Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com

    Kepala Pelayan Warga

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Kepala Pelayan Warga
    e-ti | kompas-wawan hp
    Wali Kota Yogyakarta 2001-2006 dan 2006-2011
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Dia bisa disebut sebagai satu dari tak banyak pemimpin yang relatif bekerja sungguh-sungguh membangun daerahnya. Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto juga berusaha menjauhkan diri dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

    QR Code Halaman Biografi Herry Zudinato
    • biografi tokoh indonesia herry zudinato
    • kontak herry zudianto
    • makalah tentang kepemimpinan herry zudianto

    Pria kurus berkacamata tebal itu memimpin Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Yogyakarta
    dalam sembilan tahun terakhir. Selama itu pula, banyak terobosan dan kebijakan yang dihasilkannya untuk kemajuan Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Yogyakarta
    .

    Soal integritas, sejauh ini tak ada yang menyangsikan saat Herry dianugerahi penghargaan Proklamator, Wakil Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1956)
    Proklamator, Wakil Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1956)
    Bung Hatta
    Anti-corruption Award pada Oktober 2010. Penghargaan itu hanya satu dari setidaknya 58 penghargaan tingkat nasional atas prestasinya selama memimpin Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Yogyakarta
    .

    "Saya sering dibilang wali kota bodoh," katanya suatu malam pada awal tahun 2011 di rumah pribadinya di Yogya. "Bodoh" karena ia dikenal tak pernah memanfaatkan jabatan, kekuasaan, dan kesempatan untuk keuntungan pribadi. Godaan yang banyak terbukti sulit dielakkan sebagian orang dengan posisi seperti Herry.

    Niatnya saat pertama mencalonkan diri menjadi wali kota pada tahun 2001 seolah sudah membatu. Ia menyebut telah mewakafkan dirinya untuk Yogyakarta. Seperti layaknya orang yang mewakafkan tanah untuk kepentingan umum, tak ada motivasi memetik keuntungan dari apa yang diwakafkan.

    Soal duit, penggila sepak bola ini sudah lebih dari berkecukupan, jauh sebelum ia menjabat wali kota. Latar belakangnya sebagai Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    pengusaha
    Desainer
    Lihat Daftar Desainer
    Lihat Daftar Desainer
    desainer
    batik dan beberapa Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    bisnis
    ritel dirasakannya mencukupi. Selama menjadi wali kota, pengelolaan semua Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    bisnis
    itu diserahkan sepenuhnya kepada istrinya, Dyah Suminar.

    Gelisah

    Berawal dari kegelisahannya pada kondisi Kota Yogya yang gelap gulita pada malam hari, Herry memupuk obsesi menjadi pemimpin pada tahun 2001. Saat itu, penerangan jalan di Yogya relatif masih minim. Kondisi ini juga terjadi di jantung kota, seperti di Jalan Malioboro.

    "Dulu sempat ada lelucon, kalau kita diculik sambil ditutup mata, ketika mata dibuka banyak gapura, berarti kita ada di Bali. Kalau penutup mata sudah dibuka tapi masih gelap, berarti kita di Yogya," ceritanya sambil terkekeh.

    Hanya butuh tiga tahun bagi Herry mewujudkan impian membuat Yogya terang benderang. Setelah itu, semangat "menerangi" dia alihkan pada aspek lain, yaitu birokrasi yang dikeluhkan banyak warga.

    Problem terbesar adalah kultur birokrasi pemerintah yang "menyakralkan" kekuasaan dan jabatan. Problem itulah yang dinilai Herry menjadi sumber ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

    Desakralisasi birokrasi lalu dia lakukan dengan mengubah mentalitas birokrat dari penguasa menjadi pelayan masyarakat. Herry juga memosisikan dirinya sebagai kepala pelayan masyarakat.

    "Kalau rakyat tidak percaya, bagaimana pembangunan bisa berjalan baik? Saya percaya partisipasi aktif masyarakat akan berdampak signifikan dan positif bagi pembangunan," katanya. Ia menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Akses partisipasi masyarakat dibuka lebar untuk kritik, informasi, dan keluhan.

    Berbagai layanan pendukung hal itu juga dibuka, dan di antaranya menjadi percontohan nasional, seperti Unit Pengolahan Informasi dan Keluhan, serta pengadaan barang dan jasa lewat Layanan Pengadaan secara Elektronik. Masyarakat bisa mengakses berbagai layanan dan informasi, termasuk keuangan daerah, melalui situs www.jogjakota.go.id.

    Salah satu prestasi Herry adalah reformasi perizinan. Birokrasi perizinan yang semula tersebar di berbagai instansi teknis penerbit izin dikoordinasikan dalam Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA). Sejak tahun 2006, UPTSA ditingkatkan menjadi satu dinas sendiri.

    Hasilnya, perizinan menjadi sederhana karena diproses pada satu "tangan". Kepastian pelayanan tercipta dan waktu pengurusan menjadi singkat. Misalnya, izin mendirikan bangunan yang pada ketentuan peraturan daerah tercantum maksimal 42 hari menjadi 25 hari.

    Berbagai kemudahan juga diciptakan dengan formulir perizinan yang bisa diunduh dari internet, tarif tetap, dan pembayaran retribusi via transfer bank. Ini mencegah tarif "siluman" dan penyimpangan.

    Secara pribadi, setiap minggu, Herry membuka diri kepada publik untuk menyampaikan langsung berbagai keluhan dan masukan melalui program siaran radio bertajuk "Wali Kota Menyapa". Ia percaya kontrol publik yang kuat otomatis akan meminimalkan ruang penyimpangan.

    Kejujuran

    Kepercayaan dan kejujuran adalah dua nilai yang dianut Herry sejak kecil, warisan yang ditanamkan neneknya, Hisyam. "Eyang saya selalu mengatakan, seseorang itu harus bisa dipercaya. Itu yang terus saya pegang," katanya. Dengan modal itu pula, ia membangun Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    bisnis
    yang berawal sebagai pegawai pembukuan Desainer
    Lihat Daftar Desainer
    Lihat Daftar Desainer
    desainer
    batik Danar Hadi, Solo, tahun 1982. Herry menyambi pekerjaan itu dengan ikut menjualkan Desainer
    Lihat Daftar Desainer
    Lihat Daftar Desainer
    desainer
    batik saat pulang ke Yogya.

    Awalnya, dia hanya dipercaya menjual beberapa helai batik. Tak sampai setahun, plafon pengambilan batik yang dipercayakan kepadanya menjadi tak terbatas. Ini karena setorannya selalu jauh sebelum tenggat.

    Modal yang terkumpul itu lalu dipakainya membuka bisnis batik bermerek Margaria, yang berkembang hingga kini. "Saya menyadari luar biasanya kekuatan kejujuran. Itu modal manusia paling besar. Orang jujur pasti memetik hasil manis," katanya.

    Sebagaimana tak ada gading yang tak retak, masih banyak kekurangan selama kepemimpinan Herry seperti diakuinya. "Kalau dibilang apa yang belum tercapai? Ya, banyak yang masih belum tercapai."

    Salah satunya adalah penataan kawasan Malioboro yang hingga kini menyisakan persoalan, mulai dari keruwetan parkir, kemacetan, hingga kebersihan. Masalah klasik, seperti kemiskinan dan pengangguran, juga masih membayangi Yogya.

    Namun, Herry percaya, ia di "jalur yang benar" dengan fondasi sistem yang dibangunnya. Dia berharap wali kota penggantinya (pemilihan akan digelar akhir 2011) mau meneruskan pembangunan dari sistem itu.

    Sosok Herry setidaknya memberi kesejukan dan harapan bahwa integritas belum mati. Ia juga merawat integritas itu dengan bersepeda dari rumah ke tempat kerja setiap Jumat. e-ti

    Sumber: Kompas, Selasa, 8 Februari 2011 | Penulis: Mohamad Final Daeng

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 09 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    "Sudah menjadi hukum besi sejarah, tidak ada bangsa yang bisa maju zonder (tanpa) kerja, zonder keringat." ~ Soekarno

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Setelah 10 tahun memimpin BTN, Iqbal Latanro didapuk menjadi Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero.

    Click to view full article

    Bernyanyi bagi Harvey Malaihollo tak sekadar profesi tapi bagian dari hidup. Ketika hati gembira atau sedih, ia akan tetap bernyanyi.

    Click to view full article

    Leonowens SP dikenal sebagai sastrawan muda asal Indonesia yang dikenal dunia. Pria kelahiran Jakarta, Desember 1977 ini adalah seorang penulis solilokui, puisi, prosa liris,

    Click to view full article

    Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    BUMN Menteri BUMN (2011-2014)
    Menteri BUMN (2011-2014)
    Dahlan Iskan
    membuka momen untuk buka-bukaan memberantas korupsi. Dia menyerang balik DPR yang menudingnya salah urus PLN sehingga mengakibatkan inefisiensi Rp3,7


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Menurut Anda, Siapa Tokoh yang Layak Jadi Capres 2014?

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us