Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

Berita Tokoh Monitor

KPK-Hukum

Bisnis-Entrepreneur

Internet-Social Media

Budaya-Sastra

Mancanegara

Olahraga

Gaya Hidup

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Darso, Si Raja Pop Sunda

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Darso, Si Raja Pop Sunda
e-ti | kompas-rony an

Selama lebih dari 45 tahun, Hendarso setia membawakan alunan musik calung, alat musik dari bambu, yang kemudian dipadukannya dengan dangdut dan pop. Lagu-lagunya berlirik bahasa Sunda. Sebagian orang menyebut dia sebagai Michael Darso Si Raja Pop Sunda, mengacu pada raja pop dunia Michael Jackson.

Penyanyi
Lihat Curriculum Vitae (CV) Darso

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Darso

QR Code Halaman Biografi Darso
Bio Lain
Click to view full article
Diana Tarigan
Click to view full article
Rijanto Joesoef
Click to view full article
Hadi Utomo
Click to view full article
Oesman Sapta
Click to view full article
R Sunaryadi Tejawinata
Click to view full article
Alfonsus Budi Susanto
Click to view full article
Helvy Tiana Rosa

Ditemui di rumahnya di Kampung Cirateun, Lembang, Bandung Barat, Darso, panggilannya, bercerita mengenai albumnya yang sudah sekitar 300 judul. Albumnya itu ada yang direkam di studio, ada pula yang direkam sewaktu dia bernyanyi di panggung.

"Katanya, semuanya (album Darso) laku. Saya tak tahu persis karena tidak terlalu peduli hal itu," ujar Darso, yang saat itu baru pulang setelah tampil di daerah Banjaran, Kabupaten Bandung.

Meski usianya tak lagi muda, Darso bisa dikatakan tak pernah menolak permintaan untuk pentas. Dia menganggap permintaan masyarakat itu sebagai rezeki yang tidak boleh ditolak. Sampai sekarang pun dia masih laris ditanggap di berbagai daerah di wilayah Jawa Barat, antara empat dan lima kali dalam seminggu.

Untuk memenuhi permintaan naik panggung itu, Darso mengaku lelah secara fisik. Tetapi, rasa lelah itu seakan hilang ketika dia melihat penonton senang dengan aksi panggungnya yang bak "cacing kepanasan".

Rasa puas dan senang itu pula yang membuat Darso rela tidak dibayar jika permintaan naik panggung itu datang dari orang tak mampu. Asal jujur, ia tak menargetkan bayaran. Ia pernah manggung di rumah seorang penjual es di Kabupaten Bandung.

"Bagi saya, doa orang banyak itu lebih berharga ketimbang uang berlimpah. Rame tah imah maranehna gara-gara urang datang," ujarnya.

Akan tetapi, tak jarang kebaikan Darso disalahgunakan. Dia pernah ditipu pengundang yang mengaku tidak mampu, tetapi belakangan diketahui ternyata anggota DPRD. "Saya tidak marah, tetapi sangat malu kepada teman satu grup," ucapnya.

Pemain bas

Kiprah Darso dimulai pada tahun 1962 sebagai pemain bas grup Nada Karya dan Nada Kencana. Ia sempat bergabung dengan band milik Pusat Persenjataan Kavaleri Bandung. Namun, kariernya di dunia pop terhenti. Ia terkena imbas peristiwa G30S/PKI.

Tahun 1968, saat suasana politik membaik, ia kembali tampil dengan rasa berbeda. Kali ini ia bersama sang kakak, Uko Hendarso. Alat musik calung digunakan sebagai instrumen utama. Ia menggunakan calung sebagai pengiring lagu sambil menyusuri jalan-jalan Kota Bandung. Salah satu lagu yang diminati warga kala itu adalah "Kiamat".

"Dulu, tak ada yang menggunakan calung sebagai pengiring lagu. Calung hanya didengarkan bunyinya, tanpa lagu," ujarnya.

Tampilan musik calung Darso bersama grup Calung Uko Hendarto menarik minat pemerhati musik S Hidayat. Dia lalu membawa Darso tampil di Radio Republik Indonesia (RRI). Bersama grup Baskara Saba Desa, suara Darso didengar banyak orang.

"Di RRI saya mulai rekaman yang pertama. Judulnya Volume 1 bersama grup Layung Sari iringan Ali Wijaya. Lagunya karya Koko Koswara dan Uko Hendarto," ujarnya.

Sampai tahun 1978, ia punya grup sendiri, Calung Darso. Di bawah bendera Asmara Record, ia merekam suara di atas pita kaset. Saking tenarnya, Darso bisa merekam musik calung dalam empat-lima kaset per tahun. Lirik lagunya bertema keseharian, kritik sosial, dan tembang cinta. Beberapa yang populer "Kembang Tanjung", "Cangkurileung", dan "Panineungan".

Masuk periode tahun 1990 namanya semakin berkibar setelah TVRI pun menampilkannya. Darso lalu menyertakan instrumen baru, seperti organ, terompet, dan dangdut. Tujuannya menyenangkan hati penonton.

Karyanya kemudian menjadi "lagu wajib" pop Sunda. Lagu seperti "Randa Geulis", "Maribaya", "Amparan Sajadah", dan "Kabogoh Jauh" sering dilantunkan Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
masa kini.

"Saya tak mengubah musik calung, tetapi menyesuaikan dengan keinginan masyarakat tanpa menghilangkan unsur tradisional. Masyarakat senang, kesenian tradisi terjaga," ucapnya.

Perhatian pemerintah

Di panggung, Darso tampil beda, seperti memakai setelan jas. Bila mengikuti pakem, pagelaran calung harus menggunakan baju pangsi dan celana kampret. Namun, ia tak peduli. Dia tak pernah mengubah penampilannya.

Ia bahkan pernah memadupadankan baju dan celana hitam yang dilukis tokoh kartun Mickey Mouse dengan sarung. Pada kesempatan lain, ia tampil percaya diri dengan jas bermotif tribal dan membuka panggung sambil menunggang kuda.

Penampilan fenomenalnya adalah saat dia muncul mirip Michael Jackson dengan rambut gondrong, kacamata hitam, dan bertopi. Ia juga kerap menjulurkan lidah kala menyanyi. Banyak orang berpendapat, gaya Darso itu "kampungan". Tetapi, gaya itulah yang mengangkat namanya.

"Ah teuing mah. Eta mah barudak nu ngomong. Urang ngarasa ngeunah we siga kitu mah (Ah tak tahu. Itu penonton yang bilang. Saya hanya merasa nyaman dandan seperti itu)," ujarnya.

Meski namanya relatif populer di kalangan masyarakat Jabar, Darso tak mau berubah. Ia ingin selalu dekat dengan masyarakat. Itu dibuktikan saat dia membantu menjajakan buah di Pasar Baru hingga membantu penjaja jagung di kawasan Pasteur.

Darso tetaplah pribadi yang tak suka formalitas. Ia tak mau dikawal dan selalu melayani permintaan foto penggemarnya. Sikap rendah hatinya itu membuat dia juga disebut Pak Haji meski Darso belum menunaikan ibadah haji.

"Nyawa aing siganamah tereh beak lamun difotoan wae. Tapi sakali deu urang mah resep mun ningali nu lain senang (Nyawa saya cepat habis kalau difoto terus.... Tetapi, sekali lagi, saya ikut bahagia kalau melihat orang lain senang)," ujarnya.

Di balik gaya yang nyeleneh, Darso tetap menyimpan harapan. Salah satunya, ia prihatin dengan perhatian pemerintah terhadap musik tradisional. Pemerintah hanya bicara soal melestarikan kesenian daerah, tetapi tak banyak hal yang dilakukan untuk mewujudkannya.

Darso juga berharap seniman calung atau pop Sunda yang berusia muda tak berhenti hanya meniru gayanya. Sebaiknya mereka juga bisa menemukan jati diri dan mensyukuri apa yang telah didapatkan. Dia tetap percaya, bila kita melakukan pekerjaan itu dengan hati, termasuk menyanyi, pasti akan menuai sukses.

"Kata orang, suara saya bagus dan harus ditiru. Tetapi, semua ini bukan milik saya, melainkan milik Tuhan. Kalau mau, mungkin sekarang suara ini bisa dibuat-Nya rusak," kata Darso mengingatkan. e-ti

Sumber: Kompas, 24 Juli 2010 | Penulis: Cornelius Helmi

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 25 Jul 2010  -  Pembaharuan terakhir 25 Feb 2012

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
Beri Komentar

Facebook

TIKomen

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Sponsorship

Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

Sponsor Bronze
Sponsor Bronze: US$50
Sponsor Silver
Sponsor Silver: US$250
Sponsor Gold
Sponsor Gold: US$500


Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
lazada.com
 

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: