WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

'Pemburu' Bencana Alam

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

'Pemburu' Bencana Alam
e-ti | kompas-irene sr

Eko Teguh Paripurno tak pernah menduga, "kegemarannya" berburu bencana mengantarnya ke ajang penghargaan internasional. Juni 2009, geolog itu menerima Sasakawa Award for Disaster Reduction dari Perserikatan Bangsa-Bangsa. Penghargaan itu diberikan atas komitmennya menanggulangi dampak bencana dan membangun kesiagaan masyarakat di tingkat komunitas.

Pengajar Jurusan Teknik Geologi dan Teknik Lingkungan Fakultas Teknologi Mineral...
Lihat Curriculum Vitae (CV) Eko Teguh Paripurno

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Eko Teguh Paripurno

QR Code Halaman Biografi Eko Teguh Paripurno
Bio Lain
Click to view full article
Djailani
Click to view full article
Prabowo Subianto
Click to view full article
R.E. Martadinata
Click to view full article
Eko Yuli Irawan
Click to view full article
Chairul Tanjung
Click to view full article
Syafruddin Prawiranegara
Click to view full article
Tarmizi Taher

Bagi Ketua Pusat Studi Manajemen Bencana Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
itu, penghargaan dari PBB tersebut bukan miliknya sendiri. Penghargaan itu lebih sebagai pengakuan terhadap kerja banyak komunitas penanggulangan bencana yang selama ini kurang dihargai.

"Saya tak bekerja sendiri. Ada banyak pihak yang telah bekerja sama untuk penghargaan ini," ujar Eko di Kampus UPN, Sleman, DI Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
, pekan lalu.

Eko memang akrab dengan komunitas di berbagai kawasan rawan bencana. Ayah dua anak kembar ini terlibat dalam lebih dari 12 komunitas masyarakat di kawasan rawan bencana, terutama di kawasan gunung berapi sesuai dengan bidang ilmunya, vulkanologi.

Kedekatan dengan masyarakat membuat dia belajar bahwa dampak bencana tak hanya berupa kerusakan fisik. Kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat merupakan parameter yang tak bisa disepelekan.

Oleh karena itu, pendekatan Eko dalam penanggulangan bencana juga menyertakan aspek sosial dan budaya, sesuatu yang kerap dikesampingkan. Pemikiran ini dia tuangkan dalam peta kerawanan bencana Gunung Merapi yang disusun bersama beberapa rekan.

Berbeda dengan kebanyakan peta bencana yang ada, peta tersebut memasukkan parameter sosial dan budaya masyarakat sekitar, di antaranya tingkat pendidikan, jenis mata pencarian, dan jumlah warga cacat.

Menurut Konsultan DPR untuk Penyusunan UU Penanggulangan Bencana pada Januari 2005 hingga Juni 2007 itu, kondisi sosial dan budaya menentukan kesiapan masyarakat dalam menyelamatkan diri dari bencana dan kemampuan mereka untuk pulih.

"Inilah yang kerap dilupakan dalam penanganan bencana. Kebanyakan tim penanggulangan bencana datang dengan uang dan program yang lalu diterapkan, tanpa memahami kondisi sosial budaya masyarakat. Karena itu, banyak program kurang tepat sasaran," ujar Pak ET, panggilannya.

Bertanya dan terbuka

Pemahaman karakter masyarakat adalah kunci dalam penanganan dampak bencana. Untuk itu, dibutuhkan kedekatan dengan masyarakat. Kedekatan itu tak terbangun dengan instan. Dua resep yang dia pegang teguh saat "berburu" bencana adalah awali dengan banyak bertanya dan menjaga keterbukaan.

"Saya hanya pencinta alam yang datang dengan banyak pertanyaan," katanya.

Hasilnya, Eko memahami karakter dan permasalahan masyarakat di hampir semua tempatnya bergiat. Kerjanya tak hanya pada penanganan bencana, tetapi juga membantu pemecahan masalah lain di kawasan itu.

Di sebuah desa di kawasan Gunung Semeru, misalnya, ia mewariskan sistem "simpan pinjam bibit". Sistem ini mirip simpan pinjam di bank, tetapi bibit digunakan sebagai pengganti uang. Gagasan ini muncul karena banyak petani bawang tak mampu membeli bibit karena miskin.

Selain di Semeru, Eko kerap bolak-balik ke daerah bencana. Meulaboh, Nanggroe Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
Darussalam, dan Cilacap, Jawa Tengah, adalah daerah yang belakangan kerap dia datangi untuk penguatan masyarakat di bidang pengurangan risiko bencana.

Mengusik batin

Bermula sebagai pencinta alam, Eko "berburu" bencana saat Gunung Merapi yang sebelumnya sering dia daki meletus pada 1994. Saat itu, tercatat korban tewas 64 jiwa. Ikatan batin yang kuat dengan penduduk setempat dan banyaknya korban jiwa mengusik batinnya.

"Saya bertanya-tanya, mengapa banyak korban jiwa? Seharusnya korban jiwa bisa dicegah. Banyak gunung meletus di negara lain dengan kekuatan dahsyat, tapi korban jiwanya sedikit," tuturnya.

Eko lalu mendirikan Perkumpulan Komunitas Pencinta Alam Pemerhati Lingkungan (Kappala) Indonesia. Organisasi ini dimaksudkan sebagai wadah pencinta alam yang tak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga peduli pada lingkungan dan masyarakat setempat. Segenap aktivitas itu membuat Kappala dikenal dan memperoleh tawaran kerja sama.

Eko pun mulai rajin mendatangi daerah bencana. Setelah gempa Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
(2006), dia dipercaya sebagai konsultan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP). Seusai bencana tsunami di Papua (2004), ia menjadi salah satu fasilitator Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Nabire.

Minatnya pada alam mengantar Eko memilih kuliah di jurusan geologi dan mendalami vulkanologi. Dia juga ikut di berbagai organisasi pencinta lingkungan, hingga menikahi sesama "orang gunung", Retno Raras.

Ia juga aktif dalam berbagai komunitas masyarakat di kawasan yang kelestarian lingkungannya terancam aktivitas industri. Kegiatannya ini mengundang banyak risiko. Surat somasi dari sebuah perusahaan besar pernah melayang ke mejanya. Namun, ancaman tak membuatnya gentar. Ini adalah jalan hidup yang dia pilih dengan segala risikonya. e-ti

Sumber: Kompas, Selasa, 6 Oktober 2009 | Penulis: Irene Sarwindaningrum

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 21 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 24 Jun 2012
Pemikir Dan Pelaku Industri Pupuk Sang Patriot Sejati

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 43

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

This book gives you a huge knowledge of what you need for understanding the market for watches. The book is full of beautiful photos of some of the Worlds most awesome timepieces and what's under the hood.

Note: A must have buat pencinta/kolektor jam tangan. Harga cover US$35.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: