WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Sang Perempuan Wali Kota

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Sang Perempuan Wali Kota
e-ti | kompas-maria hr

Dengan runut ia menguraikan cita-citanya membangun Tanjung Pinang sebagai kota yang maju, sekaligus sebagai salah satu pusat kebangkitan budaya Melayu di Nusantara. Dengan santun, ia menguraikan kerumitan persoalan, termasuk dinamika politik lokal, yang tahun-tahun terakhir ini bak gelombang pasang.

Wali Kota Tanjung Pinang pilihan DPRD (2003-2008) dan melalui Pilkada (2008-2013...
Lihat Curriculum Vitae (CV) Suryatati A Manan

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Suryatati A Manan

QR Code Halaman Biografi Suryatati A Manan
Bio Lain
Click to view full article
Gombloh
Click to view full article
Mochtar Kusumaatmadja
Click to view full article
Rahayu Surtiati Hidayat
Click to view full article
Mahmud Ghaznawie
Click to view full article
Muchtar Asri
Click to view full article
Raja Haji Fisabilillah
Click to view full article
Ismail Saleh

Seperti permukaan samudra yang tenang. Itulah sosok Suryatati A Manan (56), Wali Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Malam itu ia mengenakan kerudung tipis senada dengan kain dan baju panjangnya, khas Lihat Daftar Desainer
Lihat Daftar Desainer
busana
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
Melayu.

Duduk menunggu di bagian yang menjorok ke laut di kawasan kelenteng tua di Senggarang, pandangan Tatik— begitu ia disapa—lurus menatap Kota Tanjung Pinang dan Pulau Penyengat yang tampak berhadapan. Alunan tadarus samar dibawa angin. Bulan penuh. Warnanya semburat jingga ketika bersenyawa dengan siraman cahaya lampu jalan.

Sebagai birokrat karier, Tatik punya jam terbang tinggi mengurusi wilayah seluas 293,50 kilometer persegi itu. Ia kembali memimpin kota otonom Tanjung Pinang—menjadikannya satu dari dua Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
wali kota di Indonesia—melalui mekanisme pemilihan langsung daerah pertama.

Selama 13 tahun di pucuk pimpinan—sejak Tanjung Pinang menjadi kota administratif—ia membawa Tanjung Pinang ke peringkat cukup tinggi dalam Indeks Pembangunan Manusia Indonesia, dan mendapat berbagai penghargaan dari pemerintah pusat (termasuk lima kali penghargaan Adipura).

Namun, sumber daya manusia tetap menjadi keprihatinannya. "Kalaupun kita kaya, tetapi kualitas manusianya dalam arti luas tidak baik, semua akan habis," tegas Tatik.

Penuh tantangan

Meski mendapat dukungan penuh dari rakyat—ia dipilih oleh 84,25 persen warga—berbagai persoalan mengepungnya. Beberapa di antaranya merupakan persoalan lama, seperti soal infrastruktur, yang sebagian berada di luar kewenangannya.

Di sisi lain, mekanisme demokrasi (prosedural) belum menghasilkan oposisi yang konstruktif. Tak banyak yang paham bahwa substansi demokrasi adalah kepercayaan pada kemampuan sistem untuk menyelenggarakan percakapan negosiasi di antara pandangan-pandangan yang berbeda dan tidak final.

Dalam kondisi seperti itu, prasangka mendapat tempat terhormat. Para patriarkh, atas nama "demokrasi" juga, tak segan melancarkan tuduhan dan penghinaan. Tatik yang tak pernah membayangkan "hal-hal tak masuk akal" dalam politik tidak menanggapi debat di media massa. Ia memilih jalur hukum.

"Yang terjadi saat ini jauh sekali dari yang dituturkan Raja Ali Haji dalam Gurindam Dua Belas," tutur Tatik.

Raja Ali Haji (1808-1873) adalah bangsawan Kerajaan Riau, cendekiawan, ahli sejarah, sastra, agama, 'Bapak Bahasa Indonesia' yang dianugerahi gelar Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Nasional tahun 2004.

Menurut Tatik, kemajuan Tanjung Pinang ditentukan oleh perubahan pola pikir dan cara pandang tentang kota itu. Namun, ketika dia mewujudkan gagasan untuk kembali menggelorakan pantun Melayu dan mencanangkan Tanjung Pinang sebagai 'Kota Gurindam, Negeri Pantun', orang menanggapi dengan skeptis, bahkan sinis.

"Ada yang bilang, 'wali kota jago pantun, berpantun terus… apa lagi yang ndak dibuat Ibu tu… kan begini saja turis datang,'" Tatik mengutip komentar itu.

"Kalau mau mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan, mana mungkin bergantung sama turis. Kita ingin pariwisata maju, tetapi harus berbasis budaya. Interaksi dengan masyarakat harus terpelihara."

Ia ingin Tanjung Pinang maju dan berbudaya. Ia ciptakan kondisi agar seni dan budaya Melayu berkembang di sekolah dan komunitas. Ia membangun ruang agar sanggar seni bisa tampil. Ia memprakarsai pekan seni setiap tahun. Ia tahu perjalanan masih panjang, tetapi, "Sekarang sanggar seni berkembang. Ada gairah," ujarnya.

Meski pendapatan asli daerah naik delapan kali menjadi Rp 49 miliar, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dari Rp 157 miliar menjadi lebih Rp 400 miliar, dengan persoalan begitu banyak, "Kalau kita mengeluarkan uang untuk hal-hal yang menyangkut kebudayaan, dianggap pemborosan."

Padahal, banyak tapak sejarah Melayu di Nusantara harus diselamatkan, seperti situs Kesultanan Kota Piring yang kawasan cagar budayanya terisi rumah penduduk, atau situs Istana Kota Rebah yang sudah dijual oleh ahli warisnya.

Meski begitu, bagi Tatik, kebudayaan tak hanya mencakup hal-hal yang tangible (seni, peninggalan lama, dan lain-lain), tetapi terutama yang intangible, khususnya moralitas yang terwujud dalam sikap dan tingkah laku. "Nilai-nilai filosofis budaya Melayu itu luar biasa. Melayu punya sifat Melayu, menjaga marwah, tetapi nyatanya..."

Ucapannya terpotong, tetapi terjelaskan dalam pantun yang ditulisnya tanggal 10 Januari 2008: Di kota gurindam/ ada pengantin tak berandam… Yang pandai membodoh-bodohi/yang bodoh memandai-mandai/ yang lugu yang tertipu/ yang licik dianggap cerdik....

Dari bawah

Tatik memulai kariernya sebagai tenaga honorer di Kantor Bupati Kabupaten Riau, sebelum diangkat menjadi pegawai negeri sipil. Bayangan tertinggi kariernya adalah menjadi sekretaris wilayah daerah.

Waktu kecil, cita-citanya berubah-ubah. "Mulanya mau jadi guru. Ayah menyuruh saya jadi guru agama. Saya memilih SMA," kenangnya. Kemudian ia ingin menjadi dokter, tetapi ayahnya tak melepas bungsu dari dua putrinya itu ke Jawa. Tatik juga sempat "kesasar" ke fakultas peternakan.

Keinginan jadi dokter "terwariskan" pada dua putrinya yang menyelesaikan studinya di fakultas kedokteran. Keinginan mengajar terwujud karena pernah jadi dosen paruh waktu.

Tatik suka membaca puisi dan pantun, tetapi baru menulis pada penghujung tahun 2006 setelah sang suami berpulang awal tahun itu.

Dalam heningnya, ia tuangkan berbagai fenomena melalui pantun dan puisi. Paradoks pun terjadi: Hiruk pikuk di luar terserap, tetapi tak menyentuh damai terdalam di ruang jiwanya. e-ti

Sumber: Kompas, 15 Oktober 2009 | Penulis: Maria Hartiningsih

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 21 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Perahu Majapahit Dan Spirit Bahari Rela Mundur Hindari Pertumpahan Darah

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Ahok-Djarot

Tokoh Monitor

KPK Observer

Buku Pilihan

thumb

Buku ini memuat delapan cerita rakyat yang berasal dari negara-negara Arab. Cara penyajiannya menarik dan sederhana sehingga dinikmati tak hanya anak-anak tetapi guru dan orang tua.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: