WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Seniman Menembus Batas

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Seniman Menembus Batas
e-ti | Mediaindonesia-panca s

Bagi kurator seni kontemporer ini, sebuah karya seni yang sempurna lahir dari kebebasan.

Kurator benda-benda seni
Lihat Curriculum Vitae (CV) Asmudjo Jono Irianto

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Asmudjo Jono Irianto

QR Code Halaman Biografi Asmudjo Jono Irianto
Bio Lain
Click to view full article
Dewi Sandra
Click to view full article
Norbertus Riantiarno
Click to view full article
Ki Hajar Dewantara
Click to view full article
Alex Noerdin
Click to view full article
Bunga Citra Lestari
Click to view full article
Rizal Djalil
Click to view full article
Pra A Natadiningrat

Hujan pertengahan Juli membasahi kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Tepat di pintu depan Gedung Galeri Nasional, sepekan silam, seorang laki-laki berambut gondrong terlihat asyik berbincang bincang dengan beberapa orang. Penampilannya sederhana, dengan T-shirt berlengan, sepatu kets, ditambah sebuah topi.

Dia, si rambut gondrong, adalah Asmudjo Jono Irianto, seorang kurator kawakan yang sudah bergelut dalam dunia seni rupa selama 30 tahun. Dad rentang pengalaman panjang itu, pria asal Bandung, Jawa Barat, ini bisa mengutarakan, "Sekarang ini, karya seni rupa sudah menjadi mata pencaharian. Pemerintah mah belum mendukung sepenuhnya kesenian di Indonesia."

Sebenarnya, kata dia, semua negara berkembang mengalami permasalahan yang sama dalam seni kontemporer. "Singapura, Thailand, dan Malaysia pun mengalami karut-marutnya perkembangan kesenian," tuturnya.

Di mata Asmudjo, persaingan antar-seniman di tiap negara berbeda. Namun setiap hasil karya, baik knya maupun krida, memiliki kesamaan, yakni terilhami dari karut-marut politik, ekonomi, dan sosial budaya.

"Bedanya hanya satu, yaitu pemerintah belum berprioritas pada seniman di Tanah Air. Meski ada, itu sangat kecil sekali," tegasnya.

Enam puluh lima tahun kemerdekaan yang telah berjalan dirasa belum memberikan sesuatu yang besar. Itu, kata Asmudjo, yang menjadi .keresahan para seniman dalam menuangkan inspirasi dalam berbagai karya.

"Perlu ada terobosan. Kita memiliki keanekaragaman budaya yang dapat mengalahkan negara lainnya. Saya berharap ada perhatian khusus di bidang ini," tutur sang kurator.

Asosiasi kurator

Sejak kecil, Asmudjo sudah menyukai berbagai lukisan dan patung. Kecintaan terhadap hasil karya manusia itulah yang membuat hati kecilnya tergerak untuk menimba ilmu di bidang seni rupa.

Masa sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama dihabiskannya di Jakarta. Pengaruh modernisasi di Ibu Kota membuatnya cukup terpengaruh oleh berbagai aliran seni lukis abstraksionis.

"Saat itu, saya tidak berpikir untuk menyukai aliran naturalistis. Aliran ini akan tetap sama sehingga saya lebih menekuni seni abstrak kontemporer," terangnya.

Pada 1983, Asmudjo masuk sebagai mahasiswa di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung. Pada masa perkuliahan hingga lulus pada 1990, cara pandangnya tentang seni rupa terpengaruh oleh gaya Eropa dan Asia.

Berbagai pameran berkelompok di luar negeri juga diikutinya bersama beberapa rekan. Pada 2002, bersama tujuh kurator se-Asia, Asmudjo berpartisipasi dalam sebuah pameran seni kontemporer Under Construction-New Dimensions of Asian Art, di Tokyo, Jepang.

"Saat di sana, saya menunjukkan kepada dunia tentang identitas Indonesia melalui karya-karya para pelukis. Meski ada Asosiasi Kurator Dunia, saya pribadi tidak menyetujui bila ada asosiasi serupa di ranah kurator Indonesia," jelas Asmudjo yang baru saja melakukan pameran di Singapura, dua bulan lalu.

Pengalamannya bersama kurator dari negara lain membuatnya banyak belajartentang organisasi dan sempat terpikir di benaknya untuk membentuk asosiasi untuk kurator se-Indonesia. Tapi, Asmudjo berpikir matang sampai pada pertimbangannya bahwa membuat membuat asosiasi dapat mendatangkan perpecahan antar-seniman.

Lagi pula, asosiasi dicemaskan me-ngungkung kebebasan. Padahal, sebuah karya bisa terlahir dengan sempurna dengan kebebasan. Jadi, pemberian kebebasan kepada seniman .ui.il.ih suatu keharusan.

Melewati batas

Perkembangan seni Indonesia di mata Asmudjo tidak terlepas dari masa kerajaan-kerajaan besar seperti Majapahit atau Sriwijaya. Perkembangan itu terus berlangsung saat zaman penjajahan. Dia berkeyakinan perkembangan seni akan terus berkembang sesuai dengan zaman.

Pada masa depan, dia meyakini, dalam kebebasan yang menjadi keharusannya, seniman juga harus melewati batas, cross the border, dalam berkarya.

"Banyak seniman Barat yang mempelajari Guru Besar Antropologi pada Universitas Indonesia (1962-1999)
Guru Besar Antropologi pada Universitas Indonesia (1962-1999)
antropologi
. Mereka sudah menyadari cross the border. Ini mutlak dilakukan seniman untuk dapat bertahan dalam tatanan yang semakin meningkat," tukasnya.

Sebagai ilmuwan, Asmudjo sangat menekankan kepada mahasiswanya untuk dapat berkarya dengan kesabaran dan ketekunan, dua hal yang dianggapnya sebagai modal utama seorang seniman.

Pendidikan seni rupa baginya sangat mutlak dipelajari melalui jalur formal. Kesabaran dan ketekunan juga dibutuhkan dalam mengasah diri melalui jalur informal.

Asmudjo menambahkan, senimanyang mampu cross the border adalah mereka yang mengasah pendidikan. Baginya, pengetahuan, baik formal maupun informal, perlu diasah, untuk menciptakan seniman-seniman intelekiu.il. (M-3) e-ti

Sumber: Media Indonesia, Senin, 19 Juli 2010 | Penulis: Iwan Kurniawan

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 07 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Revolusi Musik Dol Bengkulu Upaya Menyelamatkan Gambut

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Buku ini menjelaskan mengenai seluk-beluk pemotretan olahraga. Dasar teori sampai dengan proses pemotretan di lapangan.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: