Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com

    Mimpi Novita Tandry

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Mimpi Novita Tandry
    e-ti | kompas-arbain rambey
    Managing Director Tumble Tots Indonesia
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Wataknya keras, apalagi kalau sudah punya ambisi. Sebelum mimpinya menjadi nyata, ia tak akan berhenti berupaya untuk mewujudkannya.

    QR Code Halaman Biografi Novita Tandry
    • biografi tokoh indonesia novita tandry
    • profil novita tandry
    • Novita Dyah. Psikolog anak . 2006
    • Tumble Tots Asia Pacific + Anggelina Yeo

    Itulah Novita Tandry (39), Managing Director Tumble Tots Indonesia, serta ibu dua anak yang selalu merasa bahagia ketika berada di antara anak-anak kecil.

    "Berinteraksi dengan anak-anak membuat semua stres hilang karena mereka polos dan apa adanya," kata Novita, awal pekan lalu di Tumble Tots, Mal Taman Anggrek, Jakarta.

    Mudahnya Novita berkomunikasi dengan anak kecil tak hanya dilatarbelakangi pendidikan psikologi saat kuliah di Sydney, Australia. Sejak usia SMP, dia suka mengumpulkan sepupu dan keponakan yang masih kecil.

    "Saya mandikan mereka, memotong kukunya, menyisir rambut, sampai membacakan cerita sebelum tidur. Karena senang kumpul dengan anak-anak, cita-cita saya sejak kecil juga konsisten, yaitu jadi psikolog anak," tutur Novita.

    Perlakuan Novita pada saudara-saudara kecilnya itu tak tumbuh dengan sendirinya. Dia mendapat perlakuan yang sama dari orangtua, terutama ayahnya, Effendy Tandry.

    Novita bercerita, ayahnya selalu menyempatkan diri membacakan dongeng sebelum dia dan kedua adiknya tidur. "Pokoknya papa is the best," kata Novita.

    Saat bercerita mengenai sosok ayah yang tinggal di Kendari, Sulawesi Tenggara, mata Novita berkaca-kaca. Obrolan yang tadinya mengalir sempat terhenti beberapa saat.

    Hal yang sama juga terjadi ketika dia menceritakan anak pertamanya, Joel Joshua Jovianus (19), yang baru dilepas untuk kuliah di Australian Institute of Music, Sydney. Seperti Novita dengan orangtuanya, Joshua juga sangat dekat dengan sang ibu.

    Meski laki-laki, Joshua tak sungkan bercerita tentang berbagai hal kepada Novita, termasuk soal pacar. Kedekatan ini terjadi karena Novita mengasuh kedua anaknya tanpa campur tangan pengasuh. Semua dilakukan sendiri.

    "Usia 0-5 tahun adalah usia terpenting manusia karena 70 persen karakter seseorang dibentuk pada usia tersebut dan saya tidak mau kehilangan momen itu," jelas Novita.

    Prinsip itu pula yang diterapkan Novita melalui Tumble Tots kepada para orangtua. Apalagi di kota besar tempat Tumble Tots berada, banyak orangtua yang menyerahkan anak mereka untuk diasuh babysitter karena sibuk bekerja.

    "Mereka beralasan masih bisa mengasuh anak pada akhir pekan. Tetapi, mereka lupa kalau anak tumbuh bukan hanya Sabtu dan Minggu, tetapi setiap hari, bahkan setiap menit," kata Novita, yang prihatin dengan pola asuh orangtua dan pendidikan usia dini di Indonesia.

    Gigih

    Novita kemudian tergerak membuka Leaps and Bounds di kota-kota kecil, seperti Kupang, Gorontalo, Pemimpin Perang Banjar
    Pemimpin Perang Banjar
    Banjarmasin
    , dan Padang. Sistem pendidikannya seperti Tumble Tots dengan beberapa penyesuaian, seperti bahasa pengantar yang tidak sepenuhnya bahasa Inggris.

    Lembaga ini didirikan sejak tahun lalu karena kecemasan Novita melihat pendidikan usia dini yang masih diabaikan pemerintah. Padahal, dengan membuka Leaps and Bounds, Novita sebenarnya telah mengambil risiko karena dalam perjanjian dengan Tumble Tots, dia tidak diperbolehkan membuka lembaga sejenis.

    "Saya akhirnya memaksa. Saya jelaskan, untuk kondisi di Indonesia, lembaga seperti Tumble Tots tidak bisa bersifat eksklusif seperti di negara lain. Kalau tidak memaksa seperti itu, mimpi saya agar semua orangtua tahu pola asuh yang benar tidak akan terwujud. Dan kalau tidak terwujud, saya tidak akan bisa tidur," cerita Novita.

    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    perempuan
    penggemar musik klasik ini memang terbilang sosok yang teguh saat memiliki ambisi. Dia akan menempuh berbagai cara untuk mewujudkannya, termasuk saat membeli lisensi waralaba Tumble Tots.

    Ceritanya, sekitar 18 tahun lalu, Novita tertarik dengan sistem pendidikan Tumble Tots ketika memasukkan Joshua di lembaga tersebut di Singapura. Dia mendatangi Angeline Yeo, pimpinan Tumble Tots wilayah Asia Pasifik, untuk membeli lisensi, tetapi ditolak.

    "Mungkin karena dia melihat saya anak ingusan. Apalagi usia saya waktu itu masih sekitar 21 tahun dan dia lebih tua dari ibu saya," ujar Novita.

    Ditolak sekali, Novita tak berhenti. Bersama Joshua yang usianya belum sampai setahun, dia mengikuti Yeo ke mana pun pergi, termasuk ketika harus terbang ke Malaysia, Thailand, dan Inggris. Petualangan demi mendapat kepercayaan ini dilakukan sekitar sebulan. "Saya seperti mau camping. Dianggap gila oleh orang lain, termasuk suami sendiri ha-ha-ha," katanya.

    Melihat kegigihan ini, hati Yeo luruh. Novita diberi izin membuka Tumble Tots meski izinnya hanya untuk membuka satu cabang, bukan memegang lisensi untuk wilayah Indonesia.

    Perjuangan memperkenalkan Tumble Tots di Jakarta dilakukan sendiri, mulai dari mengajar, membersihkan karpet di ruangan, sampai membagikan brosur di lampu merah. Bukan apa-apa, selain sulit mencari staf, hal ini dilakukan untuk menekan biaya pengeluaran.

    Apa yang dilakukan Novita membuahkan hasil. Hanya dalam waktu 2 tahun, lima cabang didirikan. Dan saat ini, sudah ada 48 cabang Tumble Tots di lebih dari 10 kota. Anak didiknya mencapai 1 juta orang, termasuk anak Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    dan cucu Presiden.

    Punya Daya Jual

    Selain bisa membentuk karakter anak, Novita punya pandangan sendiri tentang pola asuh anak, terutama bagi seorang Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    perempuan
    . Baginya, mengetahui pola asuh anak bisa menjadi "daya jual" seorang Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    perempuan
    lajang untuk memikat laki-laki.

    "Berpikir tentang pola asuh anak jangan setelah menikah, apalagi setelah punya anak, tetapi harus sejak sebelum menikah. Saya juga dulu begitu sama calon suami. Saya bilang, saya tahu caranya ngurus anak dengan baik. Jadi, dia bisa irit, tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pengasuh, ha-ha-ha," kata Novita setengah bercanda.

    Selain tahu cara mengasuh anak, Novita juga punya "daya jual" lain, yaitu hobi memasak. Setiap harinya, dia memasak sendiri makanan untuk sarapan, untuk bekal anak ke sekolah, dan memasak untuk makan siang sang suami.

    "Saya masak makan siang di kantor. Setiap siang, suami datang ke kantor saya untuk makan," kata Novita yang memasak sendiri agar keluarganya bisa selalu mengonsumsi makanan sehat.

    Di balik kesibukan sebagai seorang perempuan pekerja, istri, dan ibu, Novita selalu menyisihkan waktu untuk menjalani hobinya menulis dan olahraga angkat beban.

    Dari hobinya menulis, perempuan yang gemar membaca buku teologi ini sudah menghasilkan buku berjudul Bad Behaviour, Tantrums, and Tempers, yang membahas pola asuh yang benar saat membesarkan anak.

    Sementara, untuk olahraga angkat beban yang sudah dilakukan sejak SMA, dilakukan Novita sebanyak 3-4 kali seminggu bersama suami. Saat akhir pekan, tak jarang Novita mengajak buah hatinya.

    Karena rutin, saat ini Novita sudah bisa mengangkat beban hingga 140 kilogram untuk latihan kaki, 50 kilogram untuk otot dada, bahu, dan punggung. Sit-up, push-up, dan pull-up juga sudah menjadi makanan sehari-hari. Maka, tak heran kalau di balik kelembutan saat berinteraksi dengan anak-anak, Novita adalah perempuan berotot.

    "Kan dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat," ujarnya. (IYA) e-ti

    Sumber: Kompas, Minggu, 6 Februari 2011 | Penulis: Yulia Sapthiani

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 07 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    "Karena engkau kadang-kadang patah semangat, jangan putus asa. Matahari selalu terbenam setiap malam, tetapi terbit kembali esok pagi." ~ Henry Van Dyke

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Dosen senior FEUI yang dikenal sebagai ekonom, peneliti dan konsultan ini pernah menjadi staf khusus Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Keuangan dan berperan di G20, Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional,

    Click to view full article

    Setelah 10 tahun memimpin BTN, Iqbal Latanro didapuk menjadi Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero.

    Click to view full article

    Bernyanyi bagi Harvey Malaihollo tak sekadar profesi tapi bagian dari hidup. Ketika hati gembira atau sedih, ia akan tetap bernyanyi.

    Click to view full article

    Leonowens SP dikenal sebagai sastrawan muda asal Indonesia yang dikenal dunia. Pria kelahiran Jakarta, Desember 1977 ini adalah seorang penulis solilokui, puisi, prosa liris,


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us