gototopgototop

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan paling lambat 16 Mei 2012.

LENGKAPI DATA: Sudahkah Anda punya "rumah pribadi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan kirimkan biografi dan CV Anda ke

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

  • 0
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
prev
next

Pendokumentasian Budaya Nusantara

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pendokumentasian Budaya Nusantara
e-ti | kompas-khaeruddin
Pekerjaan Utama:
Etnomusikolog dan Seniman Tari
Lihat CV
Nama:
Endo Suanda
Lahir:
Majalengka, Jawa Barat, 14 Juli 1947
Profesi:
Etnomusikolog dan Seniman Tari
Pendidikan:
  • Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Bandung
  • ASTI Yogyakarta
  • MA dari Wesleyan University, Middletown, Connecticut AS
  • Phd Etnomusikologi Washington University AS, 1991
Pengalaman:
  • Konsultan Departemen Etnomusikologi Universitas Sumatera Utara
  • Asisten untuk musik gamelan di Washington University, AS
  • Pengajar musik dan gamelan di Cornell University, Ithaca, New York, AS
Tutup CV

Saat produk budaya dan seni Indonesia, seperti batik dan wayang kulit, dikukuhkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO, sebenarnya saat itu juga keduanya tak bisa diklaim sepenuhnya menjadi milik bangsa Indonesia. Batik dan wayang sudah menjadi milik dunia. Sayangnya, setelah pengukuhan tersebut, tetap tak banyak pengaruhnya bagi pemilik kebudayaan itu sendiri.

Coba saja, dalam tujuh tahun sejak wayang kulit dikukuhkan sebagai warisan dunia itu, apa ada pengaruhnya? Apa dengan pengukuhan tersebut anak-anak Indonesia bisa lebih mudah belajar tentang wayang?" gugat etnomusikolog dan seniman tari, Endo Suanda.

Endo resah, pemerintah mendaftarkan produk seni dan budaya Indonesia sebagai warisan dunia, tetapi di sisi lain pemerintah tak memberikan akses yang bagus bagi warga mendapatkan pengetahuan soal produk budaya dan seni itu.

"Banyak orang bicara bagaimana membangun karakter bangsa yang berpijak pada khazanah budaya dan seni lokal. Kita bicara pengembangan kecerdasan yang berbasis kearifan lokal. Namun, pengetahuan riil soal kehidupan kebudayaan kita tak terdata dengan baik. Padahal, data yang membentuk ilmu pengetahuan," katanya.

Akses publik terhadap pengetahuan budaya dan seni Nusantara itu yang digugat Endo sejak tahun 2007 saat dia melakukan pendokumentasian secara digital produk seni dan budaya seluruh Nusantara. Ia mendirikan lembaga Tikar Media Budaya Nusantara, yang bakal menjadi cikal bakal ensiklopedia produk seni dan budaya Indonesia.

Silakan masuk ke laman lembaga itu di www.tikar.or.id. Begitu masuk beranda laman ini, pengunjung disuguhi video Gulintang Toli-toli, ensambel gulintang yang dimainkan ibu-ibu. Hal yang menarik dari video itu, gong kecil yang dipakai adalah bekas tangki minyak lampu petromaks. Pemainnya seorang ibu yang juga membuat dan melaras gong kecil tersebut.

Lihat juga koleksi foto rebab di laman itu. Anda mungkin tak menduga alat musik gesek itu bisa ditemukan di suku Karo di Dataran Tinggi Karo, Sumatera Utara (Sumut), selain juga dikenal sebagai alat musik suku bangsa lain di Indonesia, seperti Jawa, Sunda, dan Dayak.

Pada halaman lainnya, ada beragam jenis tangan dalam karakter wayang. Foto beragam jenis tangan karakter wayang itu terdokumentasikan dengan baik sehingga orang dengan mudah membedakan dari daerah mana wayang itu berasal. Ternyata satu karakter wayang bisa memiliki puluhan, bahkan ratusan jenis tangan.

"Sejak ditetapkan sebagai warisan dunia, apakah pengetahuan anak-anak Indonesia soal wayang bertambah? Saya rasa tidak karena tak ada akses bagi mereka untuk mempelajarinya," ujarnya.

Koleksi foto di laman itu sangat beragam. Anda bisa menemukan foto sebuah grup ronggeng di Aceh. Ronggeng yang dikenal sebagai kesenian rakyat dari Banyumas, Jawa Tengah, seperti dalam trilogi novel karya Ahmad Tohari, Ronggeng Dukuh Paruk, juga ditemukan di Aceh.

"Kalau sekadar foto tanpa dikasih keterangan, tak bisa dianggap data. Gambar grup ronggeng di Aceh contohnya. Tanpa keterangan foto tersebut diambil di Aceh, kita mungkin tak tahu jika pernah ada grup ronggeng di sana," katanya.

Endo percaya, dari datalah, produk budaya dan seni budaya Nusantara bisa menjadi pengetahuan. Produk budaya dan seni yang terdata dengan baik tak akan mati karena semua orang bisa mengaksesnya sebagai bahan belajar.

"Bagaimana kita bisa bicara pengembangan kecerdasan kalau untuk belajar seni dan budaya saja sudah salah dari awal," ujarnya.

Ada sekitar 5.000 koleksi foto, 3.000 foto di antaranya sudah diberi keterangan memadai. Menurut Endo, data produk budaya dan seni Nusantara yang dikoleksinya mencapai tiga terabita.

Menurut Endo, pemerintah bukan tak sadar pentingnya pendokumentasian produk budaya dan seni Nusantara. Sejak tahun 1993, pemerintah membuat proyek Peta Budaya Indonesia."Kesadaran itu sudah sejak lama muncul. Tetapi, sampai sekarang barangnya belum terwujud karena pemerintah tak pernah didukung ahli di bidang itu (pendokumentasian dan pengarsipan data budaya dan seni)," katanya.

Ensiklopedia budaya

Endo dengan Tikar Media Budaya Nusantara sejak tahun 2007 mendokumentasikan dan mengarsipkan secara digital 13 kategori produk budaya dan seni Nusantara, seperti tarian, musik, teater, seni rupa, topeng, wayang, arsitektur, permukiman, tekstil, kuliner, permainan, dan keterampilan.

"Setiap kategori diberi deskripsi yang cukup sehingga yang dilakukan mirip upaya membuat sistem ensiklopedia seni dan budaya Nusantara," katanya.

Kemudahan digitalisasi data menjadi pilihan Endo. Dengan mendigitalisasi semua data, setiap orang yang mengakses akan mudah mendapatkan pengetahuan yang dia mau. Identitas utama pada data produk budaya dan seni yang dikoleksi Endo adalah daerah atau geopolitik.

"Dari 13 kategori itu, saya bikin sub-sub kategori dan sistem kata kunci untuk memudahkan pencarian. Tentu saja identitas utama tetap daerah asal," katanya.

Identitas daerah asal hanya untuk mempermudah siapa pun mengetahui data yang terkoleksi. Seperti rebab yang tak hanya dimonopoli satu daerah. Rebab juga ditemukan di daerah yang selama ini mungkin dikenal umum tak memiliki alat musik gesek itu.

Dalam mengoleksi dan mengarsip semua data produk budaya dan seni Nusantara, Endo dibantu para relawan mantan mahasiswanya di Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung dan Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Selain itu, pada tahun 2004 Endo juga mendirikan Lembaga Pendidikan Seni Nusantara (LPSN).

"Kegiatan kami di LPSN antara lain membuat bahan ajar berupa buku dan audiovisual. Kami tawarkan kepada semua sekolah yang ada di Indonesia. Datanya antara lain dari pendokumentasian dan pengarsipan yang kami lakukan," katanya.

Kegiatan ini awalnya merupakan keprihatinan Endo melihat pendidikan seni yang tak memberikan pencerahan kepada anak didik. "Dari awal kita sudah diberi pelajaran, lukisan ini yang bagus, lukisan itu yang tidak bagus. Tari ini yang bagus, tari itu tidak bagus. Murid tak diajak mendalami esensi seni itu sendiri sehingga pada banyak hal pengajaran seni justru memarjinalkan seni itu sendiri. Ini terutama seni kerakyatan yang tak punya banyak pengikut," katanya.

Apa yang dikerjakan Endo dengan Tikar Media Budaya Nusantara dan LPSN sedikit banyak mengubah pengajaran seni dan budaya di sekolah. Sudah ribuan sekolah di 12 provinsi yang menerima bahan ajar dari LPSN. "Kami terbuka terhadap siapa pun yang mau berbagi pengetahuan," katanya. e-ti

Sumber: Kompas, Rabu, 2 Februari 2011 | Penulis: Khaeruddin

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 07 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Intermezzo
Bunga nasional Korea Utara, Kimilsungia, yang amat populer berasal dari Indonesia dan diberi nama oleh Presiden RI Ir. Soekarno.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp: (021) 8293113, Telp/SMS: (021) 32195352, 32195353, Fax: (021) 83787235
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. Salah satu cara dengan menggunakan fitur SINDIKASI ini. (2) Ucapan terima kasih di kolom komentar. (3) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Beri Komentar

Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


Kode keamanan Refresh

Bio Lainnya

Click to view full article

Selama hidupnya, doktor kesehatan masyarakat lulusan Harvard University ini fokus di dunia penelitian dan pelayanan kesehatan masyarakat. Karirnya kemudian mencapai puncak

Click to view full article

Ketua Komisi Nasional PA periode 2010-2014 ini sebelumnya dikenal luas sebagai aktivis buruh. Namun perjumpaannya dengan anak-anak yang kurang mendapat perhatian membuat ia

Click to view full article

Menurut Mangapul Sagala, keinginan untuk mendapatkan sesuatu secara instan merupakan penyebab maraknya praktik korupsi dan penyelewengan di negeri ini. Ironisnya, hal-hal yang

Click to view full article

Sebagai pendeta yang juga manusia biasa, Mangapul Sagala Staf Perkantas Jakarta, Dosen Perjanjian Baru STT IMAN dan STTRII Mangapul Sagala mau tidak mau harus berhadapan dengan tantangan hidup yang sering menguji keteguhan imannya. Lewat ujian-ujian itu


Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
 

Like and Support Us

Komunitas

  • Terbaru
  • Komentar
  • Irwan Hidayat

    m.nailul anwar noer
    Alhamdulillah, kami selaku warga negara Indonesia, sangat bangga atas tercapainya cita2 Sidomuncul, dan ...
     
  • Galaila Karen Agustiawan

    soedono adi triwanto
    Saya mengagumi anda sebagai salah satu dari sedikit tokoh yg berkarakter dan sebagai bangsa Indonesia ...

Aktivitas Terbaru di Facebook

Poling Tokoh