WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Setia Menjaga Aset Sejarah

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Setia Menjaga Aset Sejarah
e-ti | kompas-boni dp

Entah apa jadinya Museum Sultan Mahmud Badaruddin II dan Museum Monumen Perjuangan Rakyat tanpa peran Abi Sofyan. Kemungkinan nilai sejarah yang tersimpan dalam dua bangunan simbol kejayaan Palembang pada era kesultanan dan revolusi itu akan memudar perlahan, bahkan "terkubur" seiring berjalannya waktu.

Pemandu Wisata
Lihat Curriculum Vitae (CV) Abi Sofyan

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Abi Sofyan

QR Code Halaman Biografi Abi Sofyan
Bio Lain
Click to view full article
Sabar Subadri
Click to view full article
Rafika Duri
Click to view full article
Baim
Click to view full article
Taufiq Kiemas
Click to view full article
Cornelia Agatha
Click to view full article
Sri Widiyantoro
Click to view full article
Tjahjadi Nugroho

Suatu hari, menjelang tenggelamnya sang surya, Abi Sofyan masih sibuk menemani serombongan mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta yang mengunjungi museum. Mengenakan seragam pegawai negeri sipil, lengkap dengan topi bertuliskan "Pemandu Wisata" serta sebuah tongkat besi di tangan kanannya, dengan suara lantang ia menginformasikan sejarah kesultanan.

Aura semangat tak kenal lelah terpancar dari wajah keriput Abi ketika menjelaskan sejarah Kesultanan Palembang Darussalam kepada para mahasiswa itu. Saat menceritakan sosok Sultan Mahmud Badaruddin II yang terkenal berani menentang penjajah Belanda, nada bertutur Abi justru makin berapi-api. Ia seakan ingin meneriakkan semangat nasionalisme sang Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
kepada para mahasiswa pendengarnya.

Abi juga memiliki daya ingat yang baik. Dia dengan runtut berkisah tentang jatuh-bangunnya Kesultanan Palembang. Sesekali diselipkannya humor untuk tetap menarik perhatian pengunjung museum.

Ia seakan paham betul, bagaimana mengatur intonasi suara agar pengunjung mau mendengarkan penuturannya tentang sejarah perjuangan rakyat Palembang. Rupanya, hampir 30 tahun Abi mengabdikan hidupnya sebagai pemandu wisata di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II dan Museum Monumen Perjuangan Rakyat.

Di sisi lain, ia prihatin melihat fenomena kaum muda yang makin tak meminati museum sebagai salah satu tempat belajar.

"Mereka lebih suka ke mal daripada mempelajari kekayaan sejarah bangsanya sendiri. Jumlah pengunjung selama liburan sekolah terus menurun. Tahun lalu sekitar 500 orang, sedangkan tahun ini turun drastis, hanya sekitar 100 orang," katanya.

Ia juga prihatin dengan anggapan sebagian orang yang menganggap profesi pemandu wisata hanya berorientasi demi mendapatkan uang dari wisatawan ketimbang membagi informasi terkait koleksi museum.

"Faktanya, tidak semua pengunjung memberikan uang kepada pemandu wisata. Saya juga tak pernah meminta bayaran. Saya mendapat honor dari pemerintah," ucapnya.

Di Palembang, Abi turut mengorganisasi para pemandu wisata yang wilayah kerjanya di kawasan Benteng Kuto Besak. Mereka saling berbagi pengetahuan sejarah secara berkala. Ia menamakan komunitas pemandu wisata itu Asosiasi Pemandu Wisata Benteng Kuto Besak. Lewat komunitas ini pula antara lain diatur jam dan wilayah kerja para pemandu.

Berbagi pengetahuan

Abi berkeyakinan, pemandu wisata itu profesi yang mulia. Seorang pemandu wisata harus mempunyai sifat dasar tidak pelit dan tak egois. Mereka juga dituntut selalu berbagi kepada orang lain.

"Pemandu wisata museum, misalnya, punya kelebihan pengetahuan sejarah. Tentunya saya tak boleh pelit membagi ilmu itu kepada pengunjung. Kalau pengetahuan ini tak disebarkan, nilai luhur bangsa yang seharusnya bisa dijadikan contoh akan terkubur sia-sia," ujarnya.

Abi lalu berkisah tentang sejarah Palembang, mulai Kerajaan Sriwijaya yang membawa peradaban Buddha dengan kekuatan maritimnya, lalu digantikan peradaban Islam pada masa Kesultanan Palembang Darussalam (tahun 1550-1823), hingga sejarah masa revolusi kemerdekaan. Ini perang rakyat Sumatera Selatan melawan Belanda pada 1 Januari 1947.

Ia bercerita sambil menunjukkan benda bersejarah peninggalan era kesultanan, seperti tulisan kuno, silsilah, singgasana, senjata, dan pakaian tradisional, sampai beragam senjata ringan-berat dari peperangan melawan penjajah.

Meski tak bisa dikatakan banyak, Abi mengaku senang karena kedua museum tersebut sangat berguna bagi para mahasiswa yang sedang melakukan penelitian sejarah. Prasasti Talang Tuo (606 Caka atau 684 M) dan patung Buddha peninggalan Kerajaan Sriwijaya disebutkannya sebagai benda bersejarah yang banyak menarik minat peneliti.

Bahasa asing

Informasi sejarah rakyat Palembang itu dia dapatkan antara lain lewat berbagai pelatihan. Abi pun tergolong rajin membaca berbagai literatur tentang sejarah Palembang. Bahkan, dalam usia yang tak muda lagi, ia tetap setia menyertai para peneliti untuk saling berbagi informasi sejarah.

Selain itu, Abi juga belajar bahasa Inggris dan Mandarin secara otodidak. "Kota Palembang tak hanya dikunjungi wisatawan domestik, tetapi juga turis internasional. Kebanyakan turis asing berasal dari Singapura, China, dan Thailand. Ada juga sedikit turis dari Jepang, Amerika, dan Eropa," katanya.

Abi lalu bercerita tentang kebahagiaannya saat Pemerintah Provinsi Sumsel menggulirkan program "Visit Musi 2008". Selama setahun program berjalan, selama itu pula dia mengalami masa-masa tersibuknya sebagai pemandu wisata.

"Selama setahun itu, sekitar 5.000 wisatawan domestik dan 3.000 turis asing mengunjungi kedua museum ini. Selama menjadi pemandu wisata, tahun 2008 adalah waktu tersibuk kami," katanya.

Sayangnya, usaha Abi untuk menambah pengetahuan sejarah dan membagikannya kepada sebanyak mungkin pengunjung museum belum dihargai sepenuhnya oleh pemerintah setempat. Selama hampir 30 tahun menjadi pemandu wisata, ia masih berstatus sebagai PNS honorer Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kota Palembang. Meski begitu, Abi mengaku tidak patah semangat.

Ketika ditanya berapa penghasilannya sebagai tenaga honorer, Abi tidak mau menyebutkan nominalnya. Alasan dia, tidak etis menyebutkan honor yang diberikan pemerintah.

"Tidak usah bicara honor, saya sudah senang kalau semakin banyak orang, terutama anak muda, yang berminat mempelajari sejarah bangsanya sendiri," ujarnya.

Sayang, untuk sementara ini, harapan Abi itu tampaknya bertolak belakang dengan kenyataan. e-ti

Sumber: Kompas, Kamis, 29 Juli 2010 | Penulis: Bonivaius Dwi Pramudyanto

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 09 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Diplomat Pejuang Kemerdekaan Tidak Sakit Hati

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Bersikaplah gembira, murah hati, bersuka-cita dan mampu memaafkan. Ya, Anda bisa memiliki semua sikap itu sekalipun Anda miskin harta sama sekali! Tersenyumlah senantiasa sekalipun orang memusuhi Anda. Sang Buddha Tertawa akan menunjukkannya kepada kita.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: