Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com

    Loyalis Rumpun Tari Rakyat

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Loyalis Rumpun Tari Rakyat
    e-ti | kompas-a handoko
    Pengasuh Seni di Yayasan Perceka Art Center, Seniman Sunda
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Rakyat adalah segala-galanya bagi negara. Tanpa rakyat, negara bukan apa-apa. Sayangnya, rakyat sering kali sulit menentukan arah negara. Kekuatan rakyat yang sedemikian besar lebih sering dikalahkan oleh kekuatan segelintir orang yang berada di lingkaran kekuasaan dalam menentukan arah negara.

    QR Code Halaman Biografi Tatang Setiadi
    • biografi tokoh indonesia tatang setiadi
    • wikipedia pengertian tari rakyat
    • tari rakyat
    • rumpun-rumpun tari
    • penjelasan rumpun tari rakyat
    • sejarah tari rakyat wikipedia
    • rumpun-rumpun tari rakyat
    • Rumpun tari rakyat
    • rumpun rumpun tari topeng cirebon
    • rumpun rumpun tari rakyat
    • pengertian rumpun tari rakyat
    • rumpun tarian rakyat

    Begitulah keyakinan yang dimiliki Kang Atang, seniman Sunda yang memiliki nama lengkap Tatang Setiadi. Keyakinan itulah yang membawa dia menjadi seniman Sunda. Dia amat setia pada rumpun tari rakyat.

    "Rumpun tari rakyat bisa menjadi semacam ekspresi perlawanan," ujar Kang Atang.

    Salah satu tarian dari rumpun tari rakyat yang dihidupi Kang Atang adalah ketuk tilu.

    "Ketuk tilu itu jenis tarian rakyat Sunda yang amat tua. Dari berbagai literatur, saya memperkirakan tarian itu sudah ada sebelum zaman Hindu-Buddha. Awalnya (ketuk tilu) berkembang di daerah pesisir yang kini masuk wilayah Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi, serta daerah pedalaman yang termasuk wilayah Kabupaten Bogor," katanya.

    Sebagai rumpun tari rakyat, ketuk tilu adalah tarian pergaulan. "Ketuk tilu merupakan ekspresi kegembiraan masyarakat. Kesenian itu biasanya digelar ketika warga mengadakan syukuran dan semacamnya," ujar Kang Atang.

    Walaupun berkarakter sebagai tarian pergaulan yang mengekspresikan kegembiraan, ketuk tilu berkembang dari dasar seni bela diri pencak silat. "Semangat perlawanan ketuk tilu mulai terasa ketika pemerintah Kolonial melarang seni bela diri pencak silat untuk meredam perlawanan rakyat. Seni bela diri pencak silat lalu dikembangkan secara lebih halus dalam gerakan-gerakan tarian ketuk tilu," ujarnya.

    Sekitar tahun 1980-an, ketuk tilu berkembang menjadi tari jaipongan. Tatang memaknai perubahan dan perkembangan itu sebagai sebuah bentuk kreasi dan adaptasi. "Orang zaman purba menggunakan pakaian dari kulit pohon, tetapi kemudian peradaban modern menggeser cara berpakaian itu seperti sekarang ini. Seperti itu juga kira-kira yang terjadi dengan ketuk tilu yang lalu menjadi jaipong," katanya.

    Kendati memahami adaptasi dalam jaipong, Kang Atang mengaku masih tetap memelihara dan melestarikan ketuk tilu.

    "Tarian yang beradaptasi biarlah tetap beradaptasi. Tetapi, (tarian) warisan dari nenek moyang juga tetap harus dilestarikan," ujar Kang Atang memberi alasan.

    Duta kebudayaan
    Ketertarikan Kang Atang terhadap rumpun tari rakyat sudah dimulai sejak masa kecilnya. Kedua orangtuanya adalah seniman Sunda sehingga darah seni pun mengalir dalam diri Kang Atang.

    Selepas Konservatori Karawitan Bandung, setingkat sekolah menengah atas, Kang Atang tidak melanjutkan pendidikan formal. Dia memilih berguru kepada para seniman Sunda, di antaranya Ali Syahban.

    Pelajaran dari para seniman Sunda itulah yang kemudian mengantarkan Kang Atang menjadi penari Sunda profesional sejak tahun 1972. Berbagai pergelaran tari di banyak tempat di Indonesia sudah dia ikuti.

    Kang Atang yang termasuk salah seorang Perumus Rancangan Undang-undang Pelestarian Adat se-Indonesia itu sering berkeliling ke sejumlah negara di Asia Tenggara dan Eropa untuk pentas rumpun tari rakyat Sunda. Beberapa kali dia menjadi duta kebudayaan Indonesia di pentas dunia.

    Selain menekuni keahliannya di bidang rumpun tari rakyat, Kang Atang juga menguasai hampir semua jenis kesenian Sunda. Sudah 1.000 lebih naskah drama, pidato, dan dongeng berbahasa Sunda yang dia hasilkan selama ini. Lagu-lagu berbahasa Sunda yang dibuatnya mencapai ratusan judul.

    Kang Atang juga menciptakan seni tari baru yang kini menjadi milik masyarakat, yakni nyalawena (1991), kuda kosong (1996), dan pelung manggung (2001).

    "Nyalawena sudah diakui sebagai kebudayaan khas masyarakat Sindangbarang (Cianjur bagian selatan). Kuda kosong dan pelung manggung juga diakui sebagai kesenian masyarakat Cianjur," ceritanya.

    Kursus gratis
    Walaupun telah melampaui batas mimpi karena ia bisa bersilaturahim dan bertukar pengalaman dengan banyak seniman dari berbagai negara, Kang Atang mengaku masih prihatin.

    "Kebudayaan dan tradisi kita justru lebih dihargai di negeri orang dibandingkan di negeri sendiri," katanya.

    Dia mencontohkan, ketuk tilu makin jarang dipentaskan kecuali dalam acara seremonial atau sendratari Sunda, padahal dulu ketuk tilu menjadi hiburan yang ditunggu-tunggu masyarakat dalam berbagai hajatan, seperti pernikahan atau sunatan.

    "Jangankan ketuk tilu, mamaos yang belum lama berkembang sebagai kebudayaan Sunda juga sudah mulai sulit ditemui," ujarnya.

    Kang Atang yang membaca gelagat tersebut kemudian mendirikan Yayasan Perceka Art Center pada tahun 1989. Tujuannya, membina anak-anak agar mencintai budaya Sunda dan membentuk karakter mereka seperti yang diteladankan nenek moyang. Itu, antara lain, dia lakukan dengan membuka kursus menari Sunda gratis di rumahnya, Jalan Suroso 58, Cianjur, Jawa Barat.

    "Anak-anak yang mau berlatih di sini hanya saya minta menggunakan kain Desainer
    Lihat Daftar Desainer
    Lihat Daftar Desainer
    desainer
    batik dan mau bersalaman dengan sesama anak lainnya. Tujuannya, memupuk rasa cinta terhadap budaya kita sendiri dan menghargai sesama di sekitarnya," katanya.

    Kang Atang termasuk "keras" dalam mendidik anak-anak asuhnya. Pernah suatu saat anak-anak didiknya—yang sebagian berasal dari kalangan tak mampu—mengadakan acara ngaliwet atau masak-makan bersama.

    "Tugas mencuci perlengkapan makan saya berikan kepada anak bupati. Dia sempat protes tangannya sakit karena tidak pernah mencuci. Tetapi, saya tidak peduli. Akhirnya, justru bapaknya (bupati) yang memberi pengertian," ceritanya.

    Kegelisahan Kang Atang atas kondisi seni tradisi Sunda yang kian terpinggirkan tidak mematahkan semangatnya untuk terus memompa semangat generasi muda. Baginya, kekuatan rakyat yang didominasi generasi muda adalah kekuatan tersembunyi yang suatu saat bisa terakumulasi.

    "Seni adalah rasa. Suatu saat, rasa itu akan menyatu dan mengumpulkan kekuatan rakyat yang selama ini terpisah-pisah. Saya yakin, hanya penguasa yang bijaklah yang bisa membendung kekuatan rakyat itu agar tidak meledak, tetapi menjadi potensi kekuatan bangsa. Ini seperti negara lain yang kuat karena menghargai budayanya sendiri," tegas Kang Atang. e-ti

    Sumber: Kompas, Selasa, 2 Februari 2010 di bawah judul Kesetiaan Pada Rumpun Tari Rakyat | Penulis: A Handoko

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 11 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia yang dihuni sekitar 130 juta jiwa atau 60% dari total penduduk Indonesia tinggal di pulau yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah RI.

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Jejak rekam Letjen TNI Moeldoko terbilang cemerlang. Dia pernah ikut satuan teritorial, tempur, operasi di dalam dan luar negeri, berkecimpung di lembaga pendidikan termasuk

    Click to view full article

    Dosen senior FEUI yang dikenal sebagai ekonom, peneliti dan konsultan ini pernah menjadi staf khusus Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Keuangan dan berperan di G20, Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional,

    Click to view full article

    Setelah 10 tahun memimpin BTN, Iqbal Latanro didapuk menjadi Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero.

    Click to view full article

    Bernyanyi bagi Harvey Malaihollo tak sekadar profesi tapi bagian dari hidup. Ketika hati gembira atau sedih, ia akan tetap bernyanyi.


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us