Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com

    Mengolah Limbah Lewat Batik

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Mengolah Limbah Lewat Batik
    e-ti | kompas-siwi nr
    Pembatik
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Keprihatinan terhadap banyaknya sampah yang mengotori lingkungan mendorong Harris Riadi untuk terus berkreasi. Ia mencoba memperpanjang manfaat barang dengan mengolah limbah menjadi karya batik bernilai ekonomis.

    QR Code Halaman Biografi Harris Riadi
    • biografi tokoh indonesia harris riadi
    • cara membuat tas dari kantong semen bekas

    Sebelum menjadi pemDesainer
    Lihat Daftar Desainer
    Lihat Daftar Desainer
    desainer
    batik, Harris adalah pelukis. Ia pernah mengenyam pendidikan seni rupa di Sekolah Menengah Seni Rupa Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Yogyakarta
    , dan lulus tahun 1979. Ia melanjutkan pendidikan di Akademi Seni Rupa Indonesia (yang kemudian melebur menjadi Institut Seni Indonesia), tetapi tak tamat.

    Mulai tahun 1982, ia malang melintang menjadi pelukis di Jakarta, Solo, dan Bali selama sekitar 15 tahun. Di tengah kesibukan melukis, ia pernah menjadi Lihat Daftar Desainer
    Lihat Daftar Desainer
    desainer
    Desainer
    Lihat Daftar Desainer
    Lihat Daftar Desainer
    desainer
    batik di salah satu perusahaan Desainer
    Desainer
    batik
    di Solo. Kegiatan itu dilakoninya selama sekitar enam tahun, mulai tahun 1983. Harris kembali ke kota kelahirannya, Pekalongan, pada 1997. Ia ingin mandiri dan berinovasi.

    Dia membuka usaha di rumah orangtuanya di Pekajangan, Kabupaten Pekalongan. Kini, pemilik usaha Bintang Batik ini telah memiliki tempat kerja sendiri di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kota Pekalongan.

    Komitmennya sebagai seniman lukis membuat Harris tak membuka usaha batik yang diproduksi secara massal. Alasannya, batik itu seni lukis, pengerjaannya harus benar-benar lewat pikiran.

    Saat berlangsung Piala Dunia 2006, ia memanfaatkan momen itu untuk berkreasi. Harris memproduksi sekitar 100 lembar kain batik bermotif bola dan motif orang menendang bola. Saat itu, pesanan batik motif bola diperoleh dari Bandung, Jakarta, Semarang, bahkan Jerman. Pada hari Valentine tahun 2007, ia juga membuat motif batik kodok sedang bercinta.

    Kreasi Harris tak sekadar motif baru. Ia juga membuat batik yang ramah lingkungan dengan menggunakan pewarna alam. Selama ini, bahan pewarna kimia telah mencemari dan membuat keruh air sungai di kotanya.

    Maka, dia mewarnai batik kreasinya dengan pewarna alam atau pewarna berbahan hasil alam. Misalnya, kulit bawang merah untuk pewarna merah, bunga sepatu untuk warna violet, kulit biji jelawe untuk warna hitam, kayu mahoni untuk warna coklat, dan daun nangka untuk warna kuning. "Saya tak ingin menambah beban lingkungan."

    Meski demikian, dalam beberapa karya ia juga menggunakan pewarna bahan kimia. Masih sekitar 40 persen karyanya yang menggunakan pewarna kimia.

    Kertas pembungkus

    Kecintaan pada lingkungan juga membangkitkan kreasi Harris untuk memanfaatkan limbah sebagai bahan batik. Pada 2006 ia memanfaatkan kotoran sapi dicampur kulit tebu dan rumput sebagai pewarna kain batik.

    Meski saat itu mendapat reaksi keras dari masyarakat, ia pantang menyerah. Awal tahun 2007 ia membatik di atas kertas atau kantong bekas pembungkus semen. Kantong semen yang hanya menjadi sampah dan dijual secara kiloan itu dia olah menjadi produk batik yang bernilai ekonomis.

    Batik dari kantong semen dimanfaatkan Harris untuk membuat gorden, sarung bantal, tas, dan sandal. Namun, dia tak memanfaatkan kertas batik dari kantong semen untuk pakaian dengan alasan estetika.

    Harris bercerita, proses pembuatan batik kantong semen tak beda dengan pembuatan kain batik lainnya. Hanya saja, pewarna yang digunakan dalam membuat kertas batik harus alami. Bila menggunakan pewarna berbahan kimia, kantong semen akan hancur.

    Dalam sebulan ia memproduksi sekitar 200 lembar kertas bekas pembungkus semen. Sebagian besar produknya itu dikirim ke Jakarta dengan harga puluhan hingga ratusan ribu rupiah per unit.

    Harris menuturkan, ada dua metode pembuatan kertas batik dari kantong semen. Metode pertama, membatik kantong semen yang sudah dibersihkan tanpa diolah lebih dulu. Setelah kertas dibatik, ia baru membuatnya sebagai aksesori rumah tangga.

    Metode kedua, dengan memilin potongan kantong semen menjadi tali, kemudian merajutnya menjadi berbagai aksesori. Setelah rajutan terbentuk, baru dia membatik di atasnya. Kertas batik yang dipilin ataupun yang tak dipilin sama kualitasnya. Aksesori rumah tangga dari kertas batik itu juga dapat dicuci.

    Tak beralih fungsi

    Harris mengatakan, upaya memopulerkan kertas batik dari kantong semen berawal saat dia melihat pemulung yang sedang mengangkut kantong semen. Di matanya, kantong semen itu seakan menjadi sesuatu yang tak berharga.

    Kreativitasnya untuk memanfaatkan limbah semakin terusik ketika ia menemukan kertas bekas berbahan timah di salah satu tempat pembuangan sampah di Jakarta. Kertas itu tak hancur dibakar dan limbahnya mengotori lingkungan.

    Dia lalu memungut kertas itu dan mengolahnya menjadi batik. Upaya yang dilakukannya sejak Juli 2009 itu membuahkan hasil. Kertas berbahan timah yang diduga berbahaya bagi lingkungan bisa dimanfaatkan dan dijadikan produk permanen. Beberapa produk yang dihasilkan dari limbah kertas timah adalah tas laptop, kotak tisu, dan gesper.

    "Kalau bumi tak diselamatkan dari limbah, ini berbahaya," tutur Harris yang masih berusaha mencari kemungkinan untuk mengolah berbagai limbah lain. Limbah yang mengotori lingkungan banyak jenisnya, dan selama ini relatif hanya berpindah tangan, tidak beralih fungsi.

    Oleh karena itu, keberadaan limbah harus dikurangi, dengan memperpanjang waktu pemakaian. Caranya antara lain dengan mengolahnya kembali menjadi produk permanen yang bisa memberikan manfaat bagi manusia.

    Harris menyadari, memanfaatkan limbah untuk membatik tak mudah dilakukan. Upaya ini membutuhkan ketelatenan dan uji coba berkali-kali. Produk yang dihasilkan juga tak sebanyak produk batik biasa sehingga pendapatan dari usaha ini amat terbatas.

    Meski demikian, ia bangga dan senang bisa melakukannya. Harris ingin agar para pembatik lain pun mau akrab dengan lingkungan. Hasil lain yang diperolehnya dengan mengolah limbah adalah keakrabannya dengan para pemulung. Dia juga tak segan menularkan ilmunya kepada orang lain. "Ini ekonomi kreatif berbasis budaya," katanya memberi alasan.

    Perjalanan Harris sebagai seniman lukis dan batik memang sebuah proses panjang. Saat hendak memulai kehidupan sebagai seniman lukis, ia sempat mendapat tentangan dari sang ayah, mendiang Chairil Kasmuri, seorang tentara. Namun, di akhir hayatnya, sang ayah justru mendukung setelah ia mampu mandiri dari usaha batiknya.

    "Saya anak keempat dari sembilan bersaudara, dan hanya saya yang menjadi pekerja seni," katanya optimistis. e-ti

    Sumber: Kompas, Rabu, 7 Oktober 2009 | Penulis: Siwi Nurbiajanti

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 21 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    Nama Sumatera berasal dari nama Samudera, kerajaan di Aceh pada abad ke-13 dan ke-14. Para musafir Eropa sejak abad ke-15 menggunakan nama kerajaan itu untuk menyebut seluruh pulau. Pulau Sumatera disebut juga Suwarnadwipa ("pulau emas"). Nama-nama ini sudah dipakai dalam naskah-naskah India sebelum Masehi.

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Setelah 10 tahun memimpin BTN, Iqbal Latanro didapuk menjadi Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero.

    Click to view full article

    Bernyanyi bagi Harvey Malaihollo tak sekadar profesi tapi bagian dari hidup. Ketika hati gembira atau sedih, ia akan tetap bernyanyi.

    Click to view full article

    Leonowens SP dikenal sebagai sastrawan muda asal Indonesia yang dikenal dunia. Pria kelahiran Jakarta, Desember 1977 ini adalah seorang penulis solilokui, puisi, prosa liris,

    Click to view full article

    Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    BUMN Menteri BUMN (2011-2014)
    Menteri BUMN (2011-2014)
    Dahlan Iskan
    membuka momen untuk buka-bukaan memberantas korupsi. Dia menyerang balik DPR yang menudingnya salah urus PLN sehingga mengakibatkan inefisiensi Rp3,7


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Tokoh Monitor

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us