WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Melacak Jejak Tsunami Purba

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Melacak Jejak Tsunami Purba
e-ti | kompas-yulvianus hr

Eko Yulianto pernah jadi sasaran tembak militer, bahkan mendapat luka bakar serius, semata demi melacak jejak gempa dan tsunami purba. Ia meyakini, pengetahuan tentang sejarah gempa dan tsunami dapat meminimalkan jatuhnya korban jiwa akibat bencana ini di kemudian hari.

Peneliti Paleoseismologi dan Geologi Kuarter pada Pusat Penelitian Geoteknologi ...
Lihat Curriculum Vitae (CV) Eko Yulianto

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Eko Yulianto

QR Code Halaman Biografi Eko Yulianto
Bio Lain
Click to view full article
Sylviana Murni
Click to view full article
Bob Sadino
Click to view full article
El Manik
Click to view full article
Inke Maris
Click to view full article
Ahmad Dhani
Click to view full article
Seto Mulyadi
Click to view full article
Hermanto Dardak
BERITA TERBARU

Eko dikenal sebagai pelacak tsunami purba yang tangguh menekuni bidangnya. Berbagai negara, seperti Thailand, Cile, Oman, India, Sri Lanka, Jepang, dan Singapura, serta ratusan kilometer garis pantai telah dilaluinya demi merekam jejak tsunami purba.

Berdasarkan hasil risetnya di Meulaboh, Nanggroe Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
Darussalam, diperkuat temuan tim Badan Survei Geologi AS (USGS) di Thailand selatan, diperoleh fakta mengejutkan, tsunami besar pernah terjadi di Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
sebelum tahun 2004. Penelitian ini dilaporkan di jurnal internasional Nature, 30 Oktober 2008.

"Kami menemukan bukti, berdasar endapan paleotsunami, giant tsunami pernah terjadi di Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
pada 600 tahun yang lalu. Ini menepis anggapan bahwa di Aceh sebelumnya tak pernah terjadi gempa bumi sedahsyat di atas 9,0 skala Richter," ujar ahli paleotsunami dari Pusat Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini.

Tsunami Aceh 2004 adalah pembuktian bahwa gempa dan tsunami besar bisa terjadi di mana saja, di daerah yang masuk zona subduksi oceanic continent (pertemuan antar lempeng samudra dan benua) di sepanjang pesisir barat Sumatera, selatan Jawa, dan kawasan timur Indonesia.

Jika temuan itu muncul lebih cepat, sebelum terjadi gempa di Aceh, ia meyakini jumlah korban jiwa bisa ditekan. "Sejak 1608 hingga 2008 setidaknya ada 217 kali kejadian tsunami di Indonesia."

Dalam lima tahun terakhir, Eko mengintensifkan kajian paleotsunami di daerah yang selama ini belum terjamah penelitian modern. Risetnya difokuskan di selatan Pulau Jawa.

Pulau Jawa dipilih karena kawasan ini berpenduduk paling padat di dunia. Ancaman gempa dan tsunami di sini bisa berdampak luar biasa. Pada penelitian di Sungai Cikembulan, Pangandaran, Jawa Barat, ia menemukan empat lapis pasir yang jadi kandidat awal bukti bahwa di wilayah itu pernah terjadi beberapa kali tsunami.

Di lapisan pasir yang terdapat cangkang Foraminifera, biota laut itu, ditemukan salah satu lapisan setebal 20 sentimeter. Di atasnya terdapat sejumlah lapisan dengan ketebalan rata-rata 1-3 cm, termasuk bekas tsunami Pangandaran tahun 2006.

"Artinya, pada masa lalu di daerah ini diduga terjadi tsunami yang jauh lebih besar dibandingkan tsunami 2006. Berdasarkan pentarikhan umur, ini terjadi 400 tahun silam," ucap geolog, ahli bidang palinologi (mengidentifikasi fosil serbuk sari) ini.

Mendalami dan menerapkan paleotsunami di Indonesia tak mudah. Iklim tropis dengan tingkat erosi dan abrasi tinggi kerap membuat endapan sisa tsunami langsung tersapu air. Bukti jejak tsunami jadi lebih sulit didapat.

Nyawa taruhannya

Tak jarang dalam melakukan riset di berbagai daerah dan negara, nyawanya menjadi taruhan. Di Oman, ia menghadapi risiko dehidrasi akibat cuaca panas yang mencapai 42 derajat Celsius. Ia punya pengalaman menegangkan saat menyisir pantai barat Aceh. Di Lhoknga, Eko dan 17 rekannya, mayoritas peneliti asing, dicegat tentara.

"Kapal kami dibidik senjata dan dikepung tentara saat lagi mengukur dengan batimetri. Setelah diusut, kawasan itu titik untuk mencegat GAM (Gerakan Aceh Merdeka). Seminggu sebelumnya, tempat kami singgah dipakai untuk mendrop senjata," katanya.

Pada 2006 di Pasaman, Sumatera Barat, ia nyaris kehilangan kaki akibat luka bakar setelah terperosok di areal lahan gambut yang terbakar. "Sebulan kemudian saya balik ke Padang dengan kaki dibalut perban untuk membimbing mahasiswa dari Washington State University."

Eko telanjur jatuh cinta pada profesi yang digelutinya meskipun secara materi itu kalah menjanjikan dibanding profesi di pertambangan yang bisa diambilnya. Tapi yang ia sesalkan, dari puluhan mahasiswa yang dibimbingnya, belum satu pun yang berprofesi menjadi peneliti tsunami.

"Pernah ada yang mengambil skripsi tentang tsunami, tapi kerjanya balik ke tambang." Padahal, dengan kondisi kerentanan gempa dan tsunami, ia berharap ada lebih banyak ahli paleotsunami di Indonesia.

Kearifan lokal

Ketiadaan catatan sejarah, ditambah lamanya periode perulangan tsunami, membuat masyarakat tak waspada. "Masyarakat seolah dininabobokan meski bencana mengancam mereka sewaktu-waktu," ujar Eko. Padahal, jika mengacu pada kearifan lokal, cerita rakyat mengenai gempa bumi dan tsunami sebetulnya sudah ada. Contohnya dongeng Smong di Simeulue, Aceh.

"Isinya, jika ada gempa segera lari ke atas bukit, tak perlu lihat laut surut. Maka, saat terjadi tsunami di Aceh, meski Simeulue daerah paling awal kena, hanya tujuh korban meninggal," tuturnya.

Di daerah lain pun bermunculan kearifan lokal sejenis. Di Mentawai ada cerita Teteo tentang gempa dan tsunami. "Sayang, belakangan cerita itu tak lagi dipahami," kata Eko yang meyakini legenda Nyi Roro Kidul di selatan Jawa juga dilandasi gempa dan tsunami di masa silam.

Eko pun aktif berkampanye tentang kesiagaan bencana di berbagai daerah. Ia juga rajin menulis buku mengenai mitigasi gempa. Ia kerap ditunjuk sebagai koordinator pelatihan nasional siaga bencana LIPI. Dalam pelatihan dan bukunya, ia menyisipkan pentingnya kearifan lokal.

"Sosialisasi siaga bencana harus disesuaikan dengan level pemahaman masyarakatnya. Early warning system modern misalnya bisa mendapat resistensi dari masyarakat di daerah," ucap pria yang aktif di Klub Riset Cekungan Bandung (KRCB) itu.

Di Mentawai misalnya, sensor gempa disebut mata gempa. "Asosiasinya negatif, justru dianggap memicu gempa, bukan sebaliknya. Makanya, sensor ini banyak dicuri."

Pendidikan adalah aspek termurah dalam upaya mitigasi bencana. "Daripada beli alat mahal dan belum tentu efektif, lebih baik investasi pada pendidikan. Ini akan berefek bola salju di masyarakat," ucapnya.

Eko membandingkan, warga di Jepang terbiasa hidup berdampingan dengan gempa dan tsunami. "Pada Hari Peringatan Pencegahan Bencana, keluarga di Jepang berkumpul dan mendiskusikan upaya jika terjadi bencana. Jadi, anak kecil pun tahu apa yang harus dilakukan saat gempa," tutur Eko yang berharap hal itu diterapkan di Indonesia.

Ia ingin memopulerkan ilmu tentang geologi, khususnya menyangkut kebencanaan. Ruang kerjanya di LIPI yang dulu terkesan formal, "disulap" menyerupai studio kreatif.

Selain beragam buku sains populer, ia bercita-cita memproduksi film dokumenter. "Agar sains tak menjadi menara gading dan bermanfaat bagi khalayak," katanya. e-tis

Sumber: Kompas, 16 Oktober 2009 | Penulis: Yulvianus Harjono

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 21 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Penantang Akbar Paling Lantang Pendeklarasi Negara Kepulauan

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 43

Tokoh Monitor

Jual Buku-buku Pilihan

Buku Pilihan

thumb

Apakah kamu pencinta wisata kuliner yang rindu akan makanan khas daerah asal? Atau mungkin kamu ingin merasakan berbagai makanan khas daerah Nusantara?

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: