WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Dari Swiss untuk Tanah Air

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Dari Swiss untuk Tanah Air
e-ti | mis.ethz.ch

"Setiap orang mempunyai persepsi berbeda terhadap kata nasionalisme. Bagi saya, bekerja di luar negeri bukan berarti tak nasionalis. Yang penting adalah kontribusi untuk bangsa dan dunia, di mana pun mereka berada. Dengan karya kreasi mereka yang diakui internasional, ilmuwan di luar negeri bisa mengangkat dan mengharumkan nama bangsa dan negara."

Kepala Grup Riset Managament Information System (MIS), Techonology and Economics...
Lihat Curriculum Vitae (CV) Juliana Sutanto

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Juliana Sutanto

QR Code Halaman Biografi Juliana Sutanto
Bio Lain
Click to view full article
Raja Inal Siregar
Click to view full article
Andi Widjajanto
Click to view full article
J Drost SJ
Click to view full article
Maulana Ibrahim
Click to view full article
Werdisastro
Click to view full article
Ganjar Pranowo
Click to view full article
Musliar Kasim

Itulah prinsip yang dipegang Juliana Sutanto. Sejak Agustus 2008, ia diangkat sebagai assistant professor (jenjang profesor paling yunior). Dia menjabat sebagai Kepala Grup Riset pada bagian Management Information Systems (MIS), Department of Management, Technology and Economics (D-MTEC), ETH Zurich, Swiss.

Sebagai kepala grup riset, Juliana bertanggung jawab mengembangkan riset di bidang MIS. Saat ini, fokus grup risetnya adalah mobile commerce, social network, dan virtual community/team. Dia adalah salah seorang ilmuwan yang akan hadir pada acara International Summit 2010 Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4), 16-19 Desember 2010, di KeLihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
an Pendidikan Nasional, Jakarta.

Selain riset, Juliana juga mengajar mahasiswa tingkat master dan PhD. Mata kuliah yang diajarkan berhubungan dengan bagaimana mengintegrasikan Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
dan strategy information systems.

Untuk mengembangkan grup risetnya, Juliana membimbing murid-murid PhD mengerjakan riset dan membantu memublikasikannya di jurnal internasional. Dia juga berusaha mendapat dana riset tambahan di luar yang diberikan universitas, berkolaborasi dengan ilmuwan di ETH Zurich dan universitas lain, serta menjalin kerja sama dengan perusahaan yang berkaitan dengan risetnya.

Menurut Juliana, hal paling menarik dari pekerjaannya saat ini adalah kesempatan untuk berkarya dengan fasilitas riset yang memadai. ETH Zurich, kata Juliana, juga memberikan kesempatan karier yang sama antara pria dan Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
tanpa diskriminasi.

Satu-satunya tantangan yang dia hadapi adalah karena usianya yang masih relatif muda. "Saat mengajar, tak sedikit orang yang menganggap saya mahasiswi atau sekretaris di universitas," katanya.

Di Eropa, lulusan S-3 harus melewati jenjang post-doc dan rehabilitasi sebelum menjadi assistant professor. Karena Juliana tak melewati jenjang post-doc dan rehabilitasi, usianya kini masih relatif muda jika dibandingkan assistant professor lainnya.

Meski bekerja dan berkarya jauh dari Tanah Air, Juliana tetap cinta tanah kelahirannya. Dia tak segan menyebut dirinya sebagai orang Indonesia. "Saya memilih bekerja di luar negeri, dalam hal ini di Swiss, karena peran dan keahlian ilmuwan sangat dihargai di sana. ETH Zurich menyediakan dana riset besar, akses buku dan jurnal penting, serta fasilitas riset yang kondusif untuk inovasi riset dan teknologi," katanya.

Iklim riset di Indonesia, menurut dia, kurang mendukung dalam berbagai aspek. "Saya juga memerhatikan kurangnya kesadaran perusahaan di Indonesia berkolaborasi dengan universitas dan lembaga penelitian," kata Juliana.

Untuk Indonesia

Setelah beberapa lama melakukan riset yang berkontribusi komersial, Juliana tergerak melakukan riset yang berkontribusi untuk masyarakat Indonesia. Ini dilakukan Juliana karena ingin berbakti pada bangsa dan negara dengan ilmu dan keahliannya.

Riset yang tengah dikembangkan Juliana bernama K-Village. Riset ini bertujuan mengembangkan potensi desa-desa di Indonesia dengan basis IT sehingga migrasi ke kota bisa dihindari. "Saya memulai riset ini dengan kontak-kontak pribadi saya. Riset ini dimulai di Sulawesi Utara dan di Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
dengan beberapa orang di Universitas Gadjah Mada yang memiliki visi sama dengan saya," katanya.

Proyek ini sejalan dengan UN Millennium Development Goals. Saat ini Juliana masih dalam proses formal untuk mendapat dukungan dari United Nations. "Apabila kami berhasil mengembangkan potensi desa yang kami pilih dengan basis IT, kami dapat membuat protokol yang bisa digunakan desa di daerah lain yang mempunyai karakteristik sama," katanya.

Juliana sebenarnya tertarik mengembangkan proyek lain dengan menggandeng instansi pemerintah ataupun swasta di Indonesia. Namun, dia kesulitan mendapatkan kontak dan respons positif dari instansi pemerintah dan swasta di Indonesia. "Saya berharap sesudah International Symposium I-4 nanti, terbuka peluang untuk bekerja sama dengan instansi pemerintah dan swasta di Indonesia," katanya.

Dia berharap bisa meneliti apakah hasil riset mobile commerce di luar negeri bisa diimplementasikan di Indonesia. Di luar itu, Juliana juga ingin membuat penelitian mengenai natural disaster warning system di Indonesia.

"Saya sedih dan prihatin melihat banyaknya korban jiwa akibat tsunami di Mentawai dan erupsi Gunung Merapi. Karena riset saya di bagian MIS, saya ingin berkolaborasi dengan instansi terkait di Indonesia untuk menganalisis masalah teknis ataupun nonteknis dari natural disaster warning system dan bagaimana cara mengatasinya," kata Juliana.

Tak mulus

Meski kariernya terlihat mulus karena langsung ditawari S-3 setelah menyelesaikan S-1 dan langsung mendapat pekerjaan sebagai assistant professor begitu lulus S-3, perjalanan Juliana ke posisinya kini tidaklah mudah. "Sebelum saya memulai kuliah S-1 di bidang teknik informasi, saya hampir tak pernah menyentuh komputer. Padahal, di bidang teknik informasi saya harus membuat program-program komputer," tuturnya.

Saat kuliah S-3, tesis PhD Juliana membutuhkan data dari banyak perusahaan. "Saya harus bersusah payah untuk mendapat akses data-data itu sampai saya berpikir tak akan pernah bisa lulus," katanya.

Saat ini, target yang ingin dicapai Juliana tak muluk. Dia hanya ingin terus berkontribusi pada komunitas, baik komunitas di Indonesia maupun dunia. Tempat untuk bekerja dan berkarya baginya bukan hal penting. Dengan pesatnya kemajuan teknologi saat ini, dunia hampir tak ada batasnya. Hal paling penting adalah keinginan untuk berkarya dan berkreasi bagi bangsa dan dunia.

"Saya berharap pelaksanaan International Summit I-4 nanti juga bisa memberikan perspektif baru tentang peran yang dapat dimainkan ilmuwan Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri, pada masa depan," kata Juliana. e-ti

Sumber: Kompas, 1 Desember 2010 | Penulis: Dwi As Setianingsih

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 18 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Sang Pendekar Garuda Indonesia Warnai Dunia Jazz

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Rahasia menghasilkan uang lebih banyak dan lebih cepat. Penjualan Anda pasti meledak!

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: