Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com
    Berita Video Update Data & Sponsorship Intermezzo Komentar

    Berdaya dengan Energi Nabati

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Berdaya dengan Energi Nabati
    e-ti | Mediaindonesia
    Pengusaha, Dosen, Peneliti
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Eko Widaryanto merekayasa kompor minyak tanah menjadi kompor berbahan bakar nabati supaya perajin kompor konvensional tak jadi mati.

    QR Code Halaman Biografi Eko Widaryanto
    • biografi tokoh indonesia eko widaryanto
    • emily sutanto
    • tokoh eko widaryanto

    Ratusan perajin kompor minyak tanah di Malang, Jawa Timur, gulung tikar ketika pemerintah menggelontorkan kebijakan konversi minyak tanah ke gas.

    "Seperti efek domino, hal ini menjadi ancaman langsung terhadap hilangnya lapangan kerja dan menciptakan pengangguran baru," tegas dosen Jurusan Budi Daya Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang, Dr Ir Eko Widaryanto, MS ketika ditemui Media Indonesia, Sabtu (21/8).

    Eko tahu betul lantaran ia tinggal di dekat sentra perajin kompor di Malang. Akibat konversi minyak tanah ke gas, satu demi satu perusahaan kompor gulung tikar sehingga melenyapkan lapangan kerja dari ratusan keluarga di sana.

    Lantaran itu Eko mendirikan komunitas perajin kompor. Tujuannya menggairahkan kembali roda kehidupan masyarakat yang terlanjur hanya mempunyai keahlian di bidang kerajinan kompor selama berpuluh-puluh tahun.

    Eko mengawalinya dengan penelitian pada 2007 dengan merekayasa kompor konvensional (minyak tanah) menjadi jenis kompor Iain. Dia fokus pada kompor menggunakan bahan bakar-nabati terutama biji "jarak pagar (Jatroplw curcas L). Eko lantas membudidayakan tanaman jarak di lahan miliknya seluas 0,5 hektare untuk kepentingan penelitian.

    Ia memilih jarak pagar setelah mempelajari blue print pengelolaan energi nasional yang dikeluarkan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Disebutkan kebutuhan energi nasional akan dipenuhi dari sumber energi baru terbarukan (EBT) sebesar 4,4%.

    Lahan kritis

    Bermula dari program itu, kata Eko, sekarang 1,5 juta hektare lahan telah ditanami jarak. Tanaman ini bisa ditanam di lahan kritis dan nonproduktif. Jadi, selain menghasilkan lahan yang hijau kembali, penanaman jarak ini bisa menyerap tenaga kerja sekitar 4,5 juta orang.

    Selain mudah ditanam di mana saja, sistem produksi dan penanamannya mudah dilakukan oleh siapa saja. Jarak juga berguna untuk mengatasi pemanasan global.

    Namun, penggunaan minyak jarak dirasa masih kurang cocok digunakan di perdesaan karena masih memerlukan proses ekstraksi atau pengepresan. Oleh karena itu, inovasi teknologikompor biji jarak merupakan langkah yang tepat guna dalam membantu masyarakat perdesaan untuk mengatasi masalah kebutuhan energi.

    Motivasi

    Eko menjamin sejumlah kompor berbahan bakar nabati temuannya tidak akan meledak. Selain itu, masyarakat juga bisa memanfaatkan energi alternatif secara murah.

    "Semurah-murahnya minyak tanah (nonsubsidi seharga Rp7 ribu / liter) tetap saja masyarakat harus membeli," katanya.

    Untuk itu Eko memotivasi masyarakat, terutama pemerintah daerah, agar mendorong masyarakat menanam jarak pagar dalam mewujudkan desa mandiri energi sehingga hasil panen bisa dimanfaatkan sebagai energi alternatif guna mewujudkan kedaulatan energi di tingkat desa.

    "Kami berpendapat kembalikan jarak pagar pada fungsi nya, yakni ditanam di pekarangan rumah," ujar Eko.

    Kebutuhan tiap keluarga yang menggunakan kompor biji jarak sebagai alat memasak adalah 99-148 kilogram per keluarga per tahun atau 0,27-0,41 kilogram biji jarak per hari.

    Apabila setiap pohon diasumsikan menghasilkan 2 kilogram biji per tahun, kebutuhan tanaman jarak pagar yang harus ditanam setiap keluarga adalah 50-75 pohon.

    Bagi yang tidak memiliki lahan yang cukup, bisa membeli briket. Dalam hal itu Eko mampu memenuhi permintaan briket berapa pun banyaknya.

    Doktor dengan disertasi berjudul Upaya Peningkatan Hasil Tanaman Jarak Pagar dan Pemanfaatannya itu mengingatkan petard agar tidak gegabah dalam menanam jarak pagar di sembarang lahan, terutama menanam di lahan kritis.

    "Menanam jarak pagar bukan-tanaman sekadar yang bisa hidup. Yang diinginkan adalah bisa berproduksi atau berbuah," ujarnya.

    Multiguna

    Secara ekonomi, tanaman jarak pagar dapat dimanfaatkan seluruh bagiannya mulai dari daun, buah, kulit batang, getah, dan batangnya. Daun dapat diekstraksi menjadi obat-obatan herbal. Kulit batang dapat juga diekstraksi menjadi tanin. Bagian batang juga dapat digunakan untuk kayu bakar.

    Potensi terbesar jarak pagar ada pada buah yang terdiri dari biji yang memiliki kulit.

    Untuk menyosialisasikan penggunaan jarak pagar sebagai energi alternatif terbarukan, Eko sudah keliling di berbagai daerah. Apalagi saat ini Indonesia sudah tercatat sebagai negara pengimpor bahan bakar minyak (net importer country). Keadaan ini semakin mengkhawatirkan karena disinyalir cadangan minyak Indonesia akan habis dalam kurun waktu 10-15 tahun ke depan.

    Pada Juli 2010, Eko juga nvempresentasikan kompor UB-16 temuannya dalam acara workshop yang digelar Departemen Pertanian China bekerja sama dengan Asian Development Bank. Masa depan mantan perajin kompor minyak tanah belum tamat. Sebab inovasi kompor berbahan bakar nabati masih potensial untuk dikembangkan. Toh masyarakat butuh pilihan selain kompor gas elpiji yang berpotensi meledak. (M-4)

    ***

    Kompor Aman Serba Hemat

    Jauh sebelum isu energi terbarukan digulirkan, masyarakat di perdesaan di Jawa Timur sudah biasa menggunakan biji jarak untuk penerangan, terutama ketika listrik belum masuk desa. "Pada umumnya biji jarak dimanfaatkan minyaknya setelah diperas," ujar Eko Widaryanto.

    Biji jarak, kata dia, mengandung deposit minyak sebesar 37%. Minyak yang diperoieli dari perasan biji tanaman jarak dapat langsung dibakar tanpa dilakukan proses pemurnian.

    Hasil pengujian juga menunjukkan penggunaan biji jarak kering secara langsung pada kompor yang dimodifikasi dapat memberikan nyala api yang tidak kalah dengan menggunakan minyak. Jadi kompor biji jarak adalah kompor yang praktis, mudah, dan murah.

    Sebanyak 250 gram biji ku-pasan menghasilkan nyala api selama 2 jam, sedangkan harga 1 kg biji jarak kering (sekitar 0,7 kg biji kupasan) ialah Rpl.000. Jadi dengan biaya Rpl.000, kompor biji jarak dapat digunakan hampir 6 jam atau cukup untuk masak rata-rata 2 hari.

    Eko memproyeksikan masih dibutuhkan sekitar 1,2 juta kompor biji jarak, mengingat ada 1,5 juta hektare lahan biji jarak. "Pasar kompor biji jarak masih sangat terbuka dan mempunyai prospek yang cerah untuk dikembangkan," ujarnya.

    Kompor UB-16

    Kompor pertama yang ditemukan Eko dinamakan UB-16. Kompor itu sudah didaftarkan hak atas kekayaan intelektual (HaKI) di Departe-men Hukum dan HAM pada 7 April 2008.

    Cara kerja kompor ini cukup sederhana. Wadah biji jarak ditempatkan di bagian tengah kompor berbentuk kubus berukuran 27 sentimeter kubik ini. Hasil penelitian menyebutkan 100 gram biji jarak bisa menyalakan api selama 30 menit. Adapun untuk mendidihkan 1,5 liter air hanya diperlukan 8 menit. "Apabila nyala apt ham-, pir habis, tambahkan biji jarak sesuai dengan kebutuhan."

    UB-16S

    Setelah berhasil membuat kompor UB-16, Eko mengembangkan kompor lain, yakni UB-16s (smes) agar lebih fleksibel digunakan masyarakat. Kompor ini disebut pula dengan kompor biomassa.

    "Kompor UB-16s menggunakan penampungan bahan bakar yang terpisah dengan bagian bawah sarangan, maka jenis bahan bakar nabati yang dipakai dapat menggunakan ukuran yang lebih besar dari biji jarak, yakni kelapa sawit, nyamplung, kemiri, kopra kelapa, dan briket dari bahan bakar nabati lainnya.

    Jika bahan bakar berupa biji jarak kupasan, nyala api bisa biru 100%. Adapun biji karet dan kopra menghasilkan nyala api biru 90%. Selain itu biayanya juga lebih murah. Bahan bakar inti biji jarak hanya Rp320/jam, kelapa sawit glondong Rp300/jam, kopra kelapa Rp450/jam, briket biji kapuk randu Rp300/jam, dan biji karet Rpl20/jam.

    UB-16 BE

    Inovasi terbaru Eko ialahkompor UB-16 BE berbahan bakar bioetanol. Alasannya, bahan bakar ini dapat diproduksi petani di tingkat industri kecil. "Ketersediaannya sepanjang waktu. Selain itu, petani juga dapat memperoleh keuntungan dari nilai tambah produksi bioetanol berbasis ubi kayu," tegasnya.

    Satu liter bioetanol (kadar 60%-90%)dapat menyalakan kompor UB-16 BE selama 3-4 jam. Nyala apinya biru. Hasil uji coba menunjukkan hanya perlu waktu 7 menit untuk mendidihkan air 600 cc.

    Kompor berkapasitas 1 liter bioetanol ini tidak menimbulkan jelaga dan lebih efektif karena kompor dapat diisi ulang ketika masih menyala.

    Kini 3 jenis kompor yang dibuat Eko sudah diproduksi secara massal di komunitas perajin kompor binaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya bernama Garlina. Komunitas itu sekaligus menjadi pusat pengembangan unit usaha produksi kompor biji jarak berbasis masyarakat mandiri energi.

    Maraknya kasus ledakan gaselpiji membuat tempat produksi kompor itu tidak berhenti beraktivitas mengerjakan pesanan. Pemerintah juga telah membeli kompor UB-16 dengan menggunakan dana APBN dan APBD. Selama 2008-2009 sebanyak 11.126 unit kompor sudah didistribusikan di 25 kabupaten/kota. Hingga 2010, setidaknya 12 ribu unit kompor tersebar di masyarakat. Paling banyak tersebar di Jawa Timur sebanyak 5.124 unit dan di Jawa Tengah sebanyak 1.338 unit. (BS/M-4) e-ti

    Sumber: Media Indonesia, Senin, 23 Agustus 2010 | Penulis: Bagus Suryo

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 10 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    Sebelum berubah nama menjadi Papua, provinsi paling timur Indonesia ini bernama Irian yang merupakan kependekan dari Ikut Republik Indonesia, Anti Nederland. Kata Papua sendiri berasal dari bahasa Melayu yang berarti rambut keriting.

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Jejak rekam Letjen TNI Moeldoko terbilang cemerlang. Dia pernah ikut satuan teritorial, tempur, operasi di dalam dan luar negeri, berkecimpung di lembaga pendidikan termasuk

    Click to view full article

    Dosen senior FEUI yang dikenal sebagai ekonom, peneliti dan konsultan ini pernah menjadi staf khusus Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Keuangan dan berperan di G20, Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional,

    Click to view full article

    Setelah 10 tahun memimpin BTN, Iqbal Latanro didapuk menjadi Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero.

    Click to view full article

    Bernyanyi bagi Harvey Malaihollo tak sekadar profesi tapi bagian dari hidup. Ketika hati gembira atau sedih, ia akan tetap bernyanyi.


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Menurut Anda, Siapa Tokoh yang Layak Jadi Capres 2014?

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us