WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Sejarah Proyek Asahan

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Sejarah Proyek Asahan
e-ti | kompas-adreas m

Menengok sejarah industri Indonesia, sejak merdeka sampai kini, didapati tidak sedikit kisah kegagalan. Beberapa megaproyek ada yang salah sejak survei. Ada juga proyek yang gagal karena ditipu oleh mereka yang mengaku ahli dari luar negeri. Ada yang gagal karena masalah sosial. Ada juga proyek yang sebenarnya salah survei, tetapi dipaksakan tetap beroperasi.

Pensiunan PNS Departemen Perindustrian, Ketua Tim Teknis Proyek Asahan
Lihat Curriculum Vitae (CV) Bisuk Siahaan

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Bisuk Siahaan

QR Code Halaman Biografi Bisuk Siahaan
Bio Lain
Click to view full article
Zaenal Soedjais
Click to view full article
Rieke Diah Pitaloka
Click to view full article
Idris Sardi
Click to view full article
Irwan Prayitno
Click to view full article
Mus Mujiono
Click to view full article
Miranda Goeltom
Click to view full article
Agus Suhartono

Proyek Asahan yang membangun pabrik peleburan aluminium, PLTA Siguragura dan PLTA Tangga di Raja Pejuang Batak melawan Kolonialis Belanda
Raja Pejuang Batak melawan Kolonialis Belanda
Sumatera Utara
, dengan nilai investasi sekitar 4,5 miliar dollar AS merupakan megaproyek yang sukses. Proyek ini berdasarkan survei akurat dan pengoperasian tepat waktu. Proyek ini juga mendapat pengakuan dari dua perguruan tinggi asing.

"Tahun 1961, begitu menjadi pegawai Departemen Perindustrian Dasar dan Pertambangan (Perdatam), saya mulai merintis proyek ini. Saya ditawari Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Perdatam Chairul Saleh untuk memilih satu di antara ratusan proyek yang ditawarkan pemerintah. Saya memilih Proyek Asahan," kata mantan juru runding dan Ketua Tim Teknis Proyek Asahan Bisuk Siahaan saat menginjakkan kaki di Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara, lokasi Proyek Asahan yang kini dikelola PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Di tempat itu Bisuk mengenang kembali upayanya mengegolkan Proyek Asahan hampir 50 tahun lalu.

Alumnus Jurusan Teknik Kimia ITB itu berkisah, ia meminati proyek yang direncanakan pemerintah melalui Pembangunan Semesta Berencana Delapan Tahun ini di tengah sedikitnya tenaga ahli di Indonesia. Semasa kecil ia pernah mendengar cerita dari kakeknya tentang proyek itu saat Pemerintah Hindia Belanda ingin membangun pembangkit listrik, tak jauh dari rumah kakeknya di Balige, Kabupaten Tapanuli Utara (kini Kabupaten Toba Samosir).

"Karena cerita itu, ketika lulus ITB, saya langsung mendaftar sebagai PNS di Perdatam. Saat itu kami yang lulus perguruan tinggi seperti terpanggil menjadi PNS. Saat itu, saya merasa negara membutuhkan saya," kenang Bisuk.

Hampir menyerah

Tahun itu juga ia diminta pergi ke Medan untuk mempersiapkan survei awal. Dengan modal satu mesin tik ia segera mempersiapkan data awal untuk menyambut tim survei dari Uni Soviet. Waktu itu, Uni Soviet berminat membiayai Proyek Asahan. Tetapi, proyek ini dihentikan karena pemerintah mengalihkan dana untuk program Ganyang Malaysia.

Meski survei terlaksana, akhirnya proyek ini dihentikan karena meletusnya peristiwa G30S. Sejak saat itu, Proyek Asahan hilang dari daftar proyek pemerintah.

Meski pemerintah menghapus proyek ini, Bisuk berprakarsa untuk mempromosikan proyek ini kepada investor asing. Dengan biaya pribadi, ia membuat kantor dan mempekerjakan karyawan. Tiga tahun ia berpromosi, tak ada yang berminat.

Kemudian ada calon investor yang berminat, salah satunya adalah Kaiser Aluminium dari Amerika Serikat. Sebuah tim survei didatangkan dari AS. Bisuk ikut dalam survei di Kuala Tanjung.

"Saya hampir menyerah karena medannya sangat sulit. Tetapi, salah satu anggota tim survei dari AS tetap yakin akan menemukan tempat yang bisa digunakan sebagai lokasi pabrik, juga pelabuhan," tutur Bisuk.

Kaiser Aluminium meminta agar pemerintah menyediakan PLTA karena ada aturan pihak asing tak diperbolehkan mengelola listrik. Usulan ini tak disanggupi pemerintah sehingga Kaiser Aluminium mundur.

Bisuk lalu mencari dana ke Bank Dunia. Bank Dunia menyarankan agar proyek itu ditender secara internasional. Bank Dunia hanya mau memfasilitasi tender itu. Tetapi, sampai waktu penutupan pengajuan proposal, tak ada perusahaan yang mendaftar.

Uang pribadi

Proyek Asahan kembali hilang, tetapi Bisuk tidak menyerah. Ia kembali mencari investor. Salah satunya, Wakil Presiden Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Sumitomo Chemical H Sugano dari Jepang. Sumitomo pun berminat. Mereka berunding. Selain di Jakarta, Sumitomo meminta agar perundingan juga di Tokyo, harapannya Pemerintah Jepang bisa terlibat dalam pembiayaan.

"Saya pikir perundingan paling tiga kali, wah, ternyata sampai tiga tahun. Semua biaya dari uang pribadi dan keluarga saya. Kepalang basah, saat itu saya menyampaikan kepada Ketua Tim Teknis Penanaman Modal Asing BKPM Prof M Sadli bahwa keluarga siap menanggung biaya perundingan," katanya.

Ketika soal anggaran terselesaikan, pemerintah menunjuk Ketua Tim Perunding Prof M Sadli. Setelah sejumlah penundaan akibat krisis minyak dan kesulitan keuangan Indonesia, Proyek Asahan menjadi proyek pemerintah dengan investasi dari Jepang dan Indonesia.

Sejak itu, Bisuk diminta menjadi Ketua Tim Teknis Proyek Asahan hingga proyek diresmikan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Soeharto
, dan dikelola PT Inalum, mulai 1983.

Penyelesaian proyek ini mengagetkan dunia internasional karena masih jarang industri besar di negara berkembang bisa diselesaikan tepat waktu. Apalagi, saat itu ada kasus industri baja di India yang gagal karena salah perencanaan.

Dua perguruan tinggi di AS, Center for International Studies Ohio University dan Pittsburg State University, mengadakan penelitian selama beberapa tahun tentang kesuksesan ini. Kedua perguruan tinggi itu memberikan penghargaan kepada Bisuk yang dinilai sukses.

"Kesuksesan proyek ini bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi karena kemampuan diplomasi dan yang terbesar adalah pendekatan sosial," katanya. "Kesalahan terbesar dalam proyek-proyek kita adalah tak adanya pendekatan sosial. Mungkin mereka merasa proyek akan berhasil hanya bermodal dekat dengan penguasa."

Bisuk berharap sukses Proyek Asahan bisa dipelajari. Ia mengisi hari tuanya dengan menulis buku sejarah industri di Indonesia dan Proyek Asahan. Sejarah industri di Indonesia dicatat agar keberhasilan dan kegagalan menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya. e-ti

Sumber: Kompas, Senin, 16 Agustus 2010 | Penulis: Andreas Maryoto

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 09 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Pelatih Marketing Sensasional Gugur Saat Bertugas

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Jual Buku Biografi Hukum Romli Atmasasmita

Buku Pilihan

thumb

Buku ini memecahkan rekor MURI sebagai Buku Sulap dengan Jenis Permainan Terbanyak. Buku ini akan menjadi koleksi berharga di perpustakaan pribadi Anda.

Note: Buku langka, kondisi masih baru namun ada bagian yang sedikit terlipat.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: