Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

Berita Tokoh Monitor

KPK-Hukum

Bisnis-Entrepreneur

Internet-Social Media

Budaya-Sastra

Mancanegara

Olahraga

Gaya Hidup

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Jalan Panjang Sandhy Sondoro

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Jalan Panjang Sandhy Sondoro
e-ti | berita-terbaru.com

"Inilah dia penyanyi berbakat Indonesia, Sandhy Sondoro," teriak personel Due Voici. Seorang laki-laki berperawakan kecil pun naik ke atas panggung dengan percaya diri. Tanpa basa-basi, dia langsung menyanyikan lagu Diane Warren, "Nothing Gonna Stop Us Now", dengan vokal serak bergaya soul.

Penyanyi
Lihat Curriculum Vitae (CV) Sandhy Sondoro

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Sandhy Sondoro

QR Code Halaman Biografi Sandhy Sondoro
Bio Lain
Click to view full article
Hotbonar Sinaga
Click to view full article
Suhardiman
Click to view full article
Budi Rahardjo
Click to view full article
Erwin Gutawa
Click to view full article
Muhammad Qodari
Click to view full article
Jaja Mihardja
Click to view full article
BM Diah
BERITA TERBARU

Penonton yang memenuhi Hall D2 Pekan Raya Jakarta pun langsung bangkit dari kursi dan bertepuk tangan panjang untuk Sandhy. Malam itu, Sabtu (6/3/2010) lalu, panggung Java Lihat Daftar Tokoh Jazz
Lihat Daftar Tokoh Jazz
jazz
di Hall D2 menyuguhkan lagu-lagu hit ciptaan penulis lagu terkenal, Diane Warren, sesaat menjadi milik Sandhy.

Sehari sebelumnya, Sandhy juga berhasil mencuri perhatian ketika tampil di Dji Sam Soe Lounge, panggung Java Lihat Daftar Tokoh Jazz
Lihat Daftar Tokoh Jazz
jazz
lainnya. Lounge yang hanya bisa menampung sekitar 600 orang itu penuh sesak. Bahkan, di luar ratusan penonton lainnya rela antre untuk bisa masuk ke ruangan itu.

Begitulah, Sandhy menjadi magnet baru di ajang Java Lihat Daftar Tokoh Jazz
Lihat Daftar Tokoh Jazz
jazz
kali ini. Meskipun demikian, sebagian penonton sesungguhnya belum benar-benar tahu siapa Sandhy.

Di belantika musik nasional, nama Sandhy memang belum dikenal luas. Maklum, laki-laki kelahiran Jakarta itu merintis karier di dunia musik justru di Jerman. Di negeri itu, Sandhy muncul di acara-acara musik televisi dan kafe-kafe. Belakangan, dia juga tampil di sejumlah televisi dan panggung musik di sejumlah negara Eropa lainnya.

Bagaimana anak muda ini mengawali kariernya? Sandhy, Rabu (10/3), menceritakan, dia sebenarnya datang ke Jerman tahun 1993 untuk belajar arsitektur. Selama di Jerman, dia mencari uang tambahan dari mengamen di pinggir jalan, terutama di Berlin.

"Sejak saat itu, saya merasa passion saya ada di musik. Apalagi, banyak orang Jerman menyukai lagu yang saya tulis," ujar Sandhy yang mengagumi Aktor, Seniman
Aktor, Seniman
Benyamin S
ueb.

Setelah bertahun-tahun mengamen di trotoar jalan dan stasiun kereta bawah tanah di Berlin, Sandhy merambah bar dan kafe. "Saat itu, saya sudah benar-benar menggantungkan hidup dari musik," kata Sandhy yang tidak menamatkan pendidikan arsitekturnya dan meneruskan kuliah di bidang desain interior.

Di Jerman, nama Sandhy mulai dikenal setelah ikut kontes menyanyi SSDSSSWEMUGABRTLAD di televisi ProSieben, tahun 2007. Sandhy berhasil menjadi finalis kontes menyanyi mirip American Idol itu. Meski akhirnya hanya menduduki peringkat kelima, acara itu mendongkrak popularitas Sandhy di Jerman.

Album indie

Berangkat dari situ, Sandhy mulai menerima tawaran untuk tampil di acara-acara musik televisi lainnya. Tahun 2008, dia mengeluarkan album indie Why Don't We yang mendapat banyak komentar di surat kabar.

Kolaborasinya dengan Dublex Inc juga mendapat sambutan hangat. Single-nya bersama Dublex Inc, "Shine", berhasil menerobos tangga lagu favorit di sejumlah radio di kota-kota utama Eropa, seperti Berlin, Madrid, dan Paris.

Setelah mengeluarkan album tersebut, produsernya mendorong Sandhy untuk menjajal festival New Wave di Jurmala, Latvia, tahun 2009. Ini adalah salah satu festival musik internasional yang tergolong penting di kawasan Eropa Timur dan menyedot begitu banyak penonton.

Di ajang itu, Sandhy tampil dua kali. Pada penampilan pertama, dia menyanyikan lagu "When A Man Love A Women" yang membuat juri geleng-geleng karena terpesona. Sembilan dari 10 juri pun memberinya nilai 10. Sisanya, memberikan nilai 9.

Pada kesempatan kedua, dia menyanyikan lagu ciptaannya sendiri, "End of The Rainbow". Kali ini kesepuluh juri memberikan nilai sempurna, 10. Sandhy pun menjuarai ajang bergengsi tersebut.

Setelah menjuarai ajang itu, Sandhy kian terkenal di Eropa. Lagunya "End of The Rainbow" bahkan dipilih menjadi lagu terbaik tahun 2009.

Berita tentang kemenangan Sandhy di festival itu sampai juga ke Tanah Air. Sejak saat itu, kata Sandhy, banyak orang Indonesia mulai meliriknya. Dia diundang manggung di sejumlah tempat. Bahkan, Sony Music memasukkan Sandhy dalam album kompilasi Jazz in The City yang juga memuat Robbie Williams ("Beyond the Sea"), Sade ("Smooth Operator"), sampai trumpetis jazz Chris Botti yang tampil bersama Chantal Kreviazuk dalam lagu "The Look of Love".

Di album itu, Sandhy menyanyikan "Malam Biru (Kasihku)" dan "End of the Rainbow" yang juga ciptaannya.

Dikira Afro

Apa sebenarnya kekuatan Sandhy? Kekuatannya ada pada penghayatannya terhadap suatu genre musik, khususnya soul dan blues. Dia bernyanyi seperti para pelantun soul-blues tulen. Itu sebabnya, di Jerman dia sering ditanya orang, "Are you American?"

Bahkan, ada yang menjulukinya Indo-Nigger. Maksudnya, Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
Indonesia yang suaranya "black" seperti Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
Afro. Sandhy justru senang dengan julukan itu. "Itu penghargaan buat saya, apalagi orang Afro sendiri suka dengan musik saya," katanya.

Bagaimana Sandhy memahami soul-blues? Laki-laki itu bercerita, sejak dulu dia senang mendengarkan musik para "native speaker" soul-blues seperti Ottis Redding dan kawan-kawan. Selain itu, dia juga banyak menyanyi di depan publik, bukan di depan juri.

Selama di Berlin, Shandy juga banyak bersentuhan dengan musisi Afro lainnya. "Mungkin dari situ ada pengaruh, tapi saya sendiri tidak sadar," katanya.

Mengejar mimpi

Sandhy telah memutuskan jalan hidupnya: musik. Karena itu, dia tidak mau tanggung-tanggung. "Saya tidak ingin mengejar popularitas dengan musik, saya ingin bergaul dengan sebanyak mungkin musisi dunia demi memajukan musik itu sendiri," katanya.

Dia pun bermimpi, musiknya bisa didengar di sejumlah negara oleh bangsa yang berbeda-beda. "Karena itu, saya tidak berniat menggarap pasar Indonesia sekarang ini. Saya lebih memilih main di berbagai negara dulu, baru masuk ke Indonesia," ujar Sandhy yang sedang bersiap untuk tampil di sejumlah panggung di AS dan Jerman, dua-tiga bulan ke depan.

Sandhy yakin, jika dia diberi kesempatan untuk tampil dan bernyanyi di mana pun, di hadapan bangsa apa pun, mereka akan suka dengan musiknya.

Begitulah Sandhy, untuk meyakinkan orang bahwa dia benar-benar musisi, dia tidak segan-segan bernyanyi di hadapan orang tersebut. Hal itu, antara lain, dilakukan Sandhy dengan berkunjung ke beberapa media massa di Indonesia, termasuk Kompas, untuk memamerkan kemampuannya bernyanyi. Sekarang, Sandhy mulai menuai hasilnya. e-ti

Sumber: Kompas, 13 Maret 2010 | Penulis: Budi Suwarna

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 14 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
Beri Komentar

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Sponsorship

Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

Sponsor Bronze
Sponsor Bronze: US$50
Sponsor Silver
Sponsor Silver: US$250
Sponsor Gold
Sponsor Gold: US$500


Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
 

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: