gototopgototop

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan paling lambat 16 Mei 2012.

LENGKAPI DATA: Sudahkah Anda punya "rumah pribadi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan kirimkan biografi dan CV Anda ke

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

  • 0
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
prev
next

Sang Pelindung Anak Terlantar

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Sang Pelindung Anak Terlantar
e-ti | kompas-reny sri ayu
Pekerjaan Utama:
Pensiunan PNS Departemen Pedagangan dan Koperasi
Lihat CV
Nama:
Sitti Chadidjah Toana
Lahir:
Palu, Sulawesi Tengah, 31 Maret 1943
Pekerjaan:
Pensiunan PNS Departemen Pedagangan dan Koperasi
Pendidikan:
  • Sarjana Muda Ekonomi Universitas Tadulako
  • SMA Kristen di Jakarta
  • SMP Negeri 1 Palu
  • SD Negeri parigi
Organisasi:
  • Badan Kerja Sama Wanita Islam Sulteng
  • Forum Komunikasi Umat Beragama Sulteng
  • Majelis Ulama Indonesia, Sulteng
  • Muhammadiyah Sulteng
  • Himpunan Mahasiswa Islam
  • Pelajar Islam Indonesia
Tutup CV

Di usia yang beranjak senja, perempuan ini selalu membuka pintu rumahnya lebar-lebar bagi siapa pun tanpa melihat latar belakang sosial, agama, dan ekonomi. Pintu rumahnya juga terbuka lebar untuk anak-anak telantar dan yatim piatu yang membutuhkan tempat berlindung. Semuanya gratis!

Siti Chadidjah Toanaselalu membuka lebar pintu rumahnya di Jalan Hang Tuah, Palu, Sulawesi Tengah. Dia bersedia menerima siapa saja untuk belajar berbagai keterampilan atau sekadar berdiskusi soal perempuan dan reproduksi. Atau menjadi teman curhat siapa pun yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Hampir separuh usianya sudah dihabiskan dengan berkutat pada urusan anak-anak telantar, yatim piatu, dan korban KDRT. Selama 28 tahun terakhir, Chadidjah seolah menjadi ibu bagi mereka. Ini pula yang membuatnya akrab dengan panggilan "Mama", "Ibu Ijah", atau "Bibi Ijah".

Chadidjah melakukan apa yang disebutnya pengabdian kepada Sang Pencipta, kepada sesama manusia, dan "panggilan jiwa". Dia tak peduli berapa banyak waktu dan materi yang dihabiskannya.

Satu hal yang menjadi inspirasinya adalah nasihat mendiang ayahnya, Abdul Wahid Toana, yang mengutip hadis Nabi Muhammad SAW, "Sebaik-baik manusia adalah yang bisa bermanfaat bagi orang lain".

Saat konflik di Kabupaten Poso, Sulteng, bergejolak tahun 1999, panggilan jiwa untuk bermanfaat bagi orang lain membuat Chadidjah mendirikan Posko Peduli Korban Konflik di rumahnya. Dia membuka tangan bagi siapa pun yang membutuhkan tempat berlindung. Ia tak peduli apa latar belakang konflik di Poso, agama, sosial, ataupun ekonomi orang-orang yang mendatanginya.

Mereka yang pernah ditampung di rumahnya pasti bisa mengenang bagaimana hidup dilakoni dengan prihatin tetapi berakhir indah. Puluhan, bahkan hampir ratusan, orang ditampung di rumah Chadidjah saat itu. Ibaratnya, hanya satu ruangan di rumahnya yang tak terisi, yaitu kamar mandi.

Saat itu dia hanya berpikir, banyak korban akibat konflik dan mereka butuh pertolongan. Kebutuhan mereka tak sekadar urusan logistik, tetapi juga pemulihan trauma. Mereka perlu berdaya untuk kembali ke kehidupan seperti biasa.

"Sungguh sedih mengenang masa- masa itu, tetapi saya bersyukur sebagian besar berakhir indah. Indah dalam arti kami di posko betul-betul membantu mereka semampu yang kami bisa dan mereka keluar dengan bekal mental, spiritual, dan keterampilan memadai," katanya berkaca- kaca.

Tidak sedikit korban konflik yang waktu itu ditampung sudah pulang ke Poso dan kembali hidup normal. Umumnya mereka membuka usaha rumahan, seperti jahit-menjahit dan membuat kue. Sebagian di antara mereka dibantu menyelesaikan pendidikan dan sudah berkiprah di berbagai bidang profesi.

Jauh sebelum konflik Poso, tepatnya pada tahun 1983, Chadidjah sudah akrab dengan urusan tampung-menampung serta membekali anak-anak telantar dan yatim piatu. Di Yayasan Sitti Chadidjah yang didirikannya, ada program pemberantasan buta aksara. Anak-anak yang tidak pernah atau putus sekolah dididik sebagaimana layaknya orang bersekolah. Bahkan, tidak sedikit yang disekolahkan hingga perguruan tinggi.

Tiga prinsip Yayasan Sitti Chadidjah dalam mendidik dan membina anak-anak telantar dan korban KDRT adalah head, heart, dan hand. "Kami isi kepalanya, kami sentuh hatinya, serta kami beri pendidikan dan keterampilan. Jika salah satunya tidak lengkap, hidup ini akan timpang," katanya.

Inspirasi

Chadidjah tertarik mengurusi anak-anak dan berkeinginan mendirikan panti asuhan mulai tahun 1983. Saat Chadidjah dirawat di sebuah rumah sakit di Surabaya, dia mengetahui para perawatnya ternyata berasal dari sebuah yayasan panti asuhan.

Dia pun terinspirasi, anak-anak panti asuhan bisa Mandiri jika diberi bekal memadai. Kembali ke Palu, dia yang saat itu sebagai pengurus wilayah Nasyiatul Aisyiyah Sulteng melakukan survei untuk mendirikan panti asuhan.

Keinginannya sempat ditentang pengurus lain dengan alasan tidak ada biaya. Namun, Chadidjah mantap melaksanakan niatnya dengan dukungan keluarga, kerabat, dan beberapa rekan. Bantuan dari keluarga, termasuk dana pribadi, serta dari sejumlah donatur mempercepat berdirinya sebuah panti asuhan bernama Aisyiyah. Tidak ada bantuan dana dari pemerintah.

Tahun berjalan, Chadidjah sedikit demi sedikit melengkapi panti asuhan dengan sekolah, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA. Kemudian ditambah fasilitas lain, seperti ruang keterampilan dana pos kesehatan. Tahun 2000, dengan alasan regenerasi, dia meninggalkan panti itu untuk mendirikan Yayasan Sitti Chadidjah.

Seiring dengan dinamika sosial- ekonomi-budaya, Chadidjah melihat persoalan yang ada di masyarakat pun kian beragam. Ada masalah KDRT dengan berbagai sumber pemicunya. Ada anak yang terusir dari rumah, istri ditinggal suami, hingga ada pula yang miskin tiba-tiba karena dirundung bencana.

"Saya melihat kebanyakan korban adalah perempuan dan anak. Itulah mengapa di yayasan yang saya dirikan lebih konsentrasi untuk urusan perempuan, anak, dan remaja telantar," ujar anak ketujuh dari sembilan bersaudara ini.

Sejak dibuka tahun 2000, korban- korban KDRT serta anak dan remaja telantar silih berganti masuk keluar. Tidak sedikit yang datang dengan tubuh memar atau luka kena pukul. Dengan keibuan, Chadidjah menerima mereka dan mengajak bicara dari ke hati.

Berbagai masalah dibicarakan dan dicarikan jalan keluarnya dengan melibatkan keluarga para korban. Tak jarang Chadidjah meminta izin suami-suami yang istrinya merasa menjadi korban KDRT, atau orangtua yang anaknya merasa diabaikan, agar mereka bisa tinggal di rumahnya beberapa saat.

Dari mana datangnya dana yang digunakan untuk operasional yayasan yang sudah berjalan 11 tahun ini? "Sesuatu yang dilakukan dengan ikhlas selalu ada jalan rezekinya. Kadang kami kekurangan, kadang cukup. Tetapi, syukurlah, sampai saat ini belum pernah kami begitu sangat kekurangan hingga, misalnya, harus tidak makan. Ada-ada saja yang datang berbagi," katanya. e-ti

Sumber: Kompas, Jumat, 21 Januari 2011 | Penulis: Reny Sri Ayu

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 14 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Intermezzo
Asal mula nama Glodok berasal dari kata grojok yang merupakan sebutan dari bunyi air yang jatuh dari pancuran air. Di tempat itu dahulu kala ada semacam waduk penampungan air kali Ciliwung. Orang Tionghoa dan keturunan Tionghoa menyebut grojok sebagai glodok karena orang Tionghoa sulit mengucap kata grojok seperti layaknya orang pribumi.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp: (021) 8293113, Telp/SMS: (021) 32195352, 32195353, Fax: (021) 83787235
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. Salah satu cara dengan menggunakan fitur SINDIKASI ini. (2) Ucapan terima kasih di kolom komentar. (3) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Beri Komentar

Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


Kode keamanan Refresh

Bio Lainnya

Click to view full article

Selama hidupnya, doktor kesehatan masyarakat lulusan Harvard University ini fokus di dunia penelitian dan pelayanan kesehatan masyarakat. Karirnya kemudian mencapai puncak

Click to view full article

Ketua Komisi Nasional PA periode 2010-2014 ini sebelumnya dikenal luas sebagai aktivis buruh. Namun perjumpaannya dengan anak-anak yang kurang mendapat perhatian membuat ia

Click to view full article

Menurut Mangapul Sagala, keinginan untuk mendapatkan sesuatu secara instan merupakan penyebab maraknya praktik korupsi dan penyelewengan di negeri ini. Ironisnya, hal-hal yang

Click to view full article

Sebagai pendeta yang juga manusia biasa, Mangapul Sagala Staf Perkantas Jakarta, Dosen Perjanjian Baru STT IMAN dan STTRII Mangapul Sagala mau tidak mau harus berhadapan dengan tantangan hidup yang sering menguji keteguhan imannya. Lewat ujian-ujian itu


Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
 

Like and Support Us

Komunitas

  • Terbaru
  • Komentar
  • Irwan Hidayat

    m.nailul anwar noer
    Alhamdulillah, kami selaku warga negara Indonesia, sangat bangga atas tercapainya cita2 Sidomuncul, dan ...
     
  • Galaila Karen Agustiawan

    soedono adi triwanto
    Saya mengagumi anda sebagai salah satu dari sedikit tokoh yg berkarakter dan sebagai bangsa Indonesia ...

Aktivitas Terbaru di Facebook

Poling Tokoh