Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

Berita Tokoh Monitor

KPK-Hukum

Bisnis-Entrepreneur

Internet-Social Media

Budaya-Sastra

Mancanegara

Olahraga

Gaya Hidup

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Keprihatinan pada Bahasa Lampung

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Keprihatinan pada Bahasa Lampung
e-ti | kompas-helena f nababan

Bagi masyarakat Lampung, bahasa Lampung berarti dialek [o] dan dialek [a]. Perbedaannya hanyalah geografis. Pengertian umum di masyarakat Lampung, bahasa Lampung dengan dialek [o] adalah bahasa yang dipergunakan masyarakat Lampung di wilayah nonpesisir. Adapun bahasa Lampung dialek [a] adalah bahasa yang dipergunakan masyarakat pesisir.

Dosen di Jurusan Matematika FMIP Universitas Lampung
Lihat Curriculum Vitae (CV) Admi Syarif

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Admi Syarif

QR Code Halaman Biografi Admi Syarif
Bio Lain
Click to view full article
Gede Prama
Click to view full article
Muhammad Nurhuda
Click to view full article
Sudirman
Click to view full article
Achmad Tahir
Click to view full article
Jusuf Kalla
Click to view full article
Ussy Sulistiawati
Click to view full article
Christian Mara

Meskipun bagi masyarakat Lampung kebanyakan, dua dialek adalah perbedaan, bagi Admi Syarif (43), perbedaan dialek bukan suatu masalah. Baginya, justru perlakuan terhadap bahasa Lampung yang memprihatinkan.

Saat ini, bahasa Lampung hanya berkembang dan dipergunakan di lingkungan sesuai dialeknya. Sementara di masyarakat umum jarang sekali terdengar percakapan dalam bahasa Lampung, apalagi oleh anak muda di daerah itu.

Bagi pria yang sehari-harinya mengajar di ilmu komputer di Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) tersebut, bahasa Lampung adalah bahasa ibu bagi masyarakat Lampung. Karena itu, bahasa Lampung harus tetap digunakan dalam keseharian, bukan ditinggalkan.

Kegelisahan Admi akan bahasa Lampung memang beralasan. Di provinsi dengan penduduk 7,4 juta jiwa ini, jumlah penutur bahasa Lampung hanya sekitar 1 juta orang.

Berdasarkan kriteria bahasa lestari atau terancam punah, bahasa dengan jumlah penutur 1 juta orang masih tergolong aman. "Namun, kalau sekarang saja komunikasi dalam bahasa Lampung semakin sepi, bagaimana ke depannya?" ujarnya.

Admi menemukan ujung kegelisahannya mengenai perlakuan masyarakat terhadap bahasa Lampung dan perkembangan bahasa Lampung terkini saat dia menyelesaikan S-3-nya di Ashikaga Institute of Technology di Yokohama, Jepang, pada 2004. Di kota itu Admi bertemu dan berdiskusi dengan antropolog dari Kyoei University, Prof Yoshie Yamazaki.

Yamazaki sangat fasih, sangat ahli, dan paham betul tentang Lampung, masyarakat Lampung asli, masyarakat pendatang, hingga kebudayaan Lampung asli. Pertemuan itu memberi Admi pencerahan mengenai kultur suku bangsa dari mana dia berasal, juga jawaban mengapa bahasa Lampung susah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Masyarakat Lampung memiliki sifat terbuka. Itu terlihat ketika Lampung dijadikan tempat tujuan transmigrasi oleh Belanda tahun 1905 dan sukses.

Pola hidup masyarakat Lampung berbeda dengan masyarakat pendatang. Pendatang awal di Lampung yang notabene transmigran dari Jawa hidup dari bersawah. Adapun masyarakat Lampung asli hidup dari berkebun dan bertanam padi di ladang. "Di sini jelas tidak ada benturan antara kebun dan sawah," ujar Admi.

Sifat terbuka muncul pula dalam komunikasi. "Sedemikian terbukanya, sampai sekarang masyarakat Lampung lebih banyak berbahasa Indonesia kepada siapa pun dalam berkomunikasi, bukan bahasa Lampung," ujar Admi. Metode pembelajaran juga kurang tepat. "Bahan ajar seperti kamus juga seadanya."

Berangkat dari pemahaman tersebut, saat kembali ke Indonesia Admi mulai memikirkan penelitian bahasa Lampung yang ingin ia wujudkan dalam bentuk kamus lengkap.

Kamus bahasa Lampung

Dia mendatangi 26 titik wilayah yang dianggap mewakili masyarakat penutur bahasa Lampung dari dua dialek itu. Dari penelitian itu, Admi mengambil 100 kata dalam dialek [o] sebagai acuan pembanding dengan kosakata di 26 wilayah.

Dengan dukungan kawan-kawannya peneliti di Lembaga Penelitian Unila, sebuah proposal penelitian untuk pembuatan kamus bahasa Lampung elektronik ia ajukan ke KeLihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
an Riset dan Teknologi. Presentasi yang ia lakukan pada Juli 2007 diterima, mengalahkan 50 pengaju proposal karya yang semuanya melibatkan teknologi tinggi.

Kebetulan, KeLihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
an Riset dan Teknologi tengah mencari terobosan baru dalam bidang penelitian berbasis teknologi. Itu sebabnya presentasi karya berjudul "Revitalisasi Bahasa dan Budaya Lampung Berbasis Multimedia dan Teknologi Informasi" diterima dan didukung.

Admi mulai bekerja menyusun kamus pada November 2007. Beberapa penutur asli bahasa Lampung dialek [o] ia kumpulkan. Bersama-sama mereka menginventarisasi kosakata bahasa Lampung pedalaman. Mereka mendata, mencari padanan kata, mengartikan dalam bahasa Indonesia, dan mengedit.

Proses itu selesai Januari 2008. Admi lantas menyusunnya dalam bentuk kamus bersampul tebal eksklusif. Tak lupa kamus versi multimedia dalam bentuk keping cakram ia buat untuk memudahkan pembelajaran di sekolah.

Peluncuran kamus bahasa Lampung lengkap karya Admi pada akhir Desember 2008 menuai banyak kritik dan respons. Sejumlah kalangan, mulai dari tokoh adat, budayawan, hingga pendidik, mempertanyakan kelengkapan kamus bahasa Lampung dialek [o].

"Tanpa kamus dialek [a], kamus itu tidak akan lengkap," ujar Admi mengungkapkan salah satu protes. Menurut Admi, dia akan melengkapi penerbitan kamus bahasa Lampung dialek [o] dengan dialek [a].

Bagi Pemprov Lampung, terbitnya kamus bahasa Lampung mendukung Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Revitalisasi Bahasa Lampung. Pemprov mengalokasikan pendanaan bagi penerbitan 37.500 eksemplar kamus itu untuk dibagikan ke 7.500 SD dan SMP di Lampung.

Bagi pemerintah daerah lain, rintisan Admi di Lampung itu sungguh menarik. Admi menyebut Pemprov Sumatera Selatan meminta dia mentransfer ilmu untuk penyusunan kamus bahasa Sumsel. Adapun Pemprov Kalimantan Timur meminta dia meneliti bahasa Dayak.

Lantaran ide itu pula, KeLihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
an Ristek menetapkan Admi sebagai peneliti terbaik tahun 2009. e-ti

Sumber: Harian Kompas, Jumat, 19 Februari 2010 | Penulis: Helene F Nababan

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 14 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
Beri Komentar

Facebook

TIKomen

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Sponsorship

Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

Sponsor Bronze
Sponsor Bronze: US$50
Sponsor Silver
Sponsor Silver: US$250
Sponsor Gold
Sponsor Gold: US$500


Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
 

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: