Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

Berita Tokoh Monitor

KPK-Hukum

Bisnis-Entrepreneur

Internet-Social Media

Budaya-Sastra

Mancanegara

Olahraga

Gaya Hidup

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Mengangkat Centhini Modern

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Mengangkat Centhini Modern
e-ti | kompas-arbain rambey

Kesty mencintai bangsanya, dan ia ingin budaya leluhur dibaca oleh siapa saja. Maka "Serat Centhini" itu mewujud menjadi buku yang bisa dinikmati orang dari London sampai New York.

Presiden dari "Preserve Indonesia", 2003-sekarang
Lihat Curriculum Vitae (CV) Kestity Pringgoharjono

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Kestity Pringgoharjono

QR Code Halaman Biografi Kestity Pringgoharjono
Bio Lain
Click to view full article
Eko Yulianto
Click to view full article
Agus Martowardojo
Click to view full article
Alim Markus
Click to view full article
Iwan Hasan
Click to view full article
Probosutedjo
Click to view full article
Nasruddin Hars
Click to view full article
Amir Hamzah

Kestity Adyandini (36) meraih gelar master di bidang keuangan di Universitas Macquarie, Sydney, Australia. Ia lalu bekerja di bank. Namun, kemudian ia tertarik pada "Serat Centhini," salah satu karya sastra Jawa penting yang muncul di awal era 1800-an.

Kesty, begitu sapaanya, mengonsep dan merealisasikan proyek penerbitan buku The Centhini Story: The Javanese Journey of Life. Buku yang diterbitkan Marshall Cavendish, Singapura, tahun 2006, itu digarap oleh pakar sastra jawa Doktor Soewito Santoso berdasarkan naskah "Serat Centhini". Soewito Santoso (almarhum) saat itu berumur 70-an tahun mengajar di Universitas Nasional Australia. Buku berjenis cofee table ini nyaman dibaca sambil santai. Buku setebal 400 halaman ini disertai foto-foto karya fotografer Fendi Siregar.

Sambil menghidangkan jajan pasar di rumahnya di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Kesty bercerita tentang buku tersebut.

Ada bagian yang mengupas tentang cara orang Jawa memilih istri yang baik, yaitu dengan mempertimbangkan bobot, bebet, dan bibit. Dalam bibit masih diurai lagi, yaitu tentang 20 tipe Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
, antara lain plongeh, sumeh, manis, dan mrakati. Berikut kutipan aslinya seperti tertulis di halaman 116 buku The Centhini Story: The Javanese Journey of Life:

"Plongeh -- a girl of this type is always kind-hearted, friendly, faithful, well behaved and capable of achieving...."

Kemudian sumeh: Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
yang murah senyum, kalem, dan sabar. Wajahnya selalu cerah penuh rasa akrab. Manis: wajahnya manis, seluruh tingkah lakunya merupakan sumber pesona. Mrakati: Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
yang penuh kehangatan, penuh gairah hidup, dan sabar.

"Banyak yang cantik, tetapi orangnya boring, membosankan, karena enggak ada isinya," kata Kesty setelah membaca apa yang diuraikan dalam Centhini.

"Kalau dibaca, itu semua menjadi pengingat," tutur ibu dua anak itu.

Begitulah nilai-nilai, tata kehidupan, dan falsafah Jawa yang tertuang dalam bahasa Jawa dan ditulis dengan huruf Jawa di buku "Serat Centhini" yang dibuat pada kisaran tahun 1814. Materi itu kemudian diolah menjadi buku The Centhini Story: The Javanese Journey of Life.

"Ya, mengapa karya sastra Jawa itu tak dibawa ke dunia modern. Saya pengen buku ini bisa diakses semua orang."

"Tapi, saya kalau disuruh baca karya aslinya, ya, bisa puyeng dan mblenger, he-he-he...," kata perempuan berdarah Minang-Jawa itu.

Kesty mencari pakar sastra Jawa yang mampu mengolah "Serat Centhini" menjadi bacaan nyaman bagi siapa saja. Dari perpustakaan Mangkunegaran, Solo, ia disarankan mencari pakar sastra Jawa Doktor Soewito Santoso yang saat itu tinggal di Australia.

Kesty lalu menghubungi penerbit Marshall Cavendish, Singapura. Buku yang terbit tahun 2006 dicetak sebanyak 5.000 eksemplar dan sampai saat ini menurut Kesty telah terjual lebih dari separuhnya. "Publisher bilang jumlah itu termasuk lumayan. Jadi, mereka tidak sebel-sebel amat sama saya, he-he-he...."

Sambil menyusui

Kesty mengerjakan proyek idealis itu ketika ia tengah menyusui anak keduanya yang kini berumur lima tahun. Saat itu ia bermukim di Singapura. Suaminya, Muljono Pringgoharjono, seorang bankir yang bekerja di sebuah bank di negeri tersebut.

Gagasan menggarap proyek itu muncul sejak tahun 2000. Suatu kali pada tahun 2.000, ketika Kesty mengunjungi Museum Nasional Singapura, dia tertarik pada manuskrip "Kitab Sejarah Melayu." Saat itu ingatannya melayang ke Tanah Air.

"Di Indonesia pasti ada buku yang nasibnya seperti itu. Maksudnya, buku yang berisi pengetahuan penting, tetapi tidak terakses oleh masyarakat banyak," kata Kesty yang kemudian memilih "Serat Centhini".

Apa yang ia pelajari dari kisah Centhini?

"Banyak," katanya.

"Bahwa, kita jangan serakah. Segala sesuatu akan tiba pada waktunya. Karena hidup adalah perjalanan. Bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan jiwa dan spiritual."

Dalam perjalanan itu, kata Kesty, mengutip buku, manusia bisa berubah. Bahwa dalam kehidupan manusia mempunyai peran yang berbeda-beda. Bahwa setiap kepribadian manusia itu akan membawa ke jalan hidup yang berbeda-beda.

"Saya tidak percaya kalau ada yang bilang, 'Ah orang Indonesia korupsi melulu. Orangnya memang begitu, tidak bisa berubah.' Saya percaya semuanya akan tiba pada waktunya," kata Kesty mendasarkan pendapatnya itu dengan referensi "Centhini."

"Alam saja berubah. Gunung yang tidak aktif bisa menjadi aktif. Bangsa ini bisa berubah, if we want to," kata Kesty.

Setidaknya itu yang dibaca Kesty dari "Serat Centhini". e-ti

Sumber: Kompas, 28 November 2010 | Penulis: Frans Sartono

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 17 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
Beri Komentar

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Sponsorship

Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

Sponsor Bronze
Sponsor Bronze: US$50
Sponsor Silver
Sponsor Silver: US$250
Sponsor Gold
Sponsor Gold: US$500


Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
 

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: