Rabu, 4 November 2009 | Penulis: Wisnu Dewabrata

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 22 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Membuat Gambang Yang Fleksibel Ahli Perencanaan Pendidikan

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 43

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

This book gives you a huge knowledge of what you need for understanding the market for watches. The book is full of beautiful photos of some of the Worlds most awesome timepieces and what's under the hood.

Note: A must have buat pencinta/kolektor jam tangan. Harga cover US$35.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: