WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Upaya Menyelamatkan Gambut

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Upaya Menyelamatkan Gambut
e-ti | kompas-defri w

Selama lebih dari 20 tahun, Suwido H Limin bersentuhan dengan gambut. Masa yang panjang itu membawa dia sampai pada kesimpulan, lahan gambut sebaiknya dibiarkan apa adanya, sebab untuk mengolah biayanya mahal. Selain itu, cegahlah upaya eksploitasi dan segera lakukan restorasi terhadap lahan gambut yang rusak.

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Palangkaraya, 1982-sekarang
Lihat Curriculum Vitae (CV) Suwido H Limin

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Suwido H Limin

QR Code Halaman Biografi Suwido H Limin
Bio Lain
Click to view full article
Aning Katamsi
Click to view full article
Sasongko Soedarjo
Click to view full article
Bambang Suwerda
Click to view full article
Yusach NH
Click to view full article
Djoko Santoso
Click to view full article
Trisno Sumardjo
Click to view full article
Slamet Effendy Yusuf
BERITA TERBARU

Di dunia gambut, nama Suwido H Limin tak asing lagi. Dosen Fakultas Pertanian Universitas Palangkaraya, Kalimatan Tengah, ini terus melakukan penelitian dan berbagai upaya penyelamatan gambut. Ia sering mengeluarkan ide untuk perbaikan lingkungan, terutama lahan gambut.

Suwido juga merealisasikan gagasannya, seperti membuat Tim Serbu Api untuk mengatasi kebakaran lahan, membuat desain dam model "V" pada kanal lebar di gambut, dan mengajukan ide reboisasi lahan dengan sistem beli tanaman tumbuh.

Ide-ide Suwido menjadi pembicaraan di kalangan peneliti gambut karena sebagian telah dipresentasikan dalam simposium internasional, mulai di Singapura, Malaysia, Jepang, Finlandia, Jerman, Belgia, sampai Australia. Bulan Oktober nanti, ia ke New Orleans, Amerika Serikat, mengikuti simposium tentang daerah lahan basah, termasuk lahan gambut.

Lahir di wilayah Daerah Aliran Sungai Kahayan membuat Suwido akrab dengan gambut. Gambut di Kalteng berkarakteristik khas. Salah satunya miskin pengayaan mineral karena daerahnya datar, luas, dan jauh dari pasang-surut air laut yang memungkinkan menyusupnya mineral.

Ukuran ketebalan gambut juga bervariasi, dari beberapa sentimeter, yakni gambut di dekat pantai, hingga gambut dengan ketebalan 17,3 meter seperti yang ia temukan di daerah antara Mentaya dan Katingan. Dari sisi usia, gambut Kalimantan ada yang mencapai 9.600 tahun.

"Dari rangkaian penelitian, saya lihat gambut tebal bisa dibudidayakan, tapi biayanya tinggi, butuh pemupukan, dan sebagainya. Di satu sisi, kita belum hitung dampak negatif gambut setelah dieksploitasi, seperti gas," ujarnya.

Untuk memperkecil risiko itu, kita perlu mempertahankan gambut dengan keanekaragaman hayatinya. Jika gambut dipertahankan, tak ada risiko. Nilai ekonomisnya pun tetap ada dan berkelanjutan, seperti tanaman ramin dan jelutung.

Apalagi kondisi ekosistem kini berbeda dibanding puluhan tahun silam. Semua itu akibat kerusakan alam. Ini bisa dilihat, salah satunya, dari frekuensi bencana alam, termasuk di daerah asal Suwido. Dulu, rata-rata banjir hanya 3-4 kali setahun dan bisa diprediksi. Kini, banjir bisa lebih dari 10 kali setahun.

Masalah gambut semakin pelik saat manusia masuk. Kebakaran lahan menjadi salah satu persoalan yang muncul. Suwido yakin, kebakaran disebabkan ulah manusia. Setiap terjadi kebakaran rata-rata 20-30 cm lapisan gambut musnah.

Salah satu kekeliruan memperlakukan gambut terjadi pada masa Pengembangan Lahan Gambut (PLG) Sejuta Hektar. Ini berpengaruh terhadap hidrologi gambut. Pembuatan kanal-kanal panjang membuat permukaan lahan gambut menjadi kering dan mudah terbakar. Padahal, gambut memiliki sifat mengikat air. "Tetapi, seperti gambut di Sebangau, karena tak ada manusianya, tak ada kanal, jadi aman dari kebakaran meski kemarau panjang," ujarnya.

Kerja sama

Suwido mulai meneliti gambut untuk kepentingan studi pada 1988. Tahun 1993 ia bekerja sama dengan peneliti asing, selain juga ditugasi oleh Rektor Universitas Palangkaraya Amris Makmur berkaitan dengan rencana kerja sama penelitian gambut dengan Jack Rieley (Universitas Nottingham, Inggris) dan Bambang Setiadi (BPPT).

Kerja sama itu disebut Kalimantan Peat Swamp Forest Research Project (KPSFRP), yang lalu menjadi Center for International Cooperation in Sustainable Management of Tropical Peatland (Cimtrop).

Dia juga menjadi salah satu motor berdirinya Laboratorium Alam Hutan Gambut (LAHG) Universitas Palangkaraya di Kereng Bangkirai, Sabangau. Lahan seluas 50.000 hektar itu dimanfaatkan sejak 1993 dan menjadi satu-satunya laboratorium alam untuk penelitian gambut tropis di Indonesia. Di sini pula ditemukan gambut berusia 9.600 tahun dengan ketebalan mencapai 17,3 meter.

Suwido pula yang menyampaikan konsep reboisasi sistem beli tanaman tumbuh dalam pertemuan bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Finlandia di Bali tahun 2008.

Dalam sistem itu, warga menanam pohon dan pemerintah memberi modal. Pemerintah membeli setiap tanaman hidup itu. Dengan begitu, persentase tanaman yang bertahan hidup di tanah reboisasi lebih besar karena warga memeliharanya.

Dari hasil uji coba tahun 2005, persentase tanaman yang tumbuh hingga setahun mencapai 80 persen. "Biaya sistem beli tanaman tumbuh itu Rp 15 juta per hektar setahun," ucap Suwido yang menyarankan tumbuhan lokal yang ditanam adalah seperti galam dan geronggang.

Tim Serbu Api

Tim Serbu Api pun konsep Suwido yang dilaksanakan hingga kini. Tahun 1997 ia membentuk tim ini dan intensif membinanya pada 2005. Tim ini lahir sewaktu terjadi kebakaran lahan akibat El Nino. Saat itu petugas hanya menyiram api dari pinggir jalan, lalu pulang.

Kalau hanya mengandalkan petugas seperti itu, tak efektif. Warga pun tak bisa ikut serta. Maka, Suwido membentuk tim ini, yang beranggotakan 30 orang. Kini terbentuk lima kelompok, antara lain di Tangkiling, Kalampangan, dan Kereng Bengkirai. Jika terjadi kebakaran, mereka bekerja bergantian selama 24 jam dan menginap dekat lokasi kebakaran.

Anggota Tim Serbu Api diberi jaminan karena tak mungkin pemerintah menggaji mereka. Sumber pendapatan bagi anggota bisa berupa kebun, kolam, atau sawah. "Bisa juga kios, tempat cuci mobil, atau bengkel. Jika ada kebakaran, sebagian anggota memadamkan api, yang lain bekerja di tempat usaha."

Konsep Suwido lainnya adalah pembuatan dam model "V" pada 2004-2006. Dam ini berguna menjaga ketersediaan air di gambut tropis, yang saat kemarau biasanya surut karena airnya mengalir lewat kanal.

KeLihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
an Riset dan Teknologi lalu mengikuti jejaknya, dengan membangun sembilan dam di Kanal Kalampangan dan Kanal Taruna, bekas proyek PLG. "Dua minggu tak ada hujan biasanya air kering, gambut jadi mudah terbakar. Dengan dam, air bisa tertahan," katanya. e-ti

Sumber: Kompas, Selasa, 10 Agustus 2010 | Penulis: Defri Werdiono

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 09 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Pembentuk Dana Abadi Umat Tokoh Politik Yang Akomodatif

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 43

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb
Warisan yang paling berharga dalam kehidupan ini adalah lahirnya seorang bayi. Selamat berjuang untuk cepat hamil.
KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: