Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com

    Pendekar 'Sekolah Kampung' Papua

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Pendekar 'Sekolah Kampung' Papua
    e-ti | kompas-aswin rz harahap
    Dosen, Direktur Institut Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Papua
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Melalui "sekolah kampung" yang didirikannya tahun 2007, John Rahail (44) telah mengantarkan 85 anak usia dini di pedalaman Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, duduk di bangku SD. Pendidikan itu dijalankan tanpa biaya dan kurikulum baku. Semua berasal dari warga, oleh warga, dan untuk warga.

    QR Code Halaman Biografi John Rahail
    • biografi tokoh indonesia john rahail
    • sekolah kampung dari papua

    Lelaki kelahiran Merauke itu mendirikan sekolah di tiga kampung di Distrik Pantai Timur, Kabupaten Sarmi, yakni Kampung Betaf, Beneraf, dan Yanma. Ia memilih lokasi itu karena kegiatan belajar dan mengajar di daerah pesisir tersebut tak berjalan. Lokasi pantai itu dapat dicapai selama 8 jam perjalanan arah barat Jayapura.

    Beberapa gedung SD milik pemerintah kosong karena warga enggan menyekolahkan anak-anak mereka. Rendahnya partisipasi dalam bersekolah disebabkan penerapan waktu belajar yang kaku: dari pagi hingga siang, serta kurikulum yang bernuansa perkotaan. Kondisi itu tidak sesuai dengan karakteristik anak-anak di pedalaman Papua yang umumnya tidak percaya diri bersekolah dengan berbagai aturan formal.

    "Pendidikan merupakan hal yang asing bagi warga di pesisir Sarmi sehingga perlu metode dan pendekatan berbeda," tutur pendiri Institut Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Papua (ICDp) ini. Bersama tiga rekannya di ICDp, John memperkenalkan istilah sekolah kampung berbasis masyarakat.

    John membuat sekolah ini khusus untuk anak-anak berusia 3-5 tahun agar mereka siap mengenyam pendidikan di bangku SD. Kegiatan belajar-mengajar ini hanya berlangsung dua jam setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Penyusunan kurikulum disesuaikan dengan kondisi warga di pedalaman Sarmi. Metode itu mampu menggugah minat warga untuk menyekolahkan anak-anak mereka.

    Dukungan juga datang dari kepala kampung. Mereka merestui John menyelenggarakan sekolah kampung di balai warga. Ia lantas menamai tiga sekolah kampung dengan Maju Mandiri (Betaf), Maju Bersama (Beneraf), dan Maju Bermartabat (Yanma). Kata "maju" dipilih untuk memotivasi anak-anak di pedalaman agar percaya diri dan mencintai sekolah.

    Hal mendasar

    Saat didirikan akhir tahun 2007, jumlah siswa di sekolah kampung sebanyak 108 orang, terbagi dalam kelas pemula (usia 3-4 tahun) dan kelas lanjut (5 tahun). John mulanya mengajari mereka hal-hal dasar yang selama ini jarang dilakukan, seperti mencuci tangan sebelum makan, mandi, berdoa, dan sarapan. John meyakini, pembentukan karakter sejak dini akan memudahkan anak-anak menjalani pendidikan formal yang berjenjang lebih tinggi.

    Bimbingan terhadap anak- anak dilakukannya sambil membina beberapa warga yang tertarik menjadi guru di sekolah kampung. John sesekali mengajak para calon guru menemaninya mengajar. Dalam waktu sebulan, 10 warga berusia 20-30 tahun telah siap menjadi guru di tiga sekolah kampung tersebut.

    Pelibatan mereka perlahan- lahan mengubah paradigma warga terhadap pendidikan. Ibu-ibu mengantarkan anak mereka ke sekolah, bahkan menunggui sang buah hati dari pukul 08.00 hingga sekolah usai dua jam kemudian.

    "Keberadaan sekolah kampung seperti pepatah sambil menyelam minum air karena orangtua pun bisa mendapat ilmu," ungkap dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cenderawasih ini.

    Pembentukan karakter

    Pembentukan karakter agar anak-anak berperilaku sopan dan memerhatikan kesehatan dilakukan John selama sebulan. Setelah itu menjadi kebiasaan anak-anak di pedalaman Sarmi, John mulai mengajari mereka berhitung dan membaca. Dia menggunakan alat peraga dan mengedepankan kearifan lokal.

    Pelajaran berhitung, misalnya, dia memanfaatkan permainan tradisional. Anak-anak di pedalaman Sarmi sejatinya telah mengenal cara berhitung dalam beberapa permainan tradisional, seperti tali tangan (twen'kam), gasing (smin'kan), dan jubi lemon (lemon'bran). Ini memudahkan mereka mengenal angka hingga dua digit.

    Setelah berjalan tiga tahun, sekolah kampung sudah diikuti 372 anak atau sekitar 90 persen dari jumlah anak usia dini di pedalaman Sarmi. Sebanyak 85 anak kini telah mengenyam pendidikan formal di SD.

    "Warga mulai merasakan dampak positif dari konsep pendidikan yang ditawarkan Pak John dan kawan-kawan. Anak-anak juga menjadi lebih percaya diri," ujar Martinus Wainok (26), salah seorang guru di Kampung Beneraf.

    Mulai 2009, biaya operasional sekolah kampung berasal dari dana pemberdayaan kampung dan program pemerintah "Respek" sebesar Rp 25 juta. Meski demikian, John tetap meminta para guru di sekolah kampung untuk mengolah dan menjual minyak kelapa. Hasil penjualan dari sentra minyak kelapa di Distrik Pantai Timur itu untuk membiayai operasional sekolah kampung tahun 2007-2008.

    Praktik cerdas

    Inisiatifnya membentuk sekolah kampung di pedalaman Sarmi mendapat apresiasi dari Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI). Kiprah John dalam pemberdayaan warga untuk mengelola sekolah kampung terpilih sebagai salah satu praktik cerdas yang inspiratif di KTI. Ia bersama Martinus Wainok mendapat kesempatan untuk mempresentasikan sekolah kampung pada Forum V KTI yang berlangsung awal November lalu di Ambon, Mantan Sersan Militer Inggris
    Mantan Sersan Militer Inggris
    Maluku
    .

    Perhatiannya terhadap dunia pendidikan tidak lepas dari peran serta sang kakek, Ignatius Silibun. Saat pindah dari Kepulauan Kei, Mantan Sersan Militer Inggris
    Mantan Sersan Militer Inggris
    Maluku
    Tenggara, ke Merauke, Papua, Ignatius menyebarkan ajaran agama lewat pendidikan. "Kakek menjadi inspirasi saya dalam mengajar, terutama warga di pedalaman Papua yang masih tertinggal untuk urusan pendidikan," ungkap peraih magister perilaku kesehatan Universitas Gadjah Mada Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Yogyakarta
    ini. e-ti

    Sumber: Kompas, Senin, 22 November 2010 | Penulis: Aswin Rizal Harahap - Nasrullah Nara

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 16 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    "Kebanyakan orang menyerah ketika mereka hampir meraih kesuksesan. Mereka berhenti dalam garis satu yard dari kesuksesan. Mereka menyerah pada menit terakhir permainan dari kemenangan."

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Setelah 10 tahun memimpin BTN, Iqbal Latanro didapuk menjadi Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero.

    Click to view full article

    Bernyanyi bagi Harvey Malaihollo tak sekadar profesi tapi bagian dari hidup. Ketika hati gembira atau sedih, ia akan tetap bernyanyi.

    Click to view full article

    Leonowens SP dikenal sebagai sastrawan muda asal Indonesia yang dikenal dunia. Pria kelahiran Jakarta, Desember 1977 ini adalah seorang penulis solilokui, puisi, prosa liris,

    Click to view full article

    Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    BUMN Menteri BUMN (2011-2014)
    Menteri BUMN (2011-2014)
    Dahlan Iskan
    membuka momen untuk buka-bukaan memberantas korupsi. Dia menyerang balik DPR yang menudingnya salah urus PLN sehingga mengakibatkan inefisiensi Rp3,7


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Menurut Anda, Siapa Tokoh yang Layak Jadi Capres 2014?

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us