WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pelestari Batik dan Tenun Tuban

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pelestari Batik dan Tenun Tuban
e-ti | kompas-kris rz mada

Hampir 20 tahun lalu, Uswatun Hasanah (41) nyaris tidak bisa menemukan pembatik dan penenun gedog di kampung halamannya di Desa Kedung Rejo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Perempuan yang berasal dari keturunan pembatik dan penenun itu berusaha hampir 10 tahun menggalakkan lagi pembuatan batik dan tenun.

Pengrajin Tenun Batik
Lihat Curriculum Vitae (CV) Uswatun Hasanah

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Uswatun Hasanah

QR Code Halaman Biografi Uswatun Hasanah
Bio Lain
Click to view full article
Jajang C Noer
Click to view full article
Dr. Moewardi
Click to view full article
Christopher Abimanyu
Click to view full article
Tampubolon, G.M
Click to view full article
Abraham Dominggus Tuapatinaja
Click to view full article
Ratnawati Sutedjo
Click to view full article
Hasan Basri
BERITA TERBARU

Jerih payah Uswatun mendapat pengakuan dari berbagai kalangan masyarakat. Bahkan, pemerintah pun memberikan anugerah tertinggi bidang industri, Upakarti 2010, untuk kategori pelestari. "Waktu penilaian Upakarti, saya sampaikan kepada juri-juri yang profesor. Saya cuma sekolah sampai kelas V SD. Saya ini sebenarnya tidak bisa apa-apa," ujar Uswatun merendah.

Meski mengaku tidak bisa apa-apa, karyanya luar biasa. Ibu satu anak itu menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk membangkitkan kembali industri Desainer
Lihat Daftar Desainer
Lihat Daftar Desainer
desainer
batik dan tenun gedog di kampung halamannya. Niatnya tidak hanya terhenti di kata-kata. Sejak tahun 1990 hingga 1993, dia belajar memDesainer
Lihat Daftar Desainer
Lihat Daftar Desainer
desainer
batik. Sebab, di desanya sudah tidak bisa ditemukan pemDesainer
Lihat Daftar Desainer
Lihat Daftar Desainer
desainer
batik yang rutin berproduksi. Dia belajar ke Desa Karang, Kecamatan Semanding, Tuban.

"Dulu saya pernah belajar membatik kepada ibu. Pernah juga belajar memintal kapas untuk tenun kepada almarhum nenek. Karena tidak produksi, saya perlu belajar lagi," tuturnya.

Setelah menguasai keterampilan membatik, ia lalu menularkan keahlian itu kepada ibu-ibu dan anak-anak putus sekolah di desanya. Untuk itu dia menghabiskan waktu panjang. Sampai tahun 1999, kegiatannya hanya berkutat pada pelatihan karena belum ada pembatik andal.

Mereka yang akhirnya terampil membatik produknya dibeli oleh Uswatun yang mengelola sanggar batik Sekar Ayu. Pelatihan itu masih berlanjut sampai sekarang. Setiap hari masih ada orang belajar membatik di sanggar Sekar Ayu. "Untuk anak-anak hanya boleh belajar siang sampai sebelum (shalat) asar. Ibu-ibu bebas mau belajar sampai sore," ujarnya.

Upaya Uswatun membuahkan hasil. Saat ini ada 250 pembatik produktif di Desa Kedung Rejo yang bermitra dengannya. Mereka mengambil bahan dan motif dari Uswatun. Sebagian mengembangkan motif sendiri. "Saya hanya mengawasi rinci untuk motif pesanan. Untuk yang bukan pesanan, pembatik dibebaskan berkreasi. Saya beli produk mereka agar mereka tidak usah susah-susah memikirkan pemasaran," ujarnya.

Selain pembatik, penenun di desa itu juga mulai berproduksi lagi. Geliat usaha batik Uswatun dikembangkan dengan adanya kerja sama dengan 50 perajin di desa itu. Batik dan tenun gedog dari desa itu saat ini sudah menembus pasar Belanda, Australia, dan Jepang. Di dalam negeri, Uswatun bersama 20 pekerja di sanggar dan 300 perajin di desanya kebanjiran pesanan, antara lain, dari Jakarta dan Bali. Setiap bulan omzet Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
nya mencapai Rp 300 juta. "Sekitar 70 persen dari pasar dalam negeri yang banyak pesan batik. Kalau hasil tenun banyak yang diekspor," ujarnya.

Tradisional

Para perajin di Kedung Rejo tidak hanya diajak kembali membangun kejayaan batik dan tenun di desa itu. Mereka juga diajak mempertahankan cara pembuatan yang tradisional. "Pasar menghargai tinggi produk-produk yang mempertahankan bahan alami dan cara pembuatan tradisional," tutur Uswatun.

Penenun masih memintal sendiri benang dari kapuk kapas yang disebut benang lawe. Setiap lembar kain tenun dengan lebar 85 sentimeter dan panjang 200 sentimeter butuh sekitar 1,5 kilogram benang lawe. Pembuatan benang sejak dari mengeringkan kapuk kapas sampai memintal perlu lebih dari sepekan. Sementara proses tenun setiap lembar kain rata-rata dua hari. "Penenunan masih pakai alat tradisional," ujarnya.

Adapun pewarnaan, Uswatun juga mempertahankan pewarna alami. Biru, warna wajib batik dan tenun Tuban, didapat dari daun yang oleh penduduk setempat disebut tumbuhan indigo. Sedangkan warna coklat bisa memanfaatkan kulit kayu mahoni, tinggi, dan secang jaranan yang mudah didapatkan di sekitar rumah pembatik dan penenun. "Hampir semua bahan didapat dari alam sekitar sini," tuturnya.

Memang ada tantangan dengan mempertahankan metode tradisional. Kain tenun hanya dapat diproduksi pada musim kemarau. Selama musim hujan para perajin lebih memilih turun ke sawah. Selain karena musim bagus untuk menanam padi, pada musim hujan mereka kesulitan mengeringkan kapas untuk bahan benang lawe. "Kapas didapat dari sekitar sini dan dipintal sendiri. Untuk selembar kain tenun, perajin terampil membuatnya rata-rata dalam dua hari atau maksimal 12 lembar per bulan," ujarnya.

Dengan 50 penenun, Uswatun hanya mendapatkan maksimal 600 lembar tiap bulan. Namun, tidak mudah mendapat jumlah itu karena sebagian besar penenun menganggap menenun hanya pekerjaan sampingan. "Kalau musim kemarau, saya stok banyak-banyak untuk cadangan pada musim hujan," tuturnya.

Godaan

Uswatun mendapat banyak godaan dan cobaan. Godaan paling diingatnya adalah tawaran pindah ke Singapura. Tawaran itu datang saat ia pameran di Batam beberapa tahun lalu. "Saya ditawari mau minta apa saja dan berapa saja agar mau pindah ke Singapura. Saya tidak mau pindah karena nanti batik dan tenun pasti diakui punya sana. Saya susah payah bertahun-tahun supaya batik dan tenun Kedung Rejo dikenal," ujarnya.

Cobaan lain didapatnya saat peristiwa pengeboman di Bali. Uswatun yang baru mulai mapan memasok ke Bali harus dihadapkan pada kemacetan pembayaran. "Barang-barang yang sudah telanjur dikirim tak jelas pembayarannya karena pariwisata Bali anjlok," ujarnya.

Ia cemas karena peristiwa itu memacetkan aliran kas usahanya. Angsuran pinjamannya macet. Kunjungan petugas pembinaan dari lembaga penyalur kredit dihindarinya. "Saya malu bertemu karena kredit macet. Untung Pak Faf (Faf Adi Samsul, Kepala Divisi Pengelolaan Sosial PT Semen Gresik) tak menyerah memberi pengertian. Saya akan dibantu kalau memang berniat melunasi pinjaman," tuturnya.

PT Semen Gresik membantu Uswatun membuka jaringan pasar baru. Ia diikutkan dalam berbagai pameran. Kegigihannya juga dijadikan model bagi UKM lain yang dibina PT Semen Gresik. Puncak penghargaan dari perusahaan itu berupa penetapan sebagai juara utama Anugerah UKM Semen Gresik 2010. "Bu Uswatun contoh wirausaha di desa yang mau bekerja memajukan lingkungannya. Dia bertahun-tahun berkeliling mengajar orang membatik. Semua dilakukan secara sukarela," ujar Faf Adi Samsul. e-ti

Sumber: Harian Kompas, Sabtu, 22 Januari 2011 | Penulis: Kris Razianto Mada

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 14 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Bakso Pikul Jadi Resto Franchise Ahli Sosiologi Komunikasi

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Buku ini menganalisis 10 sifat dalam diri Christian Hadinata yang menjadikan dia bermental juara, ditulis oleh para ahli psikologi,

Catatan Tuhor.com: Buku ini lebih banyak mengulas teori psikologi yang dipadu dengan sedikit biografi.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: