Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com

    Bunda bagi Kaum Miskin

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Bunda bagi Kaum Miskin
    e-ti | Agustinus Handoko-Kompas.com
    Pelatih Inti Relawan HIV/AIDS Singkawang
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Butuh perjuangan untuk mempertahankan idealisme menjadi teman untuk mereka yang termarjinalkan. Apalagi selalu ada sindikat yang memosisikan kalangan termarjinalkan itu untuk menjadi korban.

    QR Code Halaman Biografi Mardiana Maya Satrini
    • biografi tokoh indonesia mardiana maya satrini
    • partei bunda
    • ITC wikipedia sobre la sexualidad sexo
    • makalah pengurusan jenazah tanpa identitas
    • panti jompo asuhan bunda

    Sejak membuat identitas, tenaga kerja Indonesia yang akan bekerja di luar negeri menjadi pembantu rumah tangga (PRT) sudah menjadi korban. Di tangan majikannya, para pembantu itu tak memiliki kekuatan lagi. Identitas mereka dipalsukan sindikat," kata Mardiana Maya Satrini, yang sering dipanggil Bunda Maya.

    Pemalsuan identitas calon PRT, kata Maya, sudah jamak terjadi karena oknum yang merekrut hanya menginginkan imbalan dari agen yang membutuhkan pekerja Indonesia. Ketika identitas sudah dipalsukan, tenaga kerja Indonesia (TKI) sulit dilacak sehingga rentan menjadi korban kekerasan. Hal itu sering menimpa TKI yang menjadi PRT di luar negeri.

    Maya, Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    perempuan
    asal Singkawang, Kalimantan Barat, sudah 28 tahun mendampingi TKI yang mendapat perlakuan tak manusiawi. Jadi, hampir setiap celah potensi kekerasan terhadap TKI sudah diketahuinya.

    "Awalnya saya hanya mendengar. Namun, setelah bertemu langsung seorang TKI yang menjadi korban kekerasan, saya terpanggil mendampinginya. Di Malaysia dan Taiwan banyak PRT yang dioper dari satu majikan ke majikan lain seperti barang untuk menghindari razia Kapolri (1968-1971)
    Kapolri (1968-1971)
    polisi
    setempat," katanya.

    Maya semakin yakin TKI adalah salah satu sasaran kekerasan sejak masih di Indonesia hingga bekerja di luar negeri. Boleh dibilang, semangat pelayanan Maya itu "bawaan lahir". Saat teman sebayanya di kelas I SMA asyik bersenang-senang, dia justru menyambangi panti asuhan dan panti jompo di Singkawang.

    "Seandainya jadi mereka, pasti saya sedih. Maka saya datang dan belajar merawat mereka," katanya.

    Akan tetapi, dia tak bertindak ekstrem dan menghindari pergaulan. "Kalau ada acara wisata atau pergi satu kelas ke tempat rekreasi, saya ikut. Tetapi, saya selalu ingin segera pulang karena merasa mereka yang di panti asuhan dan jompo menunggu," tuturnya.

    Sejak bersinggungan langsung dengan aktivitas pelayanan sosial di panti asuhan dan jompo itu, Maya menyadari banyak orang yang tak beruntung dan memerlukan pendampingan.

    Sejak bersinggungan langsung dengan aktivitas pelayanan sosial di panti asuhan dan jompo itu, Maya menyadari banyak orang yang tak beruntung dan memerlukan pendampingan.

    Di waktu senggang sekolah, ia suka ke kampung asal para TKI dan bertemu orangtua mereka. Ia mencari tahu pokok persoalan hingga banyak orang menjadi TKI.

    Persoalan dasarnya adalah kemiskinan. Setelah lulus sekolah, Maya mulai intens bertemu para keluarga TKI di Singkawang dan Sambas. Ia mengajak mereka membuat pelatihan kecil pembuatan kue dan kerajinan tangan.

    "Tak semua keluarga yang saya dampingi bersedia karena hasilnya kecil dan perlu waktu lama. Pola pikir mereka ingin mendapat uang banyak dalam waktu singkat dan menjadi TKI adalah solusinya," katanya.

    Sayang, pengetahuan masyarakat tentang prosedur bekerja di luar negeri amat minim. Maka, banyak calon PRT, misalnya, tak sadar sedang dipersiapkan menjadi pekerja seks di luar negeri.

    "Butuh waktu dan ketekunan untuk meyakinkan mereka bahwa menjadi TKI tanpa bekal pengetahuan itu penuh risiko," katanya.

    Mengalir

    Maya tak hanya dikenal sebagai pendamping TKI korban kekerasan, tapi juga Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    perempuan
    korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). "Semuanya mengalir begitu saja. Setiap kali datang ke suatu tempat, terutama ketika bertemu dengan mereka yang termarjinalkan, saya merasa harus melakukan sesuatu," tuturnya.

    Selain itu, ia juga aktif menjadi relawan untuk mendampingi para pekerja seks komersial di Singkawang. Ini dalam upaya mengantisipasi penularan HIV/AIDS. Pendampingannya terhadap para pekerja seks itu menguras tenaga dan emosi.

    "Saya diisukan menjadi germo, bahkan PSK (pekerja seks komersial). Saya juga dituduh mencari keuntungan di balik kegiatan pendampingan. Banyak sekali tekanan, tapi saya tidak tanggapi semua tuduhan itu. Lebih penting berusaha agar mereka tidak ada di sana lagi dan bisa hidup mandiri," katanya.

    Maya juga mendampingi anak-anak jalanan. "Putri bungsu saya ketika berumur lima tahun pernah protes. Katanya, apa dia perlu menjadi anak jalanan agar dapat perhatian saya. Saya sempat sedih, tapi anak saya kemudian memahami aktivitas ibunya mengajarkan kebaikan," cerita Maya, yang sering meninggalkan anaknya ketika harus melakukan pendampingan.

    Maya dan sesama pekerja sosial di Singkawang yang bergabung dalam Forum Komunikasi Pekerja Sosial melakukan pendampingan aktif terhadap TKI, korban KDRT, PSK, anak jalanan, penderita kanker, orang lanjut usia (lansia), dan sederet kegiatan lain yang berbau karitatif.

    Setiap hari Maya rata-rata mendampingi 10 korban dari berbagai kasus, baik yang rutin maupun temuan baru. "Hari ini ada 18 kasus yang saya dampingi, ada yang rutin maupun baru," katanya pada suatu hari.

    Mitra Kapolri (1968-1971)
    Kapolri (1968-1971)
    polisi

    Belakangan Maya juga memelopori kegiatan pelatihan pekerja sosial agar siap bertugas kapan pun dibutuhkan. "Selama tiga tahun terakhir ini kami juga menjadi mitra Kapolri (1968-1971)
    Kapolri (1968-1971)
    polisi
    untuk mengurus jenazah tanpa identitas, baik masih baru maupun yang sudah membusuk. Kami mengerjakan semuanya, mulai memandikan hingga mempersiapkan penguburan," tuturnya.

    Kendati hampir setiap hari melakukan kegiatan sosial di Kalimantan dan beberapa daerah lain di Indonesia, Maya mengaku tak mendapat imbalan sedikit pun. Bahkan, dari sebagian gaji suaminya yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil itulah dia membiayai kegiatannya.

    "Saya juga mendapat dukungan dari banyak pihak yang tertarik dengan kegiatan ini. Ketika saya membutuhkan biaya, misalnya untuk operasi kanker, ada saja teman yang mau membantu," katanya.

    Maya mengaku prihatin sekaligus gemas dengan birokrasi yang berbelit-belit, terutama ketika menyangkut masyarakat kecil. "Masyarakat tidak bisa menunggu dengan model seperti itu. Saya memilih berjalan dengan cara saya," katanya menegaskan.

    Dalam setiap upayanya, Maya meyakinkan dirinya sendiri bahwa kebahagiaan itu hanya bisa datang ketika kita mendapatkan kepuasan batin.

    "Dan, kepuasan batin saya hanya bisa terpenuhi ketika melihat orang-orang yang tidak beruntung itu mampu keluar dari persoalan mereka," katanya. e-ti

    Sumber: Kompas, Senin, 12 Juli 2010 | Penulis: Agustinus Handoko

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 02 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    Perlu waktu 3 tahun bagi Indonesia untuk mendapatkan pengakuan terhadap budaya batik sebagai budaya milik Indonesia setelah 6 negara perwakilan Unesco melakukan pengkajian dan verifikasi.

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Setelah 10 tahun memimpin BTN, Iqbal Latanro didapuk menjadi Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero.

    Click to view full article

    Bernyanyi bagi Harvey Malaihollo tak sekadar profesi tapi bagian dari hidup. Ketika hati gembira atau sedih, ia akan tetap bernyanyi.

    Click to view full article

    Leonowens SP dikenal sebagai sastrawan muda asal Indonesia yang dikenal dunia. Pria kelahiran Jakarta, Desember 1977 ini adalah seorang penulis solilokui, puisi, prosa liris,

    Click to view full article

    Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    BUMN Menteri BUMN (2011-2014)
    Menteri BUMN (2011-2014)
    Dahlan Iskan
    membuka momen untuk buka-bukaan memberantas korupsi. Dia menyerang balik DPR yang menudingnya salah urus PLN sehingga mengakibatkan inefisiensi Rp3,7


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Tokoh Monitor

    Menurut Anda, Siapa Tokoh yang Layak Jadi Capres 2014?

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us