gototopgototop

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan paling lambat 16 Mei 2012.

LENGKAPI DATA: Sudahkah Anda punya "rumah pribadi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan kirimkan biografi dan CV Anda ke

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

  • 0
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
prev
next

Menghitung Populasi Komodo

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Menghitung Populasi Komodo
e-ti | kompas-benny d ks
Pekerjaan Utama:
Peneliti
Lihat CV
Nama:
Deni Purwandana
Lahir:
Sukabumi, Jawa Barat, 29 September 1977
Pekerjaan:
Peneliti
Pendidikan:
  • MSc bidang lingkungan dan sumber daya alam dari Faculty of Science and Techonology, Universiti Kebangsaan Malaysia, 2004-2007, dengan tesis "Nesting activity and spatial ecology of female Komodo dragon (varanus komodoensis) in the Komodo National Park, Indonesia"
  • S-1 Jurusan Biologi Fakultas MIPA, Universitas Udayana, Bali8, 1995-2000
Tutup CV

"Ada jalan membelah di hutan dan aku ambil yang tidak diambil orang. Kutahu, itulah bedanya." Terjemahan penggalan puisi karya penyair Robert Frost "The Road Not Taken" itu melekat pada jalan hidup Deni Purwandana, satu-satunya peneliti aktif komodo ("Varanus komodoensis"), yang sudah menghabiskan waktunya di Taman Nasional Komodo, Flores, Nusa Tenggara Timur, hampir satu dasawarsa.

 

Bertemu dengan Deni secara langsung adalah kesempatan langka. Ia lebih banyak keluar masuk hutan di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) dibanding di Labuan Bajo atau di Denpasar, Bali. Dua tempat itu menjadi tempat rekapitulasi data-data lapangan penelitiannya.

"Biasanya di hutan. Tapi, ini kebetulan sedang rehat untuk merekap data lapangan sebelum kembali lagi ke hutan," kata Deni di pemondokannya di Loh Liang, Pulau Komodo, kawasan TNK.

Ibarat suatu bangunan, di tengah gegap gempita ajakan pemerintah untuk menjadikan komodo dan TNK sebagai salah satu keajaiban baru dunia, Deni adalah salah satu "batu penjuru". Lewat Komodo Survival Program-kerja sama Deni bersama sejumlah rekannya dengan pengelola TNK yang dibiayai European Association Zoos and Aquaria (EAZA)- ia menghitung populasi komodo, meneliti ketersediaan pangan maupun kondisi lingkungan di TNK. Dia kemudian membuat rekomendasi-rekomendasi terkait kondisi-kondisi faktual itu.

"Saya melihat ajang The New 7 Wonders itu tantangan kita. Khawatir juga apabila ternyata kita tidak siap, baik dari segi pemeliharaan komodo, sarana-prasarana, juga sumber daya manusianya," kata Deni.

Sepanjang tahun 2009, tercatat 36.431 wisatawan berkunjung ke kawasan TNK. Dari jumlah itu, lebih dari 95 persen adalah wisatawan mancanegara, sebagian besar berasal dari Eropa, seperti Belanda, Perancis, Jerman, dan Belgia. Total belanja wisatawan per tahun di daerah itu mencapai Rp 185 miliar. Dari sisi asal negara, jelaslah pelancong ke TNK adalah turis khusus penyuka alam, terlebih kehidupan alam liar dan petualangan. Ini dapat menjadi tolok ukur sekaligus petunjuk bagi pengembangan pariwisata di kawasan itu, termasuk upaya melindungi habitat komodo.

Deni terlibat penelitian komodo di TNK mulai tahun 2001. Saat ia baru saja lulus sarjana dari Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana, Bali. Dosennya, ahli komodo asal Italia, Claudio Ciofi, yang sedang menggelar penelitian di kawasan TNK menawari kegiatan yang murni penelitian itu. Deni sama sekali tidak mendapat gaji.

Jatuh cinta

Deni tiba di TNK saat puncak kemarau. TNK yang kering kerontang menantang dia untuk dijelajahi. Pengalaman pertama itulah yang justru membuatnya jatuh cinta kepada komodo. Penelitiannya berlanjut dalam skala waktu 1-3 tahun yang dibiayai sejumlah donor luar negeri. Lembaga donor dan pengelola TNK saling berbagi data tentang komodo dan habitatnya.

"Pemantauan itu harus dilakukan berkelanjutan karena ini menyangkut aset bangsa. Saya bermimpi suatu waktu kita melakukan kegiatan itu secara mandiri. Sebenarnya kita mampu, namun kepentok pada keterbatasan sistem dan tidak adanya anggaran," kata Deni.

Pekerjaan Deni membutuhkan kesiapan fisik dan mental, serta daya tahan luar biasa. Lalu apa yang mendasari semua itu terlaksana? "Panggilan," jawabannya. "Ini sesuatu yang langka, baik dari obyek penelitian, tempat, hingga kesempatannya. Lebih dari itu, ini ada dan milik Indonesia."

Saat memantau, Deni harus berjalan jauh, minimal 6-20 kilometer setiap hari. Ia harus membawa perangkap yang beratnya minimal 10 kilogram, belum termasuk daging (umumnya daging kambing/sapi busuk) untuk umpan komodo, dan perbekalan lain.

Deni sudah menangkap 1.000 komodo untuk dijadikan obyek penelitiannya. Salah satu yang terbesar adalah komodo berbobot 100 kilogram, dengan panjang 3,8 meter dan lingkar ekor 68 cm. Ia bersyukur tidak pernah mengalami cedera berat dalam melakukan tugasnya. "Jangan sampai tergigit, cuma pernah sekali luka sedikit karena tertancap kukunya," kata dia.

Deni menggunakan metode terbaru penelitian, multiple macri capture, yang mengombinasikan data terbaru dengan data sebelumnya untuk melihat populasi teranyar komodo. Penyempurnaan metode-metode itu harus dilakukan, mengingat komodo adalah hewan liar dengan cakupan tersebar di TNK yang luasnya mencapai 40.728 hektar dan perairan laut 132.572 hektar.

Sebelum tahun 2003, Deni masih menggunakan metode ekstrapolasi untuk mendapatkan data populasi komodo. Metode itu menggunakan cara menggantungkan umpan di titik-titik tertentu, untuk menghitung jumlah komodo yang terlihat di suatu waktu tertentu. Ternyata akurasi metode ini rendah.

Oleh karena itu, mulai tahun 2003, metodenya diganti dengan cara menangkap, menandai, dan melepas kembali. Kelebihan metode ini adalah tidak terjadi pengulangan, sekaligus diketahui tingkat pertumbuhannya. Dari metode itulah kemudian dikembangkan metode multiple macri capture.

Deni masih berusaha merampungkan penelitian populasi terakhir yang dilakukan mulai tahun 2009. Data 2008 lalu menunjukkan, populasi komodo di tiga pulau terbesar, yaitu Pulau Komodo (33.937 hektar, populasi komodo diperkirakan 1.200 ekor), Pulau Rinca (19.627 hektar, 1.100 ekor), dan Pulau Padar (2.017 hektar, diduga sudah tak dihuni komodo). Selain itu, pulau kecil, Pulau Gili Motang, masih dihuni komodo sekitar 100 ekor.

Di tengah optimisme terhadap kepariwisataan TNK, Deni mengakui adanya kerentanan kawasan itu, komodo dan habitatnya, termasuk pengaruh fenomena perubahan iklim. Karena itu, dia menentang setiap upaya pemindahan komodo. Salah satunya yang pernah diwacanakan adalah pemindahan beberapa komodo dari Wae Wuul, Flores, ke Bali dengan alasan pemurnian genetik.

"Jangan sampai dipindah, lebih baik merawat dan mempertahankannya di habitat asli. Populasi sudah semakin sedikit," kata Deni. e-ti

Sumber: Kompas, 7 Januari 2011 | Penulis: Benny D Koestanto dan Mawar Kusuma Bulan

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 14 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Intermezzo
Indonesia memiliki species ikan hiu terbanyak di dunia yaitu 150 species.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp: (021) 8293113, Telp/SMS: (021) 32195352, 32195353, Fax: (021) 83787235
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. Salah satu cara dengan menggunakan fitur SINDIKASI ini. (2) Ucapan terima kasih di kolom komentar. (3) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Beri Komentar

Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


Kode keamanan Refresh

Bio Lainnya

Click to view full article

Selama hidupnya, doktor kesehatan masyarakat lulusan Harvard University ini fokus di dunia penelitian dan pelayanan kesehatan masyarakat. Karirnya kemudian mencapai puncak

Click to view full article

Ketua Komisi Nasional PA periode 2010-2014 ini sebelumnya dikenal luas sebagai aktivis buruh. Namun perjumpaannya dengan anak-anak yang kurang mendapat perhatian membuat ia

Click to view full article

Menurut Mangapul Sagala, keinginan untuk mendapatkan sesuatu secara instan merupakan penyebab maraknya praktik korupsi dan penyelewengan di negeri ini. Ironisnya, hal-hal yang

Click to view full article

Sebagai pendeta yang juga manusia biasa, Mangapul Sagala Staf Perkantas Jakarta, Dosen Perjanjian Baru STT IMAN dan STTRII Mangapul Sagala mau tidak mau harus berhadapan dengan tantangan hidup yang sering menguji keteguhan imannya. Lewat ujian-ujian itu


Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
 

Like and Support Us

Komunitas

  • Terbaru
  • Komentar
  • Irwan Hidayat

    m.nailul anwar noer
    Alhamdulillah, kami selaku warga negara Indonesia, sangat bangga atas tercapainya cita2 Sidomuncul, dan ...
     
  • Galaila Karen Agustiawan

    soedono adi triwanto
    Saya mengagumi anda sebagai salah satu dari sedikit tokoh yg berkarakter dan sebagai bangsa Indonesia ...

Aktivitas Terbaru di Facebook

Poling Tokoh