WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Mimpi Novita Tandry

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Mimpi Novita Tandry
e-ti | kompas-arbain rambey

Wataknya keras, apalagi kalau sudah punya ambisi. Sebelum mimpinya menjadi nyata, ia tak akan berhenti berupaya untuk mewujudkannya.

Managing Director Tumble Tots Indonesia
Lihat Curriculum Vitae (CV) Novita Tandry

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Novita Tandry

QR Code Halaman Biografi Novita Tandry
Bio Lain
Click to view full article
Memes
Click to view full article
AA Baramuli
Click to view full article
Andi Djemma
Click to view full article
Rossa
Click to view full article
Agus Yudhoyono
Click to view full article
Bob Hasan
Click to view full article
Ranggong Daeng Romo
BERITA TERBARU

Itulah Novita Tandry (39), Managing Director Tumble Tots Indonesia, serta ibu dua anak yang selalu merasa bahagia ketika berada di antara anak-anak kecil.

"Berinteraksi dengan anak-anak membuat semua stres hilang karena mereka polos dan apa adanya," kata Novita, awal pekan lalu di Tumble Tots, Mal Taman Anggrek, Jakarta.

Mudahnya Novita berkomunikasi dengan anak kecil tak hanya dilatarbelakangi pendidikan psikologi saat kuliah di Sydney, Australia. Sejak usia SMP, dia suka mengumpulkan sepupu dan keponakan yang masih kecil.

"Saya mandikan mereka, memotong kukunya, menyisir rambut, sampai membacakan cerita sebelum tidur. Karena senang kumpul dengan anak-anak, cita-cita saya sejak kecil juga konsisten, yaitu jadi psikolog anak," tutur Novita.

Perlakuan Novita pada saudara-saudara kecilnya itu tak tumbuh dengan sendirinya. Dia mendapat perlakuan yang sama dari orangtua, terutama ayahnya, Effendy Tandry.

Novita bercerita, ayahnya selalu menyempatkan diri membacakan dongeng sebelum dia dan kedua adiknya tidur. "Pokoknya papa is the best," kata Novita.

Saat bercerita mengenai sosok ayah yang tinggal di Kendari, Sulawesi Tenggara, mata Novita berkaca-kaca. Obrolan yang tadinya mengalir sempat terhenti beberapa saat.

Hal yang sama juga terjadi ketika dia menceritakan anak pertamanya, Joel Joshua Jovianus (19), yang baru dilepas untuk kuliah di Australian Institute of Music, Sydney. Seperti Novita dengan orangtuanya, Joshua juga sangat dekat dengan sang ibu.

Meski laki-laki, Joshua tak sungkan bercerita tentang berbagai hal kepada Novita, termasuk soal pacar. Kedekatan ini terjadi karena Novita mengasuh kedua anaknya tanpa campur tangan pengasuh. Semua dilakukan sendiri.

"Usia 0-5 tahun adalah usia terpenting manusia karena 70 persen karakter seseorang dibentuk pada usia tersebut dan saya tidak mau kehilangan momen itu," jelas Novita.

Prinsip itu pula yang diterapkan Novita melalui Tumble Tots kepada para orangtua. Apalagi di kota besar tempat Tumble Tots berada, banyak orangtua yang menyerahkan anak mereka untuk diasuh babysitter karena sibuk bekerja.

"Mereka beralasan masih bisa mengasuh anak pada akhir pekan. Tetapi, mereka lupa kalau anak tumbuh bukan hanya Sabtu dan Minggu, tetapi setiap hari, bahkan setiap menit," kata Novita, yang prihatin dengan pola asuh orangtua dan pendidikan usia dini di Indonesia.

Gigih

Novita kemudian tergerak membuka Leaps and Bounds di kota-kota kecil, seperti Kupang, Gorontalo, Pemimpin Perang Banjar
Pemimpin Perang Banjar
Banjarmasin
, dan Padang. Sistem pendidikannya seperti Tumble Tots dengan beberapa penyesuaian, seperti bahasa pengantar yang tidak sepenuhnya bahasa Inggris.

Lembaga ini didirikan sejak tahun lalu karena kecemasan Novita melihat pendidikan usia dini yang masih diabaikan pemerintah. Padahal, dengan membuka Leaps and Bounds, Novita sebenarnya telah mengambil risiko karena dalam perjanjian dengan Tumble Tots, dia tidak diperbolehkan membuka lembaga sejenis.

"Saya akhirnya memaksa. Saya jelaskan, untuk kondisi di Indonesia, lembaga seperti Tumble Tots tidak bisa bersifat eksklusif seperti di negara lain. Kalau tidak memaksa seperti itu, mimpi saya agar semua orangtua tahu pola asuh yang benar tidak akan terwujud. Dan kalau tidak terwujud, saya tidak akan bisa tidur," cerita Novita.

Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
penggemar musik klasik ini memang terbilang sosok yang teguh saat memiliki ambisi. Dia akan menempuh berbagai cara untuk mewujudkannya, termasuk saat membeli lisensi waralaba Tumble Tots.

Ceritanya, sekitar 18 tahun lalu, Novita tertarik dengan sistem pendidikan Tumble Tots ketika memasukkan Joshua di lembaga tersebut di Singapura. Dia mendatangi Angeline Yeo, pimpinan Tumble Tots wilayah Asia Pasifik, untuk membeli lisensi, tetapi ditolak.

"Mungkin karena dia melihat saya anak ingusan. Apalagi usia saya waktu itu masih sekitar 21 tahun dan dia lebih tua dari ibu saya," ujar Novita.

Ditolak sekali, Novita tak berhenti. Bersama Joshua yang usianya belum sampai setahun, dia mengikuti Yeo ke mana pun pergi, termasuk ketika harus terbang ke Malaysia, Thailand, dan Inggris. Petualangan demi mendapat kepercayaan ini dilakukan sekitar sebulan. "Saya seperti mau camping. Dianggap gila oleh orang lain, termasuk suami sendiri ha-ha-ha," katanya.

Melihat kegigihan ini, hati Yeo luruh. Novita diberi izin membuka Tumble Tots meski izinnya hanya untuk membuka satu cabang, bukan memegang lisensi untuk wilayah Indonesia.

Perjuangan memperkenalkan Tumble Tots di Jakarta dilakukan sendiri, mulai dari mengajar, membersihkan karpet di ruangan, sampai membagikan brosur di lampu merah. Bukan apa-apa, selain sulit mencari staf, hal ini dilakukan untuk menekan biaya pengeluaran.

Apa yang dilakukan Novita membuahkan hasil. Hanya dalam waktu 2 tahun, lima cabang didirikan. Dan saat ini, sudah ada 48 cabang Tumble Tots di lebih dari 10 kota. Anak didiknya mencapai 1 juta orang, termasuk anak Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
dan cucu Presiden.

Punya Daya Jual

Selain bisa membentuk karakter anak, Novita punya pandangan sendiri tentang pola asuh anak, terutama bagi seorang Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
. Baginya, mengetahui pola asuh anak bisa menjadi "daya jual" seorang Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
lajang untuk memikat laki-laki.

"Berpikir tentang pola asuh anak jangan setelah menikah, apalagi setelah punya anak, tetapi harus sejak sebelum menikah. Saya juga dulu begitu sama calon suami. Saya bilang, saya tahu caranya ngurus anak dengan baik. Jadi, dia bisa irit, tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pengasuh, ha-ha-ha," kata Novita setengah bercanda.

Selain tahu cara mengasuh anak, Novita juga punya "daya jual" lain, yaitu hobi memasak. Setiap harinya, dia memasak sendiri makanan untuk sarapan, untuk bekal anak ke sekolah, dan memasak untuk makan siang sang suami.

"Saya masak makan siang di kantor. Setiap siang, suami datang ke kantor saya untuk makan," kata Novita yang memasak sendiri agar keluarganya bisa selalu mengonsumsi makanan sehat.

Di balik kesibukan sebagai seorang perempuan pekerja, istri, dan ibu, Novita selalu menyisihkan waktu untuk menjalani hobinya menulis dan olahraga angkat beban.

Dari hobinya menulis, perempuan yang gemar membaca buku teologi ini sudah menghasilkan buku berjudul Bad Behaviour, Tantrums, and Tempers, yang membahas pola asuh yang benar saat membesarkan anak.

Sementara, untuk olahraga angkat beban yang sudah dilakukan sejak SMA, dilakukan Novita sebanyak 3-4 kali seminggu bersama suami. Saat akhir pekan, tak jarang Novita mengajak buah hatinya.

Karena rutin, saat ini Novita sudah bisa mengangkat beban hingga 140 kilogram untuk latihan kaki, 50 kilogram untuk otot dada, bahu, dan punggung. Sit-up, push-up, dan pull-up juga sudah menjadi makanan sehari-hari. Maka, tak heran kalau di balik kelembutan saat berinteraksi dengan anak-anak, Novita adalah perempuan berotot.

"Kan dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat," ujarnya. (IYA) e-ti

Sumber: Kompas, Minggu, 6 Februari 2011 | Penulis: Yulia Sapthiani

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 07 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Yes I Am A Fundamentalist Menolak Dinobatkan Menjadi Sultan

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Komik strip yang bekisah tentang seorang pemuda yang bernama Lotif.

Catatan Tuhor.com: Lotif muncul perdana di Koran Tempo Minggu pada 15 Mei 2005. Buku legendaris ini layak dimiliki oleh siapa saja terutama pencinta komik strip karena isinya menyentil isu-isu sosial dan politik dengan ringan, cerdas dan jenaka.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: