WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Berdialog lewat Komik

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Berdialog lewat Komik
e-ti | Maria Serenade Sinurat-Kompas.com

Sekitar tiga bulan lalu ada setumpuk komik yang diperbanyak dengan cara fotokopi. Salah satu dari komik itu dijilid rapi, judulnya "Komik Palsu". Salah satu ceritanya berjudul "Konversi Minyak Tanah".?

Membuat komik dan mengelola komikpalsu.blogspot.com
Lihat Curriculum Vitae (CV) Abdoel Semute

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Abdoel Semute

QR Code Halaman Biografi Abdoel Semute
Bio Lain
Click to view full article
Suswono
Click to view full article
Syamsul Muarif
Click to view full article
Soegeng Sarjadi
Click to view full article
Teungku Cik Di Tiro
Click to view full article
Putu Sulastra
Click to view full article
Alexander Hendrato S
Click to view full article
Gandjar Wiranegara

Gambaran cerita dalam "Konversi Minyak Tanah" itu tidak seperti Komikus
Komikus
komik
-Komikus
Komikus
komik
yang biasa beredar di toko-toko buku. Konversi minyak tanah di sini digambarkan sebagai barisan orang-orang bersayap tanpa kepala.

Tidak ada panel-panel dalam Komikus
Komikus
komik
itu, hanya guratan garis tebal dan tipis yang seakan seperti coretan asal-asalan. Di sini juga tak ada dialog, hanya kalimat-kalimat seperti racauan.

Cerita dalam komik karya Abdoel Semute dan Benny Soekendo itu seakan menjadi cermin kebisuan masyarakat. Mereka yang tidak memiliki pilihan lagi, selain mengganti minyak tanah menjadi gas.

Namun, masyarakat hanya bisa diam. Mereka hanya bisa menerima seperti satu gambaran yang diterakan Semute, panggilannya, pada salah satu lembarnya, yakni menutup mata dan menyimpan bom di dada.

Bagi Semute, komik seharusnya menjadi media yang dapat menangkap kegelisahan sehari-hari. "Komik seharusnya tidak eksklusif, tetapi bisa dibuat dan dibaca oleh siapa pun, bahkan oleh seorang tukang becak," ujarnya.

Menyatukan

Semute lebih suka bicara tentang esensi daripada menjelaskan tentang definisi komik yang disebut sebagai komik perlawanan atau komik bawah tanah itu. Dia bercerita, semua itu bermula dari kegelisahannya melihat gempuran komik Jepang (manga).

Industri komik yang begitu masif membuat komik menjadi sekadar produk bisu. "Seseorang membeli komik dan membacanya sendiri. Dia tidak pernah tahu siapa yang membuat komik itu dan bagaimana prosesnya. Semua selesai di sini, tidak ada dialog," ujarnya.

Situasi itu, bagi Semute, seakan mencerabut manusia dari dirinya sendiri. Belum lagi di Surabaya, tempat industri melaju cepat dan masyarakat seakan hanya menjadi robot. "Aku rindu pada masa ketika anak-anak masih bermain gambar umbul dan saling berbagi," ujarnya.

Dengan jejaring dan kelihaian dia berkomunikasi, Semute dan para pegiat komik membentuk Oret 101 di Surabaya, tahun 2000. Angka 101 itu merujuk nomor rumah seorang komikus, yang sering digunakan komunitas komik berkumpul.

Mereka mengusung slogan "Manga Ora Manga, Kumpul". Itu adalah pelesetan dari buku karya Budayawan, Novelis, Cerpenis, Dosen
Budayawan, Novelis, Cerpenis, Dosen
Umar Kayam
yang berjudul Mangan Ora Mangan Kumpul.

Semangat mereka kala itu adalah menyatukan pegiat komik dari mana pun, baik yang beraliran manga maupun tidak. Mereka bisa membuat karya kolektif yang diproduksi dan didistribusikan sendiri.

Prinsip yang dipegang teguh di sini adalah membuat komik tanpa didikte penerbit dan menerabas pakem komik pada umumnya. Lewat Oret 101, mereka berhasil membuat tiga jilid komik.

"Tetapi, semakin banyak orang (membuat komik) dan (menghasilkan) duit, malah makin banyak masalah. Setelah itu, satu per satu (pegiat komik) malah menghilang," katanya.

Meskipun Oret 101 kemudian meredup, Semute tetap gencar membentuk jejaring sosialnya. Dia, antara lain, turut menghidupkan kelompok Keras Kepala di Jember. Setelah era Keras Kepala, Jember memiliki komunitas komik Nasi Putih.

Ketimbang menjual komik, para komikus tersebut lebih memilih barter komik. Dari proses itulah Semute melihat bahwa komik telah menjadi ruang atau wadah untuk berdialog dan pertemuan.

"Komik tidak lagi benda mati. Inilah ruang kita untuk sambang-sinambang, saling menyambangi dan berdiskusi," kata ayah dua anak ini.

Wajah kota

Di Surabaya, tempat tinggalnya selama sekitar 16 tahun terakhir ini, Semute tetap berusaha memperkuat komunitas komik di sini. Walaupun begitu, dia menolak disebut sebagai pelopor ataupun pendiri.

"Saya hanya tukang ngomporin 'anak-anak' saja agar memulai membuat komik," katanya beralasan.

Meskipun banyak berbicara soal komik, Semute terkesan "menutup diri" tentang keluarganya.

Dari hasil ngomporin itu, faktanya para komikus Surabaya kembali giat berkarya. Dalam dua tahun terakhir, pameran-pameran komik di Surabaya mulai tumbuh. Produk komik pun semakin beragam. Salah satu yang patut dicatat ialah karya kolektif "Area 031" yang digagas Semute, Alfajr X-Go Wiratama, dan Anitha Silvia.

Dibuatnya "Area 031" tergolong penting mengingat Surabaya kerap dinilai "terbelakang" dari segi perkembangan komik. Ide cerita yang muncul dalam kompilasi komik itu menceritakan banyak wajah Kota Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
. Di sini ada tentang pecel Semanggi, lokalisasi Dolly, hingga perkembangan industri.

Selain itu, pada Agustus nanti, Semute bersama Yayasan Suku Bengi juga akan membuat pameran komik bertema "Sindikat Pasar Gelap". Tema itu dipilih untuk menyikapi wacana komik sebagai barang dagangan.

Pameran komik itu penting bagi Semute sebab selama ini komik sudah menjadi ladang penghidupan bagi mayoritas komikus. Karena itu, alur cerita hingga gaya gambar (harus) disesuaikan dengan keinginan penerbit dan industri. Padahal, Semute dan pegiat komik bawah tanah bersepakat untuk menghidupi komik, bukan hidup dari komik. Kemandirian ini membuat mereka bebas menyuarakan apa pun lewat karya komik tanpa tekanan.

Menjual jamu

Agar terhindar dari tekanan itu, Semute dan para komikus bawah tanah memilih bekerja di bidang lain. Semute, misalnya, menjual jamu tradisional di rumahnya di kawasan Kremil, Surabaya.

Meskipun berpendidikan hukum di Universitas Tujuh Belas Agustus Surabaya, Semute tidak memilih pekerjaan di bidang hukum. "Saya tidak siap melihat realita hukum di masyarakat. Saya memilih jadi juragan bagi diri sendiri," katanya.

Dengan menjadi tukang jamu, Semute bisa melihat lebih jelas problem kehidupan pembeli yang mayoritas dari kelas bawah. Hidup yang suram di kawasan rumahnya pun menjadi inspirasi bagi karyanya. Di sela-sela berjualan, dia masih sempat mengajari anak-anak di sekitar rumah untuk menggambar.

"Saya berencana membuat workshop komik di lokalisasi," ungkap pria yang memakai nama Semute sejak ia berusia 19 tahun.

Meskipun banyak berbicara soal komik, Semute terkesan "menutup diri" tentang keluarganya. Dia hanya bercerita, menikahi teman sekampus, yang dipanggilnya Genduk. Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
itulah ibu dari kedua anaknya, yang disebut Semute sebagai "cah ganteng" dan "cah ayu". e-ti

Sumber: Kompas, Senin, 12 Juli 2010 | Penulis: Maria Serenade Sinurat

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 02 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Membangun Karakter Lewat Dongeng Anggota Bpk 2004 2009

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Jual Buku Biografi Hukum Romli Atmasasmita

Buku Pilihan

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: