WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Nyanyian Semesta Ayu Laksmi

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Nyanyian Semesta Ayu Laksmi
e-ti | kompas-agus susanto

Sejak tahun 2004 Ayu Laksmi seperti menemukan titik balik dalam karier bermusiknya. Ia merasa hidup telah cukup memberi pelajaran penting ketika beredar dari panggung ke panggung sejak usia 4 tahun. "Mengapa saya harus menoleh keluar terus, sementara sesungguhnya apa yang saya punya adalah anugerah yang luar biasa dari Tuhan," tutur Ayu, Kamis (12/11).

 

Penyanyi
Lihat Curriculum Vitae (CV) Laksmiyani

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Laksmiyani

QR Code Halaman Biografi Laksmiyani
Bio Lain
Click to view full article
Said Agil Munawar
Click to view full article
Supriyadi
Click to view full article
Siti Zuhro
Click to view full article
Tompi
Click to view full article
Puan Maharani
Click to view full article
Darmin Nasution
Click to view full article
Ahmad Dahlan, KH

Apa yang diungkapkan Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
bernama lengkap I Gusti Ayu Laksmiyani ini tak lain dari inti ajaran Tat Twam Asi dalam Hindu, untuk menerima orang lain dan diri sendiri sebagaimana adanya. Maka, ketika didaulat untuk berdendang saat ia hadir dalam jumpa pers peresmian Bentara Budaya Bali dan Festival Bambu, Selasa (3/11), Ayu hanya meminta para Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
dan seniman untuk memukul-mukul bambu. Tak ketinggalan, perupa Made Wianta dan Nyoman Erawan secara spontan turut memukul bambu. Lalu mengalirlah tembang "Tat Twam Asi" ciptaan Ayu. Ia tampak khusyuk, tidak terganggu karena ketiadaan alat musik serta kondisi sistem tata suara (sound system) yang kacau.

"Saya tidak ingin banyak menuntut sehingga membuat segala sesuatu jadi rumit. Kalau tidak ada alat musik, saya masih punya diri saya untuk bernyanyi," ujar Ayu seusai berdendang. Apa yang ditunjukkan Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
kelahiran Singaraja, Bali, ini tak lain dari perilaku ikhlas, sebuah ajaran hidup yang mudah dibicarakan tetapi terasa berat jika dipraktikkan. "Semasih kita banyak menuntut pasti tidak akan bisa ikhlas," ucap Ayu.

Kesadaran

Apa yang dicapai Ayu Laksmi bermula dari kesadaran yang diam-diam menyusup di dalam hidupnya. Selama menekuni profesi sebagai Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
, ia sudah begitu banyak membawakan lagu-lagu, terutama rock, karya para musisi asing. Ayu mengaku lelah dan jenuh mengikuti kinerja industri yang mendikte. Oleh karena itu, ia selalu berkata, "Izinkan saya memilih lagu saya sebelum saya penuhi permintaan Anda." Maka ia mulai belajar menembangkan gegitaan, bait-bait puisi yang terdapat dalam kitab-kitab Hindu.

Tembang-tembang gegitaan yang banyak diambil dari kitab Arjuna Wiwaha tak hanya berisi nyanyian pujian kepada Semesta yang memberi hidup alam dan manusia, tetapi mengandung pedoman moral untuk menjalani hidup. Setelah berkonsultasi dengan beberapa orang suci, Ayu menggubah "Wirama Totaka" dan "Wirama Swandewi" dari kitab Arjuna Wiwaha menjadi lagu dengan iringan alat-alat musik modern. Bersama kelompok musik Tropical Transit, Ayu mulai merambah panggung festival dan acara-acara yang bernuansa religi.

"Saya mewirama saja. Menembang bait-bait dalam kitab suci itu membutuhkan kesabaran, tidak boleh meledak, karena chord-nya cuma satu, pemusik juga harus menahan diri. Di situlah saya diajarkan untuk sabar…," kata istri dari Steven van Lierde, lelaki asal Belgia tetapi sudah menetap di Bali selama 16 tahun, ini.

Dalam tataran itu, Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
yang suka mengenakan Lihat Daftar Desainer
Lihat Daftar Desainer
busana
putih ini telah menjadikan musik populer sebagai wahana kontemplasi. Lewat musik dan gegitaan yang ia lantunkan, Ayu mengajak semua orang untuk kembali kepada kearifan lokal. "Yang saya belum berani, membawa alat-alat band ini ke pura," tutur Ayu Laksmi.

Selama ini, ajaran-ajaran moral yang terdapat dalam nyanyian kitab suci di Bali senantiasa disiarkan dengan metode dan media konvensional. Aktivitas menembang tidak banyak menarik minat generasi terkini. "Saya ingin mendekatkan mereka dengan ajaran menggunakan media yang populer," kata Ayu.

Vegetarian

Setelah beberapa tahun menembangkan pujian-pujian kepada kebesaran Semesta, banyak orang mengira Ayu menjalani laku vegetarian. "Banyak sekali orang bilang saya vegetarian," kata sarjana hukum lulusan Universitas Udayana ini.

Lantaran makin banyak orang yang beranggapan begitu, Ayu menganggapnya sebagai petunjuk. "Itu mungkin isyarat bagi saya untuk benar-benar menjalani laku vegetarian. Maka, sejak dua tahun lalu saya total vegetarian," kata Ayu. Laku ini ia jalani tanpa motivasi spiritual. "Saya hanya belajar mengendalikan diri saja," katanya. Buat Ayu, menjadi vegetarian tak harus dihubungkan dengan kepercayaan atau peningkatan spiritualitas hidup manusia.

Pada era 1980-an, Ayu Laksmi malang melintang dalam dunia musik rock Indonesia. Ia berkeliling dari panggung ke panggung untuk meneriakkan, "You want to rock…". Bahkan, bersama dua kakaknya, Partiwi dan Ayu Wedayanti, dia sempat membentuk The Ayu Sisters yang pernah dinobatkan sebagai Best Performers dalam arena Bintang Radio dan Televisi tingkat nasional tahun 1983. Meski bergelimang di panggung hiburan, baru tahun 1991 ia melahirkan album solo. "Itu satu-satunya album solo saya," ujarnya. Tak banyak pula yang tahu bahwa Ayu pernah mengisi vokal lagu "Hello Sobat" (Harry Sabar) untuk soundtrack film Catatan Si Boy II. Ia juga mengisi vokal soundtrack film Asmara. Bahkan, Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
bertubuh langsing ini pernah memutuskan menetap di Jakarta tahun 1988-1990. "Saya ingin serius di jalur hiburan," kenangnya.

Bali selalu menariknya untuk kembali. Ketika pulang kampung, ia harus memulai segala sesuatunya dari nol. "Saya mulai bernyanyi dari kafe ke kafe, lalu mendirikan restoran, kemudian berlayar ke Karibia dan menjadi Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
di kapal pesiar. Saya bernyanyi dalam bahasa Perancis, Inggris, dan Spanyol," katanya.

Semua itu dipandang Ayu sebagai proses menuju pencapaiannya sekarang ini. Ketika mengikuti perjalanan film Under the Tree (Sutradara dan Produser Film
Sutradara dan Produser Film
Garin Nugroho
) yang ia bintangi dalam Tokyo International Film Festival, Ayu didaulat menyanyi. "Tidak ada alat musik sama sekali, tetapi saya tidak panik. Kembali saya menembangkan gegitaan itu saja…," ujarnya.

Pelajaran penting dari seluruh rangkaian perjalanan kariernya sebagai penyanyi, meski ia mulai dari jalur industri hiburan, tumbuhnya kesadaran untuk kembali ke ranah musik sebagai nyanyian pengagungan Semesta. Bermusik pada hakikatnya melantunkan persembahan, sebagaimana terdapat dalam agama. "Syukur-syukur bisa mengabarkan ajaran moral yang universal kepada semua pendengar saya," kata Ayu.

Kini, perempuan yang selalu bertutur santun ini sedang mempersiapkan album solo bernuansa religi. Semua lagunya ia ciptakan sendiri dalam bahasa "gado-gado", antara Bali, Inggris, dan Indonesia. Katanya, itu sebagai upaya melakukan universalisasi terhadap ajaran-ajaran moral yang terkandung di dalamnya. e-ti

Sumber: Kompas, Sabtu, 14 November 2009 | Penulis: Putu Fajar Arcana

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 21 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Tiga Langkah Tni Ad Manajer Profesional Yang Jadi Politisi

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Jual Buku Sutiyoso Sang Pemimpin

Buku Pilihan

thumb

Genghis Khan adalah salah satu pejuang yang namanya kesohor di penjuru dunia, meski mengalami masa kecil yang berat akibat kematian tragis kepala suku yang juga adalah ayahnya.

Note: Bacaan ringan tapi bermakna.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: