gototopgototop

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan paling lambat 16 Mei 2012.

LENGKAPI DATA: Sudahkah Anda punya "rumah pribadi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan kirimkan biografi dan CV Anda ke

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

  • 0
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
prev
next

Pejuang Guritan Besemah

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pejuang Guritan Besemah
e-ti | kompas-eddy hs
Pekerjaan Utama:
Seniman seni budaya Kota Pagar Alam
Lihat CV
Nama:
Arman Idris
Lahir:
Dusun Tanjung Aro, Pagar Alam, Sumatera Selatan, 1 Juni 1955
Pekerjaan:
  • Sebagai petani dan berkegiatan seni
  • Seniman seni budaya Kota Pagar Alam
Istri:
Sadmiyana
Anak:
  • Lindarti
  • Ivan
  • Santi
  • Andrianus
Pendidikan:
  • SD sampai SMP di Pagar Alam
  • SMA (kelas satu)
Organisasi:
  • Ketua Sanggar Seni Budaya Pagar Alam
  • Pelestari Budaya Adat
Tutup CV

Ketika Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, mekar dari induknya, Kabupaten Lahat, pada 2003, para pemerhati kesenian di daerah itu sadar bahwa seni prosa lirik dari suku Besemah yang disebut guritan nyaris tak memiliki penerus. Sampai Arman Idris, seniman yang hidup dari gitar akustik, mengambil inisiatif menghidupkan minat remaja untuk menyenangi seni sastra lisan tersebut.

 

Semangat Arman untuk memopulerkan guritan sangat jelas terlihat ketika tim Jelajah Musi 2010 bertemu dengannya. Bukan hanya membawa sebuah gitar, melainkan dia juga membawa pakaian daerah, yang sering digunakan saat manggung, dalam tas anyaman daun lontar khas Pagar Alam.

"Saya sangat senang jika bertemu dengan orang yang memiliki minat terhadap budaya kami, terutama guritan. Soalnya, kami harus melawan kemajuan zaman yang dapat membuat kesenian daerah, seperti guritan yang tidak memakai alat musik ini, menjadi luntur," ujar Arman.

Ayah dari empat anak dan kakek dari enam cucu ini juga rela menampilkan kesenian guritan untuk pengambilan gambar liputan multimedia untuk Kompas dan Kompas TV di kaki bukit Gunung Dempo. Kawasan yang masih termasuk wilayah Pagar Alam.

Meskipun Arman hanya melantunkan dua syair tentang Kota Pagar Alam dengan durasi sekitar 15 menit, semua orang yang menyaksikan sangat puas. Ini terutama karena keseriusan dan kejernihan suara Arman. Dia tampil dengan dialek yang khas dan orisinal dari kesenian guritan Besemah.

Keseriusan Arman setiap tampil melantunkan guritan sama seperti saat memperkenalkan kesenian itu kepada para siswa sekolah menengah atas (SMA) di kotanya. Hasilnya, siswa di beberapa sekolah sudah membentuk sanggar yang aktif berlatih kesenian guritan.

Saat ditanya mengenai jumlah siswa yang sudah mendapatkan ilmu darinya, Arman mengatakan, tidak dapat menghitungnya. Selama ini dia sudah mendatangi 20 sekolah di Pagar Alam untuk menyosialisasi guritan, sekaligus melatih jika ada siswa yang sudah menyatakan minatnya.

"Saya memulai dengan meminta izin pihak sekolah mengumpulkan siswa di aula untuk memperkenalkan kesenian guritan yang merupakan kekayaan suku Besemah di Pagar Alam. Biasanya dari satu sekolah ada beberapa orang yang tertarik, kemudian menjadi cikal bakal sebuah sanggar," kata Arman, yang memiliki bakat alami karena tak ada yang mengajari dirinya bermain musik atau menyusun syair.

Kepada para siswa, Arman selalu menjelaskan isi dari syair guritan yang banyak mengandung falsafah atau sejarah yang dikemas dalam bentuk sastra. Guritan biasanya ditembangkan pada acara tertentu selama semalam suntuk, dalam suasana duka atau suka. Misalnya, saat musibah atau usai panen. Tujuannya, untuk menghibur keluarga yang mendapat musibah atau sekadar hiburan pada malam bulan purnama.

Rajin ikut lomba

Tentang kecintaannya terhadap guritan, Arman bercerita mengenai masa mudanya. Waktu itu, ia gemar mengikuti lomba gitar tunggal, alias bertutur sambil bermain gitar. Ini merupakan salah satu kesenian yang populer di Sumsel. Ia berlomba dengan modal keahlian bermain gitar yang sudah dikuasainya sejak duduk di bangku kelas dua sekolah dasar.

Setelah menjuarai berbagai lomba di Pagar Alam, Kabupaten Lahat, hingga Palembang, ia menyadari bahwa berkesenian tak sekadar untuk mendapatkan piagam sebagai sang juara. Ini juga tak hanya untuk hidup, tetapi bagaimana kesenian itu bisa hidup dan bertahan di tengah masyarakat.

"Dulu, tak ada orang yang peduli bagaimana kelestarian seni guritan, termasuk saya yang puas sebagai juara dan dipanggil di mana-mana. Sampai saya berpikir harus ada yang menggantikan orang-orang terdahulu yang membawakan guritan," ujar Arman yang juga pengurus adat Besemah, Pagar Alam.

Dia mulai sibuk memenuhi undangan pertunjukan secara komersial pada 2003. Arman semakin menyadari sulitnya menemukan penerus guritan, apalagi mempertahankan kesenian tersebut.

Perkembangan industri musik pop di Tanah Air amat memengaruhi minat generasi muda Pagar Alam untuk menekuni guritan. Awalnya, dia pesimistis bagaimana mengalahkan minat anak-anak muda pada musik pop dengan guritan, yang penembangnya adalah para orang tua.

Hal paling sulit saat mengajarkan kepada anak didik adalah bagaimana mengarang syair yang harus dilakukan spontan, tatkala naik panggung. Syair harus disesuaikan dengan keadaan penonton yang akan mendengarkan tembang itu. Arman masih menyimpan ratusan syair yang ditulis tangan menjelang naik ke panggung.

Menguasai kondisi

Seniman guritan, menurut Arman, harus mengetahui segala hal yang berkaitan dengan kondisi masyarakat. Dengan demikian, ia juga mesti punya waktu menonton televisi, mendengarkan radio, membaca koran, sampai ngobrol di warung kopi.

Ia mencontohkan dengan menembang sekitar satu menit, dengan sesekali menyebut kata "century". Seusai menembang ia mengatakan, syair yang dia lantunkan itu bercerita tentang kasus Bank Century yang menggunakan uang negara triliunan rupiah, tetapi tak ada yang bertanggung jawab. Padahal, ada rakyat kecil yang dihukum karena mencuri kaus bekas.

Arman telah memperlihatkan kepiawaian dalam seni yang menuntut penciptaan syair secara spontan, dengan gaya bertuturnya yang mengalir tatkala bicara soal Pagar Alam. Semua pertanyaan tentang kota yang dipagari Bukit Barisan itu, dapat dijawabnya dengan lengkap.

Ia terbiasa bercerita panjang karena syair guritan harus dikarang dengan cepat. "Biasanya kalau ada undangan untuk tampil, saya baru diberitahu tuan rumah saat di lokasi. Jadi, saya harus sesuaikan syair guritan dengan kebutuhan penonton pas menjelang naik panggung."

Akan tetapi, membuat syair panjang secara spontan bukan berarti mengabaikan daya tarik dari isi ceritanya. Misalnya, saat dia diminta tampil di panggung pilkada sewaktu Alex Noerdin, yang kini Gubernur Sumsel, berkampanye di Pagar Alam tahun 2008. Penonton yang biasanya ingin dihibur penyanyi dangdut, terpaku pada penampilan Arman dan menuntut tambahan.

"Waktu pilkada, saya diminta panitia tampil tujuh menit saja karena banyak artis. Tetapi, penontonnya mau saya tambah lagi jadi 15 menit," ujarnya.

Kenangan itu membuat Arman optimistis, warga suku Besemah di Pagar Alam masih antusias mempertahankan kesenian guritan. Itulah yang membuat dia tetap setia berjuang untuk guritan, mewujudkan mimpinya membangun sanggar tempat melatih anak-anak muda. e-tiSumber: Kompas, 11 Maret 2010 | Wisnu Aji Dewabrata/ M Zaid Wahyudi/ Buyung Wijaya kusuma

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 11 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Intermezzo
Rupiah dinyatakan sebagai mata uang nasional RI pada 2 November 1949.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp: (021) 8293113, Telp/SMS: (021) 32195352, 32195353, Fax: (021) 83787235
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. Salah satu cara dengan menggunakan fitur SINDIKASI ini. (2) Ucapan terima kasih di kolom komentar. (3) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Beri Komentar

Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


Kode keamanan Refresh

Bio Lainnya

Click to view full article

Selama hidupnya, doktor kesehatan masyarakat lulusan Harvard University ini fokus di dunia penelitian dan pelayanan kesehatan masyarakat. Karirnya kemudian mencapai puncak

Click to view full article

Ketua Komisi Nasional PA periode 2010-2014 ini sebelumnya dikenal luas sebagai aktivis buruh. Namun perjumpaannya dengan anak-anak yang kurang mendapat perhatian membuat ia

Click to view full article

Menurut Mangapul Sagala, keinginan untuk mendapatkan sesuatu secara instan merupakan penyebab maraknya praktik korupsi dan penyelewengan di negeri ini. Ironisnya, hal-hal yang

Click to view full article

Sebagai pendeta yang juga manusia biasa, Mangapul Sagala Staf Perkantas Jakarta, Dosen Perjanjian Baru STT IMAN dan STTRII Mangapul Sagala mau tidak mau harus berhadapan dengan tantangan hidup yang sering menguji keteguhan imannya. Lewat ujian-ujian itu


Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
 

Like and Support Us

Komunitas

  • Terbaru
  • Komentar
  • Irwan Hidayat

    m.nailul anwar noer
    Alhamdulillah, kami selaku warga negara Indonesia, sangat bangga atas tercapainya cita2 Sidomuncul, dan ...
     
  • Galaila Karen Agustiawan

    soedono adi triwanto
    Saya mengagumi anda sebagai salah satu dari sedikit tokoh yg berkarakter dan sebagai bangsa Indonesia ...

Aktivitas Terbaru di Facebook

Poling Tokoh