WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Bermusik tanpa Netra

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Bermusik tanpa Netra
e-ti | mediaindonesia-sumaryanto

Melalui huruf braille, pianis muda Indonesia itu menerjemahkan kata-kata dengan jemarinya.

Musikus, pianis solis remaja
Lihat Curriculum Vitae (CV) Muhammad Ade Irawan

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Muhammad Ade Irawan

QR Code Halaman Biografi Muhammad Ade Irawan
Bio Lain
Click to view full article
Probosutedjo
Click to view full article
Nya Abbas Akup
Click to view full article
Arsinah Sumetro
Click to view full article
Muchsin
Click to view full article
Agustitin Setyobudi
Click to view full article
Ali Said
Click to view full article
Suteja Neka

Senyum kecil tersungging di wajah Muhammad Ade Irawan saat ia memasuki ruangan pertunjukan di Gedung Kesenian Jakarta, Senin (13/12/2010) sore.

Dengan tuntunan bunda. Endang Dewi Mardeyani, remaja tunanetra itu mulai meraih sebuah tempat duduk berwarna keabu-abuan. "Mama rwina-nin yali. Bentar lagi mau main," ujar Ade terpatah-patah, seraya diiakan sang bunda.

Fisik yang tidak sempurna tidak membuat ia minder atau merasa merendah. Sebaliknya, ia menunjukkan kepiawaian dalan memainkan piano secara spektakuler.

Semua jenis musik mampu ia bawakan secara cermat. Mulai jenis Lihat Daftar Tokoh Jazz
Lihat Daftar Tokoh Jazz
jazz
, fusion, blues, stving, smooth Lihat Daftar Tokoh Jazz
Lihat Daftar Tokoh Jazz
jazz
, nao orleans, bebop, latin, hingga dangdut.

Pada acara bertajuk Shop in Chopin itu, ia meracik beberapa instrumen. Ia memadukan musik Lihat Daftar Tokoh Jazz
Lihat Daftar Tokoh Jazz
jazz
dan klasik. Salah satu adalah karya milik Fryderyk Franciszek Chopin (1810-1849) berjudul Der Reit-ersmann von der Schlacht.

Dengan panduan pianis kawakan Jaya Suprana, remaja kelahiran Colchester, Inggris, 15 Januari 1994 itu tampil gesit. Saat Jaya memintanya untuk memainkan sebuah instrumen blues, Ade pun langsung memainkan jemari-jemarinya secara sontak.

Begitu pula saat diminta memainkan beberapa jenis instrumen lainnya. Ia menampakkan kepercayaan diri yang begitu tinggi. Sejenak, ia mengingatkan Medio Indonesia pada sesosok penulis tunanetra. Helen Adams Keller (1880-1968).

Tak ayal, saat instrumen tengah ia mainkan, beberapa penonton pun menikmati. Mereka terkagum-kagum sambil menutup mata sejenak.

"Ini adalah kejeniusan Ade. Ia memainkan sebuah instrumen dengan jemari yang tidak teratur di atas tuts. Namun, sangat pas di telinga," puji Jaya, seraya menepuk pundak Ade.

Terang

Semua berawal saat Endang dan suaminya. Irawan Subagyo, menetap di Negeri Ratu Elizabeth. Sebuah keajaiban pun datang.

Endang yang pada saat itu tengah bekerja sebagai salah satu staf di Kedutaan Besar Indonesia di Inggris tidak menyangka. Anak pertamanya harus terlahir secara tidaknormal.

Kebutaan yang dialami Ade sempat membuat mereka sedikit terguncang.

Saat usia 0-9 bulan. Ade bayi mendapatkan perawatan secara khusus. Ia juga sempat mendapatkan perawatan dari ahli mata di Kota London. Sayangnya, kondisi fisiknya tidak sebagaimana bayi yang terlahir normal.

Pada 1995, kedua orang tuanya memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Ade bayi pun dipertemukan dengan pihak keluarga. Beberapa keluarga sempat menanyakan kondisinya. Untunglah, Endang dan suaminya sangat kuat menerima realitas.

Di penghujung 1995, mereka hijrah ke New York, Amerika Serikat. Kebetulan saat itu. En-dang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan masternya di salah satu universitas ternama.

Keberadaan di Negara Paman Sam itu berlangsung hingga 1999. Saat itu, Ade kecil mulai aktif dalam meraba-raba alat musik, terutama alat pukul, seperti gendang.

Setelah melihat anak mereka superaktif, Endang dan Irawan mulai berkonsultasi ke beberapa psikolog dan dokter setempat. Mereka pun semakin dapat menerima kondisi Ade.

Setelah memutuskan balik ke Tanah Air di pertengahan 1999, Ade mulai tertarik dengan semua alat musik. Namun, ia baru mengenal piano saat ayahnya membawa ia berjalan-jalan ke sebuah pusat perbelanjaandi Jakarta.

"Saat itu, Ade menekan tuts piano dan berbunyi. Spontan, ia meminta saya untuk membeli," ujar Irawan, menirukan gaya anaknya.

Tanpa sayap

Sebagai kota terkenal di AS, Chicago merupakan salah satu tempat berkumpul pam musikus jazz dan blues dunia. Beberapa musikus pernah memulai karier di kota tersebut. Di antaranya. Robert lrving 111, Coco Elysses-Hevia, Ramsey Lewis, Peter Saxe, Dick Hyman, Ryan Cohen, John Faddis, serta Ernie Adams.

Tak mengherankan jika Ade memiliki cita-cita untuk bisa menembus kancah internasional seperti para pendahulu jazz ataupun blues tersebut.

Tak dapat dimungkiri, bakat Ade kecil kian terasah saat Endang bertugas kembali selama empat tahun di Chicago, sejak 2004.

Di kota itu. Endang sering membawa anaknya itu bermain di kafe-kafe. Tujuannya hanya mencari teman-teman musikus. Saat itu, usia Ade mulai menginjak 12. Namun, permainan pianonya sungguh luar biasa.

Selama berada di Chicago, Ade kecil sempat mempelajari huruf braille di Farnsworth Elementary School. Hal itu semakin mendorong ia .)(;.ir kelak dapat kembali ke tanah kelahirannya.

"Saya ingin terkenal. Cita-dta mau menjadi pianis dunia," ucap Ade tersendat-sendat seraya dituntun sang ayah untuk meluruskan kalimat yang ia maksudkan.

Kerja keras dan ketekunan untuk merajut karier telah dimulai. Peraih anugerah Certificate of Honor Recital Master Class itu bertekad kembali ke tanah kelahirannya sebagai sesosok putra Indonesia.

Melalui keterbatasan, Ade yang dijuluki Ade Wonder Irawan itu telah membuka tabir dunia.

Kebutaan bukanlah penghalang untuk bisa menjadi pianis ternama. Ia mampu berbicara banyak dengan jemari tanpa sayap. (M-2) e-ti

Sumber: Media Indonesia, 15 Desember 2010 | Penulis: Iwan Kurniawan

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 17 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Kisah Kasihnya Dengan Isteri Dan Anak Generasi Ketiga Nyonya Meneer

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Cara santai memahami SPT Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. Buku ini memberikan panduan praktis pajak dan mudah. paling mudah. dapat dipahami awam (bahkan pelajar dan mahasiswa). dan bentuknya KOMIK.

Note: Berhubung stok lama, bagian pinggir buku menguning.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: