WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Kembali ke Habitat

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Kembali ke Habitat
e-ti | kompas-budiarto s

Bagi Emeria Siregar, kembali ke Praha sebagai Duta Besar Indonesia untuk Ceko di wilayah Eropa Timur/Tengah (ETT) bak pulang kampung. Ia pernah bermukim di Beograd, Yugoslavia, dan juga bertugas sebagai KUAI (Kuasa Usaha Ad Interim) di Bratislava, Slowakia. Sebelum ke Praha, Emeria memangku jabatan Direktur ETT, Kementerian Luar Negeri.

Duta Besar Indonesia untuk Ceko di wilayah Eropa Timur/Tengah (ETT)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Emeria Siregar

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Emeria Siregar

QR Code Halaman Biografi Emeria Siregar
Bio Lain
Click to view full article
Nyonya Meneer
Click to view full article
Syaharani
Click to view full article
Muhammad Yamin
Click to view full article
Habib Ali Al Habsyi
Click to view full article
Rijanto Joesoef
Click to view full article
Nelson Tansu
Click to view full article
Nasruddin Hars

Dalam pembagian tugas di KeLihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
an Luar Negeri, wilayah Eropa Timur/Tengah mencakup 18 negara. Ada yang besar seperti Rusia atau eks Uni Soviet, sampai yang kecil seperti Ukraina, Albania, Armenia, Belarusia, Moldova, Georgia, dan Macedonia. Ada pula yang bekas Yugoslavia: Bosnia-Herzegovina, Montenegro, Kroasia, dan Serbia. Enam negara ETT yang familiar di telinga kita, Bulgaria, Hongaria, Polandia, Rumania, dan Ceko serta Slowakia (sebelumnya Cekoslovakia).

"Salah satu hambatan yang kerap ditemui dalam upaya peningkatan kerja sama kita dengan negara-negara ETT, masih banyak pihak di Indonesia kurang menyadari 6 dari 18 negara itu di anggota Uni Eropa (Ceko, Slowakia, Polandia, Hungaria, Bulgaria, dan Romania). Juga bahwa Ceko telah berpisah secara damai dengan Slowakia sejak akhir 1992," kata penggemar cokelat itu.

Demikian pula kenyataan Yugoslavia sesungguhnya sudah tidak ada lagi sejak 1991, dimulai dari berpisahnya Slovenia, Kroasia, dan Macedonia dari Serbia. Lalu diikuti Bosnia-Herzegovina yang memicu konflik Balkan. Negara-negara bekas Uni Soviet juga banyak, termasuk tiga negara Baltik (Estonia, Latvia, dan Lituania) yang juga sudah anggota Uni Eropa.

Penggemar berat traveling ini sudah bolak-balik mengunjungi 16 negara ETT menjalankan fungsi sebagai Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
. Umumnya, penugasan itu berupa kunjungan mempererat hubungan bilateral atau menghadiri Sidang Komisi Bersama atau Forum Konsultasi Antar-KeLihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
an Luar Negeri. Kurangnya perhatian dan pengetahuan mengenai Eropa Tengah dan Timur menyebabkan kurang tersedianya data akurat menyangkut negara-negara kawasan tersebut di Indonesia. "Sering kali data yang tersedia masih ditulis sebagai data mengenai Cekoslovakia atau data tentang Yugoslavia, walau kedua negara itu sudah tidak ada lagi," kata putri berayah dan ibu dokter ini.

Tentu saja peningkatan volume perdagangan dan investasi menjadi tujuan utama Indonesia menjalin persahabatan dengan 18 negara itu. Bekerja sama dengan berbagai keLihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
an lain, dan meyakinkan peLihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
-peLihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
Indonesia bahwa tersedia peluang besar, dan bahwa kawasan Eropa Tengah dan Timur merupakan pasar nontradisional yang menjanjikan bagi kita, sangat tidak mudah.

"Kesulitan yang paling sering dihadapi adalah jarak geografis yang jauh dan bahasa-bahasa setempat yang sulit dipahami. Sementara negara-negara Asia lainnya dengan cepat merebut kesempatan yang tersedia dan telah hadir di kawasan tersebut," ujarnya. Sebuah hal yang menguntungkan, prospek cerah menjalin hubungan dagang dengan negara-negara itu berpotensi besar, karena kedekatan emosional dan historis negara-negara tersebut dengan Indonesia pada era Orde Lama.

"Dari data Kementerian Perdagangan dalam lima tahun terakhir, total nilai perdagangan Indonesia dengan 18 negara itu tercatat meningkat sampai 2010 (kecuali 2009)," ungkap Emeria. Komoditas ekspor kita ke kawasan itu beragam, dari hasil perkebunan, sepatu, hingga garmen dan tekstil. Sedangkan impor mereka dari besi/baja, aluminium, pupuk kimia, hingga berbagai mesin serta produk-produk kimia.

Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
dan diplomat

Bagi penggemar segala jenis musik itu, penugasan di Ceko membuatnya senang. "Karena, ibaratnya, kembali ke habitat," katanya. Dirinya telanjur akrab dengan kawasan Eropa Tengah dan Timur sejak tinggal di Beograd (1989-1994), bertugas di Bratislava (2003-2006), dan menjadi Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Eropa Tengah dan Timur (2007-2010). "Semua itu pengalaman yang sangat berharga dan menjadikan tugas di Ceko tidak terasa berat karena tidak asing dengan negara-negara kawasan ini," katanya.

Hubungan Indonesia dengan Cekoslovakia dimulai sejak 1952. Pemerintah RI mengakui kedaulatan Ceko ketika berpisah dengan Slowakia tahun 1992. Ceko yang kemudian merangkul demokrasi, masuk Uni Eropa dan NATO tahun 2004. "Ceko negara yang terus berubah, sudah lebih dari sepuluh tahun terakhir menata kembali hubungannya dengan dunia. Ceko masa kini dipimpin generasi muda. Banyak menteri, pejabat, gubernur, wali kota yang berusia sekitar 35-37 tahun," ujar Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
campuran Jawa Timur-Batak ini.

Salah satu misi khusus Emeria sekarang ini mewujudkan kunjungan kenegaraan Presiden Ceko Vaclav Klaus untuk bertemu Presiden Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Susilo Bambang Yudhoyono
, akhir tahun ini. Selain itu, juga mendatangkan mantan Presiden Vaclav Havel, ikon "Revolusi Beludru" yang merobohkan rezim komunis Cekoslovakia tahun 1989.

"Vaclav Havel menyampaikan keinginannya berkunjung ke Indonesia. Saya menjelaskan perkembangan hubungan Indonesia-Ceko yang sama-sama mengalami banyak perubahan menuju negara demokrasi. Saya juga meminta dia menjadi patron pada acara-acara kebudayaan Indonesia di Ceko, mengingat Havel tokoh budaya juga karena latar belakangnya sebagai pemain drama," kata Emeria.

Atas prakarsa dan upaya Emeria, Kompas mendapat kesempatan mewawancarai khusus Havel yang dimuat dalam edisi 2 Januari 2011 lalu. "Tidak mudah membujuk Havel memberikan wawancara untuk media, bahkan untuk media Ceko. Saya sudah mengantarkan koran yang memuat wawancara tersebut. Itulah yang antara lain membuat Havel tertarik datang ke Indonesia," katanya.

Kompas juga dibukakan akses seluas-luasnya oleh Emeria untuk menemui berbagai pihak di Ceko, termasuk bertemu dengan pejabat Kemlu, gubernur, pakar, TKI, mahasiswa, dan Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
. Tak kalah penting, pertemuan dengan para bekas mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi di Ceko pada era Orde Lama dan pada masa Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
dicegah kembali ke Tanah Air.

"Pekerjaan Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
, peneliti, dan diplomat sama saja, yakni memperluas jaringan lobi tanpa henti dan menulis laporan. Sejak bertugas September 2010, saya dan rekan-rekan diplomat di Praha bertekad membuka akses seluas-luasnya bagi media untuk meliput setiap kegiatan kami. Tanpa media, kami tak berarti apa-apa," kata Emeria yang akrab disapa "Adjeng" ini.

Pengalaman Kompas selama sepekan mengikuti trip jurnalistik di Ceko telah membuktikan hal tersebut. Jujur saja, trip jurnalistik yang disiapkan KBRI Praha semestinya dijadikan sebagai model bagi Kemlu untuk makin mengakrabkan hubungan dengan media, untuk mengetengahkan citra sebagai ujung tombak diplomasi yang lebih profesional. e-ti

Sumber: Harian Kompas, Selasa, 1 Februari 2011 | Penulis: BUDIARTO SHAMBAZY

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 07 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Rujukan Pembacaan Prasasti Menteri Negara Pemuda Dan Olahraga

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Jusuf Kalla

Tokoh Monitor

Jual Buku Biografi Hukum Romli Atmasasmita

Buku Pilihan

thumb

Dalam buku ini akan dibahas beberapa bahan pangan penting yang memiliki khasiat ampuh untuk keawetmudaan dan panjang umur.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: