WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pelindung 'Nona' Manado

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pelindung 'Nona' Manado
e-ti | kompas-aswin rz harahap

Hatinya teriris setiap kali mendengar berita tentang perdagangan anak dan perempuan. Tak cukup dengan membatin, kepiluan itu ia "letupkan" lewat kampanye dan advokasi antiperdagangan manusia.

Ketua Tim Pengelola Pusat Kajian Gender untuk Kesetaraan dan Keadilan FISIP Unsr...
Lihat Curriculum Vitae (CV) Hetty Antje Geru

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Hetty Antje Geru

QR Code Halaman Biografi Hetty Antje Geru
Bio Lain
Click to view full article
Adang Daradjatun
Click to view full article
RO Tambunan
Click to view full article
Soegeng Sarjadi
Click to view full article
Achmad Zen Umar Purba
Click to view full article
Achmad Tirtosudiro
Click to view full article
Achmad Tahir
Click to view full article
Franciscus Welirang

Itulah sosok Hetty Antje Geru, Lihat Daftar Aktivis
Lihat Daftar Aktivis
Aktivis
anti-trafficking di Sulawesi Utara. Konsistensi perjuangannya melawan perdagangan "nona-nona" Manado selama 10 tahun terakhir mengundang respek berbagai pihak.

Jajaran KeKapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
an Daerah Sulut di bawah kepemimpinan Brigadir Jenderal (Pol) Carlo Tewu bisa dia yakinkan untuk mendukung perjuangannya. Mengusung program Kapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
anti-trafficking, aparat setempat semakin gencar meringkus otak dan pelaku penjualan gadis belia antarpulau lewat Manado.

Pada Juli 2010, misalnya, aparat keamanan "mengevakuasi" 23 Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
usia belasan tahun yang hendak dipekerjakan di tempat hiburan malam di Jayapura, Papua. Seorang Kapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
yang membekingi upaya itu pun ditangkap.

Perjuangan Hetty disambut antusias sebuah lembaga swadaya masyarakat untuk bersinergi mendirikan rumah (shelter) bagi korban perdagangan manusia. Di tempat ini terdapat belasan Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
belia yang belum siap kembali bermasyarakat karena trauma pada praktik perdagangan manusia.

Sejak awal melakoni perjuangan itu, Hetty mematok tekad untuk "memperbaiki rahim" Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
Manado dan sekitarnya. Ia menilai, rahim perempuan yang digunakan sebagai tempat melahirkan generasi yang baik dan bermutu harus dipelihara sebaik-baiknya.

Saat menjadi Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan Pemprov Sulut pada 2000-2005, perjuangan Hetty ibarat menghadapi gulungan bola salju. Kian dilawan, gulungan itu semakin membesar, bahkan menggunung. "Ini fenomena perbudakan pada zaman modern."

Di Sulut, perdagangan anak dan perempuan telah menjadi persoalan sosial yang krusial dan serius. Ia memperkirakan, ribuan "nona" asal Manado dan sekitarnya berada di tangan sindikat penjahat trafficking di sejumlah kota. Mereka kesulitan pulang kampung karena terbelit jaring eksploitasi.

Sebagai Ketua Tim Pengelola Pusat Kajian dan Gender untuk Kesetaraan dan Keadilan Universitas Sam Ratulangi, Hetty paham modus operandi sindikat perdagangan perempuan.

Tak sedikit orangtua kehilangan anak gadisnya karena termakan bujuk rayu germo yang turun ke desa mencari mangsa. Ada juga yang menjerat korban di rumah sakit.

"Modus operandi germo berjenjang dari pelosok desa sampai korban dibawa ke Manado untuk 'dikapalkan' antarpulau," katanya.

Di rumah sakit, acap kali germo membujuk gadis-gadis belia dengan iming-iming memperoleh penggantian biaya pengobatan orangtuanya jika ia mau berangkat. Diimingi pekerjaan dengan gaji di atas Rp 1 juta, para perempuan itu diboyong ke sejumlah kota di Papua, Mantan Sersan Militer Inggris
Mantan Sersan Militer Inggris
Maluku
, dan Kalimantan.

Apakah fenomena ini berkaitan dengan kemiskinan dan kemunduran ekonomi Sulut? Hetty menyatakan tidak. Pada 1950-an, saat era pemberontakan Permesta, situasi paceklik pun tak mendorong naluri perdagangan perempuan.

Hetty tak menampik jika di daerahnya perdagangan perempuan marak dibandingkan daerah lain di Tanah Air. Itu bisa jadi karena pandangan subyektif bahwa gadis Manado supel, ramah, dan akrab kepada siapa pun. Apalagi gadis Manado umumnya berkulit kuning, jadilah mereka incaran germo.

"Bunaken-Boulevard-Bibir"

Dalam Forum Kawasan Timur Indonesia (KTI) V di Ambon, Mantan Sersan Militer Inggris
Mantan Sersan Militer Inggris
Maluku
, awal November lalu, ia sempat mengilustrasikan harmonisnya keindahan alam Sulut dengan perempuan Manado dan sekitarnya. Disertai permohonan maaf, ia menyebut harmoni itu sebagai "3B", singkatan dari Bunaken, Boulevard, Bibir.

"Kalau sempat jalan-jalan ke Manado, silakan artikan sendiri," ujarnya.

Sejak tahun 2000, hampir setiap pekan Hetty tampil di berbagai forum untuk mengampanyekan antiperdagangan manusia. Tak heran, nama dan kiprahnya dikenal hingga ke pelosok kampung di Gubernur Sulawesi
Gubernur Sulawesi
Minahasa
.

Kesempatan menjadi birokrat di Pemprov Sulut tak disia-siakan untuk melancarkan misinya. Saat menjadi Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan, ia memelopori pembuatan peraturan daerah (perda) mengenai perdagangan perempuan dan anak yang menjadi acuan petugas.

Perda yang terdiri dari 12 bab dan 26 pasal itu mendahului perundangan nasional mengenai perdagangan perempuan dan anak. Regulasi nasional seputar hal itu baru terbit tiga tahun kemudian lewat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Padahal, pada 1984 Indonesia telah meratifikasi konvensi perempuan internasional mengenai penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan.

Terbitnya perda itu membuat harkat dan citra perempuan Sulut terangkat. Sebab, sebelumnya masyarakat dan aparat bersikap permisif. Ketika para gadis dibawa ke luar daerah, germo berdalih mereka adalah pencari kerja. Maka, kasusnya sulit dituntut secara hukum.

Hetty mengakui, tak mudah membuat perda itu. Ia mendapat banyak tantangan, terutama dari lelaki yang memandang perdagangan perempuan sebagai ranah pribadi. "Saya bilang ini kejahatan komunal yang harus diperangi!"

Tantangan juga muncul dari kalangan perempuan karena ia ngotot mencantumkan pasal mengenai perempuan yang bekerja ke luar kota harus seizin suami atau keluarga. Izin itu harus dilegitimasi kepala kelurahan atau pejabat polisi setingkat kepolisian sektor.

Pasal itu dianggap diskriminatif. Namun, Hetty terus membangun penyadaran mengenai substansi persoalannya. Akhirnya mereka sepakat, trafficking harus dicegah dan diperangi bersama-sama.

"Kembalikan harkat nona-nona Manado," ujarnya tegas. e-ti

Sumber: Kompas, 25 November 2010 | Penulis: Jean Rizal Layuck

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 17 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Si Mutiara Yang Jumpa Lagi Dari Emon Hingga Kabayan

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 43

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

20 drama William Shakespeare yang dihadirkan dalam buku ini merupakan hasil adaptasi dari drama ke dalam bentuk prosa.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: