Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com
    Berita Video Update Data & Sponsorship Intermezzo Komentar

    Memperkuat Mata Rantai Persatuan

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Memperkuat Mata Rantai Persatuan
    e-ti | kompas-m clara wresti
    Pendiri PT Pharos Indonesia
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Kenangan akan masa kecil yang indah dengan teman-teman pribumi membuat Eddie Lembong resah melihat ketegangan antara warga pribumi dan warga etnis Tionghoa di Jawa. Laki-laki keturunan Tionghoa asal Sulawesi Tengah ini yakin, bangsa Indonesia akan kuat asalkan semua suku bangsa terintegrasi. Kota Bandung membara tanggal 10 Mei 1963 ketika kerusuhan anti-Tionghoa melanda ibu kota Jawa Barat itu. Kampus ITB porak-poranda, motor dan skuter dirusak, bahkan, dibakar, kecuali Jurusan Farmasi yang tetap tenteram dan damai.

     

    QR Code Halaman Biografi Eddie Lembong
    • biografi tokoh indonesia eddie lembong
    • cara memperkuat persatuan muhammadiyah
    • Drs. Eddie Lembong
    • foto roy lembong
    • PROFIL Drs. Eddi Lembong
    • "Century Health Care" AND ("Pengusutan OR penyelidikan OR pemeriksaan OR dalih OR duga OR dugaan OR ilegal OR terorisme OR perusuh OR teroris OR pengganas OR peneror OR penteror OR penyelundupan OR curang OR korup OR korupsi")
    • edi lembong
    • drs. eddie lembong
    • eddi lembong
    • dian lembong
    • haji maman pemimpin scoter indonesia
    • eddie lembong pharos
    • eddie lembong

    Kerusuhan tidak merambah kampus Farmasi ITB karena seorang mahasiswa peranakan Tionghoa telah memupuk persaudaraan sekaligus memupus prasangka antarkelompok etnis di kampus itu. Mahasiswa tersebut adalah Ong Yue San, yang dikenal sebagai Eddie Lembong.

    Dia membantu teman-teman, terutama dalam memperbanyak dan pengadaan diktat kuliah, yang waktu itu relatif sulit didapat. Toko buku dan penerbitan terbatas. Meminjam buku dari para senior juga tidak mudah. Di perpustakaan, buku juga sulit didapat karena telah dipinjam dosen selama bertahun-tahun.

    Cara yang ditempuh Eddie sederhana. Ia mengetik ulang buku yang dipinjam, lalu memperbanyak dengan cara stensil. Stensilan itu ia jual murah. Selain itu, dia juga berusaha mendatangkan buku-buku terbaru mengenai farmasi terbitan luar negeri.

    Dia melihat peluang mendapatkan buku impor murah, asalkan ada permohonan ke Departemen Pendidikan. Dengan buku impor, pengetahuan mahasiswa Farmasi tidak hanya meracik obat, tetapi juga mengetahui mengapa obat ini cocok untuk penyakit ini, sedangkan obat itu tepat untuk penyakit yang lain.

    Kiprah Eddie dalam pengadaan buku-buku kuliah inilah agaknya yang membuat Fakultas Farmasi terbebas dari kerusuhan anti-Tionghoa waktu itu.

    Walau tak mengalami kerusuhan, peristiwa tersebut membuat dia resah. Kerusuhan dan diskriminasi di Bandung sangat bertolak belakang dengan keakraban dan persaudaraan Tionghoa-pribumi yang dia rasakan di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, tempatnya dilahirkan. Dia juga memiliki persaudaraan lintas etnis yang akrab di Gorontalo dan Manado, Sulawesi Utara, tempat dia menghabiskan masa kanak-kanak hingga remaja.

    "Keluarga kami dengan Pak Achmad Gobel—kelak menjadi Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    pengusaha
    nasional—akrab, seperti sanak saudara sendiri. Masyarakat Gorontalo sangat Islami dan toleran dalam menerima masyarakat Tionghoa. Setiap kali pesta keluarga Tionghoa, berbondong-bondong warga asli Gorontalo datang. Suasana sungguh akrab waktu itu," kenang Eddie.

    Industri farmasi

    Persaudaraan Jurusan Farmasi ITB yang dibangun Eddie ternyata langgeng hingga kini. Saat dia merintis industri obat Pharos awal tahun 1970-an, terjalin sinergi kebijakan dan produksi farmasi secara nasional. Itu karena para industriawan dan birokrat yang sebagian berasal dari ITB memiliki rasa saling percaya.

    "Hubungan kami bukan antara cukong dan birokrat yang diwarnai sogok-menyogok. Pada 1970-an industri farmasi menjadi contoh bahwa kebijakan sektor farmasi tidak diintervensi oleh militer dan Istana," katanya.

    Upaya merintis industri farmasi dan jaringan Apotek Century, kini menyerap 10.000 tenaga kerja. Pada saat krisis ekonomi Pharos justru menambah karyawan untuk menyerap mereka yang kehilangan pekerjaan.

    Misi kemanusiaan melayani masyarakat juga menjadi acuan dalam Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    bisnis
    Apotek Century. "Kalau mau ambil margin keuntungan, harus diminta dari produsen, bukan dari pasien," kata Eddie menggarisbawahi kebijakan apotek yang dirintisnya.

    Keakraban lintas etnik dan agama itu dia aktualkan kembali, misalnya, pada 22 Oktober lalu dengan pemberian penghargaan Nabil Award di Hotel Mulia, Jakarta. Para ahli yang puluhan tahun mendalami bidang studi peranakan Tionghoa mendapat penghargaan atas upaya mereka mendorong persatuan dalam kebinekaan Indonesia.

    Bagi Eddie, bangsa Indonesia ibarat sebuah rantai besar dan kokoh yang disatukan mata rantai, yakni suku-suku bangsa. "Kekuatan sebuah rantai ditentukan oleh semua mata rantai itu. Integrasi antara kaum Tionghoa dan pribumi bisa menjadi mata rantai yang lemah jika tidak berjalan dengan benar," katanya.

    Pemupukan silang budaya menjadi jawaban untuk memutus budaya kolusi antara cukong dan pejabat yang subur sejak Indonesia merdeka. Dia mengingatkan, korupsi di Indonesia merupakan kolaborasi simultan antara Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    pengusaha
    "dadakan" dan petinggi birokrasi yang sama-sama mau hidup enak tanpa bekerja keras.

    Untuk lebih memperkokoh lagi silang budaya itu, selepas kerusuhan Mei 1998, Eddie ikut mendirikan Perkumpulan Indonesia Tionghoa (Inti). Tujuannya, membangun keakraban lintas suku dan agama. Waktu itu dia langsung terpilih sebagai ketua umum. Namun, Eddie hanya bersedia dipilih untuk satu periode karena dia ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada kalangan muda etnis Tionghoa.

    Dia lalu memfokuskan diri menerbitkan buku-buku sejarah dan kebudayaan serta pemberian penghargaan Nabil (Nation Building) yang dirintisnya sejak tiga tahun lalu.

    Bahkan, ia pun tak lagi ikut campur dengan urusan Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    bisnis
    sejak 10 tahun terakhir. Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    bisnis
    obat-obatan diserahkan kepada anak-anaknya untuk dikembangkan.

    "Kepuasan dari uang ada batasnya, sementara kita tidak boleh puas dengan pengetahuan yang sudah dimiliki," ujarnya.

    Eddie lalu memilih terjun ke dalam berbagai kegiatan untuk integrasi dan persatuan, serta peningkatan pengetahuan masyarakat dengan menerbitkan buku-buku di bawah Yayasan Nabil. e-ti

    Sumber: Kompas, Rabu, 11 November 2009 | Penulis: Iwan Santosa dan M Clara Wresti

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 21 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    "Pengetahuan tanpa ditindaklanjuti adalah lebih buruk daripada tidak memiliki pengetahuan sama sekali." ~ Henry Charles Bukowski

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Jejak rekam Letjen TNI Moeldoko terbilang cemerlang. Dia pernah ikut satuan teritorial, tempur, operasi di dalam dan luar negeri, berkecimpung di lembaga pendidikan termasuk

    Click to view full article

    Dosen senior FEUI yang dikenal sebagai ekonom, peneliti dan konsultan ini pernah menjadi staf khusus Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Keuangan dan berperan di G20, Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional,

    Click to view full article

    Setelah 10 tahun memimpin BTN, Iqbal Latanro didapuk menjadi Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero.

    Click to view full article

    Bernyanyi bagi Harvey Malaihollo tak sekadar profesi tapi bagian dari hidup. Ketika hati gembira atau sedih, ia akan tetap bernyanyi.


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us