WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Hidupkan HAM ASEAN

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Hidupkan HAM ASEAN
e-ti | kompas-rakaryan sukarjaputra

Berdirinya Komisi Antarpemerintah ASEAN untuk Hak Asasi Manusia atau AIHRC memberikan bobot baru bagi ASEAN. Akan tetapi, banyak orang meragukan kinerja badan ini, yang dikhawatirkan hanya akan menjadi "macan ompong". Tugas Rafendi Djamin-lah, sebagai salah satu komisioner di AIHRC, untuk menghidupkan badan HAM ASEAN itu.

Pendiri Indonesias Forum for Human Dignity (InFoHD), Amsterdam, Belanda
Lihat Curriculum Vitae (CV) Rafendi Djamin

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Rafendi Djamin

QR Code Halaman Biografi Rafendi Djamin
Bio Lain
Click to view full article
Mr. Assaat
Click to view full article
Djafar Assegaff
Click to view full article
Selo Soemardjan
Click to view full article
Felix Tan
Click to view full article
Nafsiah Mboi
Click to view full article
Romli Atmasasmita
Click to view full article
Hatta Rajasa

Terpilihnya Rafendi sebagai komisioner HAM dari Indonesia di AIHRC memberikan nilai plus tersendiri kepada Indonesia karena dialah satu-satunya komisioner di komisi tersebut yang murni berasal dari masyarakat sipil. Sembilan komisioner lainnya mempunyai latar belakang pemerintahan meskipun tidak semuanya kini adalah pegawai pemerintah. Rafendi mengungguli calon-calon lain, yang di antaranya pernah duduk di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia RI.

Rafendi bukan orang baru di bidang HAM. Lihat Daftar Aktivis
Lihat Daftar Aktivis
Aktivis
kelahiran Padang ini bahkan merupakan salah seorang spesialis di bidang HAM dan demokrasi. Dia adalah pendiri sekaligus Ketua Indonesia's Forum for Human Dignity (InFoHD) tahun 1992 hingga 2003. InFoHD adalah forum untuk HAM di Indonesia yang berbasis di Amsterdam, Belanda, dan didirikan untuk memperkuat dan memfasilitasi pengembangan HAM di Indonesia.

Setelah kembali ke Indonesia pada tahun 2003, dia juga ikut mendirikan koalisi sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk advokasi HAM, yaitu Human Rights Working Group. Tugas utamanya adalah mengoordinasikan dan mengimplementasikan advokasi aturan-aturan HAM internasional di Indonesia.

Kegiatan itu melibatkan tidak kurang dari 20 lembaga swadaya masyarakat di bidang HAM, antara lain Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Imparsial, dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Korban HAM

Rafendi sesungguhnya adalah korban HAM, dan hal itu sangat berbekas dalam dirinya. "Saya dikeluarkan dari Universitas Indonesia pada tahun 1981 hanya karena membuat diskusi dengan mengundang Pramoedya (Ananta Toer, penulis yang pernah dipenjara pada masa Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
). Sejak itu saya luntang-lantung mencari kerja di sana-sini," ungkap lelaki keturunan Jawa-Minang yang masuk jurusan Asisten Wakil Presiden Urusan Kesejahteraan Rakyat (1978-1983)
Asisten Wakil Presiden Urusan Kesejahteraan Rakyat (1978-1983)
sosiologi
Universitas Indonesia pada tahun 1977 itu.

Rafendi pun menceburkan diri untuk membangun LSM-LSM di Indonesia tahun 1983-1984. Dia juga sempat bekerja dalam kontrak pendek dengan Program Pembangunan PBB (UNDP) untuk program pengembangan masyarakat perkotaan di Jakarta.

Pada tahun 1984 Rafendi mendapat beasiswa dari Yayasan Pendukung Kekuatan Demokrasi (Stifting Democratische Krachten) Belanda untuk belajar di Belanda. Maka, pada tahun itu pula dia terbang ke Belanda dan berjuang untuk menempuh pendidikan master di Institute of Social Studies, Den Haag, dengan spesialisasi studi pembangunan.

Lulus master, Rafendi kemudian ikut mendirikan organisasi pelobi HAM di Indonesia yang diberi nama Indonesia's Forum for Human Dignity, dengan jaringan di sejumlah kota besar di Indonesia dan Eropa. Pengetahuannya di bidang HAM terus bertambah setelah mengikuti pelatihan-pelatihan dan kursus HAM di Swiss dan Filipina.

"Spesialisasi saya melobi, jadi tidak berhubungan langsung dengan para korban HAM. Tetapi, saya mengikuti dan membantu berbagai kasus dari belakang," ungkap Rafendi yang tinggal di Belanda hingga tahun 2003 dan ikut menyuarakan perjuangan reformasi Indonesia di luar negeri.

Pulang dari Belanda, di Human Rights Working Group, Rafendi terus berkiprah dan membangun jembatan dialog dengan masyarakat sipil dan pemerintah, yang kemudian meluas hingga ke tingkat ASEAN dan Asia Pasifik.

Diterima ASEAN

Kemampuan Rafendi dalam lobi di tingkat regional maupun internasional membuat dia luwes diterima berbagai pihak. Hal itu pula yang membuat dia termasuk sosok yang "diterima" di ASEAN, baik oleh kalangan LSM maupun pemerintahan.

Dibandingkan dengan sejumlah calon lain, Rafendi terbilang paling terbebas dari motif-motif lain karena dia bukan Lihat Daftar Tokoh Politisi
Lihat Daftar Tokoh Politisi
politisi
, bukan pula peLihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
. Kepentingan dia adalah memajukan penghargaan atas HAM, demokrasi di Indonesia dan di kawasan ASEAN.

Di lingkungan ASEAN, nama Rafendi juga tidak asing lagi. Dia hampir selalu hadir pada pertemuan ASEAN dalam lima tahun terakhir. Keterlibatannya membangun Forum Rakyat ASEAN (ASEAN People's Forum) maupun mendorong diterimanya HAM sebagai salah satu tata nilai penting di ASEAN tidak kecil. Sangat wajar bila Rafendi yang terpilih sebagai komisioner dari Indonesia di AIHRC.

"Masih susah ditebak apakah para komisioner bisa bekerja sama atau tidak karena kebanyakan dari mereka itu diplomat, saya sendiri yang bukan," ungkapnya seusai pertemuan pertama para komisioner AIHRC di Hua Hin, Thailand, 24 Oktober 2009.

Acara itu diisi dengan perkenalan, berbagi pandangan soal politik dan HAM, sekaligus bertemu dengan para anggota panel tingkat tinggi yang menyusun kerangka acuan AIHRC.

Rafendi juga menyadari, harapan rakyat ASEAN yang tinggi terhadap komisi HAM ASEAN ini kemungkinan belum akan bisa dipenuhi pada masa-masa awal berjalannya komisi ini. Hal itu karena pada masa-masa awal ini adalah proses pembelajaran untuk saling mengenal dan berbagi pengalaman terlebih dahulu. Terlebih lagi dalam kerangka acuan AIHRC yang ada saat ini memang lebih banyak penekanan kepada fungsi pemajuan (promosi) HAM ketimbang fungsi perlindungannya.

Berdasarkan kesepakatan para pemimpin ASEAN, evaluasi atas kerangka acuan AIHRC dengan menyeimbangkan fungsi pemajuan dan perlindungan itu akan dilakukan dalam waktu lima tahun setelah AIHRC berjalan.

"Kita mempunyai modal yang besar sebagai bangsa dan negara di bidang hak asasi manusia karena dengan segala hal yang kita miliki, kita terbaik di ASEAN. Jadi, kita tidak akan rugi berada di komisi ini. Ini suatu proses membagi pengalaman yang harus dikembangkan dalam komisi HAM ASEAN itu," paparnya.

Dengan standar HAM Indonesia yang sudah lebih tinggi daripada standar HAM ASEAN, diakui Rafendi, tidak terhindarkan bahwa dia sebagai komisioner AIHRC memang harus sedikit menurunkan standar-standar patokannya dalam diskusi-diskusi di komisi HAM ASEAN tersebut. e-ti

Sumber: Kompas, Rabu, 4 Februari 2009 | Penulis: Rakaryan Sukarjaputra

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 22 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Tidak Lama Bersinar Suka Menulis Cerita Tragedi

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Jusuf Kalla

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Dalam buku ini, Mien R. Uno memaparkan kiat-kiat awet mudanya, yang menurutnya bukanlah hal yang istimewa dan perlu dirahasiakan bahkan banyak dari kiat-kiat tersebut telah kita ketahui, hanya saja kita mengabaikannya seperti selalu bersyukur, berpikir positif, dan menjaga kesehatan.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: