WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pelopor Garda Depan

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pelopor Garda Depan
e-ti | kompas-priyambodo

Akhirnya cita-cita Iwan Hasan bersama bandnya, Discus, tampil di festival musik "Zappanale" di Bad Doberan, Jerman, tercapai juga 11-16 Agustus lalu. Festival tahunan yang bergengsi ini mengabadikan jasa musisi garda depan Amerika Serikat, Frank Zappa (1940-1993), yang diikuti band-band dari mancanegara.

Musisi
Lihat Curriculum Vitae (CV) Iwan Hasan

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Iwan Hasan

QR Code Halaman Biografi Iwan Hasan
Bio Lain
Click to view full article
Tohpati
Click to view full article
Rusdi Kirana
Click to view full article
Wilopo
Click to view full article
Tri Rismaharini
Click to view full article
Nikita
Click to view full article
Inke Maris
Click to view full article
Probosutedjo

Sudah tiga kali Discus, band yang personelnya mencapai lebih dari 20 orang itu, diundang ke Zappanale. Baru kali ini Iwan memenuhi undangan itu berkat dukungan moril maupun materiil dari dua pejabat Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Sapta Nirwandar dan Jordi Paliama, serta diplomat di KBRI Brussels (Belgia), PLE Priatna. Discus pun melancarkan tur Eropa ke Zappanale serta tampil di KBRI Brussels untuk mempromosikan diri di "ibu kota politik" Eropa tersebut.

"Konser kami di Zappanale disaksikan sekitar 7.000 penonton. Setelah itu kami tampil di KBRI Brussels dalam rangka HUT kemerdekaan. Kami puas, cukup banyak pihak yang tertarik mendengarkan ramuan musik modern dan tradisional Indonesia yang khas Discus," tutur Iwan. Dari pembicaraan dengan berbagai pihak di Belgia, Iwan optimistis tahun depan ia akan diundang unjuk gigi dalam sejumlah festival di Brussels yang merupakan pusat kebudayaan Uni Eropa itu.

Ironis memang, Discus kurang dikenal di dalam negeri meski banyak memperkenalkan musik tradisional negeri ini di luar negeri. Dua album Discus, 1st (1999) dan Tot Licht! (2003), cuma jadi koleksi penikmat musik garda depan saja. "Kami sedang menggarap album ketiga, 80 persen telah rampung," kata Iwan. Yang berniat menikmati sajian Discus di Zappanale, Iwan mempersilakan Anda masuk ke halaman dia yang mudah dicari di Facebook atau YouTube.

Discus adalah band garda depan yang memadu elemen Lihat Daftar Tokoh Jazz
Lihat Daftar Tokoh Jazz
jazz
, rock, klasik kontemporer, dan tradisional. Band yang berdiri 1996 ini lebih terkenal di luar negeri. Mereka antara lain pernah tampil di tiga tempat di AS sepanjang tahun 2000 dalam acara "ProgNight" di San Francisco, "Knitting Factory" di New York, dan "ProgDay" di North Carolina. Selain itu, Discus manggung pula di "BajaProg" di Baja (Meksiko) tahun 2001, "Progsol" di Pratteln (Swiss) tahun 2005, dan "FreakShow" di Wurzburg (Jerman) juga pada 2005.

Dan, Discus adalah Iwan, musisi multiinstrumentalis yang sejak balita sampai SMP belajar piano/gitar/cello klasik. Iwan sejak 1980-an berpetualang di dunia musik, baik sebagai komposer, gitaris, maupun vokalis. Discus terbentuk tahun 1996, berawal dari pertemuan antara Iwan saat menjadi dirigen orkestra yang membawakan komposisi Franki Raden, "Simfoni Merah Putih", dalam HUT stasiun teve SCTV, dengan Anto Praboe yang memainkan klarinet untuk orkestra itu.

Iwan dan Anto lalu mengajak Fadhil Indra, sahabat Iwan yang bermain band bersama selama 25 tahun sejak mereka masih di SD. Iwan dikenal sebagai pemetik "gitar harpa" 21 senar yang juga memperdalam komposisi klasik kontemporer dan improvisasi Lihat Daftar Tokoh Jazz
Lihat Daftar Tokoh Jazz
jazz
serta vokal Penyanyi Seriosa
Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
Seriosaseriosa di Oregon. Ia seorang dari 20-an gitaris harpa profesional di dunia dan salah satu dari dua orang dari Asia—seorang lagi dari Jepang. Ia dipercaya mengisi salah satu nomor dari Beyond Six Strings (2004), album kompilasi 13 gitaris harpa yang berisikan 13 komposisi.

Dari vokal grup

Iwan pertama kali merambah dunia komersial ketika membawa band sekolahnya, SMAK Tirta Marta BPK Jabar (sekarang BPK Penabur), menjadi juara kedua lomba band se-Jabotabek. Tak lama setelah itu ia membentuk band Sea Serpent yang mencampur gamelan dengan rock. "Saat saya membentuk Discus, kondisi dan selera pasar kita masih beragam. Label-label masih mau memberikan kesempatan bagi musik garda depan atau rock progresif yang diusung Discus. Kini kondisinya sudah jauh berbeda, ruang gerak musik kami makin sempit. Tetapi, saya masih tetap optimistis masa depan Discus sebagai pelopor tetap cerah," kata ayah empat anak ini.

"Saya sama sekali tidak antimusik pop yang dewasa ini dominan, tetapi label-label sebaiknya juga memberikan tempat bagi kami yang bermain di wilayah garda depan. Mereka mesti lebih berani mengambil risiko," kata jebolan sekolah musik Willamette University, Oregon, Amerika Serikat, ini.

"Jika ditanya tentang prospek musik garda depan dan rock progresif, saya masih optimistis karena penikmatnya tetap ada. Lihat Daftar Tokoh Jazz
Lihat Daftar Tokoh Jazz
jazz
sekarang semakin populer, demikian pula blues," ujar lelaki kelahiran 11 Desember 1967 itu. Iwan malah termasuk aktif memberikan kontribusi untuk musik pop dengan memainkan peranan sebagai komposer atau instrumentalis sejumlah band pop, seperti Ungu atau Boomerang.

Setelah membentuk Discus, proses pencarian jati diri Iwan tampaknya nyaris hampir selesai. Jika sempat mendengarkan kedua album Discus, telinga Anda, para pendengar musik tradisional, masih bisa menikmati elemen-elemen jazz, rock, metal, klasik, kontemporer, pop, ataupun etnis (Bali, Jawa, Sunda, Makassar, Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
, dan Dayak).

Pengakuan terhadap Discus terjadi tahun 2004 ketika lagu "Anne" dari album Tot Licht! dianugerahi AMI Samsung Award. Dan, Discus sendiri menyabet gelar "Band Rock Progresif Terbaik" pada ajang yang sama.

Discus kerap berkolaborasi dengan musisi lain dari berbagai latar belakang genre, seperti I Gusti Kompiang Raka dan Gamelan Saraswati (gamelan Bali), musisi tradisional Aktor, Seniman
Aktor, Seniman
Betawi
, sampai vokalis Fadly dari grup Padi. Discus saat ini terdiri dari Iwan (vokal/gitar/harpguitar/ keyboard), Fadhil (vokal/perkusi/rindik), Anto Praboe (klarinet/flute/saksofon), Kici Caloh (bas/vokal), Eko Partitur (biola/vokal), Yuyun (vokal/perkusi), dan Krisna Prameswara (keyboard).

Kelainan mata

Iwan menderita sejenis kelainan mata, retinitis pigmentosa. "Saraf-saraf retina di bagian pinggir mati sehingga saya hanya melihat persis di bagian tengah. Luas pandangan hanya 20 persen dari orang normal. Jadi kalau lawan bicara mengajak salaman, saya tidak bisa lihat tangan mereka. Kalau melihat tangan, wajah mereka yang tidak tampak," tutur Iwan yang kerap kali menabrak orang lain saat berjalan.

Kelainan itu tak membuat Iwan kecil hati. Ia tetap bergitar, bernyanyi, dan, yang terpenting, menyiapkan album ketiga Discus. Ia menyandang predikat salah satu dari segelintir musisi yang peduli dengan musik garda depan yang salah satu tujuannya memperkenalkan musik tradisional Indonesia di luar negeri. "Semoga saja kami kembali diundang tampil lagi di Zappanale membawa nama Indonesia," katanya. e-ti

Sumber: Kompas, 17 Oktober 2009 | Penulis: Budiarto Shambazy

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 21 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Senator Muda Dari Jambi Pria Batak Perankan Ustad

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Genghis Khan adalah salah satu pejuang yang namanya kesohor di penjuru dunia, meski mengalami masa kecil yang berat akibat kematian tragis kepala suku yang juga adalah ayahnya.

Note: Bacaan ringan tapi bermakna.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: