WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

Berita Tokoh Monitor

KPK-Hukum

Bisnis-Entrepreneur

Internet-Social Media

Budaya-Sastra

Mancanegara

Olahraga

Gaya Hidup

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Bunda bagi Kaum Miskin

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Bunda bagi Kaum Miskin
e-ti | Agustinus Handoko-Kompas.com

Butuh perjuangan untuk mempertahankan idealisme menjadi teman untuk mereka yang termarjinalkan. Apalagi selalu ada sindikat yang memosisikan kalangan termarjinalkan itu untuk menjadi korban.

Pelatih Inti Relawan HIV/AIDS Singkawang
Lihat Curriculum Vitae (CV) Mardiana Maya Satrini

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Mardiana Maya Satrini

QR Code Halaman Biografi Mardiana Maya Satrini
Bio Lain
Click to view full article
Dina Nuriyati
Click to view full article
Made Sudiana
Click to view full article
Kharis Suhud
Click to view full article
Ramlan Surbakti
Click to view full article
LB Moerdani
Click to view full article
Don Hasman
Click to view full article
Tjahjo Kumolo

Sejak membuat identitas, tenaga kerja Indonesia yang akan bekerja di luar negeri menjadi pembantu rumah tangga (PRT) sudah menjadi korban. Di tangan majikannya, para pembantu itu tak memiliki kekuatan lagi. Identitas mereka dipalsukan sindikat," kata Mardiana Maya Satrini, yang sering dipanggil Bunda Maya.

Pemalsuan identitas calon PRT, kata Maya, sudah jamak terjadi karena oknum yang merekrut hanya menginginkan imbalan dari agen yang membutuhkan pekerja Indonesia. Ketika identitas sudah dipalsukan, tenaga kerja Indonesia (TKI) sulit dilacak sehingga rentan menjadi korban kekerasan. Hal itu sering menimpa TKI yang menjadi PRT di luar negeri.

Maya, Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
asal Singkawang, Kalimantan Barat, sudah 28 tahun mendampingi TKI yang mendapat perlakuan tak manusiawi. Jadi, hampir setiap celah potensi kekerasan terhadap TKI sudah diketahuinya.

"Awalnya saya hanya mendengar. Namun, setelah bertemu langsung seorang TKI yang menjadi korban kekerasan, saya terpanggil mendampinginya. Di Malaysia dan Taiwan banyak PRT yang dioper dari satu majikan ke majikan lain seperti barang untuk menghindari razia Kapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
setempat," katanya.

Maya semakin yakin TKI adalah salah satu sasaran kekerasan sejak masih di Indonesia hingga bekerja di luar negeri. Boleh dibilang, semangat pelayanan Maya itu "bawaan lahir". Saat teman sebayanya di kelas I SMA asyik bersenang-senang, dia justru menyambangi panti asuhan dan panti jompo di Singkawang.

"Seandainya jadi mereka, pasti saya sedih. Maka saya datang dan belajar merawat mereka," katanya.

Akan tetapi, dia tak bertindak ekstrem dan menghindari pergaulan. "Kalau ada acara wisata atau pergi satu kelas ke tempat rekreasi, saya ikut. Tetapi, saya selalu ingin segera pulang karena merasa mereka yang di panti asuhan dan jompo menunggu," tuturnya.

Sejak bersinggungan langsung dengan aktivitas pelayanan sosial di panti asuhan dan jompo itu, Maya menyadari banyak orang yang tak beruntung dan memerlukan pendampingan.

Sejak bersinggungan langsung dengan aktivitas pelayanan sosial di panti asuhan dan jompo itu, Maya menyadari banyak orang yang tak beruntung dan memerlukan pendampingan.

Di waktu senggang sekolah, ia suka ke kampung asal para TKI dan bertemu orangtua mereka. Ia mencari tahu pokok persoalan hingga banyak orang menjadi TKI.

Persoalan dasarnya adalah kemiskinan. Setelah lulus sekolah, Maya mulai intens bertemu para keluarga TKI di Singkawang dan Sambas. Ia mengajak mereka membuat pelatihan kecil pembuatan kue dan kerajinan tangan.

"Tak semua keluarga yang saya dampingi bersedia karena hasilnya kecil dan perlu waktu lama. Pola pikir mereka ingin mendapat uang banyak dalam waktu singkat dan menjadi TKI adalah solusinya," katanya.

Sayang, pengetahuan masyarakat tentang prosedur bekerja di luar negeri amat minim. Maka, banyak calon PRT, misalnya, tak sadar sedang dipersiapkan menjadi pekerja seks di luar negeri.

"Butuh waktu dan ketekunan untuk meyakinkan mereka bahwa menjadi TKI tanpa bekal pengetahuan itu penuh risiko," katanya.

Mengalir

Maya tak hanya dikenal sebagai pendamping TKI korban kekerasan, tapi juga Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). "Semuanya mengalir begitu saja. Setiap kali datang ke suatu tempat, terutama ketika bertemu dengan mereka yang termarjinalkan, saya merasa harus melakukan sesuatu," tuturnya.

Selain itu, ia juga aktif menjadi relawan untuk mendampingi para pekerja seks komersial di Singkawang. Ini dalam upaya mengantisipasi penularan HIV/AIDS. Pendampingannya terhadap para pekerja seks itu menguras tenaga dan emosi.

"Saya diisukan menjadi germo, bahkan PSK (pekerja seks komersial). Saya juga dituduh mencari keuntungan di balik kegiatan pendampingan. Banyak sekali tekanan, tapi saya tidak tanggapi semua tuduhan itu. Lebih penting berusaha agar mereka tidak ada di sana lagi dan bisa hidup mandiri," katanya.

Maya juga mendampingi anak-anak jalanan. "Putri bungsu saya ketika berumur lima tahun pernah protes. Katanya, apa dia perlu menjadi anak jalanan agar dapat perhatian saya. Saya sempat sedih, tapi anak saya kemudian memahami aktivitas ibunya mengajarkan kebaikan," cerita Maya, yang sering meninggalkan anaknya ketika harus melakukan pendampingan.

Maya dan sesama pekerja sosial di Singkawang yang bergabung dalam Forum Komunikasi Pekerja Sosial melakukan pendampingan aktif terhadap TKI, korban KDRT, PSK, anak jalanan, penderita kanker, orang lanjut usia (lansia), dan sederet kegiatan lain yang berbau karitatif.

Setiap hari Maya rata-rata mendampingi 10 korban dari berbagai kasus, baik yang rutin maupun temuan baru. "Hari ini ada 18 kasus yang saya dampingi, ada yang rutin maupun baru," katanya pada suatu hari.

Mitra Kapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi

Belakangan Maya juga memelopori kegiatan pelatihan pekerja sosial agar siap bertugas kapan pun dibutuhkan. "Selama tiga tahun terakhir ini kami juga menjadi mitra Kapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
untuk mengurus jenazah tanpa identitas, baik masih baru maupun yang sudah membusuk. Kami mengerjakan semuanya, mulai memandikan hingga mempersiapkan penguburan," tuturnya.

Kendati hampir setiap hari melakukan kegiatan sosial di Kalimantan dan beberapa daerah lain di Indonesia, Maya mengaku tak mendapat imbalan sedikit pun. Bahkan, dari sebagian gaji suaminya yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil itulah dia membiayai kegiatannya.

"Saya juga mendapat dukungan dari banyak pihak yang tertarik dengan kegiatan ini. Ketika saya membutuhkan biaya, misalnya untuk operasi kanker, ada saja teman yang mau membantu," katanya.

Maya mengaku prihatin sekaligus gemas dengan birokrasi yang berbelit-belit, terutama ketika menyangkut masyarakat kecil. "Masyarakat tidak bisa menunggu dengan model seperti itu. Saya memilih berjalan dengan cara saya," katanya menegaskan.

Dalam setiap upayanya, Maya meyakinkan dirinya sendiri bahwa kebahagiaan itu hanya bisa datang ketika kita mendapatkan kepuasan batin.

"Dan, kepuasan batin saya hanya bisa terpenuhi ketika melihat orang-orang yang tidak beruntung itu mampu keluar dari persoalan mereka," katanya. e-ti

Sumber: Kompas, Senin, 12 Juli 2010 | Penulis: Agustinus Handoko

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 03 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
Beri Komentar

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Sponsorship

Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

Sponsor Bronze
Sponsor Bronze: US$50
Sponsor Silver
Sponsor Silver: US$250
Sponsor Gold
Sponsor Gold: US$500


Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
 

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: