WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Bawa Songket ke Luar Negeri

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Bawa Songket ke Luar Negeri
e-ti | kompas-boni dp

Ki Agus Zainal Arifin adalah salah seorang generasi "Wong Palembang" yang berperan dalam melestarikan warisan budaya kain songket. Konsistensi Zainal menekuni seni tenun telah teruji selama lebih 25 tahun. Dia menjadi perajin, pengusaha, pengajar, perancang busana, sekaligus penulis buku tentang kain songket palembang.

Desainer, Perancang busana
Lihat Curriculum Vitae (CV) Zainal

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Zainal

QR Code Halaman Biografi Zainal
Bio Lain
Click to view full article
Hasjim Djalal
Click to view full article
Suwido H Limin
Click to view full article
Fadel Muhammad
Click to view full article
Felix Tan
Click to view full article
Yana Julio
Click to view full article
Danudirja Setiabudhi
Click to view full article
Ida Royani

Ketika ditemui di gerai Zainal Songket, satu dari lima gerainya yang berlokasi di sentra kerajinan songket Tangga Buntung, Kota Palembang, Sumatera Selatan, dengan bersemangat dia menceritakan pergulatannya dengan kain songket selama ini.

Zainal memang berasal dari keluarga perajin kain songket. Ibunya, Cek Ipah, masih mempunyai garis keturunan dari keluarga penguasa semasa era Kesultanan Palembang Darussalam.

Di rumah, Zainal kecil terbiasa melihat orang menenun kain songket. Ibunya tak sekadar menenun songket untuk mengisi waktu, tetapi juga membina perajin dan mengumpulkan karya songket mereka di gerainya.

"Keterampilan menenun songket saya peroleh dari Ibu," ujarnya.

Lama-kelamaan dia tak puas hanya menguasai dasar-dasar menenun songket. Selain bisa menenun songket, dia juga ingin tahu bagaimana songket itu dihargai orang.

"Saya lalu berpikir untuk membuka usaha songket sendiri," kata Zainal yang menamatkan pendidikan sarjananya di IKIP Jakarta.

Setelah berhasil mengumpulkan puluhan kain songket, baik buatan sendiri maupun para perajin binaan sang bunda, sekitar akhir tahun 1980-an Zainal membuka usaha sendiri. Dia mengubah ruang tamu dan ruang keluarga di rumahnya, Jalan Ki Gede Ing Suro, Palembang, menjadi gerai.

Seiring perjalanan waktu, orang mulai mengenal gerai Zainal Songket. Jumlah kain songket yang terjual dan yang bisa dihasilkan para perajin dirasakannya makin tak sepadan. Menenun songket memang memerlukan waktu berbulan-bulan. Di sisi lain, dia melihat banyak orang muda ataupun ibu rumah tangga yang kehidupannya susah.

Awal tahun 1990-an, Zainal mengajari menenun songket kaum muda dan para ibu rumah tangga di sekitar kampungnya. Mereka umumnya penganggur. Dia meyakinkan mereka, dengan menguasai tenun songket, uang bakal diperoleh.

"Saya sempat masuk-keluar enam desa miskin dan terpencil di Ogan Ilir dan Muara Enim. Tujuan saya hanya satu, mengajari anak muda dan para ibu itu menenun. Kegiatan ini berjalan sekitar dua tahun," ujarnya.

Merancang Lihat Daftar Desainer
Lihat Daftar Desainer
busana

Semakin bergelut dengan songket, Zainal menyadari pasar kain songket bisa diperluas bila ia juga merancang Lihat Daftar Desainer
Lihat Daftar Desainer
busana
berbahan baku songket. Maka, di waktu senggang, dia belajar bagaimana merancang Lihat Daftar Desainer
Lihat Daftar Desainer
busana
secara otodidak. "Saya membaca apa saja, dari majalah mode sampai referensi tentang desain dan motif-motifnya," katanya.

Selama hampir dua tahun, Zainal bekerja keras menciptakan berbagai rancangan busana berbahan dasar kain songket. Selain membuat songket menjadi busana siap pakai, dia juga mencoba memadupadankan songket dengan berbagai kain tradisional dari sejumlah daerah di Indonesia.

Sejumlah karya Zainal, antara lain, berupa busana kombinasi songket kebaya, songket sutra, songket Desainer
Lihat Daftar Desainer
Lihat Daftar Desainer
desainer
batik, dan songket ulos. Di gerainya, pengunjung tak hanya bisa mendapati berbagai kain songket dengan beragam kualitas, berharga dari sekitar Rp 500.000 sampai puluhan juta rupiah, tetapi juga busana siap pakai.

Gerainya pun sekarang menjadi lima, tersebar di Palembang, Jakarta, dan Bandung. Zainal juga mempekerjakan lebih dari 200 perajin di kawasan Tangga Buntung, dan membina sekitar 100 usaha kecil menengah di Sumatera Selatan, untuk menghasilkan berbagai motif kain songket.

Dari berskala nasional, usaha Zainal meningkat ke mancanegara. Tahun 1992 dengan modal sendiri, Zainal membawa kain songket palembang ke pameran di luar negeri. Kali ini tujuannya membuat songket dikenal di dunia internasional.

"Pameran pertama yang saya ikuti itu Tong Tong Fair di Belanda. Dari sini, saya mulai punya relasi dan pasar di beberapa negara Eropa," katanya.

Selama belasan tahun ia melanglang ke sejumlah negara untuk mengikuti pameran. Ia, antara lain, mengikutsertakan songket palembang ke pameran di Singapura, Malaysia, Perancis, Belanda, Jepang, Mesir, dan China.

"Mereka (orang asing) umumnya sangat menghargai songket sebagai kerajinan tangan yang punya ciri tersendiri. Mereka bilang songket itu orisinal dan sangat etnik-tradisional," kata Zainal.

Setiap kali mengikutkan kain songket palembang ke pameran di luar negeri, Zainal selalu membawa serta para model dari Indonesia. Alasannya, ini demi mewujudkan prinsip orisinalitas kain songket yang berasal dari salah satu tradisi bangsa Indonesia.

Penghargaan

Puluhan tahun konsisten berusaha mengembangkan kain songket palembang, peran Zainal itu mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Satu demi satu penghargaan pun diperolehnya.

Zainal, antara lain, meraih penghargaan Top Eksekutif pada 1997. Ia juga menerima penghargaan Upakarti untuk kategori Jasa Pelestarian Produk Tradisional dan Budaya Indonesia pada 2006. Tahun 2007 dia mendapat penghargaan dari mantan ibu negara AS, Laura Bush, untuk kategori keunikan kain songketnya.

Di samping itu, Zainal juga beberapa kali diikutsertakan dalam misi kebudayaan Indonesia ke sejumlah negara. Dia, antara lain, tampil dengan kain songketnya di Shanghai, China, tahun 2008, serta pada 2009 ke Brunei dan Singapura.

Setelah bergelut sebagai perajin, pengajar, Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
, dan perancang busana, Zainal berkeinginan menuangkan pengalaman dan pengetahuannya tentang kain songket dalam bentuk dokumentasi tertulis.

Tekad itu diwujudkannya lewat buku tentang songket. Judulnya, Indahnya Tradisi, Ditenun Sepenuh Hati yang terbit tahun 2006. Tahun ini Zainal bertekad menyelesaikan buku keduanya, masih bertema kain songket tentunya. e-ti

Sumber: Kompas, Sabtu, 7 Agustus 2010 | Penulis: Bonivasius Dwi Pramudyanto

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 09 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Kemauan Jalan Menuju Sukses Raja Terlama Dinasti Mataram

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Dalam catatan sejarah perang, kita dapat menemukan beberapa pertempuran klasik, yaitu kiprah militer yang dikagumi para pemimpin militer dan sejarawan selama berabad-abad. Cannae adalah salah satu pertempuran demikian. Dipimpin oleh Hannibal Barca, seorang pemimpin perang yang mampu mempersatukan berbagai suku bangsa, dan membuktikan kehebatan strateginya dengan memukul mundur pasukan Romawi.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: