WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Sunaryadi dan Rasa Nyeri Penderita Kanker

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Sunaryadi dan Rasa Nyeri Penderita Kanker
e-ti | kompas-nina su

Selain penyakit yang sulit disembuhkan, hal yang paling ditakuti pasien kanker adalah kesendirian. Nyeri yang muncul juga membuat proses penyembuhan atau penerimaan diri semakin sulit.

Dokter spesialis
Lihat Curriculum Vitae (CV) R Sunaryadi Tejawinata

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) R Sunaryadi Tejawinata

QR Code Halaman Biografi R Sunaryadi Tejawinata
Bio Lain
Click to view full article
Choky Sihotang
Click to view full article
Suhardiman
Click to view full article
Emha Ainun Najib
Click to view full article
Anna Maria W Goris
Click to view full article
Abdul Latief
Click to view full article
Andi Mallarangeng
Click to view full article
Jansen Sinamo

Pemahaman atas berbagai ketakutan yang dialami penderita kanker stadium lanjut berpadu dengan humanisme Prof dr R Sunaryadi Tejawinata SpTHT-KL (KOnk) yang kini Pembina Pusat Pengembangan Paliatif dan Bebas Nyeri RSU dr Soetomo Surabaya.

Pada tahun 1995, Sunaryadi merintis tim paliatif yang tidak hanya terdiri atas dokter dan tenaga medis, tetapi juga kader PKK dan puskesmas. Kunjungan ke rumah pasien yang sudah tidak bisa bergerak (home care) mulai dilakukan. Si pasien pun tetap terpantau pengobatannya, tidak merasa sendiri, dan semangat hidupnya bisa dikembalikan.

Kini, relawan Instalasi Paliatif mencapai 300 orang dan tersebar di seluruh Surabaya. Para relawan menyumbangkan kapasitas masing-masing. Ada yang menjadi tenaga administrasi, tenaga informatika, tenaga perawatan pasien kanker, atau pendamping secara psikologis.

Setiap Selasa dan Jumat, dua-tiga pasien kanker yang sudah tidak mampu ke rumah sakit dikunjungi di rumahnya. Tim yang datang terdiri dari dokter, petugas medis, psikolog, pendamping spiritual, serta kader PKK atau puskesmas. Di luar jadwal, pendampingan tetap bisa dilakukan oleh anggota tim.

Bahkan, mulai November 2007, didirikan "Day Care and Respite Care" di RSU dr Soetomo. Respite care, kata Sunaryadi, diadakan untuk sedikit menggantikan kerabat yang merawat pasien kanker tanpa dipungut biaya. Sebab, ketika jenuh dan tidak sempat melakukan sesuatu untuk dirinya, anggota keluarga yang merawat ini tidak akan mampu melayani dengan baik.

Australia dan India

Persentuhan Sunaryadi dengan pasien kanker awalnya hanya disebabkan subspesialisasi onkologi yang diambilnya. Subspesialisasi ini pula yang membawa Sunaryadi mengunjungi hospice (tempat perawatan pasien kanker stadium lanjut) di sebuah rumah sakit di Australia Barat pada tahun 1990. Pasien tampak nyaman berkegiatan, seperti melukis dan menonton. Tidak ada rintih kesakitan atau bau akibat luka.

Kendati kagum, Sunaryadi menilai Australia sebagai negara kaya wajar bisa melakukan ini. Karena itu, kunjungan ini belum membuat dia tergerak.

Namun, setahun kemudian dia menemui hospice yang sama bagus di Bombay, India. Padahal, saat itu kondisi ekonomi Bombay jauh lebih parah ketimbang Indonesia. Sunaryadi pun mencari keterangan tentang organisasi, pendanaan, pengaturan keuangan di hospice dengan harapan bisa mencontoh. Sepulang dari India, dia memang masuk kelompok paliatif dan pada tahun 1992 dibuka Poli Perawatan Paliatif dan Bebas Nyeri RSU dr Soetomo.

Sementara itu, tahun 1990-1992, kerap kali pasiennya menghilang dan pengobatan kanker tidak berlanjut.

Sunaryadi tergerak menelusuri alamat pasien. Dia blusukan ke kampung-kampung. Mobil dihentikan di tepian jalan dan Sunaryadi bersama perawat berjalan kaki menelusuri gang-gang di Surabaya.

Sering kali, pasien tidak ditemukan di alamat yang diberikan. Setelah menggambarkan ciri-ciri pasien kepada warga sekitar, diketahui ternyata pasien itu tinggal di bedeng di antara dinding belakang rumah dan selokan, atau di permukiman yang sangat mengenaskan. Pasien sudah terbaring lemah, tidak mampu lagi berobat.

Tangis haru para pasien yang berhasil ditemukannya membuat Sunaryadi terenyuh. "Kanker sering diikuti borok dan bau sehingga selain penyakitnya, pasien sangat takut ditinggalkan. Pendampingan membangkitkan kembali harapan hidup," kata penggemar fotografi itu.

Terbatas

Oleh karena itu, sejak tahun 1994, ayah dua anak itu kerap mendatangi rumah para pasiennya. Namun, keterbatasan tenaga menyadarkan dia. Tidak mungkin pendampingan bisa ditangani hanya oleh personel dari RSU dr Soetomo. Dia pun kemudian mengusulkan konsep kader PKK dan puskesmas sebagai pendamping pasien kanker stadium lanjut.

Awalnya, dua kader dari setiap puskesmas di Surabaya dan PKK dilatih cara merawat pasien kanker. Cara mendampingi secara psikologis dan religi juga diberikan.

Pendekatan holistik dalam merawat pasien kanker stadium lanjut memang diperlukan. Sebab, nyeri pada pasien kanker bisa akibat masalah fisik, psikologis, sosial, atau spiritual. Karena itu, penghilangan rasa nyeri pada pasien kanker tidak bisa sekadar dengan obat.

Hal ini dibuktikan oleh lelaki yang pensiun mengajar mulai tahun 2001 itu. Suatu hari, seorang pasien kanker kesakitan sehingga perawat menelepon dan meminta Sunaryadi segera datang. Setelah tiba, ekspresi wajah si pasien tampak tidak berubah. Ketika disentuh tangannya, tanda kesakitan seperti kulit dingin dan nadi berdenyut cepat tidak terasa.

Akhirnya diketahui nyeri muncul setelah keluarganya menjenguk. Konsultasi dengan keluarga kemudian menguak kenyataan bahwa pasien itu kesal dengan putranya yang kerap mengambil dan menjual barang-barang di rumahnya. Dari penyebab itu, dicarilah solusi yang paling tepat.

"Jadi, nyeri itu tidak melulu fisik. Kalau akibat nonfisik, pengobatan tidak akan berpengaruh. Padahal, kita harus membebaskan pasien dari nyeri yang paling ditakuti pasien kanker stadium lanjut," tutur Sunaryadi.

Setelah pensiun pada tahun 2001, kakek dua cucu ini masih aktif di RSU dr Soetomo. Selain menjadi Pembina Yayasan Paliatif Surabaya, Sunaryadi kini menjabat Penasihat Pengurus Pusat Masyarakat Paliatif Indonesia.

Dia juga masih aktif menyebarkan gagasan dan upaya untuk menghilangkan nyeri pada pasien kanker. Sabtu (13/2) lalu, Sunaryadi menjelaskan filosofi perawatan rumah (home care) untuk para Lihat Daftar Aktivis
Lihat Daftar Aktivis
Aktivis
paliatif Surabaya dalam Simposium "Home Care" dan peluncuran buku Pedoman Diagnosa dan Terapi Paliatif, di Gedung Pusat Diagnosa Terpadu RSU dr Soetomo.

Jalan untuk membebaskan pasien kanker dari rasa nyeri mulai terbuka. Sedikit demi sedikit masyarakat mulai memanfaatkan instalasi paliatif. Pasien pun tidak perlu takut berobat karena donasi masuk ke Yayasan Paliatif. Bahkan, Surabaya menargetkan 2010 sebagai tahun bebas dari nyeri kanker. e-ti

Sumber: Kompas, Senin, 15 Februari 2010 | Penulis: Nina Susilo

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 10 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Pendapat Beda Jadi Jaksa Agung Koordinator Jaringan Islam Liberal

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Novel klasik terbesar sepanjang masa karya Leo Tolstoy ini membingkai berbagai segi dan kedalaman emosi cinta: kebencian, kesedihan, kecemburuan, kemarahan, kebahagiaan dan penderitaan.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: