WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Bersenjatakan Mikrobia

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Bersenjatakan Mikrobia
e-ti | kompas-nawa tn

Seorang mahasiswa dari Malaysia takjub melihat hasil pengembangan teknologi molekuler berbasis mikrobia yang dilakukan I Made Sudiana. Mahasiswa itu menduga tentu besarlah gaji Sudiana. Namun, jawaban Sudiana tentang gajinya membuat si mahasiswa spontan mengatakan," Pindah saja ke Malaysia."

Peneliti LIPI
Lihat Curriculum Vitae (CV) Made Sudiana

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Made Sudiana

QR Code Halaman Biografi Made Sudiana
Bio Lain
Click to view full article
Yakobus Zamrie
Click to view full article
Bustanil Arifin
Click to view full article
R.E. Martadinata
Click to view full article
Arie Untung
Click to view full article
Basuki Tjahaja Purnama
Click to view full article
Muhadjir Darwin
Click to view full article
Ikrar Nusa Bhakti

Sudiana menekuni riset ekologi mikrobia di Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Ini bermula dari rasa ingin tahu dia terhadap sejatinya proses fermentasi minuman khas Bali, brem, itu seperti apa.

Ia menemukan jawabnya. Brem itu hasil kinerja mikrobia. Istilah mikrobia tak ubahnya mikroba, mikroorganisme, atau jasad renik.

"Orang UGM (Universitas Gadjah Mada) lebih suka menggunakan istilah mikrobia," ujar Sudiana saat ditemui akhir Januari lalu di laboratorium Cibinong Science Center LIPI, Cibinong, Jawa Barat.

Pria kelahiran Pangyangan, Jembrana, Bali, ini lulus Fakultas Biologi UGM tahun 1987. Setelah memahami peran mikrobia pada fermentasi brem bali, ia justru semakin ingin tahu tentang ilmu mikrobia.

Pada 1985-1987 Sudiana menjadi asisten dosen Mikrobiologi dan Ekologi di Fakultas Biologi UGM. Tahun 1988 ia diterima menjadi periset mikrobiologi LIPI. Dia lalu melanjutkan studi S-2 Environmental Sanitation State University of Ghent di Belgia (lulus 1992), lalu S-3 Urban and Environmental Engineering University of Tokyo, Jepang (1998).

Tak berhenti di sini, Sudiana menempuh studi lanjut, Post Doc in Molecular Ecology for Agriculture Sciences di Japan International Research Center for Agricultural Center (Jircas) dan lulus tahun 2004. Ia juga mengambil Post Doc in Biodiversity Management Institute of Advance Studies United Nation University, Yokohama, Jepang (2005).

Pengelanaan intelektualitas Sudiana mengantarnya pada pemahaman mendalam tentang ekologi mikrobia. "Melalui teknologi molekuler dan bioinformatika memungkinkan pemanfaatan metagenomik gen-gen alam pada mikrobia untuk kemaslahatan manusia," ujarnya.

Manfaat mikrobia

Sayangnya, riset Sudiana tentang mikrobia itu relatif tak dianggap bernilai oleh pemerintah. Para pejabat berkepentingan pun tak tertarik meliriknya, apalagi keinginan untuk mengetahui lebih dalam dan mengimplementasikan manfaat mikrobia untuk bidang seluas mungkin. Padahal, bagi Sudiana, mikrobia bisa diibaratkan pasukan bersenjata yang dapat digerakkan sewaktu-waktu untuk bertempur melawan pencemar ekosistem.

"Keanekaragaman hayati mikrobia itu seperti pada ekologi hewan dan tumbuhan. Keanekaragaman tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan."

Teknologi molekuler dan bioinformatika, menurut dia, dapat digunakan untuk mengetahui manfaat mikrobia, yang jenisnya mencapai ribuan spesies. Sebagai contoh, belum lama ini Sudiana bersama timnya mengimplementasikan mikrobia untuk bioremediasi atau pemulihan lahan bekas dan terdampak tambang Freeport di Papua.

Dia menganalisis kandungan pencemar, dan menemukan konsorsia atau himpunan spesies mikrobanya. Maka, ditemukanlah spesies mikroba Bacillus sp dan Pseudomonas sp yang kemudian dibiakkan untuk melarutkan fosfat berlebih yang terkandung dalam tanah tercemar tambang Freeport.

"Mikrobia yang ibarat hewan atau tumbuhan ini juga butuh makanan, yang dapat diupayakan dari bahan pupuk organik," ujarnya.

Institusi tempat dia bekerja, LIPI, tengah mengemas teknologi tersebut. LIPI memadukan mikrobia dan pupuk organik menjadi produk teknologi beyonic.

Beyonic tak sekadar pupuk organik, tetapi telah disisipkan mikrobia tertentu untuk menangani, antara lain, lahan tercemar akibat aktivitas tambang, limbah industri, ataupun limbah domestik.

"Mikrobia yang dipakai itu syaratnya terdapat di lokasi setempat. Di tempat itu pasti ada banyak mikrobia. Jadi, lebih dulu perlu identifikasi mikrobia menguntungkan, baru sampelnya diambil untuk dikembangbiakkan," katanya.

"Bank mikrobia"

Sudiana juga sudah mengumpulkan dan menyimpan sejumlah sampel mikrobia dari ratusan tempat tersebar mulai dari Papua sampai Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
. Mikrobia itu dia ambil dari setiap lokasi penting, seperti wilayah perawan di hutan alam, ekosistem pantai, lahan permukiman, lahan bekas dan terdampak tambang, serta lahan tercemar.

"Sampel mikrobia wilayah tambang batu bara Kalimantan juga sudah saya ambil. Kalau mau, itu bisa dimanfaatkan untuk bioremediasi bekas tambang batu bara," katanya.

Bioremediasi Teluk Jakarta yang menerima bahan-bahan pencemar melalui 13 sungai pun ditempuhnya. "Sampel mikrobia yang memiliki bioprospeksi pemulihan Teluk Jakarta pun sudah saya ambil," ucap Sudiana.

Di laboratoriumnya yang dilengkapi mesin pembeku sampai minus 80 derajat celsius itu tersimpan koleksi sampel sejumlah mikrobia. "Bank mikrobia" Sudiana siap dikembangbiakkan menjadi sepasukan konsorsia jasad renik untuk misi menyelamatkan ekosistem di sejumlah wilayah di Indonesia.

Untuk menuju pencapaian tersebut, Sudiana sudah menghabiskan waktu sekitar 22 tahun untuk riset. Memang menakjubkan, sayangnya hasil yang dia capai itu tak dimanfaatkan optimal. e-ti

Sumber: Kompas, Rabu, 17 Februari 2010 | Penulis: Nawa Tunggal

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 10 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Politisi Berpengaruh Dari Pks Pimpinan Kpk Dari Jaksa Karir

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Sebagai seorang manajer, Anda bertanggung jawab untuk meraih hasil terbaik dari upaya-upaya mental, emosi, dan fisik yang telah diberikan karyawan Anda. Bukan hanya meraih keuntungan investasi... melainkan keuntungan energi.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: