Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

Berita Tokoh Monitor

KPK-Hukum

Bisnis-Entrepreneur

Internet-Social Media

Budaya-Sastra

Mancanegara

Olahraga

Gaya Hidup

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Harta Berharga Kolektor Senior

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Harta Berharga Kolektor Senior
e-ti | Mediaindonesia-adam dwi

Putaran bisnis barang antik kolektor Munir Darwis bernilai miliaran rupiah. Namun sepotong kenangan ternyata jauh lebih berharga.

Kolektor benda-benda seni
Lihat Curriculum Vitae (CV) Munir Darwis

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Munir Darwis

QR Code Halaman Biografi Munir Darwis
Bio Lain
Click to view full article
Ch. Robin Simanullang
Click to view full article
Deni Purwandana
Click to view full article
Sutaji
Click to view full article
Djoko Santoso
Click to view full article
Yusuf Arief Rahmanto
Click to view full article
Tan Joe Hok
Click to view full article
Putera Sampoerna

Ruas jalan di kawasan Kebon Sirih hingga Menteng, Jakarta Pusat, mulai lengang dari kemacetan, Kamis (1/7). Sudah pukul 21.05 WIB, dan kota temaram.

Di Galeri Djody Art Curio, Munir Darwis terlihat tidak tenang. Pendiri galeri yang juga dikenal dengan nama Munir Djody itu mondar-mandir di ruangan sekitar 600 meter persegi. Sesekali opa berambut perak itu beranjak untuk duduk di kursi, berdiri tegak, dan kembali duduk. Menjelang pembukaan Jakarta Art Curio and Antique Fair pada 2-11 Juli 2010, nyata terlihat ia ingin semua persiapan sempurna.Di luar ruangan, beberapa pekerja juga tampak sibuk merapikan benda-benda kuno yang berumur di atas 100 tahun. Mereka harus berhati-hati karena benda-benda itu cukup sensitif.

Apalagi, keramik, piring kuno, dan lukisan yang harganya mencapai miliaran rupiah itu tergolong barang mudah pecah.Jarum jam terus berdetak. Sejurus kemudian, kolektor senior itu mulai memperlihatkan ratusan koleksi kuno miliknya yang berbahan dasar perunggu, keramik, dan kayu. Barang-barang antik yang terbuat dari keramik meliputi tegel tua, gebyok, mebel antik, perabot antik, hingga piring kuno. Sementara yang terbuat dari perunggu di antaranya meja, teko air, lampu (dian), ornamen kuda dan ayam, uang, serta kapak. Begitu pula yang berbahan kayu meliputi ukiran patung, wayang, lemari, peti, dan topeng.

"Khususnya piring, saya kumpulkan dari negara-negara Asia. Adapun perunggu, saya dapat dari beberapa relasi di dalam maupun luar negeri. Eranya berbeda-beda dari abad V hingga XV," ujar Munir yang sudah menggeluti bidang ini puluhan tahun.Semakin tua barang, kata Munir, akan semakin bervariatif pula nilai jualnya bergantung pada permintaan. Dia mencontohkan sebuah tempat tidur kayu berwarna kecokelatan peninggalan VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) antara 1680 dan 1792.Tempat tidur itu saya beli di Ambon Rp20 juta dari seorang teman. Ini barang dari zaman VOC, jadi sangat langka. Sekarang, ditawarkan Rp427 juta. Tapi sebenarnya, nilai jual barang-barang antik bergantung pada permintaan. Bisa saja saya tawarkan hingga miliaran rupiah," ujar Munir.

Akibat dari harga tanpa standar dan nilai yang menggiurkan, pemalsuan barang-barang antik makin menjadi-jadi. "Tidak sedikit barang-barang palsu yang menyerupai bentuk asli. Harganya pun sangat murah. Tempat tidur zaman VOC itu saja sudah ada tiruannya, jadi harus hati-hati," ujar ayah dari lima anak itu.

Jatuh cinta

Munir telah mencintai barang antik sejak usia belasan. Kecintaannya itu tidak lepas dari masa bertumbuhnya di Bukittinggi, Sumatra Barat, pada masa pendudukan Jepang. "Saat itu, saya ke Bukittinggi umur 8 tahun, belum begitu tahu kalau ada invasi Jepang. Selama 6 tahun di sana, saya jadi belajar budaya dan adat istiadat Minang," paparnya.Pada 1955, dia sempat menempuh pendidikan selama dua tahun di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Sayangnya, Munir tidak punya biaya sehingga ia harus berhenti di tengah jalan. "Mau apa lagi, pada masa itu biaya orang tua juga pas-pasan untuk makan sehari-hari.

Ya, terpaksa niat saya urung untuk menjadi ahli hukum. Saya tidak menyesal karena waktu itu pernah krisis juga," kenangnya.Di pertengahan 1959, Munir sempat bekerja sebagai buruh kasardi perusahaan tekstil, yakni PT Rata Textil. Namun, dia hanya bertahan 3,5 tahun. Upah kerja yang minim pada saat itu memaksanya untuk hengkang.

Pada 1961, Munir serius menggeluti Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
barang antik. Pada awal usaha, lelaki yang telah mengecap kehidupan di tiga zaman yaitu penjajahan, revolusi, dan reformasi, itu berkelana sampai ke Indonesia bagian timur. "Era revolusi, barang yang beredar di Ibu Kota cukup minim. Jadi saya sudah menyusuri beberapa kota di Jawa hingga ke Ambon untukmendapatkan barang-barang tersebut," tutur pria berdarah Minangkabau itu.

Setelah mendapatkan berbagai barang antik, dia langsung menawarkan kepada beberapa kolektor dengan mengayuh sepeda ontel. "Mereka (kolektor lokal) sering menawarkan dengan harga yang murah. Untunglah, ada menir-menir Belanda yang tinggal di kawasan Menteng dan sekitarnya. Mereka menghargai barang-barang saya dengan harga lumayanlah," kisahnya.Perjuangan untuk berLihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
barang-barang antik itu tidak mudah. Namun, Munir percaya kerja keras dan tekad bulat bisa mewujudkan impiannya. Betul saja, pada 1964 Munir mendapatkan kesempatan untuk mengikuti New York World Fair di Amerika Serikat. Kesempatan itu tidak ia sia-siakan. Enam tahun berselang, dia juga berpartisipasi pada ajang yang sama di Osaka Fair, Jepang.

"Saya sempat bersama istri tinggal selama 6 bulan di Jepang. Kesempatan itu tidak kami sia-siakan untuk mempromosikan barang antik seperti wayang solo dan parung bali. Ternyata cukup laris dan dicari orang asing," lanjutnya seraya menikmati setangkai jambu air.Meski berdagang. Munir tenyata tidak selalu melepas barang-barang koleksinya. Baginya harta tidak selalu berwujud materi, tapi juga kenangan. "Saya juga membeli barang-barang antik seperti piring-piring yang terbuat dari keramik. Tapi hingga kini, saya masih menyimpannya dengan rapi. Ada kenangan-kenangan manis selama di sana sehingga saya tidak mau menjualnya," ujarnya, tenang. (M-4) e-ti

Sumber: Media Indonesia, Selasa, 6 Juli 2010 | Penulis: Iwan Kurniawan

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 07 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
Beri Komentar

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Sponsorship

Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

Sponsor Bronze
Sponsor Bronze: US$50
Sponsor Silver
Sponsor Silver: US$250
Sponsor Gold
Sponsor Gold: US$500


Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
 

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: